Kisah dua orang Indigo
Lachlan Lexington de Luca memiliki kekuatan di luar Nurul para sepupunya ... L biasa dipanggil, memiliki sixth sense yang bisa berkomunikasi dengan hantu. Kali ini liburan L ke Jakarta menjadi berbeda karena dia harus membantu empat hantu gentayangan untuk bisa ke alam baka... Dengan syarat harus berbuat baik baru bisa dipertimbangkan masuk surga atau neraka. Di perjalanan membantu, L bertemu dengan seorang gadis yang takut hantu tapi punya kemampuan yg sama dengan L.
Nareswari adalah seorang gadis berprofesi sebagai konsultan gizi di rumah sakit tapi dia juga punya kemampuan bisa melihat hantu. Nareswari super takut dengan mereka sampai dirinya bertemu dengan Lachlan yang memiliki kemapuan sama. Keduanya membantu empat hantu yang rusuh minta kembali ke habitatnya... Eh alamnya. Bagaimana ceritanya? Menyambut Halloween... FYI ini horor unfaedah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ditahan
Teras Kopi Kenangan Kuningan Jakarta
Danar menatap Sagara bergantian dengan tiga pria lainnya yang memegang Glock di tangan. "Kalian punya pistol?"
"Lisensi menembak internasional juga punya. Kamu punya? Aku rasa tidak... Oh jangan samakan centeng macam kamu dengan cucu mafia Korea Selatan dan anak mafia Sisilia... Tahu kan Sisilia dimana? Di Italia. Akarnya Mafioso, macam di film The Godfather atau Goodfellas. Ataauu... The Untouchables..." cengir Raiden.
Danar menatap tajam ke arah Raiden. "Pistol itu hanya pistol mainan !"
"Mau bertaruh ? Kepala, pundak atau kaki anak buah kamu yang mukanya macam pak Ogah itu yang aku tembak duluan?" balas Raiden.
"Boss..." ucap anak buahnya yang dibidik oleh Raiden dengan wajah pucat.
"Menyerahlah, Danar. Be a man. Akui perbuatan kamu..." Sagara masih menatap Danar serius. "Setidaknya kamu mengurangi dosa kamu dan bertaubat lah setelahnya..."
"Banyak bac*t kamu !" Danar menekan pisaunya di leher Sagara dan ...
DOR !
Danar menatap Lachlan dengan tatapan tidak percaya dan setelahnya pria itu ambruk tak sadarkan diri.
Sontak anak buahnya terkejut melihat pria bule itu benar-benar melaksanakan ucapannya dengan menembak Danar tanpa berkedip.
"Lehermu tidak apa-apa?" tanya Lachlan ke Sagara yang memegang lehernya.
"Luka kecil..." jawab Sagara yang merasakan ada rasa sakit akibat kena pisau tajam Danar. "Diobati bentar juga sembuh" ucapnya sambil melihat ada darah di jarinya.
"Sekarang kalian mau bagaimana ? Nyusul Boss kalian atau..." Lachlan menatap tajam ke arah anak buah Danar.
"Ka... Kami pergi ..." segera para preman itu pergi meninggalkan Keempatnya.
Tak lama polisi pun datang dan Danar dibawa ke rumah sakit akibat lukanya yang diakibatkan peluru bius dari Lachlan.
Keempatnya pun dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan.
***
Lucas Syahputra hanya bisa menggelengkan kepalanya saat mendengar keponakan Arkananta Baskara, Valentino Reeves dan putra Dewananda Hadiyanto ditahan karena membawa senjata api dan menembak salah seorang preman yang paling dicari kepolisian.
Kepala BIN itu sebenarnya tidak memiliki hak dalam menginterogasi ketiganya, Sagara Hadiyanto, Lachlan de Luca dan Raiden Park tapi dia mendapatkan permintaan dari Hoshi Reeves, otomatis dia melaksanakan. Lucas sangat menghormati pria cantik bermulut pedas tapi dikenal sosok yang apa adanya.
