NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:108.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Miss Yune

"Lebih baik, kau mati saja!"

Ucapan Bram membuat Cassandra membeku. Dia tidak menyangka sang suami dapat mengeluarkan pernyataan yang menyakiti hatinya. Memang kesalahannya memaksakan kehendak dalam perjodohan mereka hingga keduanya terjebak dalam pernikahan ini. Akan tetapi, dia pikir dapat meraih cinta Bramastya.

Namun, semua hanya khayalan dari Cassandra Bram tidak pernah menginginkannya, dia hanya menyukai Raina.

Hingga, keinginan Bram menjadi kenyataan. Cassandra mengalami kecelakaan hingga dinyatakan meninggal dunia.

"Tidak! Kalian bohong! Dia tidak mungkin mati!"

Apakah yang terjadi selanjutnya? Akankah Bram mendapatkan kesempatan kedua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Yune, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Tidak akan Melepaskan

"Aku tidak akan melepaskanmu, Cassie. Tunggulah aku."

Bram berdiri diam di tengah keramaian bandara, tubuhnya kaku, matanya kosong menatap layar keberangkatan. Nama Cassie tertera jelas di sana, lengkap dengan tujuan penerbangannya: New York, Amerika Serikat. Dunia seolah berhenti berputar baginya. Ia menghela napas panjang, menyandarkan tubuhnya ke dinding kaca besar yang menghadap landasan.

"Maafkan aku, Cassie..." gumamnya pelan, seolah berharap angin akan membawa kata itu menyusul langkah perempuan yang baru saja meninggalkannya.

Namun Bram tahu, ini bukan akhir. Ia hanya memberi ruang—dan waktu. Tapi hatinya telah bulat. Ia akan memperbaiki segalanya. Dengan atau tanpa kesempatan kedua.

Entah di akan mendapatkannya atau justru terpuruk begitu dalam pada hubungan yang memang tidak sehat sejak awal.

Kemudian, Kabar kehamilan Cassie datang bagaikan kilat di siang bolong. Jessie, kakak Cassie yang mencurigai perubahan sikap sang kakak, diam-diam memasuki kamar Cassie kemudian menemukan alat test pack.

Tanpa pikir panjang, Jessie langsung memberitahukan Bram. Dia berharap Cassie tidak akan mengambil tindakan impulsif kali ini. Bram telah menunjukkan tekadnya dengan membuktikan anak yang dikandung Riana bukanlah anaknya.

"Bram, kau harus tahu ini. Cassie hamil. Tapi dia tidak ingin siapa pun tahu. Bahkan, kami tidak tahu kehamilannya.

Suara Jessie terdengar serak melalui telepon. Bram terdiam di seberang, jantungnya berdentum keras.

"Apa? Hamil...?"

"Ya. Dia pergi bukan untuk melarikan diri. Dia hanya ingin menenangkan diri. Mungkin... menyembunyikan ini semua dari kita."

Itu cukup. Hanya itu yang Bram butuhkan untuk mengemasi semua niatnya menjadi tindakan nyata.

Ia menyerahkan posisi CEO yang baru saja dipercayakan padanya oleh sang ayah. Adrian sempat terdiam lama ketika Bram mengembalikan berkas itu, lalu berkata, "Aku harus mengejarnya. Bukan demi penyesalan, tapi karena aku tak bisa hidup tanpa Cassie."

Adrian hanya mengangguk pelan. "Lakukan apa yang harus kau lakukan. Tapi jangan kembali sebelum kau mendapatkannya kembali."

"Biarkan saya, Reyhan menggantikan posisiku. Aku tidak apa-apa," ucap Reyhan melihat sang adik yang terus menyalahkannya atas semua yang terjadi pada Cassie.

***

New York menyambutnya dengan angin dingin dan langit abu-abu. Kota ini tidak asing baginya, tapi kali ini berbeda. Kali ini, setiap sudut terasa asing karena tidak ada Cassie di sisinya.

Bermodal informasi dari Jessie, Bram mengetahui tempat tinggal Cassie bersama Tante Lydia. Dia melihat Cassie pergi untuk mengikuti kursus memasak.

Ia tidak langsung menemuinya. Tidak ingin membuat Cassie merasa terganggu. Ia hanya duduk di kafe kecil seberang studio kuliner itu, setiap hari, hanya untuk melihat senyum Cassie dari jauh.

