NovelToon NovelToon
Terjerat Gairah Suami Sahabat

Terjerat Gairah Suami Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ima susanti

Apa yang kita rencanakan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Takdirkan yang akan membawa kita ke jalan yang sudah di gariskan.

Lidia tak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah setelah kejadian malam itu. Niat ingin membantu malah berakhir jadi hal buruk yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidup.

Mahkota yang ia jaga di renggut paksa oleh Panca suami sahabatnya sendiri. Semenjak itu ia tak bisa lepas dari jeratan Panca. Sekeras apapun ia menolak ia tak bisa mengelak akan pesona panca yang notabene adalah atasannya sendiri.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah sahabatnya akan mengetahui perbuatan buruknya dan bagaimana kisah anatara dirinya dan panca?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan. Sudah dua bualn Lidia tinggal bersama buk Sum di kampung wanita itu. Hari - hari ia lewati dengan penuh semangat.

Perut Lidia mulai membuncit karna kandungannya juga smekain bertambah usianya. Buk Sum yang sudah tau cerita sebenarnya memberi semangat untuk Lidia lebih kuat.

"Sudah lupakan masa lalu, sekrang kamu aman di sini bersama saya." wanuta itu mengelus punggung Lidia lembut. Lidia kembali meraskn kasih sayang dari seorang ibu yang sudah lama tak ia rasakan. Kedua orang tuanya sudah lama meninggal karna kecelakan. Hanya dia yang selamat dalam kecelakan itu, ayah, ibu dan adiknya ikut jadi korbannya.

"Makasih, bu." sudut mata Lidia memanas, bulir bening perlahan luruh. Menagis bukan karna sudh melainkan karna merasa terharu dengan perhatian buk Sum yang bukan siapa - siapanya. Mungkin Allah sudah mentakdirkan bahwasanya ia akan dipertemukan orang baik yang samapi pembimbingnya kejalan yang lebih baik.

"Gimana kalau warga sini bertanya tentang kehamilan aku, bu? Apa yang mesti aku jawab?" tanya Lidia mengungkapkan kekawatirannya. Tak mungkin ia menuju dari warga kampung hanya untuk menyembunyikan perutnya yang kian membengkak.

"Kamu tenang saja, tinggal bilang suami pergi merantau jauh atau suamimu sudah meninggal juga ga apa - apa. Kamu ga usah pusing memikirkan hal yang tidak penting. Lebih baik kamu fokus pada kehamilan kamu saja. Rasanya ibuk udah ga sabar menunggu si utung lahir." Wanita itu mengelus perut buncit Lidia dengan perasan bahagia. Tak sabar rasanya ia menimang cucu meski itu bukan dari anaknya.

Bik Sum mempunyai seorang anak yang sudah menikah tapi hingga saat ini belum ada tanda - tanda jika menantunya hamil. Jadi merasa sangat senang saat Lidia yang tengah hamil hidup bersama dirinya. Ia sudah menganggap Lidia sebagi putrinya.

Saat warga kampung menanyakan keberadaan Lidia di ruamhnya buk Sum menjawab.

"Ooh itu anak saudara saya."

"Lagi hamil ya?" tanya salah seorang tetangga buk Sum saat memperhatikan perut Lidia.

"Iya." jawab Buk Sum jujur.

"Suaminya kemana?"

"Lagi merantau, bu."

"Kasihan lagi hamil di tinggal. Yang sabar ya neng." alhamdulillah tetangga buk Sum tak ada yang julid dengan kehidupan Lidia hanya ada satu orang yang tidak suka akan keberadaan dirinya yaitu anak juragan beras. Ia merasa tersaingi kecantikannya oleh Lidia. Apalagi anak pak kades yang ganteng ia sukai malah menyukai Lidia.

Lidia terkenal ramah dan cantik, sehingga banyak dari kaum adam yang tertarik pada dirinya. Ada yang menyatakan perasaanya terang - terangan dan ada pula yang menyukai dlama diam. Lidia tidka terlalu memusingkan prilaku mereka, ia hanya fokus pada hidupnya seperti yang buk Sum ajarkan.

"Pagi dek Lidia." sapa pak kades.

"Pagi pak."

"Sendirian aja?" tanya pak kades basa basi saat berpapasan dengan Lidia yang tengah berjalan keliling kampung saat lagi hari. Kata tetua dahulu kalau mau melahirkan gampang harus banyak jalan dan tidka boleh malas.

"Iya, pak kades."

"Buk Sum mana?" biasanya Lidia kalau jalan pagi selalu bersama ini Sum tapi kali ini tidak.

"Ooh ibuk lagi kurang sehat pak kades. Saya lanjut dulu pak kades. " pamit Lidia yang tak mau berlama - lama ngobrol dengan pak kades takutnya fitnah. Wanita itu mempercepat langkahnya dan ingin secepatnya sampai di rumah untuk melihat keadan buk Sum. Pak kades hanya bisa memandang kepergian Lidia dan tak lama ia juga meninggalkan tempat itu.

...****************...

Assalamualaikum kk, apa kabar?

Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 👍😘🙏

1
ardiana dili
selalu aku kasih vote Dan semangat ya kak 💪
Ima Susanti: Terimakasih kk 😘😘😘😘
total 1 replies
Pjjmakkem
ini lidia mmg ga dikenal sm adit? kan sekretaris panca

atau adit br dipindah ke kantor nya panca?

atau adit atau lidia ga pernah saling cerita mrk kerja dimana?
ardiana dili
terima kasih kak selalu up setiap hari
Ima Susanti: sama² kk😘😘🙏🙏
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Ima Susanti: ok!😘😘😘🙏
total 1 replies
ardiana dili
kapan ya kak Lidia ketemu sama panca
Ima Susanti: saran dong kk, enaknya kapan ya🤔🤔
total 1 replies
ardiana dili
sdh aku kasih vote Dan tetap semangat kak💪
Ima Susanti: Siap kk😘😘🙏🙏
total 1 replies
Dinda Putri
banyak banget tifo nya thooor
Ima Susanti: nanti thor revisi kk🙏🙏
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Ima Susanti: Siap kk😘😘🙏
total 1 replies
ardiana dili
terima kasih kak sdh up lagi
Ima Susanti: sama² kk, di tunggu saran dan masukannya kk serta like yang banyak😘😘😘🙏🙏
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Ima Susanti: /Ok//Kiss//Kiss/
total 1 replies
ardiana dili
up lagi kak,
Ima Susanti: nonton timnas dulu kk🤭🤭
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Ima Susanti: ok kk sayang, otw😘😘
total 1 replies
Ima Susanti
/Determined//Determined//Determined//Kiss//Kiss/
ardiana dili
semangat Thor 💪💪
Ima Susanti: /Determined//Determined//Determined/
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Ima Susanti: /Ok//Kiss//Kiss//Rose/
total 1 replies
Ima Susanti
otw kk😘😘😊
ardiana dili
lanjut
ardiana dili
waalaikumsalam , selalu aku dukung .kak💪
Ima Susanti: /Pray//Pray//Kiss//Kiss/
total 1 replies
Khoirun Nisa
semangat kaka
Ima Susanti: 🙏🙏🙏😘😘
total 1 replies
Sarinah Quinn
kenapa Lidia tidak kabur saja dan cari pekerjaan di kota lain atau ke luar negeri sekalian,,, ini menyetorkan diri setiap hari 😤
Ima Susanti: itulah kesalahan fatal yang ia buat, tapi pada akhirnya harus mengorbankan perasaan sendiri😔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!