NovelToon NovelToon
Ternyata Kaulah Jodohku

Ternyata Kaulah Jodohku

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:208.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nirwana Asri

Abizar dan Annisa menikah atas dasar perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Ayah Abizar sengaja menikahkan Abi dengan wanita pilihannya agar Abizar bisa berubah.

Setelah menikah, Abizar diminta sang ayah untuk mandiri. Bahkan orang tuanya memutus semua fasilitas yang pernah mereka berikan agar Abi tidak bermalas-malasan lagi. Annisa menerima pernikahan tersebut dengan ikhlas, walau suaminya jatuh miskin.

Bagaimana cara Abi untuk bertahan hidup bersama istrinya? Akankah tumbuh perasaan cinta di antara Abi dan Nisa seiring berjalannya waktu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nirwana Asri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi orang biasa

"Nama kamu siapa?" tanya Beni.

"Abi," jawab Abizar singkat.

"Oke, hari ini kamu akan ditempatkan di bagian pemasaran. Kamu bisa tanya-tanya senior di sini. Saya tinggal dulu." Beni pergi tapi sebelumnya dia mengobrol dengan kepala bagian pemasaran untuk memberi tahu apa saja yang dilakukan oleh Abi.

"Kamu!" tunjuk pegawai senior yang ada di sana. "Kamu pegawai baru kan? Fotokopi ini." Dia menyerahkan setumpuk berkas pada Abizar. Abizar pun menerimanya.

Hari pertama bekerja di perusahaan ayahnya Abizar belum bisa menyesuaikan diri. Dia terus mendapatkan teguran dari seniornya. Tapi Abi mencoba sabar karena mereka menganggap dia adalah karyawan biasa bukan anak pemilik perusahaan.

"Gue nggak boleh menyerah. Jadi kuli panggul aja gue bisa apalagi kerja beginian." Abi menggerutu ketika dia sedang makan bekal makanan yang diberikan oleh Annisa.

"Hai, boleh aku duduk di sini?" tanya seorang wanita cantik.

"Aku Nikita, karyawan di bagian pemasaran juga," ucapnya sambil mengulurkan tangan.

Abizar membalas uluran tangan Nikita. "Abizar," balasnya. Nikita pun duduk setelah mendapat izin dari Abizar.

"Kamu pasti merasa ditindas ya karena baru pertama kali masuk kerja?" Nikita mulai pembicaraan.

"Ah, nggak. Aku maklum kok karena aku memang salah," jawab Abi.

"Lain kali kamu bisa tanya ke aku atau minta bantuan sama aku kalau butuh bantuan," ucap Nikita. Abizar tidak berpikir macam-macam. Abizar hanya mengangguk.

Nikita mengamati nasi kotak yang dimakan oleh Abizar. "Bawa bekal sendiri?" tanya Nikita.

"Iya," jawab Abi singkat.

'Kira-kira itu bekal buatan siapa ya? Apa dari istrinya?' gumam Nikita di dalam hati.

Usai istirahat Abi dan Nikita kembali bekerja. Mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Saat Abizar kesulitan menginput data, Nikita memberi tahu caranya. Kebetulan dia memperhatikan Abi sedari tadi.

"Terima kasih banyak," ucap Abizar pada Nikita. Wajah Nikita bersemu merah karena malu. Setelah itu dia kembali ke mejanya.

"Nik, elo suka ya sama pegawai baru itu?" tanya teman Nikita.

"Kelihatan jelas ya?" jawab Nikita.

"Huu, dasar ganjen lo Nik."

"Biarin gue jomblo wajar dong kalau cari gebetan buat dijadiin pacar," balas Nikita.

"Wajar, tapi emangnya elo udah tahu statusnya jomblo? Jangan-jangan udah jadi suami orang," tutur teman Nikita tersebut.

"Ah, selama nggak ada yang ngaku istrinya gue masih punya kesempatan," ucap Nikita dengan percaya diri.

Setelah jam pulang kantor, Abizar menuju ke parkiran mobil. Annisa mengirimkan pesan singkat agar menjemputnya di kafe.

