NovelToon NovelToon
HANYA SEBATAS ISTRI PENGGANTI

HANYA SEBATAS ISTRI PENGGANTI

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Wanita Karir / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:250.7k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Safira Maharani hanyalah gadis biasa, tetapi nasib baik membawanya hingga dirinya bisa bekerja di perusahaan ternama dan menjabat sebagai sekretaris pribadi CEO.

Suatu hari Bastian Arya Winata, sang CEO hendak melangsungkan pernikahan, tetapi mempelai wanita menghilang, lalu meminta Safira sebagai pengantin pengganti untuknya.

Namun keputusan Bastian mendapat penolakan keras dari sang ibunda, tetapi Bastian tidak peduli dan tetap pada keputusannya.

"Dengar ya, wanita kampung dan miskin! Saya tidak akan pernah merestuimu menjadi menantu saya, sampai kapanpun! Kamu itu HANYA SEBATAS ISTRI PENGGANTI, dan kamu tidak akan pernah menjadi ratu di istana putra saya Bastian. Saya pastikan kamu tidak akan merasakan kebahagiaan!" Nyonya Hanum berbisik sambil tersenyum sinis.

Bagaimana kisah selanjutnya, apakah Bastian dan Safira akan hidup bahagia? Bagaimana jika sang pengantin yang sebenarnya datang dan mengambil haknya kembali?

Ikuti kisahnya hanya di sini...!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

...***...

Di apartemen.

Bastian dan Safira baru saja selesai mandi. Wajah keduanya tampak segar dan berseri-seri. Tanpa rasa canggung, Bastian terus menempel pada Safira dan mengekspresikan perasaannya. Tiada hari tanpa bermesraan, bahkan Safira yang dulu malu-malu kini menjadi lebih berani menunjukkan sisi lain dari dirinya.

Keduanya tampak tersenyum dengan pandangan memuja satu sama lain. Bastian merengkuh Safira dan mendaratkan kecupan di pelipis wanita tercintanya.

"Ayo, kita makan di luar! Aku akan mengajakmu berkeliling menikmati kuliner yang kamu suka. Kamu mau, kan?"

Safira hanya mengangguk sembari tersenyum lebar, karena dia memang sudah merasa lapar.

Sesaat kemudian kedua insan yang sedang dimabuk asmara itu keluar kamar. Mereka bergandengan tangan dan senyum bahagia tersungging di bibir masing-masing. Mereka tidak sadar bahwa sesuatu yang besar akan terjadi, yang mana akan menentukan nasib mereka selanjutnya.

***

Di sinilah mereka berada, di sebuah restoran seafood yang terletak di pinggir pantai. Safira memesan gurame goreng saos padang, sedangkan Bastian, ia memesan kepiting dengan saos yang sama.

Keduanya begitu antusias dengan mata berbinar menikmati hidangan yang tersaji di depan mereka. Kebahagiaan begitu tampak jelas pada wajah keduanya yang berseri-seri.

Bastian sesekali menyuapkan daging kepiting ke mulut Safira, pun demikian sebaliknya.

"Makanlah yang banyak, dan jangan memikirkan apapun!"

Safira menatap Bastian sejenak, lantas mengangguk dengan mantap.

Bastian tersenyum lalu mengusap pucuk kepala Safira dengan gemas, dan disambut oleh senyuman malu-malu Safira.

"Makannya pelan-pelan, Sayang. Kalau kurang nanti bisa nambah lagi."

Sayangnya ucapan Bastian justru mendapat pelototan tajam dari Safira, membuat Bastian tertawa lebar dan ia merasa gemas dengan reaksi dari wanita yang dicintainya tersebut.

Selesai menikmati kuliner sore itu, Bastian masih memanjakan Safira dengan mengajaknya mengunjungi kedai es krim. Keduanya memesan menu varian yang berbeda agar bisa saling mencicipi.

Aaahh... Mereka berdua selayaknya dua anak remaja yang tengah jatuh cinta. Dunia serasa milik berdua.

"Apa kamu bahagia, hemmm?" tanya Bastian, tangannya terulur membelai wajah cantik sang istri.

"He'em..." Safira menggumam disertai anggukan kecil. Senyuman tak lepas dari bibirnya.

