NovelToon NovelToon
[DISCONTINUE]If You Hate Me So

[DISCONTINUE]If You Hate Me So

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Fanfic / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pena Putri

Hubungan pernikahan mereka penuh kepalsuan. Tak ada yang tau kebenaran dibalik senyum bahagia yang palsu itu. Grisha selalu menjadi budak yang dipaksa menurut seperti hewan peliharaan. Sedangkan Xeno adalah pemegang kendali yang menjalankan semua sandiwara ini. Meskipun disakiti berkali-kali, Grisha tetap mencintai suaminya sedangkan lelaki itu tampak begitu membencinya. Mampukah Grisha bertahan dengan cinta yang tak pernah terbalas? Atau melarikan diri untuk mencari kebebesan?

"Kenapa kau begitu membenciku, Xeno?"

"Ingat ya. Aku menikahimu hanya karena orang tuaku menyukai anak panti kampungan sepertimu!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter - 27

Xeno meneguk ludah beberapa kali. Sesekali matanya menatap ke arah luar jendela cafe dan kembali menatap jam tangannya.

Masih pukul 11 siang. Lelaki itu kembali menangkup dagunya dengan sebelah kaki yang tak bisa diam.

Xeno tak pernah segugup ini sebelumnya. Dan hari ini, ia gugup setengah mati. Bahkan keringat dingin mulai bercucuran di dahinya yang mulus.

Kenapa bisa begitu? Karena ia akan meminta maaf pada Jean hari ini.

Sudah lebih dari seminggu sejak kejadian itu, ia sama sekali tidak bertegur sapa dengan sahabatnya. Yang tersisa hanyalah interaksi antara sekretaris dan pimpinan. Itupun Jean selalu menghindarinya dan mengacuhkannya.

Memang ya, marahnya orang pendiam itu sangat mengerikan. Sekalinya marah, bahkan mampu membuat orang sombong dan angkuh seperti Xeno dilanda gelisah dan takut.

Seperti saran Grisha sebelumnya, ia akan minta maaf duluan dan menjelaskan semuanya dengan baik-baik. Ia rasa, ia harus mulai jujur sekarang. Ia tak mau kejadian seperti ini terjadi lagi.

Pintu cafe terbuka, dan munculah Jean dengan wajah yang tertekuk masam. Melihat sahabatnya datang, Xeno segera menegakkan posisi duduknya dan berdehem.

Jean berdecih, sebelum akhirnya duduk tepat dihadapan sang atasan. Jean memakai pakaian biasa hari ini. Hanya kemeja putih panjang yang dilipat sampai siku dan celana katun panjang yang membalut kakinya yang jenjang. Sedangkan Xeno tampak mewah seperti biasanya.

"Jadi, apa yang membuatmu memanggilku kemari? Aku banyak urusan mengingat atasanku yang begitu bodoh." Tanya Jean dengan sedikit sindiran di akhir kalmatnya.

"Euhh..." Xeno memalingkan wajahnya, sedikit malu saat ingin mengutarakan maksudnya.

Xeno seperti remaja kasmaran yang bingung untuk menyatakan cinta. Jean jadi geli sendiri.

"Aku...aku..."

"Aku apa? Cepatlah jangan membuang-buang waktuku--"

"Aku minta maaf atas kejadian seminggu yang lalu!"

Jean terdiam sekaligus terkejut saat Xeno tiba-tiba berseru nyaring. Merasa ada yang sedang menatapnya, seketika Jean tambah terkejut saat menyadari bahwa perhatian para pengunjung cafe tertuju ke arah mereka.

Jean hanya bisa menyengir seraya mengapitkan tangan meminta maaf. Setelah keadaan kembali tenang, barulah ia kembali memfokuskan atensinya pada sang sahabat yang tengah menunduk.

"Apa kau gila? Jangan teriak-teriak!!" Omel Jean dengan mata sipitnya yang melotot. Xeno meneguk ludah untuk yang kesekian kalinya.