Hari-hari berlalu. Cassie mulai terbiasa dengan hidup barunya. Dapur menjadi pelariannya. Ia kembali menemukan semangat hidup dari aroma kayu manis dan cokelat leleh.

Salah satu instruktur di kelas itu, Chef Kevin, perlahan menjadi teman dekat. Pria itu ramah, sabar, dan punya cara menenangkan yang halus.

"Cassie, kamu punya tangan yang lembut. Pantas saja tiap kue buatanmu terasa istimewa," puji Kevin sambil tersenyum.

Cassie membalas dengan senyum kecil. "Mungkin karena aku memasaknya dengan sepenuh hati."

"Apakah... kamu memasak untuk seseorang?"

Cassie menatap mata Kevin sejenak, lalu menunduk sambil mengaduk adonan di mangkuknya.

"Dulu, mungkin. Sekarang? Aku memasak untuk diriku sendiri."

Di seberang jalan, Bram menyaksikan percakapan itu dari balik kaca. Dadanya sesak. Bukan karena cemburu, tapi karena Cassie tampak bahagia. Dan ia tidak yakin apakah dirinya masih bagian dari kebahagiaan itu.

Cassie melangkah keluar dari gedung kursus. Udara dingin menusuk kulit, namun hatinya hangat. Ia baru saja menyelesaikan sesi membuat kue pernikahan, dan entah kenapa, pikirannya kembali pada hari ia dan Bram menikah dulu.

Langkahnya terhenti saat sebuah mobil hitam berhenti di depannya.

Bram keluar dari dalam mobil, wajahnya lelah tapi penuh harap.

"Cassie..."

Perempuan itu terkejut, tapi dengan cepat menenangkan diri. Ia menatap Bram tajam.

"Kenapa kamu di sini?"

"Karena aku tidak bisa hidup tanpamu. Karena aku tahu... aku sudah gagal menjaga kamu. Tapi beri aku satu kesempatan saja untuk memperbaikinya."

Cassie menghela napas. "Aku pergi bukan untuk dihentikan, Bram. Aku pergi untuk ketenanganku sendiri. Kamu sejak awal, sudah memilih Raina."

Bram menggeleng keras. "Tidak. Aku hanya merasa bersalah. Aku pikir aku menghancurkan hidupnya. Tapi kamu adalah satu-satunya perempuan yang kucintai, Cassie. Bukan dia. Bukan siapa pun."

"Lalu kenapa kamu tidak mengatakannya sejak awal? Mengapa kamu menyakitiku, Bram!"

"Karena aku bodoh! Karena aku takut mengingat rasa sakit kehilangan anak kita! Tapi sekarang, aku tahu. Aku ingat semuanya. Dan aku tahu, aku mencintaimu."

Cassie menunduk. Air matanya jatuh tanpa suara.

"Aku hamil, Bram."

Bram mendekat, terhenyak. "Apa...?"

"Dan aku ingin membesarkan anak ini dengan tenang. Aku tidak ingin anakku tumbuh di antara cinta yang dipaksakan."

Bram berlutut di hadapannya, di trotoar yang dingin dan sibuk.

"Cassandra Wijaya, izinkan aku mencintaimu lagi. Bukan karena rasa bersalah atau terpaksa. Tapi karena aku mencintaimu. Aku ingin menjadi ayah yang baik, suami yang pantas. Biarkan aku bersamamu, menjalani semuanya dari awal."

Cassie menatapnya. Di matanya masih ada luka. Tapi juga ada cahaya harapan.Di dalam hatinya, ia tahu, Bram telah berubah. Namun, bisakah cinta itu tumbuh kembali?

Pada akhirnya, Cassie meminta waktu untuk berpikir. Cassie duduk di depan jendela apartemennya, menatap lampu kota. Di tangannya ada satu lembar surat tulisan tangan.

"Aku tahu aku tidak pantas berharap. Tapi aku akan tetap tinggal di sini, di kota ini, selama kamu ada. Aku akan berada di dekatmu. Tapi jika suatu hari kamu menoleh... aku akan ada di sana. - Bram."

Cassie meremas surat itu ke dadanya. Entah mengapa, kali ini, ia tak bisa mengusir air mata yang jatuh.

"Apa yang harus kulakukan?"

***

Bersambung...

