Aruna Arabella, gadis cantik yang terlibat hubungan asmara dengan seseorang laki-laki tampan yang tak lain adalah kakak tirinya setelah sang mama memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang duda kaya, yang mempunyai seorang putra.
Aruna harus menelan pahitnya kehidupan di dalam keluarga nya, sang papa berselingkuh takala usia Aruna menginjak tujuh tahun, tak hanya itu, sang papa serta pelakor tersebut membawa kabur kakak laki-laki Aruna.
Setelah kejadian itu Aruna tingal bersama dengan mama nya, yang bekerja sebagai penjahit di sebuah butik kecil sederhana.
Karena kepintaran nya, Aruna di terima masuk di sebuah sekolah elite, ia mendapat beasiswa, di sanalah Aruna memulainya, kisah cinta dengan seorang laki-laki posesif yang ternyata adalah anak laki-laki dari pria yang menjadi papa sambung nya.
Dari sini lah kisah cinta terlarang itu di mulai ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
"Vani, kamu ngapain di sini? Bel udah bunyi kok gak masuk kelas?" tanya Reyhan yang baru saja tiba di sekolah dan langsung melihat Vani yang berdiri tak jauh dari tempat parkiran mobil.
"Ah, Reyhan, aku lagi nungguin kamu," jawab Vani segera merubah ekspresi wajah nya.
"Beneran? Maafin aku ya, lama, yuk masuk kelas bareng," ucap Reyhan yang masih berfikir kalau Vani adalah gadis polos yang baik.
"Iya," jawab Vani yang kemudian mengandeng tangan Reyhan.
Sementara itu di sisi lain.
"Erlan, gue mau ngomong," kata Leo yang kini tiba di samping Erlan dan mereka melangkah bersama menuju kelas.
"Apaan?" tanya Erlan lagi.
"Lo harus lihat ini," kata Leo yang mengeluarkan ponselnya dan memberikan benda pipih tersebut kepada Erlan.
Erlan memberhentikan langkah nya, dia menatap layar ponsel milik sang sepupu sambil sedikit menajamkan pandangan mata nya.
"Dia gak bisa seenaknya ngehina gue cuma karena gue belum nerima pemerintah dia buat lomba balap, gue cuma lagi gak mood aja," kata Erlan lagi.
"Kayaknya Lo blokir dia ya? Sampai-sampai dia kirim pesan ke gue, biasanya gak gini," kata Leo lagi.
"Ya, gue cuma mau tenang sebentar dan gak mau berurusan sama dia dulu," kata Erlan yang kemudian melanjutkan langkah nya.
"Tapi Erlan, kalau Lo gak peduli sama dia, gue khawatir dia makin menjadi-jadi ini aja sampai bilang Lo pengecut," kata Leo ikut kesal.
"Blokir aja," ujar Erlan yang kemudian berjalan masuk ke dalam kelas dan duduk di bangku nya.
"Tapi ..." Leo menyimpan ponsel nya setelah melihat sang papa berjalan menuju kelas mereka, ia pun mengurungkan niatnya untuk terus membahas seseorang yang mengirim pesan untuk Erlan melalui ponsel nya tersebut.
Dia? Siapakah dia itu, siapa orang yang di bahas Erlan dan Leo barusan? Apakah Erlan memiliki musuh? Mau tau kelanjutannya? Jangan skip dan terus ikuti setiap bab yang telah di update oleh author agar tidak ketinggalan alur.
***
"Aruna!" panggil Reyhan.
Aruna yang saat itu hendak melangkah keluar dari kelas setelah mendengar bell Istirahat berbunyi, tiba-tiba menghentikan langkah nya beberapa detik, namun karena dia tau siapa yang memanggil nya ia memutuskan untuk melanjutkan langkah tersebut dan tidak mempedulikannya.
"Aruna tunggu!" sekali lagi Reyhan meneriakinya, namun kali ini laki-laki tersebut berjalan cepat menghampiri Aruna.
Mereka kini berdiri di depan kelas dan mulai saling pandang satu sama lain.
"Ada urusan apa Lo sama gue?" kata Aruna sembari menyimpan buku yang tadinya dia pegang ke dalam tasnya.
"Aruna, kenapa Lo gak ngasih tau gue kalau butik usang mama Lo kebakar? Lo juga gak ngasih tau gue kalau kalian pindah rumah, sekarang Lo sama mama Lo tingal di mana?" tanya Reyhan seolah-olah ia kembali memperhatikan Aruna seperti dulu.
"Cih, ngapain Lo sepeduli ini ke gue dan mama? Kayaknya bukan urusan Lo deh, mau gue tinggal di mana juga bukan urusan Lo, Lo sendiri kan yang mutusin buat gak ada hubungan nya sama gue lagi," ujar Aruna dengan senyuman sinis nya.
"Aruna gue tau gue sebelum nya salah, tapi gue minta maaf karena gue terlalu emosional, gue cuma khawatir Lo bakal nyakitin Vani karena perasaan Lo ke gue," ucap Reyhan sambil memasang wajah sedih.
Deg ... Aruna tidak menyangka kalau Reyhan akan mengatakan perkataan tersebut di hadapan nya yang membuat jantung nya hampir ingin berhenti berdetak dengan ucapan tersebut.