"Kau bilang apa? Minta maaf? Seorang Xeno Arsene mau merendahkan diri seperti itu? Wow aku kaget!!" Nada Jean terdengar menyindir. Namun Xeno tak bisa protes untuk hal itu.

"Aku benar-benar minta maaf. Maaf telah mengecewakanmu setelah kita bersahabat lebih dari 13 tahun ini. Aku benar-benar keterlaluan, maaf."ujar Xeno tulus. Ia benar-benar menyadari kesalahannya.

Jean terdiam, dengan punggung yang bersandar pada kursi kayu dibelakangnya. Ia mengamati Xeno lamat-lamat. Tatapan matanya, gerak-geriknya, dan cara bicaranya. Karena sudah berteman lama dengannya, Jean tau kapan Xeno berbohong dan kapan lelaki itu jujur. Dan kali ini, Xeno benar-benar serius meminta maaf padanya.

Jean menghela nafas lalu mengulurkan tangan mendekati wajah Xeno. Lelaki itu hanya diam, menunggu pukulan baru yang akan melayang padanya. Ia takkan menghindar kali ini, dan dengan senang hati mendapat pukulan lagi.

Asal Jean mau memaafkannya, dan hubungan persahabatan mereka kembali baik-baik saja. Dipukul ditempat umum oun tak apa.

Bukan pukulan keras seperti hari-hari kemarin yang ia dapat, melainkan pukulan kecil di lengannya.

"Kau sudah bekerja keras demi meminta maaf. Bagi orang sepertimu pasti rasanya sulit untuk mengatakan itu. Aku menghargai usahamu."

Xeno tersenyum cerah, namun wajah Jean tetap datar.

"Tapi, bung. Aku belum bisa memaafkanmu jika Grisha masih menangis dan berpura-pura tegar. Hingga dia bisa tersenyum lepas tanpa beban, barulah aku bisa memaafkanmu."

Xeno cemberut, kepalanya reflek tertunduk. "Ternyata memang sulit ya..." Xeno tersenyum miris.

Jean berdecak dan memukul bahu sang sahabat, "Bukan berarti kau harus menyerah, bro! Kau harus belajar menghargai wanita. Kau harus mengubah kebiasaanmu itu atau kau akan terlambat dan terus seperti ini tanpa ada perubahan." Nasehatnya.

"Kau mudah mengatakannya karena kau memang suka wanita, huh." Cibirnya.

"Kau benar, aku memang suka wanita. Tapi bukan berart aku playboy sepertimu! Wanita itu unik dan menarik. Mereka tidak bisa ditebak. Terkadang ucapannya tidak sesuai dengan perasaannya. Mereka itu rapuh, maka tugas kita sebagai pria harus menjaganya. Aaahhh aku jadi rindu pacarkuuuu! Karin aku merindukanmu babe~" Jean kembali ke mode alay.

Dalam hati, Xeno mendesah lega karena setidaknya sang sahabat tidak kembali bersikap dingin padanya.

Jean sangat menghargai dan menghormati wanita. Tak ayal ia dan kekasihnya begitu langgeng.

"Jika diingat-ingat kau sudah pacaran 5 tahun dengan Karin. Kapan kau akan menikahinya?"

"Aku sedang mengumpulkan uang bodoh! Memangnya menikah itu gampang? Aku sedang berusaha menjadi yang terbaik untuknya. Memangnya kau yang biaya nikah saja masih dibayar orang tua. Dimana urat malu mu anak manja?"

"Sialan!!!"

Mereka berdua tertawa sampai suara musik mulai menggema di cafe itu. Tak lama kemudian terdengar suara wanita yang menyanyi. Merdu sekali.

"Wah, suaranya sedikit berbeda dari penyanyi yang biasa. Apakah ada penyanyi baru? Suaranya merdu sekali. Tapi sangat disayangkan cafe ini tidak membiarkan kita melihat siapa yang bernyanyi. Payah..." Celoteh Jean.

