NovelToon NovelToon
Gadis Polos Kesayangan Tuan Mafia

Gadis Polos Kesayangan Tuan Mafia

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:159.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Sebelum lanjut membaca, boleh mampir di season 1 nya "Membawa Lari Benih Sang Mafia"

***

Malika, gadis polos berusia 19 tahun, tidak pernah membayangkan hidupnya akan berubah hanya dalam satu malam. Dijual oleh pamannya demi sejumlah uang, ia terpaksa memasuki kamar hotel milik mafia paling menakutkan di kota itu.

“Temukan gadis gila yang sudah berani menendang asetku!” perintah Alexander pada tangan kanannya.

Sejak malam itu, Alexander yang sudah memiliki tunangan justru terobsesi. Ia bersumpah akan mendapatkan Malika, meski harus menentang keluarganya dan bahkan seluruh dunia.

Akankah Alexander berhasil menemukan gadis itu ataukah justru gadis itu adalah kelemahan yang akan menghancurkan dirinya sendiri?

Dan sanggupkah Malika bertahan ketika ia menjadi incaran pria paling berbahaya di Milan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3

Alexander yang sudah setengah mabuk, tanpa pikir panjang melepaskan kemeja hitam yang sudah basah oleh keringat, lalu melemparkannya begitu saja ke lantai.

Sebuah lukisan indah sekaligus mengerikan terpampang di dada atletisnya. Tato naga dari bahu hingga tulang rusuk seolah bergerak mengikuti naik-turunnya napas sang mafia muda itu.

Malika yang sejak tadi berdiri kaku, kini benar-benar terpaku. Matanya membelalak dan bibirnya menganga lebar.

“Astaga!” Gadis itu buru-buru memalingkan wajah sambil menutup mata dengan kedua tangan, tetapi gambaran siluet tubuh berotot yang dipahat sempurna itu sudah tercetak di dalam ingatannya.

“Apa itu roti sobek?” batin Malika dengan panik. Ini pertama kalinya Malika melihat tubuh polos seorang pria.

“Kenapa diam saja, makhluk jadi-jadian?!” bentak Alex. Tatapannya berubah tajam. “Apa kau jadi bisu sekarang?”

“Jangan panggil aku makhluk jadi-jadian! Sudah kukatakan, kalau aku ini manusia!” bentak Malika dengan suara gemetar dan wajah memerah hingga ke telinga. “Aku berdandan seperti ini juga karena dipaksa!”

Alex tidak peduli dengan pembelaan gadis itu. Ia merengkuh pinggang Malika dan menariknya mendekat. Hingga jarak wajah mereka tinggal beberapa inci.

“Aku tanya sekali lagi, siapa yang menyuruhmu masuk?” tanya Alex, suaranya berubah dingin. Seperti boss yang menginterogasi bawahan.

“S–seorang wanita berpesan kalau aku harus menemani seseorang di kamar 230,” jawab Malika dengan terbata.

230? Alex memukul kepalanya sendiri. Bukankah ini kamar 203?

“Dia juga bilang, aku hanya perlu duduk dan tersenyum padamu, Om. Tidak lebih,” ujar Malika.

Alex berkedip beberapa kali, mencoba memproses ucapan gadis itu.

“Om?” Ia menatap Malika dengan wajah datar. Bagaimana bisa gadis ini memanggilnya om?

“Iya. Om om.”

“Apa aku terlihat tua bagimu?” tanya Alex.

“T-tidak!” seru Malika. “Hanya, ya, cukup tua untuk dipanggil Om.”

Beberapa detik kemudian, Malika merutuki mulutnya yang tidak bisa disaring.

Alexander mendengus. Harga diri yang jauh lebih mahal dari jet pribadinya, langsung tercabik-cabik. Alex menyapu tubuh Malika dari ujung rambut hingga ujung kaki.

“Nama,” ucapnya dingin.

Malika terdiam.

“Aku bertanya namamu makhluk aneh!” ulang Alex dengan meninggikan suara.

Malika cemberut. Kenapa pria ini selalu memanggilnya begitu?