Terima kasih telah membaca...

1
Ari Sawitri
ya kamu juga jangan kasih dia akses donk. blokir tuh nomor Mak Lampir itu. 😡😡😡 heran skrg bs bilang spt ini kmrn kmrn otak kamu kemana 🤨
ayu cantik
suka
Siti Maulidah
ceritanya menarik
vely
hahahahahaha kasian banget sih kamu bram, lihat tu istrimu sekarang anemia ehh salah yang bener amnesia /Tongue/
vely
itu mungkin bram
Anre1201
buat Cassie, coba jadi perempuan tegas sedikit demi anakmu. kamu tuh wanita Dari keluarga kaya, jadi tidak usah takut susah. tanpa suami pun kamu bisa membesarkan anak kamu !!!!!
beri kan penjelasan ke Bram untuk bisa menyelesaikan masa lalu nya baru datang lagi, jangan biar kan masalah belum selesai tapi sudah bersama, walaupun demi anak tapi itu bukan solusi. kamu harus cari kebahagiaan kamu, kamu harus belajar mencintai diri kamu, belajar untuk menerima orang-orang baru, belajar untuk menumbuhkan rasa percaya dalam diri sendiri agar hidup mu bisa tenang dan anak mu lahir dengan rasa Cinta.
Anre1201
Cassie terlalu lemah Karna cinta, ga bisa tegas, Dari awal sudah terlihat karakternya. watak dia lembut tapi Bucin kalau soal Cinta hingga tidak punya prinsip. makanya selalu kalah karena Bodoh, tolol dan Goblok sudah bikin rasional kalah Dari akal sehat 😤
Anre1201
lelah??? ya cerai Begooooooo 😤
ini cerita nya bijimana sihhhh.. Katanya masih terikat pernikahan tapi ga ada solusi nya. kalau memang ingin pisah bukan cerai ya ngomong di awal.. minta ketenangan diri buat masing-masing pihak, agar ada Jalan keluar terbaik untuk bisa menyelesaikan masalah yg ada, jadi ketika balikan, masing-masing sudah selesai dengan masa lalu nya dan siap menjalani pernikahan dengan pondasi yg lebih kuat agar tidak melakukan kesalahan tolol lagi 😤
Anre1201
cerita yg bullet, sama-sama orang kaya tapi ga bisa cari bukti soal sepele seperti ini. Cassie juga ga tegas, kalau memang sudah selingkuh ngapain di kasih kesempatan 🥱 apalagi selingkuh itu penyakit yg susah diobatin, walaupun balik lagi, tetap saja, kepercayaan sudah hilang dan akan jadi duri dalam daging.
apalagi Dari awal pernikahan sudah tidak sehat Karna terpaksa + tidak ada Cinta yang tulus Dari kedua belah pihak.. jadi pernikahan nya tidak ada pondasi yang kuat.. makanya terjadi perselingkuhan 🙄
Anre1201
Dari sini bisa di lihat.. Bucin memang bikin manusia jadi Bego, tolol + goblok !!!!!!!karena tidak bisa membedakan antara Cinta, pengkhianatan, kesetiaan, ketulusan, kepercayaan dan harga diri !!!!!!
tris tanto
weh cpt bgt udh diindo
tris tanto
kn udh dikasih tau kok bhnya tehenyyaakkkk ,kaget doong
tris tanto
masih dibahas lg,kn dibb depan udh dibhs knp jd muter2
tris tanto
lidahnya keluarrr,,,melet dong ,gk sampe otakku mbayangke,,
Sri Mugianti
sebenarnya yg jadi adeknya itu si Cassie atau Jessi
tini_evel
cassie ini kakak atau adik sih.. awal dibilang kakak tp ada juga dibilang adik..
Agus Andryani
iya mmang dr awal sdh bungung
ichapurie
ini gimana sih, diawal katanya cuma anggep raina adek, terus bab berikutnya bilang cuma ciuman, bab berikutnya lagi bilang nginep di villa berdua tapi pisah kamar, eh bab berikutnya bilang pernah ngehabisin malam bersama , yg bener gmna sih thor kok beda2 tiap bab
Tira Aneri
suukaaa
rarr
thor aku mampir sini dlu, smbil nunggu update terbaru "satu malam bersama ceo" laura adenya liam🤭
Miss Yune: Dah update kak. cusss mampir ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!