Diam-diam Xeno menyetujuinya. Suaranya sedikit berbeda dari biasanya. Namun ia seperti familiar dengan suara nyanyian itu. Ia seperti pernah mendengarnya disuatu tempat, tapi entah dimana.

Xeno melirik jam tangannya dan seketika berjengit kaget. Sudah pukul 11.45 WIB. Waktu makan siang akan tiba. Ia harus bergegas ke kantor sebelum Grisha mengantarkan bekalnya.

"Jean, aku kembali ke kantor duluan." Xeno tampak terburu-buru.

"Lho? Jam makan siang sebentar lagi, sekalian saja makan siang disini. Apa kau tidak mau mentraktirku?"

"Lain kali saja. Aku sedang terburu-buru. Dah!"

Xeno melesat keluar dengan cepat. Meninggalkan Jean yang mendesah kecewa karena tidak bisa makan gratis.

"Yah, mau bagaimana lagi. Aku harus bayar sendiri kali ini. Huhuhu"

Jean segera memanggil pelayan dan memesan makan siangnya.

....

Seorang gadis baru saja turun dari sebuah ruang khusus yang berisi alat musik. Setibanya ia keluar, ia langsung disambut oleh seruan gadis lainnya.

"Kak Grisha hebat sekali!!! Suaramu seperti bidadari aaaawww cantik sekaliii!" Pujinya dengan semangat.

Gadis tersebut yang ternyata Grisha hanya bisa terkekeh kecil lalu mengusap pucuk kepala sang gadis berambut pendek dengan lembut.

"Kau terlalu berlebihan Kenzie. Aku masih pemula."

Gadis pelayan dengan rambut berwarna coklat sebahu menggeleng cepat. Lucu sekali. Mata bulatnya berbinar cerah.

"Tidak! Penampilan mu sangat memukau! Padahal baru pertama kali bernyanyi disini. Sayang sekali Nona Jessie tidak bisa melihatmu. Dia selalu sibuk." Ocehnya.

Grisha kembali terkekeh menanggapi celotehan anak yang masih berusia 19 tahun itu. Grisha bisa langsung akrab dengan gadis energik itu saat baru pertama masuk kerja.

Namanya Kenzie Evoleth. Gadis periang berusia 19 tahun. Saat ini Kenzie masih duduk dibangku kuliah semester ke 4. Bekerja dicafe untuk bekerja paruh waktu. Kenzie adalah gadis yang penuh semangat dan selalu tersenyum. Sejauh ini, Kenzie adaah wanita yang sangat energik dan cerewet.

Grisha melirik jam dinding dan seketika matanya terbelalak. Sudah pukul 12.15 WIB! Ia sedikit terlambat untuk mengantarkan bekal sang suami.

"Ah, aku ada urusan sebentar. Nanti aku akan kembali secepatnya." Grisha menyambar tas kecilnya dan segera pergi setelah Kenzie melambai padanya.

"Aku tidak sempat memasak. Ah, beli apa saja lah."

Grisha sedikit berlari kecil untuk mencari makanan.

.....

Tok tok tok

"Xeno, aku Grisha."

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya yang ditunggu datang juga. Xeno tiba-tiba bersemangat.

"Ya, masuklah."

Pintu pun terbuka dan Grisha segera masuk ke dalam. Namun ada yang aneh.

Rambut gadis itu sedikit acak-acakan dan dahi serta lehernya dipenuhi keringat. Dan yang lebih penting, lagi-lagi gadis itu membawa dua kotak bekal ditangannya.

Sudah terhitung satu minggu gadis itu selalu membawa dua kotak bekal. Namun yang diberikannya hanya satu saja.

Lantas kemana perginya satu kotak lagi selama ini?

"Ini makan siangmu. Aku pulang dulu."

"Tunggu!"

Grisha kembali membalikkan badan dan mengangkat alisnya.