Jujur sana dandanannya ini memang sangat mencolok. Eyeshadow tebal, lipstik merah menyala, dan dress pendek pinjaman. Tapi bukan berarti dia alien kan?

“Mau jawab atau aku lempar kau ke sungai supaya disantap buaya?” ancam Alex.

“Lucy! Namaku Lucy!” jawab Malika spontan. Ia sengaja tak mengatakan nama aslinya pada pria ini.

“Pekerjaan.”

“E-eh, aku?” Malika menunjuk dirinya sendiri.

“Memangnya ada siapa lagi di sini selain kau?!” Alex mulai terpancing emosi bicara dengan gadis yang terlalu polos tapi nampak bodoh ini.

“Pekerjaanku menyapu, mengepel lantai, cuci piring dan—”

“Cukup!” potong Alex cepat sembari menggelengkan kepalanya. “Aku menanyakan pekerjaanmu di klub ini, bukan sedang menginterogasi tukang kebersihan.”

Malika manyun, hatinya kesal karena lagi-lagi dihina.

“Kau tampak seperti anak ayam yang kehilangan induknya,” lanjut Alex sambil memijat pelipisnya. “Kebohonganmu, sekitar tujuh puluh persen. Sisanya panik dan loading lama!”

“Hah? Memang ada hitungannya segala?”

“Tentu saja ada!” Alex tiba-tiba melepaskan pegangannya di pinggang Malika, lalu duduk di sofa besar dan menepuk pahanya. “Kemari, makhluk jadi-jadian. Duduk di pangkuanku.”

“Tidak mau! Aku mau pulang!”

“Kubilang duduk!” itu adalah kalimat perintah yang dingin dan mutlak itu membuat bulu kuduk Malika berdiri.

Dengan wajah pasrah, Malika duduk di pangkuan Alex. Ia berusaha menjaga jarak sejauh mungkin, seolah ada dinding tak kasatmata di antara mereka. Namun, Alex langsung mencengkeram pinggang rampingnya. Seolah tidak rela gadis itu kabur.

“Paman Jimmy, akan kubuat kau menyesal. Memberi wine murahan pada otak seharga jutaan dolar,” lirih Alex dengan napas naik turun.

“Otak? Benarkah harganya semahal itu?” tanya Malika dengan mata terbuka lebar.

“Dalam beberapa kasus, iya. Bahkan lebih mahal dari harga tubuhmu,” sahut Alex sembari memutar bola mata malas.

Malika menggerutu pelan. Ia merasa diremehkan, tapi terlalu takut untuk membalas.

Tanpa peringatan, Alex menyandarkan kepala pada bahu Malika. Aroma tubuh Malika yang harum bunga wildflower bercampur parfum murahan entah mengapa terasa menenangkan.

“Berat! Awas!” seru Malika dengan wajah panik sembari berusaha mendorong kepala Alex.

“Diamlah sebentar. Kepalaku berputar-putar,” gumamnya lemah.

“A–apa?”

“Kalau kau berani kabur dari sini tanpa izin dariku, aku akan mencarimu. Dan mempermalukanmu di depan semua orang di klub.” Alex mendongak dan menatap tajam Malika.

“Maksudnya?”

“Aku akan membuatmu melepaskan semua pakaianmu dan memaksamu berlari di depan pengunjung pria.” seringai tipis terukir dari sudut bibir Alex.

Malika langsung diam. Sorot mata tajam berwarna biru itu benar-benar membuat Malika seperti tersihir, lumpuh tak berkutik.

“Baiklah, aku akan duduk diam dan tidak ke mana-mana,” ucap Malika akhirnya. Jauh dalam hatinya, ia terus mengumpat sikap pria pemaksa ini.

“Bagus.” Alex kembali memejamkan mata. “Sampai aku bangun, tetap di sini.”

Aroma Malika membuat Alex merasa sedikit tenang. Ia merasa lebih nyaman berpegangan pada gadis asing yang mencolok ini, daripada bersama tunangannya sendiri.

Dan dalam hitungan detik, terdengar suara dengkuran halus. Alex tertertidur.