"Maksud Lo?" kata Aruna dengan suara lirih.
"Aruna, gue minta maaf, gue tau sebenarnya Lo suka sama gue, tapi selama ini gue cuma anggap Lo sahabat gue doang dan gue gak mau ngerusak persahabatan kita, gue khawatir sama Vani pas dia bilang Lo ngedorong dia, gue pikir Lo beneran mau nyakitin dia karena perasaan Lo ke gue," kata Reyhan dengan bodohnya.
Beberapa orang mendengar ucapan mereka dan sibuk berbincang halus mengenai hal tersebut. Sementara itu Vani yang baru kembali dari toilet segera menguping pembicaraan mereka berdua.
"Gue gak nyangka ternyata Lo selama ini tau banget soal perasaan gue, tapi bodohnya gue, gue bisa sahabatan sama orang yang gak punya hati kayak Lo, Lo udah kenal gue lama, tapi cuma karena perempuan yang Lo sayang dan Lo angep polos, tega-teganya Lo nuduh gue dan berpendapat kalau gue tukang sakitin orang, apa gak gue Al? Apa? Gue gak sejahat yang Lo bayangin ya!" Kata Aruna sambil menunjuk wajah Reyhan.
"G-ue gak bilang gitu," Reyhan serba salah saat ini.
"Muka sekarang, jangan coba-coba cari tau tenang gue sama mama gue lagi, dan jangan coba buat ajak gue ngobrol, urusin aja bidadari neraka Lo itu," kata Aruna yang kemudian berjalan pergi meninggalkan Reyhan dan melewati Vani yang sangat itu menatap sinis ke arah nya.
"Kenapa sekarang hidup gue kayak gini? Gue rasanya gak nyaman, dan selalu ngerasa ada yang hilang," ucap Reyhan fursatsi dengan kebodohan nya sendiri.
Sementara itu Vani pun bergegas menghampiri nya.
"Reyhan, kamu gak apa-apa kan? Ngapain kamu ngomong sama dia? Dia kan udah bukan sahabat kamu lagi, aku gak mau ya kamu deket-deket dia lagi, apalagi sekarang dia udah deket sama orang lain," kata Vani mencari celah untuk terus memperburuk nama Aruna.
"Dekat sama orang lain? Apa maksud nya?" tanya Reyhan kebingungan.
"Semua orang juga tau kalau saat ini Aruna deket sama Erlan dan Leo, satunya anak kepala sekolah dan satunya anak konglomerat, kamu gak mikir apa kalau Aruna itu sengaja deketin orang-orang kaya buat numpang hidup, dia kan miskin," kata Vani bicara seenaknya.
"Cukup! Vani, jangan asal bicara, Aruna bukan orang yang kayak gitu, aku gak mau ya kamu bicara lagi kayak gini soal Aruna, meksipun sekarang kamu pacar aku, tapi kamu gak seharusnya terus-menerus menjelek-jelekkan Aruna," kata Reyhan yang tidak terima dengan ucapan Vani barusan dan segera pergi meninggalkan nya.
Hal ini membuat Vani tersentak kaget, dia tidak menyangka kalau Reyhan akan semarah ini dengan nya.
"Kok Reyhan malah marah sama gue sih? Gak bisa, Aruna udah benar-benar gak bisa di biarin, jangan-jangan dia mau bikin Reyhan kembali kayak dulu lagi ke dia, gak bisa kayak gini," batin Vani menggebu-gebu menerima kenyataan ini.
Sementara itu, dari kejauhan Erlan dan juga Leo mengamati mereka sudah dari beberapa menit yang lalu.
"Siapa mereka sebenarnya? Kenapa mereka kayaknya punya masalah sama Aruna?" tanya Erlan sambil memasukkan dua tangan ke saku celana nya, tatapan nya tak berpindah sedikitpun dari kelas Aruna, di mana ia melihat Reyhan dan Aruna tadinya bertengkar, juga Vani yang terlihat polos namun sekali melihat saja Erlan sudah tau kalau ia ular berbisa.
"Cowok yang Lo liat barusan itu sahabat baik nya Aruna, namun katanya beberapa hari terakhir mereka udah gak berhubungan baik soalnya Reyhan punya cewe, dan katanya ya, katanya, Aruna itu suka sebenarnya sama Reyhan," jelas Leo.
****
sama aja kek Vani ,gak jelas apa mau nya.dulu Aruna dihina karena dekat ma dia,sekarang udah jauh Deket ma Erlan juga salah.mau nya kalian apa sih...
Aruna udah jauh dari Reyhan pun Lo gak puas...
Aruna Deket cowo lain Lo pun sewot...
gak jelas juga itu otak lho 🤣🤣🤣
jiaaah nih bocah cowo kudu di jitak kepalanya...
buat anak gadis orang cenat cenut aja
🤣🤣🤣🤣
jangan Ngadi Ngadi ya bocil 🤣🤣🤣
jagain Baek Baek tuh adek ketemu gede
kk dan adik udah biasa berantem ajaa,saling jahil.abg ku aja yang paling besar suka nyelipin kepala ku di keteknya ,kayak miting gtu.padahal aku udah punya anak.auto ngamuk aku,dianya malah lari keliling rumah