Bastian memandang Safira dengan tatapan memuja dan penuh cinta, menggambarkan perasaan hatinya saat ini. Yang lain akan dia pikirkan nanti, karena kebahagian Safira sekarang jauh lebih penting dari apapun, demi menjaga emosi wanita hamil itu tetap stabil.

Bastian mendekat dan bermaksud memberikan kecupan di bibir Safira, tetapi sebelum terlaksana jari telunjuk Safira sudah menempel terlebih dulu di bibirnya.

"Jangan di sini, Tuan!" tolak Safira sembari menggelengkan kepala.

"Apakah Anda tidak malu? Bagaimana jika ada orang yang melihatnya?" protesnya dengan bibir mengerucut.

"Berarti kalau di rumah tidak malu, kan? Bahkan lebih dari itu?" balas Bastian seraya tersenyum penuh arti.

Safira tersipu malu, lalu meninggalkan Bastian yang sedang tertawa gemas melihat tingkahnya.

(Jadi ingat sinetron genta buana, setelah adegan itu sang artis langsung nyanyi...sambil berlari kecil saling berkejaran. 🤧)

Bastian mengejar langkah Safira yang menjauh, lalu menangkap pinggangnya dan memeluknya dengan mesra sambil menyandarkan dagunya pada bahu sempit sang istri.

"Kita pulang, yuk! Sudah menjelang malam, tidak baik angin malam untuk ibu hamil," ajak Bastian dan diiyakan oleh Safira.

***

Sementara itu, di saat yang sama.

 Farah sedang melakukan perawatan di salon langganan Nyonya Hanum. Beberapa waktu yang lalu, setelah mendapat ijin dari Tuan Gustav, mereka berdua langsung berangkat dengan diantar oleh sopir pribadi Tuan Gustav.

Selama beberapa bulan atau lebih tepatnya hampir sepuluh bulan, Farah hanya merawat kulitnya dengan mandi dan memakai handbody saja, sedangkan untuk wajahnya dia juga hanya menggunakan bedak bayi. Itupun yang harganya murah. Dia tak sampai hati merepotkan keluarga Abah Unang yang sudah berjasa padanya selama ini.

Selama dua jam lamanya Farah melakukan perawatan dari ujung rambut sampai ujung kaki, dan kini penampilannya sungguh menakjubkan. Ia terlihat sangat cantik dan kulitnya lebih bercahaya.

"Kamu cantik sekali, Sayang. Mami yakin Bastian pasti akan langsung terpesona padamu," puji Nyonya Hanum.

Wanita paruh baya itu sangat puas dengan penampilan Farah saat ini. Sangat modis dan elegan.

Farah tersenyum manis, mendengar pujian dari Nyonya Hanum. Dalam hati dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Bastian. Dia sangat berharap bahwa Bastian masih bersedia menerima dirinya kembali.

***

Keesokan harinya, di saat Bastian dan Safira sedang sarapan, mereka dikejutkan oleh dering telepon yang memekakkan telinga. Bastian segera mendekat dan mengangkatnya.

"Ya, hallo...assalamualaikum, Mbok," sahut Bastian.

"Waalaikumsalam. Anda ditunggu Tuan Besar di mansion, Tuan."

Bastian mengernyit mendengar perkataan Mbok Rum dari seberang.

"Tuan Besar meminta agar Anda segera datang ke mansion bersama Nyonya Safira, Tuan. Wassalamu'alaikum." Mbok langsung menutup telepon sebelum Bastian sempat bertanya.

"Wa'alaikumsalam."

"Ada apa, Tuan?" tanya Safira penasaran, ia mendekati Bastian yang terdiam di tempatnya berdiri.

"Papi meminta kita pulang ke mansion. Mungkin ada sesuatu yang penting," sahut Bastian. Perasaannya menangkap sesuatu yang aneh.

"Apa kamu bersedia ikut?" tanyanya kemudian. Dan mau tak mau Safira mengangguk.

"Baiklah. Ayo, kita berangkat sekarang juga!" ajaknya. "Nanti kita sarapan di sana saja," lanjutnya.

Mereka pun akhirnya keluar dari unit huniannya dan berangkat menuju mansion.

***

"Farah...?" Suara Bastian sedikit tercekat ketika ia dan Safira melihat siapa sosok gadis yang membukakan pintu.

