NovelToon NovelToon
Dari Musuh Jadi Candu

Dari Musuh Jadi Candu

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Martha ayunda

Clara Adelin, seorang gadis bar bar yang tidak bisa tunduk begitu saja terhadap siapapun kecuali kedua orangtuanya, harus menerima pinangan dari rekan kerja papanya.
Bastian putra Wijaya nama anak dari rekan sang papa, yang tak lain adalah musuh bebuyutannya sewaktu sama sama masih kuliah dulu.
akankah Clara dan Bastian bisa bersatu dalam satu atap? yuk simak alur ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Martha ayunda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

keteguhan hati seorang Clara.

Aduuh.!" pekik Bima menyeringai kesakitan.

"makanya jangan main peluk! Mana di tempat terbuka lagi." ucap Clara setelah menabok lengan kekar Bima.

"jujur aku beneran kangen sama kamu Cla, setelah nggak antar jemput kamu lagi aku jadi kesepian."

"gombal! kamu itu misterius banget loh, dari menjadi anak jalanan, tiba tiba naik mobil mewah dengan pakaian ala ala CEO muda, pasti cewek kamu banyak." tuding Clara.

"cewek memang banyak sayang... Tapi yang nyangkut di hati cuma kamu." jawab Bima serius, namun bagi Clara itu mungkin cuma suatu Candaan karena Bima modelan slenge'an.

"ck!." decak Clara sembari mendorong pelan pundak Bima.

"oke oke... jujur saat ini aku sedang butuh teman curhat, tapi meskipun temanku banyak, aku nggak bisa begitu saja percaya dengan orang." ujar Bima yang mulai dalam mode serius.

"curhat soal apa? Cewek?." tanya Clara yang kembali menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi taman.

"no! Ini soal kehidupan pribadiku, mengenai keluargaku Cla."

"oh, maaf." Clara menatap wajah Bima yang tadinya slenge'an kini berubah serius.

"Cla, sebenarnya aku turun ke jalanan menjadi urakan itu hanya untuk pelampiasan atas kekecewaanku terhadap mama, dulu aku tidak seperti itu."

"oh ya?." wajah Clara pun ikut merubah serius.

"semua berawal ketika mamaku menikah lagi setelah papaku meninggal dunia, mama membawa pulang keluarga barunya untuk tinggal bersama kami, dulunya aku anak tunggal yang selalu mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuaku."

"semenjak kedatangan papa tiriku dan anaknya, mama berubah total, dunia seakan terbalik, aku yang anak kandung justru dianak tiri kan......

Bima pun menceritakan kisah hidupnya yang menyedihkan, pria tampan itu menumpahkan segala unek unek dan masalah yang kini tengah ia hadapi, termasuk penyebab kematian sang papa dan juga nyawanya yang kini tengah terancam.

"kok bisa mama kamu Setega itu Bimbim?." Clara langsung prihatin, tanpa sadar ia meraih tangan Bima lalu menggenggamnya erat erat seolah olah ingin memberikan kekuatan pada pria tampan di sampingnya itu.

"awalnya aku juga tidak percaya Cla, tapi mbok tun itu pembantu paling lama yang kerja di rumah, jujur aku syok banget saat mendengar mbok tun bercerita tadi sore."

"lalu apa yang akan kamu lakukan setelah ini?." tanya Clara yang masih dalam mode prihatin.

"tentu saja aku akan mencari bukti kebenarannya, aku akan memasang kamera cctv secara diam diam, karena mama selama ini melarang ada camera cctv di rumah."

"Bimbim, kamu harus selalu ingat ucapan mbok tun mu itu ya! jangan makan di rumahmu, usahakan kamu makan sebelum pulang kantor, atau bisa beli online, aku nggak mau kamu kenapa napa." Clara makin mengeratkan genggaman tangannya.

"iya Cla, makasih ya kamu udah perhatian sama aku." Bima membalas tatapan mata bulat indah itu, bibirnya menyunggingkan senyum penuh beban.

"aku akan selalu ada buat kamu, kamu bisa curhat kapan saja, jangan merasa sendirian Bimbim."

Mendengar kata kata tulus dari hadis cantik yang selama ini sudah membuat dadanya selalu berdetak kencang itu Bima merasa sangat beruntung, ya meskipun Clara tidak mungkin ia miliki, setidaknya Bima masih bisa bertemu dan berbagi keluh kesah.

airmata Bima perlahan meleleh membasahi pipinya, baru kali ini dia menemukan teman yang benar benar tulus, Tanpa ada niat memanfaatkan dirinya.