“Lika harus kabur sekarang.” Malika perlahan menggeser lengan Alex yang mencengkeram pinggangnya.

Sulit, tetapi setelah berjuang beberapa detik, ia berhasil berdiri. Malika berjalan mengendap-endap menuju pintu.

Sebelum ia sempat memegang gagang pintu, tarikan yang cukup kuat menyeretnya kembali. Alex, yang masih setengah sadar, menahan pinggangnya dan menjatuhkan Malika ke atas ranjang.

Gadis itu terjatuh dengan posisi membelakanginya. Punggungnya terpampang jelas, gaun tipisnya tersingkap sedikit ke atas.

Tatapan Alex mengeras ketika melihat sebuah tanda hitam kecil di punggung kiri Malika. Bentuknya seperti kupu-kupu kecil yang sangat indah dan membuat Alex terpaku untuk sesaat.

“Tunggu?” Alex mendekat, meneliti tanda itu. “Apa ini? Jelek sekali.”

Bugh!

“Argh!” Alexander langsung berguling sambil memegang aset berharganya yang baru saja ditendang telak oleh Malika.

Malika beranjak dari sana, jantungnya hampir meloncat keluar, lalu lari sekencang mungkin tanpa menoleh.

Nafasnya tersengal, tapi adrenalin membuat kakinya bergerak lebih cepat dari logika.

“Lari Lika, lari!!!” seru gadis itu pada dirinya sendiri, meninggalkan Alexander yang kini meringis kesakitan.

1
tinie
nah tebakanku Malika anaknya Jenifer yg dibuang atau ditukar sama bayi yg mati
Febby fadila
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Febby fadila
yaaa kok udah tamat aja Thor astaga, blom juga punya anak gimana ya ampun
Febby fadila
Jimmy tugasmu bertambah untuk membeli pabrik kerupuk kesukaan calon nyonya federick
Febby fadila
kasihan Malika karena sellu disiksa sama John gila itu jadinya dia JD gadis yg tumbuh dlm kepolosan
Febby fadila
jangan egois dong bang Al, kasih Malika kesempatan untuk merasakan cinta dari ortunya, cos khaylin kamu bisa jaga dia lbih ketat lagi agar tidak bertindak lbih jauh untuk menyakiti malika
Febby fadila
yaa ketahuan kan klw kamu menyimpan rasa Sama leana
Febby fadila
khaylin ini emang rada gila terlalu obsesi karena ketakutan yg nggak jls padahal enak tu punya kakak kandung bisa berbagi cerita dan saling melngkapi
Febby fadila
nggak masalah cuman dicicip sedikit kok tuan muda 🤣🤣🤣🤣 yg penting jaga pertahanan
Febby fadila
tenang Jimmy bocah kematianmu lagi jatuh cinta sama kek papax dulu 🤣🤣🤣
Febby fadila
Alex harus menjaga Malika Denga baik karena khaylin sebagai adik lagi nggak waras
Febby fadila
🤣🤣🤣🤣🤣 iya benar Leon singa, Malika kamu ini ada² aja
Febby fadila
ckk.. khaylin jangan serakah, kamu itu seorang adik kandung tp sifatmu mencerminkan sikap yang tidak baik
Febby fadila
betul sekali tidak ada jln lain selain tes DNA
Febby fadila
ckkk... salah kamu sendiri klw bilang ciuman itu adalah tanda terima kasih
Febby fadila
🤣🤣🤣🤣🤣 malu ya Alex apalagi kalaw tau Malika pernah cium Leon sebagai salam perpisahan 🤣🤣🤣 langsung keluar asap tu dari kepala Alex 🤣🤣
Febby fadila
iya senjata yg akan membuatmu terbang nirwana 🤣🤣🤣 sekali ditembak
Febby fadila
jangan membantah ya Lika karena ada adikmu yg nggak tau diri itu nggak mulai ngak waras mau nyakitin kamu karena obsesinya
Febby fadila
astaga emangx benar kata pepatah buah jatuh tak jauh dari pohon sama kek khaylin ini sama kek Jenifer masih muda dulu
Febby fadila
awas kamu Jim klw sampai kamu belok lho 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!