NovelToon NovelToon
Cinta Salah Sasaran

Cinta Salah Sasaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sabia X

Kirana adalah gadis ceria, polos dan kebal bully apa jadinya kalau ia bertemu dengan seorang pemuda raja bully yang tidak sengaja mobilnya ia tabrak saat pulang dari kampus, dan parahnya ia harus rela menjadi pelayan dirumah pemuda itu, karena sang pemuda dendam gara-gara kejadian itu ia diputuskan pacarnya, bahkan saat orang tua pemuda itu tidak setuju, mampukah mereka bersatu memperjuangkan cinta mereka. baca keseruan, kekonyolan dan kekocakan mereka berdua di novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabia X, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kerumah pacar

Hari Lebaran sudah tiba, Siang itu Dewa sudah berada dirumah Cristian, ia sudah memaksa dan menyeret Cristian kearah mobil cowok itu, bahkan Dewa sudah mengambil alih kunci mobil Cristian.

"Masuk gak loh." perintah Dewa, sambil mendorong tubuh Cristian masuk kedalam mobil, namun Cristian masih kekeh menolak, dengan mengunakan kedua tangannya menghalangi pintu.

"Dewa sialan, loe sebenarnya mau apa sih, maksa banget, bangke loe," umpat Cristian kesal, tidak ada angin tidak ada hujan Dewa datang mau menculiknya, kan bisa ngomong baik-baik.

"Cerewet loe jadi cowok nurut aja kenapa sih, kita mau liburan." jawab Dewa dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Tian hingga masuk kedalam mobil, kelakuan mereka sudah seperti anak kecil, bahkan para pekerja disana hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah mereka berdua. Dewa menutup pintu dengan kencang membuat Tian kembali mengumpat.

"Bocah asyu, dikira mobil gue angkot apa nutup pintu kencang gitu." ucap Cristian kesal. Dewa sudah dibelakang kemudi tersenyum penuh kemenangan.

"Kenapa gak ngajak dua Al sih, gue itu mau nyantai, ngerti kagak loh." ucap Tian garang.

"Mudik mereka, yang gak mudik kan cuma gue sama loe doang," jawab Dewa santai.

"Mau kemana sih kita." tanya Tian lagi, ia sungguh penasaran.

"Pacar lah." jawab Dewa singkat namun mampu membuat Tian langsung terbatuk-batuk.

"Anjir nih bocah, loe serius, bukannya rumah si pendek jauh." ucap Tian tidak percaya.

"Tiga jam lah, kira-kira, udah gak usah protes, penasaran aja aku, tuh bocah lagi apa kalau lebaran gini, kira-kira kaget gak ya tuh bocah disamperin." ucap Dewa tersenyum simpul, membuat Tian bergidik ngeri.

"Mulai bucin kek nya, serius loe pacaran sama tuh botol Yakult, cinta beneran?" tanya Tian tidak habis pikir, dulu sama Oliv Dewa tidak seperti ini, tidak punya inisiatif untuk nyamperin kalau tidak Oliv yang meminta, Tian jadi bertambah ngeri.

"Entahlah, gue dirumah kayak orang bloon gak ada tuh bocah, pengen nyamperin bawaannya." jawab Dewa santai, Cristian yang mendengar sampai melongo.

"Astaga, fiks loe jatuh cinta kek nya." balas Tian, Dewa hanya mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban, ia sendiri juga tidak tahu dengan perasaan nya sendiri, hanya mengikuti kata hati yang ingin bertemu dengan yang katanya pacar, vidio call juga tidak bisa menghilangkan rasa ingin bertemu, bahkan malah semakin membuatnya hampir tidak bisa tidur setiap malam, karena rasa ingin melihat senyum manis yang selalu terbayang, anggap saja ia lebay, tapi itu kenyataan nya, tentang momi nya yang tidak suka, mana Dewa perduli. Mobil itu semakin melaju diaspal, jalanan yang lenggang karena hari Raya memudahkan Dewa untuk mempercepat laju mobilnya.

"Kalau mau laju seperti ini harus nya pake mobil loe tadi, Napa pake mobil gue, awas aja kalau sampe lecet mobil gue," gerutu Tian tidak terima Dewa membawa mobil kesayangan nya kebut-kebutan.

"Ana tidak suka hal yang mencolok, bisa diusir gue nanti kalau pake mobil milyaran." jawab Dewa tenang.

"Busyet, dasar aneh tuh bocah, bukannya seneng dibawain mobil bagus, malah takut." ucap Tian heran.

Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya mereka sampai digang rumah Ana.

"Yakin loe ini gangnya?" tanya Tian, sembari membuka kaca mobil celingukan.

"Alamatnya sih gitu, tapi gak tahu yang mana rumahnya, tanya aja kali ya," ucap Dewa menghentikan mobil BMW terbaru itu, dengan pelan, ia turun dan menghampiri seorang bapak-bapak yang memakai baju Koko, dan Dewa pun menanyakan alamat rumah Kirana.

"Oh, rumah pak Adam, itu tidak jauh lagi yang rumahnya warna putih depannya ada pohon jambu air nya." jawab bapak-bapak itu, sembari menunjuk rumah Ana.

"Terimakasih pak, kalau begitu permisi." ucap Dewa sesopan mungkin, takut di gampar kalau tidak sopan dikampung orang. Bapak itu mengangguk , melihat terus kearah mobil Dewa yang sudah berjalan pelan.