"Cla, boleh aku memelukmu sebentar." ucap Bima dengan suara bergetar.

"eh, bo-boleh, ta-tapi sebentar saja ya!." Clara serba salah di buatnya.

Mau menolak kasihan, mengiyakan kok rasanya ia tidak sanggup mengkhianati Bastian, walaupun saat ini dia sendiri sedang kecewa dengan calon suaminya itu.

"makasih cla."

Bima langsung merengkuh tubuh Clara lalu memeluknya erat erat, Clara bisa mendengar detak jantung Bima yang berpacu kencang seperti orang habis lari maraton, isakan tangisnya pun makin terdengar jelas.

"jangan menangis lagi Bimbim, kamu harus kuat demi mengungkap misteri penyebab kematian papamu." hibur Clara.

"thanks Cla, aku janji nggak akan nangis lagi." Bima makin mengeratkan pelukannya sambil memejamkan mata.

"udah dong peluknya, aku nggak bisa nafas nih."

"bentar Cla." balas Bima lirih.

Clara pun pasrah, dia tahu Bima sedang sedih dan butuh teman, dulu disaat dirinya sedang butuh seorang teman, Bima selalu ada.

Clara masih mendengar Isak Tangi pria yang memeluknya erat dari samping sambil duduk itu, dengan ragu dan perasaan ragu Clara menggerakkan tangannya lalu membalas pelukan Bima.

"Bimbim, aku tau sedalam apa luka dan kesedihan yang kamu rasakan, udah jangan nangis lagi, minimal beri waktu juga untuk aku buat nangis juga." ucap Clara sembari menempelkan kepalanya di dada bidang Bima.

"kamu mau nangis juga Cla?."

Bima mengurai pelukannya lalu memegangi kedua pundak Clara, mata mereka bertemu pandang, Clara menggigit bibir bawahnya lalu menunduk.

"kamu sedang ada masalah?." Bima kembali bertanya sambil menaikkan dagu Clara agar tetap memandangnya.

"ya." jawab Clara singkat.

"apa yang terjadi? Apa masih ada teman kerjamu yang suka menggosipkan kamu?. Atau tentang Bastian?."

"Bastian, dia kembali di dekati Hellen dan menurutku sikapnya Tidak bisa tegas, Bimbim, apa semua cowok seperti Bastian jika di dekati mantan pacarnya?."

nggak bisa apa mereka menghargai perasaan cewek, apalagi aku ini calon istrinya?." imbuh Clara seraya menepis pelan tangan Bima yang masih memegangi dagunya.

"itu sih akal akalan dia saja Cla, kalau aku pribadi jelas mengutamakan calon istri. Mantan berani mengganggu bisa lain ceritanya, karena aku juga paling tidak suka sama wanita yang menggatal!." jawab Bima.

"sepertinya kamu perlu menyelidiki calon suami kamu itu deh, takutnya dia masih ada rasa sama si Halloween itu." imbuh Bima.

"Hellen!." Clara meralat ucapan Bima yang memelesetkan nama orang.

"Halah panggil saja dia Halloween, orangnya serem gitu!."

"ehmm... kamu pernah nggak jatuh cinta sama cewek, maksudku mantan pacar gitu."

"pernah, memangnya kenapa?." Bima menekuk satu kakinya lalu duduk menghadap ke Clara.

"pernah ketemu nggak?."

"sering, dia juga masih sering nanyain aku ke teman teman."

"eehh... Terus waktu ketemu bagaikan reaksimu?."

"Cla, mantan adalah sampah! Buat apa di pedulikan? jelas aku paling males kalau ketemu yang namanya sampah!."

"jangan jangan kamu mikirnya aku akan seperti Bastian?."

"sampah ya? Berarti kamu sampah juga dong?." Clara langsung cekikikan mendengar ucapan Bima.

"eh! Nggak gitu juga konsepnya atuh neng geulis." Bima mencubit gemas pipi mulus Clara dengan pelan.

"ish! Sakit tau!."

"kamu lawak banget sih!." ujar Bima sembari membetulkan anak rambut Clara yang terurai menghalangi wajahnya akibat terpaan angin.

"jangan bersikap manis begini Bim, nanti aku bisa jatuh cinta sama kamu." Clara menepis tangan pria tampan itu dengan pelan.

