NovelToon NovelToon
The Librarian'S Midnight Guest

The Librarian'S Midnight Guest

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Fantasi Wanita / Harem
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: treezz

Di balik rak-rak kayu ek yang menjulang tinggi, Genevieve Isolde Clara adalah cahaya yang tak pernah padam. Sebagai pustakawan, ia dikenal karena senyumnya yang merekah bagi siapa saja dan keramahannya yang membuat siapa pun merasa diterima. Namun, keceriaan itu hanyalah tirai tipis yang menutupi luka batin yang sangat dalam. Genevieve adalah ahli dalam berpura-pura—ia membalut rasa sakitnya dengan tawa, memastikan dunia melihatnya sebagai gadis yang paling bahagia, meski hatinya perlahan hancur dalam kesunyian.
Kehidupan Genevieve yang penuh kepura-puraan terusik ketika Valerius Theodore Lucien muncul. Valerius adalah seorang pria dengan aura bangsawan kuno, pucat, dan memiliki tatapan yang seolah bisa menembus waktu—ia adalah seorang vampir yang telah hidup berabad-abad. Sejak pertama kali melihat Genevieve, Valerius merasakan sesuatu yang janggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon treezz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Jejak yang Tersembunyi

Cahaya matahari pagi menyusup malu-malu melalui celah tirai loteng, menyentuh kelopak mata Genevieve yang masih tertutup rapat. Ia menggeliat pelan, merasakan tubuhnya sangat ringan dan segar—sebuah tidur paling nyenyak yang pernah ia alami selama bertahun-tahun. Suara hujan deras semalam telah berganti dengan kicauan burung gereja yang bertengger di bingkai jendela.

Genevieve duduk di tepi tempat tidur, meregangkan kedua tangannya ke atas. "Hari libur," gumamnya dengan senyum tipis.

Ia merasa tenang. Perpustakaan tutup hari ini, yang berarti ia tidak perlu menghadapi rak-rak buku yang sunyi atau tatapan kosong penduduk kota. Namun, saat ia memutar lehernya, ia merasakan rasa pegal yang aneh di sisi kiri.

"Aduh," desisnya sambil memijat ceruk lehernya. "Mungkin aku salah posisi tidur karena terlalu asyik memimpikan hal-hal aneh semalam."

Ia mencoba mengingat mimpinya, namun ingatan itu terasa seperti kabut yang tertiup angin—hanya menyisakan perasaan hangat dan aroma mawar yang samar-samar. Ia benar-benar tidak mengingat kehadiran Valerius, apalagi sentuhan dingin yang berubah menjadi hangat di kulitnya. Baginya, Valerius telah menepati janjinya: pergi dan menghilang.

Genevieve berjalan menuju cermin besar di sudut kamar untuk menyisir rambutnya yang berantakan. Saat ia mengangkat rambutnya yang panjang ke atas untuk diikat, ia tertegun.

Di cermin, terpantul sebuah tanda kemerahan kecil di ceruk lehernya. Warnanya tidak biru memar seperti bekas benturan, melainkan merah muda keunguan yang terlihat... sangat spesifik.

"Serangga sialan," umpat Genevieve pelan. Ia mendekatkan wajahnya ke cermin, menyentuh tanda itu dengan ujung jarinya. Anehnya, kulit di bagian itu terasa sangat sensitif, mengirimkan sengatan listrik kecil ke seluruh tubuhnya. "Hujan semalam pasti membawa masuk serangga-serangga aneh ke dalam loteng ini."

Ia segera menutupi tanda itu dengan syal tipis berwarna krem. Ia menolak untuk memikirkan kemungkinan lain. Valerius sudah tidak ada. Ia sudah bebas.

Genevieve turun ke bawah untuk menyeduh teh pagi. Perpustakaan itu terasa sangat hening, tapi kali ini keheningannya tidak terasa mengancam. Ia merasa seperti penguasa tunggal di kastil kertasnya sendiri. Namun, saat ia melewati meja sirkulasi, langkahnya terhenti.

Di sana, di tempat yang seharusnya kosong, terdapat sebuah vas bunga kristal kecil.

Di dalamnya hanya ada satu tangkai mawar, namun warnanya bukan merah darah seperti biasanya. Mawar itu berwarna putih murni, seolah melambangkan sebuah perdamaian... atau sebuah janji yang disembunyikan dalam kesunyian.

Mawar putih yang tampak suci itu melayang di udara sebelum mendarat dengan suara pluk pelan di sudut lantai yang berdebu. Genevieve tidak peduli jika itu mawar perdamaian atau sekadar simbol permintaan maaf. Baginya, setiap pemberian dari Valerius adalah benang yang mencoba menjeratnya kembali ke dalam kegelapan.

"Terlalu banyak drama," gumamnya sambil melangkah pergi, membawa secangkir teh panas yang uapnya mengepul lembut.

Ia kembali menaiki tangga kayu menuju lotengnya.

Hari libur ini adalah miliknya sepenuhnya, dan ia sudah memutuskan: tidak ada bersih-bersih, tidak ada menata buku, dan yang paling penting, tidak ada interaksi dengan siapa pun—baik manusia berkacamata yang cerewet maupun monster yang terlalu terobsesi padanya.

Genevieve kembali ke atas tempat tidurnya yang masih berantakan. Ia menarik selimutnya hingga ke dagu, menyandarkan punggungnya pada tumpukan bantal yang empuk, dan mulai menyesap tehnya sambil menatap langit-langit.

Rasa pegal di lehernya masih ada, terasa seperti denyutan halus yang anehnya tidak menyakitkan, justru memberikan sensasi hangat yang menjalar. Ia mencoba mengabaikannya dengan membuka kembali novel yang belum selesai ia baca semalam. Namun, baru beberapa halaman, matanya mulai terasa berat kembali.

Suasana kamar yang tenang, sisa aroma teh melati, dan dinginnya udara di luar membuat keinginan untuk bermalas-malasan menjadi semakin kuat.

"Seharian di sini... hanya aku dan pikiranku," bisiknya.

Ia memejamkan mata sejenak, namun saat itulah bayangan mimpinya semalam kembali terlintas sekelebat. Sentuhan hangat yang ia kira hanya bunga tidur terasa begitu nyata di memorinya yang paling dalam. Ia menggelengkan kepala, mencoba mengusir imajinasi liar itu.

Di bawah, di tempat mawar putih itu dilempar, kelopak bunga itu perlahan-lahan layu dengan kecepatan yang tidak wajar—seolah bunga itu merasakan sakit hati yang sama dengan pengirimnya yang sedang mengawasi dari kejauhan, tak terlihat namun tetap ada di antara sela-sela bayangan rak buku.

1
Yusry Ajay
semangat trus kk Thor 🤗
May Maya
lanjut Thor
May Maya
baru kali ini aku baca novel ada kata2 kiasan sekuat batu nisan biasanya kan sekeras n sekuat baja atau beton 🤭
May Maya
kacian velerius 😄
Afri
alur cerita nya bagus. . tidak buru buru .. mengalir dgn perlahan
keren
Afri
aku suka karya mu thor ..
cerita nya manis
May Maya
suka dgn genre ini
May Maya
vieve di dekati vampir tampan tp namanya makhluk gaib pasti takut jg ya vie🤭
May Maya
mulai baca Thor
treezz: semoga suka kakak🤭
total 1 replies
Afri
bagus
Afri
cerita nya bagus thor
fe
mantapp
anggita
👍👆 sip.,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!