"Itu..anu...satu kotak lagi untuk siapa?" Tanya nya sambil berusaha mati-matian menahan gengsi.

Grisha mengangkat satu tas kecil yang dimaksud Xeno lalu detik kemudian berdecih.

"Apa pedulimu? Sudahlah, aku mau pulang!"

"Benar...apa peduliku? Kenapa aku harus sepenasaran ini?"pikirnya bingung sendiri.

Pintu kembali tertutup, tanda Grisha sudah pergi.

Xeno terdiam sesaat. "Haruskah aku mengikutinya? Tapi jika aku tidak mencari tau, selamanya aku akan penasaran!"

Xeno meletakkan kotak bekalnya dan memantapkan diri untuk mengikuti Grisha. Ia yakin gadis itu tidak langsung pulang. Gadis itu pasti masih ada disekitar perusahaannya.

Xeno berjalan mengendap-endap seperti seorang pria yang tengah menguntit pacarnya yang hendak selingkuh. Aneh memang. Ia tak tau kenapa ia bisa berubah jadi absurd dan lembek seperti ini.

Sifatnya seakan tertukar dengan Grisha!

"Hah? Kenapa dia datang ke tempat itu?" Xeno menyipitkan matanya dari balik tembok saat melihat sang istri tengah mengetuk pintu suatu ruangan.

Tak lama kemudian pintu yang gadis itu ketuk terbuka. Wajah Grisha seketika berubah berseri dan tersenyum lebar. Lalu setelahnya, seorang pria datang keluar lalu menyambut Grisha beserta kota bekal yang gadis itu berikan.

Xeno menyipitkan matanya untuk melihat dengan jelas siapa lelaki itu. Tubuhnya tinggi, rambut coklat yang terbelah dua, mata yang sipit dan lesung pipit...

"Itu Rayhan!!"

Xeno melotot tak percaya, "Kenapa Grisha memberikan kotak bekalnya pada Rayhan?"

Xeno masih terbelalak ditempatnya, "Dan kenapa...senyummu begitu lepas saat bertemu dengannya?"

Entah kenapa, ada sedikit rasa tak rela saat gadis itu memberikan senyum manisnya pada orang lain.

1
Cacha_Bee🐝
bagus
Cacha_Bee🐝
masi nunggu
ni thor,dr 2021 smpe skrg.ternyta ga update2 juga pdhl udh berharap suatu saat novel ini dilanjutkan 😭😭🙏🙏
Galuh Indra Haryanti
karakter jessie itu artis thailand min... bukan bule
kavena ayunda
jahat bgt di kasih nama kambing hitam goblok sakit bgt bacanya q
bundaoskaa
typo nama
Awan
Hay author bisa follback gue ada tawaran menarik buat lu
Su Sin
episode ini haru thor
Su Sin
jurig kebon 🤣🤣🤣
dhapz H
xeno nya aja yg berpikiran jahat
dhapz H
xeno klo tau kaki grisha patah kok tdk di bawa ke mh skt
dhapz H
pergi dan tinggalkan xeno jls dia membencimu
dhapz H
jangan senang dulu
dhapz H
kasian grisha hrs berjuang sendiri
dhapz H
siapa yg bener" mencintai
dhapz H
klo hanya cinta sebelah kenapa hrs ada pernikahan
Mitsuka_chan
hueee sedih bgt ini novel kaga di lanjut :(( xeno baik" ya jgn nakal lagi lu

love u pokoknya
en_en
aku juga berharap suatu saat nanti cerita ini akan dilanjutkan. tiwas bacut seneng critane
Abi Mancung
amit"Thor ko dibuat lelakinya GX punya otak buat berfikir,terlalu.!kaya binatang punya otak GX pnya pikiran
Novie Achadini
jurig kebon😀😀😀ada2 aja author nya humoris
Selvi Tyas
kita bisa bertahan apa bila yg kita pertahankan jg bisa untk dipertahankan🤪🤪🤪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!