NovelToon NovelToon
Cinta Sendirian

Cinta Sendirian

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Misteri / Romansa Fantasi / Kehidupan alternatif / Romansa
Popularitas:799
Nilai: 5
Nama Author: Tara Yulina

Aira Nayara seorang putri tunggal dharma Aryasatya iya ditugaskan oleh ayahnya kembali ke tahun 2011 untuk mencari Siluman Bayangan—tanpa pernah tahu bahwa ibunya mati karena siluman yang sama. OPSIL, organisasi rahasia yang dipimpin ayahnya, punya satu aturan mutlak:

Manusia tidak boleh jatuh cinta pada siluman.

Aira berpikir itu mudah…
sampai ia bertemu Aksa Dirgantara, pria pendiam yang misterius, selalu muncul tepat ketika ia butuh pertolongan.

Aksa baik, tapi dingin.
Dekat, tapi selalu menjaga jarak, hanya hal hal tertentu yang membuat mereka dekat.


Aira jatuh cinta pelan-pelan.
Dan Aksa… merasakan hal yang sama, tapi memilih diam.
Karena ia tahu batasnya. Ia tahu siapa dirinya.

Siluman tidak boleh mencintai manusia.
Dan manusia tidak seharusnya mencintai siluman.

Namun hati tidak pernah tunduk pada aturan.

Ini kisah seseorang yang mencintai… sendirian,
dan seseorang yang mencintai… dalam diam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tara Yulina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Asing

Aira perlahan membuka buku harian kecilnya. Dengan jemari yang sedikit gemetar, ia mulai menumpahkan sesak yang menghimpit dada ke atas kertas putih itu.

“Tuhan, aku berharap momen camping nanti bisa membantuku untuk melupakannya secara perlahan. Aku telanjur jatuh cinta, tapi mengapa yang kurasakan justru luka, bukan bahagia? Semoga perjalanan nanti menjadi awal bagiku untuk benar-benar merelakan Aksa.” 🥲

Aira menutup bukunya rapat-rapat. Ada setitik harapan agar semesta mengabulkan permintaannya; menghapus nama Aksa dari hatinya.

Di tempat lain, Azura sedang sibuk berbalas pesan dengan Mosan.

Azura: “San, lo tahu nggak soal masalah

Abang gue sama Kak Aira?”

Mosan: "Masalah? Emang Bang Aksa sama

Kak Aira lagi ada masalah, ya?”

Azura: “Menurut gue sih gitu. Sikap Abang nggak kayak biasanya, aneh banget."

Mosan: “Hmm, terus lo punya rencana apa?”

Azura terdiam sejenak, jarinya mengetuk-ngetuk dagu sampai sebuah ide muncul di kepalanya.

Azura: “Gue punya ide!”

Mosan: “Apaan tuh?”

Azura: “Rahasia. Besok gue kasih tahu. Pokoknya gue harus perbaiki hubungan mereka.”

Tiba-tiba, ponsel Aira berdering. Sebuah panggilan dari nomor tak dikenal muncul di layar.

“Siapa, ya? Apa Aksa?” gumamnya pelan. Namun, ia segera menggeleng. "Mana mungkin dia menelepon."

Dengan ragu, Aira mengangkatnya. “Halo, siapa ya?”

“Halo, Ra. Ini gue, Rayhan.”

“Rayhan? Ada apa? Kamu dapat nomor aku dari mana?” tanya Aira heran.

“Dari Lala. Kamu lagi sibuk nggak?”

“Enggak, sih. Kenapa, Ray?”

“Keluar yuk sebentar?”

Aira sempat bimbang. Namun, sebuah pemikiran melintas di benaknya: Apa dengan mencoba dekat dengan Rayhan, aku bisa melupakan Aksa? Mungkin saja.

“Mmm... ya sudah, boleh,” jawab Aira akhirnya.

“Oke, aku jemput sekarang, ya.”

Aira segera bersiap-siap. Tak lama kemudian, suara deru motor terdengar berhenti di depan kontrakannya. Saat Aira melangkah keluar, Rayhan sempat terpana. Gadis di depannya tampak begitu cantik dalam balutan pakaian yang sederhana namun lembut.

“Kamu cantik banget hari ini, Ra,” puji Rayhan tulus.

Aira hanya tersenyum tipis. “Makasih, Ray.”

Namun, di dalam hati, Aira justru berbisik lirih, “Andai yang memuji aku itu Aksa, pasti aku akan jauh lebih bahagia dari ini.”

