Aku hanyalah setetes air di tengah samudra luas.Melangkah di dunia ini semata-mata agar tetap merasa hidup.
Dengan pedang di tanganku, aku menolong mereka yang terjatuh.
Aku menebas musuh, menghabisi iblis, dan menghadang kegelapan.
Namun aku ragu…Mampukah aku menyelamatkan diriku sendiri?
Dengan kekuatan yang bahkan mampu menumbangkan naga,
Akulah legenda yang bangkit dari darah dan luka—Sang Legenda Naga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28: Avatar Pelindung Langit
Naga Kuno itu mengeluarkan raungan terakhir yang begitu dahsyat hingga memecah gumpalan awan badai menjadi ribuan fragmen energi.
Sang Naga membuka rahangnya, namun kali ini yang keluar bukan sekadar api, melainkan ribuan meteor kecil yang terbungkus api emas—Hujan Bintang Penghancur.
Serangan ini tidak hanya mengarah pada Tian Shan, tetapi meluas hingga ke puncak-puncak bukit di mana ratusan pendekar sedang menyaksikan dengan nyawa di ujung tanduk.
Para pendekar yang tadinya hanya ingin menonton kini panik; mereka menyadari bahwa perlindungan Qi mereka tidak akan mampu menahan serpihan meteor yang mengandung esensi 10.000 tahun kekuatan naga.
Tian Shan, yang sedang melayang di antara tornado, melirik ke arah bukit-bukit tersebut.
Meskipun wajahnya tetap datar, sorot matanya yang kini memiliki kedalaman emosi setelah kehilangan tidak bisa membiarkan ribuan nyawa itu musnah begitu saja.
Ia menusukkan Pedang Pemecah Langit ke udara kosong, menciptakan riak dimensi yang sangat besar.
"Munculah... Avatar Naga Langit Tanpa Nama!"
Dari balik punggung Tian Shan, muncul sebuah proyeksi raksasa yang terbuat dari cahaya ungu murni.
Avatar itu berbentuk sosok ksatria dengan zirah naga yang ukurannya menyaingi besarnya naga purba itu sendiri.
Tangan raksasa sang avatar merentang lebar, menciptakan perisai transparan yang menyelimuti seluruh area di mana para pendekar berada.
DUM! DUM! DUM!
Meteor-meteor emas menghantam perisai avatar tersebut dengan kekuatan yang menggetarkan bumi, namun tidak ada satu pun yang berhasil menembusnya.
Para pendekar yang ketakutan itu hanya bisa terduduk lemas, menatap ke arah punggung Tian Shan yang kini terlihat sangat kecil namun luar biasa agung di depan avatarnya yang raksasa.
Dengan para saksi yang kini aman di bawah perlindungan avatarnya, Tian Shan kembali fokus pada musuhnya.
Avatar raksasa itu bergerak mengikuti setiap gerakan tangan Tian Shan.
Saat Tian Shan mengayunkan pedangnya, avatar itu juga menarik pedang cahaya dari dimensi yang sama, menebas ke arah leher naga yang kini sedang mengumpulkan napas api pemungkas.
"Kekuatan ini..." bisik seorang master sekte dari balik perisai cahaya, "dia benar-benar melampaui ranah Pendekar Langit. Dia adalah pelindung yang bangkit dari luka."
Pertarungan fisik antara sang naga dan avatar cahaya tersebut menciptakan gempa bumi yang terasa hingga ke benua tetangga.
Cakar naga beradu dengan zirah cahaya avatar, menciptakan percikan energi yang menerangi gelapnya badai.
Tornado-tornado di sekitar mereka terserap masuk ke dalam pusaran energi bentrokan tersebut.
Tian Shan merasakan setiap hantaman yang diterima oleh avatarnya.
Darah mulai mengucur dari telinga dan hidungnya, pertanda bahwa menjaga avatar sebesar itu sambil bertarung melawan naga 10.000 tahun sedang menghisap energi hidupnya dengan sangat cepat.
Namun, ia tetap berdiri tegak. Ia tidak lagi peduli dengan rasa sakit.
"Aku akan memberimu jalan menuju peristirahatanmu." ucap Tian Shan dengan suara yang beresonansi melalui mulut avatarnya, menggetarkan sanubari sang naga.
Avatar itu mencengkeram rahang naga tersebut, memaksanya untuk menelan kembali api abadi yang sedang ia kumpulkan.
Ledakan internal yang sangat luar biasa terjadi di dalam tenggorokan naga, membuatnya meraung dalam kesakitan yang luar biasa.
Langit mendadak menjadi hening sesaat, sebelum sebuah ledakan cahaya putih menelan segalanya, menandakan bahwa pertarungan ini telah mencapai titik puncaknya.