Hanya tentang seorang perempuan yang menjadi selingkuhan laki-laki yang katanya mencintai nya.. Benarkah ini cinta atau hanya nafsu semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana kimtae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal Pertemuan
Brakkk...
Emily terhuyung karena badannya tertabrak seorang wanita yang berlari mengejar anak lelaki di sebuah mall. Barang belanjaan Emily berserakan di lantai dan sialnya wanita itu tidak meminta maaf. Dia malah berlalu seolah tak terjadi apapun.
"Maafkan istri saya.."
Seorang lelaki berwajah tampan membuyarkan lamunannya. Pria itu tersenyum sambil membantu membereskan barang Emily. Jujur saja Emily masih sangat dongkol dengan sikap kurang ajar dari perempuan itu. Dia hanya menoleh sekilas pada pria di depannya sambil berdengung.
"Saya bisa mengganti berapapun kerugian yang di sebabkan anak dan istri saya" ucapnya lagi.
Emily hanya menggeleng dan berniat mengambil beberapa kantung belanjaan di tangan pria itu. Sepertinya pria itu tidak menyerah, dia membiarkan kantung belanjaan tetap ditangannya tanpa melepaskan.
"Maaf"..kata Emily jengah.
Pria itu kembali tersenyum dan memberikan kantung belanjaan yang berada di tangannya.
"Jeon..."ucapnya mengulurkan tangan.
"Jeon Respati.."ujarnya lagi.
"Emily..." sahut Emily sambil menyodorkan tangannya.
Pria itu mengajak Emily berbincang untuk mencairkan suasana. Beberapa kali mereka tertawa karena obrolan yang semakin seru, sampai Jeon lupa dia bersama anak dan istrinya di mall itu.
Dari situlah semua berawal, pertemuan mereka yang tanpa di rencanakan. Saling bertukar nomor ponsel, akhirnya mereka saling merasa nyaman dan saling membutuhkan.
Flashback end
"Hei..."
"ohh..maaf"
Emily buru-buru mengusap kemeja seorang pria di depannya. Kurang ajar sekali lamunannya membuat basah kemeja orang lain.
"Sudah tidak apa-apa..Tadi aku hanya terkejut"
"Maaf..saya benar-benar minta maaf" ucap Emily semakin merasa bersalah.
Pria itu terbahak karena melihat raut wajah Emily yang sangat menggemaskan di matanya..ehh
"Leon.."
"Ohh.."
Emily tergagap dan segera menyambut uluran tangan pria itu.
"Emily.."
"Oke, Emily...aku mau kamu tanggung jawab"
"Oke,saya akan tanggung jawab.. Mungkin kita bisa mencari kemeja yang sama di..."
Mata Emily melihat kesana kemari untuk memastikan mereka dekat dengan salah satu store yang bisa mengganti kemeja lelaki itu.
"Tunggu... apakah itu merk terkenal" ucapnya cepat.
Mata Emily berkedip cepat saat menatap lelaki di depannya, bahkan bibir mungilnya mengerucut.Itu membuat Leon kembali tertawa. Wanita di depannya ini tak sadar sudah membuat Leon ingin menggigit bibir mungilnya itu.
"Siapa bilang aku ingin kemeja baru?"
"Ohh...jadi anda ingin apa?" Emily kembali menatap pria di depannya dengan raut seolah heran dengan jawaban pria itu.
"Leon..panggil saja aku Leon.."
Tanpa aba-aba pria itu menarik tangan Emily untuk mengikutinya. Karena rasa bersalahnya Emily tidak bisa menolak dan hanya patuh mengekori Leon yang menggenggam tangan nya.
Mereka duduk di sebuah resto yang masih ada di dalam mall besar itu. Leon sedang membolak-balikkan buku menu yang berada di depan mereka.
"Mungkin memang kamu hobi melamun"ucapnya lagi.
"Ahh..maaf,s..sa..saya hanya bingung"ucapnya terbata.
Leon menoleh dan kedua alisnya bertaut.
"Bingung.."
"Saya bingung... bukankah tadi anda.. mengatakan saya harus bertanggung jawab "
"Tolong jangan berbicara terlalu formal denganku Emily.. Panggil aku Leon..oke"
Emily mengangguk-anggukkan kepalanya dengan cepat,hingga rambut ekor kudanya terlihat memantul di belakang kepalanya..
Leon kembali tertawa, entah berapa kali dia tertawa karena kelakuan perempuan di samping nya itu.
"Berapa umurmu?"
"Mmmm..tahun ini dua puluh lima"
"Aku salah menduga,kukira kamu masih berusia lima tahun"ucapnya sembari tertawa.
Emily menepuk tangan Leon tanpa sadar.
"Dasar.."ucapnya sembari mengerucut kan bibir nya.