"bagus dong, jadi cintaku tak bertepuk sebelah tangan."

"ngawur! Yaudah pulang yuk dah malam." ucap Clara yang terlihat salah tingkah.

"kok pulang sih? Kan kamu belum nangis?." goda Bima yang masih betah di taman tersebut bersama Clara.

"nggak jadi deh, ngapain juga nangisin anak orang." balas Clara lalu tersenyum manis.

"Cla, kenapa ya kita di pertemukan disaat kamu sudah menjadi milik orang lain?." ucap Bima sambil terus memandangi wajah cantik di hadapannya itu.

"ya karena kita tidak di takdirkan untuk berjodoh."

Bima tersenyum, selalu itu jawaban dari bibir tipis gadis cantik itu.

"yaudah yuk pulang! Udah mulai sepi nih." Clara menatap sekeliling yang memang tinggal ada empat muda mudi yang tengah duduk bersama sambil tertawa tawa tak jauh dari tempat duduk mereka.

"oke, ayo Kuantar." Bima pun langsung berdiri lalu mengulurkan tangannya ke Clara.

"ih! entar disangka orang, kita ini lagi pacaran!." lagi lagi Clara menepis tangan Bima, Bima sendiri langsung tertawa.

jujur Bima sangat mengagumi sikap Clara yang tidak mudah tergoda oleh pria lain meskipun sudah dua kali di buat kecewa oleh Bastian.

(seandainya aku yang ada di posisi Bastian, aku pasti akan selalu berusaha membuatmu tersenyum bahagia Cla.) batin Bima sambil berjalan beriringan meninggalkan taman tersebut.

1
Nur Halida
cinta pertama yg buat marina merana dan bisa membunuh orang mencintainya.. makan tu cinta pertama😄😄😄
Martha ayunda: cinta yang menyesatkan ya kak 🤭
total 1 replies
Nur Halida
setelah sekian lama baru sadar kau marina..
Martha ayunda
masa harus sama Eria sih kak, bisa bisa perang tiap hari 😄
Nur Halida
buatlah marina sadar thor dan si sofyan dan keluarganya minggat dari kehidupan bima . biar bima bisa bahagia dg eria juga gak apa🤭
Nur Halida
bener eria
Nur Halida
mampus kau marina .. awas aja kamu kalo masih percaya dan belain si sofyan..
Martha ayunda: 😄 kebangetan kan
total 1 replies
Nur Halida
kan bener kan marina gak percaya sama bima... kasian banget bima
Martha ayunda: 🤭 kk paling bisa deh
total 1 replies
Nur Halida
pasti si sfyan bisa ngeles dan marina makin benci bima...
Nur Halida
next thor..
Martha ayunda: siap kk
total 1 replies
Martha ayunda
iyankak iya 😄
Nur Halida
jangan salah ya bas .. bimaku itu ceo tauuuuu mungkin fia lebih kaya dari kamu
Nur Halida
bima emang keren eria... aku fansnya bima 😄
Nur Halida
udah gak apa2 clara sama bastian .. bima sama eria aja yg imut2😄😄
Martha ayunda: kak nur ame siape dong? 🤭
total 1 replies
Nur Halida
udah ada calon pelakor rupanya. ...
Martha ayunda: apakah benar begitu? 🤭
total 1 replies
Nur Halida
ehhh siapa nih yg sensi??
Martha ayunda: siapa ya? 🤔🤭
total 1 replies
Nur Halida
yaaaahh akhirnya clara sama bastian juga nikahnya ... semoga bima dapet jodoh yg lebih baik dan lebih s3galanya dari clara ...
Nur Halida
aku selalu mendukungmu bima..😍
Martha ayunda: kirain dukung authornya 😄
total 1 replies
Nur Halida
pokoknya aku tetap dukung bima dan clara ... gak suka banget sama bastian
Martha ayunda: 😭 kak
total 1 replies
Nur Halida
kok bisa sih ada ibu kayak gitu .. jahat banget.. apa di dunia nyata juga ada ya ibu kayak gitu?
Martha ayunda: ada kak di daerah othor, anaknya jadi gila.
total 1 replies
Nur Halida
bagus bima .. kamu harus bertindak tapi maennya yg cantik ntar nenek sihirnya gak percaya sama kamu ... buat mama kamu menyesal bim karena udah nyakitin kamu dari dulu
Martha ayunda: siap kk 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!