NovelToon NovelToon
The Shadowed Psyche

The Shadowed Psyche

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Balas Dendam
Popularitas:694
Nilai: 5
Nama Author: De Veronica

Sinopsis Bab

Kedatangan Alexey Liebert ke kampus elite Icheon langsung mengguncang keseimbangan yang selama ini mapan. Sosoknya yang dingin, tertutup, dan mencolok dengan aura berbahaya segera menarik perhatian, sekaligus memicu bisik-bisik kagum dan rasa terusik di kalangan mahasiswa. Namun di balik statusnya sebagai mahasiswa baru rekomendasi internasional, Alexey menyimpan masa lalu kelam: putra pewaris dunia bayangan yang kembali ke Icheon bukan semata untuk kuliah, melainkan untuk tujuan tersembunyi yang berakar pada kematian ibunya delapan tahun lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon De Veronica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua ratu & Dua Predator

Di dalam mobil, Lisa menoleh ke arah Hunter. "Hunter, kamu sudah makan belum?"

"Belum," jawab Hunter santai, mata tetap di jalan. "Hari ini cukup sibuk."

Lisa meremas jemarinya. "Sejak kapan kamu nggak makan?"

"Dari siang."

"Hunter!" tegur Lisa tidak terima. "Kamu ini gimana sih, sibuk juga harus tetap makan."

Hunter meliriknya sekilas. "hmmm."

"Hunter!" balas Lisa kesal. "Nanti sakit gimana? Pasti aku yang repot ngurusnya."

Hunter nyengir tipis, tidak menjawab. Lisa membuang muka, tapi tangannya sudah meraih ponsel, mencari tempat makan terdekat.

Lisa menunjuk ke arah jalan. "Hunter, belok kiri, di situ ada warung pinggir jalan."

Hunter meliriknya setengah malas. "Jadi sebenarnya kamu yang lapar, baby."

Pipi Lisa langsung memanas. "Emmm... iya sih, hehehe." Ia tidak berani menoleh. "Soalnya tadi siang aku ada tugas."

Hunter menghela napas panjang, menggeleng pelan. "Perempuan."

Lisa mencubit lengannya pelan. "Apaan sih, kamu juga belum makan kan? Jadi kita sama-sama lapar, nggak ada yang perlu dikomentarin."

"Aku tidak komplain," jawab Hunter datar, tapi mobilnya sudah berbelok ke kiri.

Lisa tersenyum kecil, puas. "Nah, gitu dong."

Di belokan pertama, Hunter memperlambat mobilnya. Warung sederhana itu berdiri di pinggir jalan, kecil dan ramai.

"Kamu serius mau makan di sini?" tanya Hunter ragu.

"Serius dong, Hunter." Lisa menoleh santai. "Biasanya kalau nggak sempat masak aku juga sering makan di sini, enak kok."

Hunter menggeleng pelan. "Kita cari restoran saja."

Lisa menatapnya sebentar, lalu tertawa kecil. "Kamu kira tidak higienis ya?" godanya. "Takut sakit kalau makan di warung pinggir jalan, Tuan Konglomerat?"

"Bukan soal higienis." Hunter tetap datar. "Aku hanya tidak terbiasa."

"Yah, namanya juga pengalaman baru." Lisa sudah membuka pintu mobilnya. "Ayo, sekali-kali turun dari menara emasmu."

Hunter turun dari mobil dan mengikuti Lisa duduk di meja kosong.

Lisa langsung memanggil pedagang. "Pak, saya mau pesan satu porsi kimbab, bibimbap, dan ramen ya!"

"Kamu mau pesan apa?" tanya Lisa menoleh ke Hunter.

"Satu porsi sup dan roti tawar," jawab Hunter singkat.

Pedagang mencatat semuanya lalu mengangguk. "Mohon tunggu sebentar, Tuan, Nona."

Lisa menyandarkan dagu di telapak tangannya, menatap Hunter dengan geli. "Sup dan roti tawar? Kamu lagi sakit atau memang begitu kalau makan di luar?"

Hunter meliriknya datar. "Tidak keduanya. Aku memang tidak terlalu lapar."

"Bohong." Lisa menyipitkan mata. "Tadi bilang dari siang belum makan, sekarang tidak terlalu lapar. Pilih salah satu, Hunter."

Hunter menarik kursinya lebih dekat, berbisik rendah. "Bagaimana kalau aku memakanmu saja."

Lisa langsung menunduk, pipinya memanas. "Hunter, jangan mesum sembarang tempat," rajuknya memelas.

Hunter menyandarkan tubuhnya ke kursi, santai. "Berarti kalau di apartemen boleh."

"Bukan itu maksudnya!" Lisa mencubit lengannya. "Kamu ini nggak bisa ya lima menit aja nggak bikin aku mau tenggelam ke bawah meja."

Hunter menatapnya datar, tapi ada sedikit senyum yang ia tahan. "Dramatis."

"Kamu yang bikin aku dramatis!" balas Lisa setengah berbisik, masih takut kedengaran orang lain.

Di ruang tamu, Haerim menoleh ke Alexey dengan senyum lebar. "Makasih ya sayang, sudah mau nemenin aku nonton."