Sungguh Bastian tak pernah menyangka bahwa Farah kini berdiri tepat di hadapannya dengan senyum manis tersungging di bibirnya.

"Hallo, Kak Tian. Apa kabar?" sapa Farah dengan ramah. Dia pun langsung memeluk Bastian dengan erat.

Bastian terpaku di tempatnya, dengan pandangan kosong karena terkejut. Ia menggenggam tangan Safira lebih erat, seolah takut jika wanita itu akan pergi meninggalkannya.

Sementara Safira sendiri, ia berdiri mematung menatap keduanya dengan pandangan sulit diartikan. Aliran darahnya seakan berhenti sejenak. Dia merasakan sekujur tubuhnya melemas seketika, tetapi dia berusaha untuk tetap kuat. Dia tidak menyangka semuanya akan berakhir begitu cepat.

"Kenapa harus secepat ini? Bagaimana nasibnya anakku nanti? Begitulah yang ada di pikiran Safira saat ini.

Baru saja cinta itu akan tumbuh tunas dihatinya, haruskah dia menguburnya dalam-dalam? Batinnya merintih pilu, disentuhnya perut yang sedikit membuncit, dengan pikiran berkecamuk. Ada perasaan tak rela, yang meronta.

"Tidak...! Apapun yang terjadi aku harus bertahan demi anakku!"

***

"Sabar ya, Fir." 🥹

Bersambung

1
Suci Dava
th 80 an uang pecahan 100 ribuhan blm ada thor 🙏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ada di bab 1, setting cerita th 90an
total 2 replies
Rosmina Sumang
aduh sdh mulai jahat farah., jgn berubah dong Farah jd org baik biar tdk dijauhi sm bastian
Rosmina Sumang
bukan saudar tiri y Thor setau sy klo satu bpk msh sUdRa kandung yg saudara tiri itu klo anak yg dibawa dr perkawinan seblmx
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sebenarnya sih gitu🤭
total 1 replies
Rosmina Sumang
perbaiki hubungan dgn sang pencipta, perbaiki hubungan dgn anak2mu serta perbaiki hubungan dgn Farah sekalipun tdk cinta sepanjang dia tetap baik sm kamu krn cinta tak selamanya dimiliki
Rosmina Sumang
jadian jg Biyan di jg butuh kasih sayang ayahnya. anak ttp anak jd jgn dibedakan ya bas sklipun tdk cinta sm bundax
Rosmina Sumang
smoga Farah tdk ambil jln yg salah. smoga cinta Farah tulus sehingga tdk akan mendengarkan saran dr mertuanya yg jahat, apalg seorg dokter
Rosmina Sumang
perlu psikiater
Ririn Nursisminingsih
dah safira sama rangga aja jg balik sama bastian
Ririn Nursisminingsih
sukurin bastian mkanya jdi laki yv tegas
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: omelin aja kak🤭
total 1 replies
Ririn Nursisminingsih
ternyata bastian ceo goblok istrinya yg ke 2 juga jahat
Ririn Nursisminingsih
hadeh kasihan safira 2 kli dicintai laki2 tapi tidak diperjuabgjan malah dihina dicaci maji
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Ririn Nursisminingsih
aneh emang dasarnya jahat cinta di tolak dendam sama anaknya
Ririn Nursisminingsih
oalah ibu teri mmkanya jahat..
Ririn Nursisminingsih
nah gini dong safira meski kita miskin punya harga diri
Ririn Nursisminingsih
kpan malam pertamanya tiba2 hamil
Ririn Nursisminingsih
semua yg salah bastian wess tau mboke kelakuanya kyak gitu ndak tegess ajak safira pergu yg jauh klau beneran cinta
Ririn Nursisminingsih
semua yg salah bastian wess tau mboke kelakuanya kyak gitu ndak tegess ajak safira pergu yg jauh klau beneran cinta
Ririn Nursisminingsih
sombong banget mbok2 emang sala safira anak yatim miskin mulut kok kayak racun
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bagus ceritanya 👍👍👏👏😘
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih bintang 5 nya🫶🫰
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Bastian tetap sendiri sampai kapan pun kasihan seolah dia gak punya kesempatan untuk hidup bahagia tanpa ada gangguan dr lainnya 😏😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!