"Orang kaya kayak nya, pacar Tuh bocah apa ya, masa baru masuk kuliah sudah punya pacar," gumam bapak itu sendirian.

Ana sangat sibuk karena banyak nya tamu yang datang, baru juga ia selesai mandi, terdengar emak nya heboh.

"Emak loe kenapa dah heboh banget." ucap Eli yang sudah ada dikamar Ana.

"Tau ah, paling juga teman-temannya datang." sahut Ana cuek dan Menganti baju, memakai kaos oblong warna putih dan celana panjang selutut, rambutnya dibiarkan tergerai karena habis keramas.

"Habis ini jadi kita kerumah Bu Ismi?" tanya Ana, Bu Ismi adalah wali kelas mereka waktu sekolah, yang tinggal beberapa gang dari rumah mereka.

"Jadi lah, tahun kemaren kita gak kerumahnya, loe mudik, gue juga, cuma salaman di sekolahan doang, kurang greget menurutku." jawab Eli, dan diangguki oleh Ana.

"Ana, ada temen mu datang!" teriak Mak Ningsih membuka pintu kamar anaknya. Membuat mereka berdua sampai mengelus dada karena kaget.

"Emak ngagetin aja, bisa copot jantung Ana tahu." ucap Ana kesal, emak nya cuma cengar-cengir tanpa merasa bersalah.

"Udah buruan, temen mu sudah nunggu." ucap Mak Ningsih keluar lagi.

"Hadeh emak sama anak sama, ngeselin." seloroh Eli terkekeh.

"Aku aduin emak kamu ya." ucap Ana mengancam.

"Gak takut, dah yuk, itu mungkin Jono sama Abdul, kan katanya tadi mau bareng kerumah Bu Ismi.

"Yuk dah," jawab Ana berjalan mengikuti Eli keluar kamar, tanpa Ana tahu yang datang adalah Dewa, begitu sampai diruang tamu Eli memicingkan matanya karena ternyata bukan Jono dan Abdul, tapi dua cowok tampan duduk dengan memegang toples cemilan ditangan mereka masing-masing, dan kedua cowok itu juga langsung menoleh kearah Eli.

"Siapa kalian?" tanya Eli datar merasa tidak mengenal.

"Ana yang dari tadi dibelakang Eli, pun menggeser badan, dan ia langsung berdiri membeku, berulang kali ia mengucek kedua matanya takut salah melihat.

"Mas Dewa.." gumam Ana, Dewa tersenyum sangat manis, sangat suka melihat wajah pacarnya yang terkejut.

"Hai.." ucap Dewa santai tanpa dosa. Eli melirik kearah temannya yang planga-plongo melihat dua orang tamu yang datang.

"Loe gak kenal, kalau gak kenal biar gue usir." ucap Eli, membuat Ana tergagap, sedangkan Dewa langsung mendengus kesal mendengar ucapan gadis disamping Ana.

"Kenal kok," jawab Ana terbata, Dewa tidak sabar dan meraih tangan Ana menariknya duduk disampingnya. Membuat Ana kelabakan.

"Mas Dewa ih, jangan tarik-tarik, nanti kalau aku jatuh gimana." ucap Ana judes. Dewa hanya mesem sementara Eli duduk dihadapan mereka berhalat meja, masih bingung siapa tamu Ana.

"Gak papa, jatuhnya dihati aku" bisik Dewa, membuat Ana langsung memukul bahu Dewa membuat pemuda itu meringis.

"Sakit pendek," ucap Dewa mengusap lengannya.

"Biarin, kesini kok gak bilang, kalau nyasar gimana, trus kemana kedua curut kok gak ikut, kok cuma kalian berdua?" tanya Ana penasaran biasanya kan mereka seperti Teletubbies yang tidak terpisahkan.

"Kenapa jadi nyari mereka berdua, gak cukup cuma aku, jauh-jauh loh aku ini datang." jawab Dewa dengan wajah cemberut.

"Gak usah lebay, aku juga gak nyuruh mas Dewa kesini." jawab Ana gemas, membuat Dewa meringis, ia mendekati Ana dan berkata pelan.

"Laper yang.." ucap Dewa. Alamak.

1
Heni Mulyani
lanjut
Heni Mulyani
lanjut😍
Heni Mulyani
lanjut
Heni Mulyani
lanjut😍
Heni Mulyani
lanjut
Heni Mulyani
lanjut😍
Heni Mulyani
lanjut
Heni Mulyani
lanjut😍
Heni Mulyani
lanjut💪
Heni Mulyani
lanjut
Heni Mulyani
lanjut💪
Heni Mulyani
lanjut
Fitriana Yusuf
😂😂😂😂👍
Heni Mulyani
lanjut
Ria Ningsih
gak up kak
Sabia X: Up, sabar ya, lagi sakit udah dua hari, jadi agak lambat,🙏
total 1 replies
Ria Ningsih
up nya 2 x sehari kak klau bsa
Sabia X: Waduuh, keriting nanti otak sama jariku kak Ria, 🤣 diusahakan.
total 1 replies
Heni Mulyani
lanjut
Heni Mulyani
lanjut.tetap semangat up nya
Heni Mulyani: tetap semangat
total 2 replies
Ria Ningsih
ceritanya seru
Sabia X: terimakasih..👍
total 1 replies
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!