Namun, di tengah perjalanan, ketenangan mereka terusik oleh suara mesin yang menderu keras. Sekelompok besar anggota geng motor melintas, menciptakan kebisingan yang memekakkan telinga, terutama bagi Aira.

Posisi motor Rayhan dan Aira sempat terjepit tepat di tengah-tengah konvoi tersebut, sebelum akhirnya Rayhan memutuskan untuk mengambil jalur pinggir.

“Banyak banget ya anggota gengnya, keren,” gumam Aira saat melihat barisan motor yang begitu panjang.

“Kamu suka geng motor, Ra?” tanya Rayhan yang sedikit terkejut mendengar ucapan Aira.

“Suka,” jawab Aira singkat.

Perlahan, Rayhan berhasil menjauh dari kerumunan motor tersebut. Tanpa mereka sadari, di barisan paling depan konvoi itu, ada Aksa yang sedang memimpin sebagai ketua geng motor Shadowline.

Karena fokus menatap jalanan dan wajahnya tertutup helm, Aksa tidak menyadari keberadaan Aira. Begitu pun sebaliknya, Aira sama sekali tidak menyadari bahwa itu adalah Aksa.

Melihat iring-iringan motor besar itu, pikiran Aira langsung tertuju pada Aksa. Ia teringat bahwa cowok itu juga memiliki geng motor, namun Aira tidak tahu apa ciri khas atau nama geng yang dipimpin oleh Aksa.

Tak lama kemudian, Rayhan dan Aira tiba di sebuah kafe. Mereka terkejut melihat area parkir yang dipenuhi deretan motor besar, mengindikasikan bahwa anak-anak geng motor juga sering berkumpul di sana.

“Wah, ternyata anak geng motor nongkrong di sini juga, ya?” ujar Aira heran. “Oh ya, Ray, kamu kenapa nggak ikut gabung anggota geng motor yang lain?”

Rayhan tersenyum tipis. “Aku ingin membangun geng motor sendiri, Ra, dan aku mau jadi pemimpinnya,” jawabnya penuh tekad.

“Hebat! Semoga berhasil, ya,” balas Aira tulus, mengagumi ambisi Rayhan.

Mereka pun melangkah masuk ke dalam kafe.

Sekali lagi, nasib mempermainkan mereka. Tepat di dekat pintu masuk, Aksa sedang duduk santai.

Aira berjalan lurus dengan pandangan fokus ke depan, sementara Aksa sedang menunduk melihat ponselnya. Untuk kedua kalinya hari ini, mereka berpapasan dalam jarak yang sangat dekat, namun takdir membuat mereka saling tidak menyadari satu sama lain.

Setelah beberapa saat berbincang dengan Rayhan, Aira izin pamit sebentar untuk menuju toilet. Namun, saat ia baru saja berbelok di lorong yang agak sepi, seorang pria muncul dari arah berlawanan dengan langkah terburu-buru.

Brak!

Aira tak sengaja menabrak dada bidang pria itu. Tubuhnya yang mungil limbung ke belakang, kehilangan keseimbangan. Refleks, pria itu mengulurkan tangannya yang kokoh, menangkap pinggang Aira sebelum gadis itu jatuh menyentuh lantai.

Dunia seolah berhenti berputar saat mata mereka bertemu. Aira terkesiap, napasnya tertahan di tenggorokan. Pria itu adalah Aksa.

“Aksa...” gumam Aira nyaris tak terdengar.

Tangan Aksa yang mencengkeram lembut pinggang Aira terasa begitu hangat, namun juga menyakitkan bagi hati Aira yang sedang berusaha menjauh.

“Aksa, kenapa kamu harus muncul lagi? Aku baru saja ingin belajar melupakanmu,” batin Aira perih.

Di sisi lain, Aksa terpaku. Lagi dan lagi, ia merasa tidak bisa berpaling dari binar mata indah milik Aira yang selalu berhasil melumpuhkan logikanya.

“Aira, kenapa kamu ada di sini? Kenapa takdir selalu mempertemukan kita di saat aku berusaha menjaga jarak?” batin Aksa berkecamuk.

Keheningan menyelimuti mereka selama beberapa detik yang terasa selamanya. Aroma parfum Aksa yang sangat dikenali Aira mulai memenuhi indra penciumannya, membangkitkan kembali kenangan yang ingin ia kubur.

Sadar akan posisi mereka yang terlalu intim, Aksa perlahan membantu Aira berdiri tegak kembali, namun tangannya seolah enggan untuk benar-benar melepaskan gadis itu.