Alexey mengangkat bahu. "Aku tidak punya pilihan."

Haerim tertawa puas. "Iya, kamu memang tidak punya pilihan. Kamu hanya boleh nurutin semua keinginanku."

Alexey meliriknya sekilas. "Sejak kapan aturan itu berlaku?"

"Sejak kamu jatuh cinta sama aku," jawab Haerim santai, lalu kembali menatap layar dengan senyum yang tidak bisa ia sembunyikan.

Alexey memeluk Haerim erat, menekan wajahnya ke dadanya.

"Sayang, lepasin. Ih, pengap!" cemberut Haerim, tangannya mendorong pelan.

Alexey tersenyum tipis. "Biasanya kamu juga seperti kucing kecil saat memelukku tidur."

Haerim mendongak, pipinya merona. "Itu beda situasi!"

"Sama saja," jawab Alexey datar, pelukannya justru semakin erat.

"Alexey!" rengek Haerim. "Aku mau nonton!"

Alexey melepaskan pelukannya dan mendudukkan Haerim di pangkuannya. "Makhluk aneh apa yang kamu tonton ini?"

"Itu bukan makhluk aneh, sayang. Itu namanya Pororo." Haerim menoleh penasaran. "Kamu nggak pernah nonton ini waktu kecil?"

Alexey menghela napas singkat. "Tidak."

"Terus kamu ngapain waktu kecil?"

"Mempelajari teknik militer dan pendidikan," jawab Alexey datar.

Haerim terdiam sejenak, menatapnya dengan ekspresi campuran antara kasihan dan tidak percaya. "Sayang... kamu ini masa kecilnya serius banget."

"Itu kewajiban," jawab Alexey singkat.

Haerim memeluknya pelan dari samping. "Kalau gitu sekarang nonton Pororo sama aku. Anggap saja mengganti masa kecil yang hilang."

Haerim dan Alexey terus menonton, meski Alexey lebih sering melirik Haerim daripada layar.

"Sayang, hari ini kok nggak ikut pelajaran? Pergi ke mana?" tanya Haerim tiba-tiba.

"Bertemu pamanmu."

Haerim mengernyit. "Ketemu paman? Emangnya ada apa, sayang?"

"Hanya minta laporan. Dana yang aku donasi dipakai untuk apa saja."

Haerim langsung menoleh. "Kamu donasi uang untuk kampus?"

Alexey mengangguk singkat.

Haerim terdiam sejenak. Ada yang terasa tidak beres. "Kamu tahu kan pihak kampus tidak menggunakan dana itu sebagaimana mestinya?"

"Iya."

"Terus kenapa masih didonasi?"

"Pamanmu tidak akan berani macam-macam denganku," jawab Alexey datar.

Haerim menatapnya lama. "Sayang... kamu sedang melakukan sesuatu yang tidak kamu ceritakan ke aku, kan?"

Alexey hanya mengalihkan pandangannya kembali ke layar. "Tonton saja Pororomu."

Haerim menggoyangkan lengan Alexey. "Sayang, ceritain dong kamu sebenarnya lagi rencanain apa. Sayang... sayang, ceritain dong."

Alexey menatapnya sebentar. "Aku berencana membebaskan Junhwan dari kasusnya."

Haerim langsung mengernyit. "Kok kamu mau bantu dia? Bukannya dia selalu cari masalah sama kamu?"

*Mulut kecil ini benar-benar tidak bisa diam,* gumam Alexey dalam hati.

Haerim masih menatap Alexey curiga. "Kamu diam aja, serius nggak sih?"

"Aku bukan menolong Junhwan," jawab Alexey. "Tapi membersihkan nama baik kampus."

Haerim menghela napas, masih ragu. "Serius?"

"Serius."

Haerim terdiam sejenak, mulai yakin. "Sekarang Junhwan di mana?"

Alexey menoleh sebentar. "Di penjara."

"Di penjara?!" seru Haerim kaget.

"Iya," jawab Alexey tenang.

"Kok bisa dia di penjara, sayang? Gimana ceritanya?" tanya Haerim bingung.

"Dia tidak punya bukti kalau video itu rekayasa," jelas Alexey singkat.

Haerim terdiam sejenak, mencoba menyusun pikirannya. "Jadi... kamu ingin memenangkan sidang untuknya? Biar nama baik kampus tidak tercoreng?"

"Hmmm, kurang lebih begitu," gumam Alexey.

Haerim menatapnya lama. "Sayang, kamu ini complicated banget tau nggak sih nggak suka sama orangnya tapi masih mau repot-repot."

Alexey meliriknya sekilas. "Siapa bilang aku repot?"

Haerim tertawa pelan. "Kamu memang terbaik, sayang."

Alexey mematikan televisi. "Sekarang tidur, ini sudah larut."

"Tapi Pororo-ku belum selesai, sayang," rengek Haerim.

"Besok kita lanjut." Alexey sudah membawa Haerim ke kamar.

Haerim menurut meski masih cemberut. "Janji ya sayang, besok nonton lagi."

"Janji," jawab Alexey datar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!