"Oom Lucas ?" Sagara terkejut melihat Lucas datang ke ruang interogasi saat dirinya diobati oleh Kaysa, kekasih Alsaki yang datang menjenguk saudara-saudaranya.
"Apa hal kalian main bawa Glock dan menembak orang seenaknya !" omel Lucas Syahputra gemas.
"Isinya peluru bius kok Oom..." bela Sagara.
"Mau peluru bius atau tidak, kalian sudah menembak orang !" hardik Lucas.
"Sudah. Cuma luka kecil tapi eyangmu sudah ngereog, Gara. Makanya aku kemari" senyum Kaysa sambil membereskan semua peralatan dokternya.
"Terimakasih mbak Kay. Eyang kan begitu... Depan orang sok panik tapi nanti aku ketemu... Alamat dihajar dan dijewer..." ucap Sagara sambil manyun.
"Sudah sepatutnya..." balas Lucas judes. "Siapa yang menembak?"
"L !" jawab Sagara, Kaysa dan Alsaki bersamaan.
"L? Anaknya siapa?"
"Oom Michel de Luca. Mafioso Sisilia yang berprofesi sebagai pengusaha anggur dan kontraktor" jawab Sagara.
Lucas memegang pelipisnya. "Pantas ! Anaknya Mafioso ..."
***
Lachlan hanya diam saja tidak mau menjawab semua pertanyaan dari pihak penyidik membuat kedua orang disana kesal.
"Mr de Luca. Apa anda ada yang ingin dikatakan?" tanya salah seorang penyidik.
"Aku ingin pengacara."
Otomatis mereka tidak bisa menanyakan lebih lanjut dan mereka pun keluar meninggalkan Lachlan sendirian.
Lachlan de Luca
"Kak L baik-baik saja?"
"I'm fine Nonik. Bagaimana dengan Danar ?" tanya Lachlan sambil bersandar di sandaran kursi.
"Hasil penyelidikan aku, dia masih tidur kak L. Memangnya dosisnya buat berapa lama?" tanya Nonik Belanda itu.
"48 jam."
Nonik tertawa kecil. "Kak L terlalu ..."
"Giliran kamu bersama dengan orang tua Danar beraksi dong. Buat dia tergerak hatinya supaya mau bertaubat dan mengaku perbuatannya..."
Nonik Belanda itu menepuk pundak Lachlan. "You know kak L, aku bakalan kangen kak L kalau suatu hari nanti aku akan menyebrang. Sayang aku baru bertemu dengan kak L sekarang... Kalau lamaan, kan aku lebih suka... Kak L, semoga kalau aku diberikan reinkarnasi... Aku ingin jadi anak kak L..."
"Yah Nonik, aku kan belum menikah ..." senyum Lachlan.
"Nonik yakin, kak L bakalan dengan kak Nyes secara kalian itu sangat kompak satu sama lain. Aku ingin menjadi bagian dari kak L sampai dipanggil pulang."
***
Sementara itu...
Dua penyidik dan dua orang lainnya yang menjadi pengawas monitor, tampak bingung saat melihat Lachlan berbicara sendiri.
"Fisik ganteng tapi kok gila..." gumam salah satu penyidik.
Pria bagian pengawas monitor tiba-tiba terdiam. "Let, dia tidak sendirian..."
"Apa maksudmu?" tanya pria yang dipanggil 'Let' itu.
"Lihat ini... Ada penampakan di sebelah de Luca." Pria itu menunjukkan gambar di monitor.
"Itu... Hantu? Siang-siang begini...?" gumam penyidik itu.
Tak lama, sosok itu semakin memperlihatkan diri dan menoleh ke arah CCTV.
"Hantu anak kecil, Let..." ucap pengawas monitor.
Nonik pun menyeringai ke arah CCTV dan kemudian...
"AAAAAHHHH!" teriak semua orang saat tiba-tiba wajah Nonik yang menyeramkan memenuhi layar monitor.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️