“Kamu... nggak apa-apa?” tanya Aksa dengan suara berat yang sedikit serak.

Aira segera memundurkan langkahnya, menciptakan jarak yang terasa dingin. Ia menunduk, tidak berani lagi menatap mata yang selalu membuatnya jatuh cinta sekaligus terluka itu.

“Aku nggak apa-apa. Maaf, aku nggak sengaja,” jawab Aira dengan suara bergetar.

Belum sempat Aksa membalas, tiba-tiba suara Rayhan memanggil dari kejauhan, “Ra? Kamu lama banget, semua oke?”

Mendengar nama pria lain memanggil Aira, rahang Aksa mengeras. Tatapannya yang tadi lembut berubah menjadi tajam dan dingin. Ia menyadari bahwa malam ini, Aira tidak sedang sendirian.

“Ternyata kamu sama Rayhan, Ra? Aku nggak tahu harus ikhlas atau nggak, tapi hatiku rasanya sesak melihat ini,” batin Aksa pedih.

Aira berusaha mengulas senyum tipis ke arah Rayhan, meski di balik senyuman itu ada luka yang ia sembunyikan rapat-rapat. Sesekali ia melirik ke arah Aksa yang masih berdiri tak jauh dari sana.

“Harusnya aku nggak ketemu kamu sekarang, Aksa. Hati aku sakit,” lirih Aira dalam hatinya.

Aira mendadak diam seribu bahasa, membuat Rayhan menyadari ada yang tidak beres dengan gadis itu.

“Ra, kamu nggak apa-apa?” tanya Rayhan lembut.

Aira hanya mengangguk pelan sebagai jawaban. Ia mencoba mengalihkan pembicaraan agar suasana tidak semakin canggung di depan Aksa.

“Oh ya, Ray. Kamu mau nggak ikut camping nanti? Kebetulan berapa hari lagi aku ikut,” ujar Aira.

“Camping? Beneran ada acara itu?” tanya Rayhan memastikan.

“Iya, beneran,” jawab Aira singkat.“Kamu sudah daftar?” tanya Rayhan lagi.

“Kebetulan sudah didaftarkan sama Lala.”

“Oke, nanti aku nyusul daftar, ya. Aku mau nemenin kamu,” ucap Rayhan yang membuat dada Aksa semakin berdenyut nyeri mendengarnya.

“Ya sudah, kita lanjut makan yuk,” ajak Aira.

Keduanya pun berjalan kembali menuju meja makan.

Saat melewati tempat Aksa berdiri, langkah Aira sempat melambat. Aksa tepat berada di hadapan Aira, berdiri mematung.

Mata mereka kembali bertemu untuk sekian detik. Tatapan yang singkat, namun tersirat banyak makna yang tak mampu diungkapkan dengan kata-kata—tentang rindu, kekecewaan, dan luka yang masih sama-sama menganga.

Aira yakin, camping nanti adalah garis akhir hubungannya dengan Aksa. Namun, satu hal yang tidak Aira ketahui, takdir seringkali punya cara yang lebih licik untuk mempertemukan dua orang yang sedang berusaha saling menjauh.

1
Tara Yulina
Karya ini menurutku sangat menarik dan menyenangkan untuk dibaca. Alurnya mengalir, konflik dan emosi tokohnya terasa nyata, membuat aku mudah ikut merasakan apa yang dialami Aira. Karakter-karakternya kuat dan relatable, masing-masing punya keunikan dan perkembangan yang jelas. Cerita ini juga berhasil membuat pembaca penasaran ingin tahu kelanjutan tiap bab.
Aku merekomendasikan karya ini bagi siapa saja yang suka cerita percintaan yang emosional, penuh konflik hati, dan karakter yang realistis. Bagi aku, Cinta Sendirian adalah karya yang layak dibaca dan bisa mendapatkan bintang 5.
Kama
Penuh emosi deh!
Tara Yulina: haloo terimakasih sudah berikan pendapat mu, jangan lupa untuk lanjut baca mungkin kamu akan menemukan ketenangan 💪
total 1 replies
Elyn Bvz
Bener-bener bikin ketagihan.
Tara Yulina: terimakasih jangan lupa lanjut ya 🫶🏻
total 1 replies
Phone Oppo
Mantap!
Tara Yulina: haloo terimakasih sudah berpendapat, jangan berhenti disini masih panjang kisah antara Aira dan aksa😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!