"Mas Abi," panggil Nikita. Abizar pun menoleh.

"Ada apa?" tanya Abizar.

"Mas Abi pulang naik apa? Mau bareng nggak? Aku bawa mobil." Nikita menawarkan tumpangan.

Abizar berpikir sebentar. "Aku udah pesan taksi online," bohong Abi. Dia tidak mau Nikita menumpang di mobilnya karena dia harus menjemput Annisa.

"Owh, lain kali bareng aku aja." Abizar mengangguk.

"Ya udah kamu duluan aja, sebentar lagi taksiku datang," usir Abizar secara halus. Nikita melambaikan tangan.

Setelah memastikan mobil Nikita keluar dari area parkir, Abizar mengambil mobilnya. Sesuai pesan sang ayah, dia harus merahasiakan identitasnya. Jadi Abizar berhati-hati agar tidak ada yang curiga padanya.

Abi mengendarai mobil warna merah miliknya itu dengan kecepatan tinggi. Sayangnya ketika di lampu merah, Nikita tak sengaja melihat Abi yang sedang duduk di depan setir mobil. "Itu Mas Abi kan?" Nikita mengucek mata untuk memperjelas pandangannya.

"Iya bener. Katanya tadi mau naik taksi online? Kok ini malah naik mobil semahal itu," gumam Nikita yang bingung.

Setelah lampu hijau Nikita berniat mengikuti mobil Abi tapi sayangnya Nikita kalah cepat. "Sial! Ke mana dia?" Nikita memukul setir mobilnya karena kesal.

Abizar telah sampai di depan kafe. Annisa tersenyum senang ketika melihat mobil suaminya terparkir. Annisa pun segera menghampiri sang suami. "Mas, masuk dulu yuk! Aku buatin kopi mau?" tanya Annisa.

"Lemon tea saja kalau ada," perintah Abi pada istrinya.

"Oke, Mas Abi tunggu sebentar." Annisa dengan cekatan membuat lemon tea pesanan suaminya.

"Mas aku bikin lemon teanya hangat," ucap Annisa seraya meletakkan secangkir lemon tea.

"Kamu memang paling tahu kemauanku," puji sang suami.

"Mas, gimana hari pertama bekerja di kantor papa?" tanya Annisa penasaran.

"Nggak ada yang istimewa. Papa menempatkan aku di bagian pemasaran. Tapi posisiku hanya sebagai karyawan biasa." Ada perasaan kecewa saat Abi mengatakan hal itu. Annisa bisa menangkap raut kesediaan di wajah tampan sang suami.

"Yang sabar, Mas. Mungkin papa ingin Mas Abi belajar dari bawah. Tidak mungkin kan mengelola perusahaan kalau tidak tahu kondisinya. Makanya Mas Abi harus mengetahui kesulitan yang dihadapi para karyawan."

"Apa benar begitu?" tanya Abi ragu. Annisa sebenarnya tidak tahu tapi dia hanya ingin suaminya tetap semangat menjalani pekerjaan itu.

"Mas Abi yang semangat ya. Bagaimana kalau kita mampir ke supermarket dulu buat belanja. Besok aku masakin makanan spesial buat bekalnya Mas Abi," ucap Annisa bersemangat.

Melihat istrinya begitu bahagia membuat Abizar tidak kuasa menolak permintaan sang istri. "Let's go!" Abizar menarik tangan Annisa.

"Sheila, Deni aku pulang dulu ya," teriak Annisa sambil melambaikan tangan pada pegawainya.

Abizar dan Annisa terlihat bahagia banyak yang diceritakan oleh Abi selama di perjalanan hingga tak terasa kalau mereka sampai di supermarket. "Mas Abi ikut turun yuk!" ajak Annisa.

"Aku tunggu di sini saja ya," tolak Abizar. Setelah seharian bekerja dia merasa lelah. Annisa pun tidak memaksa Abi. Dia membiarkan Abi beristirahat di mobil. Annisa berjalan seorang diri memasuki supermarket untuk membeli beberapa potong daging dan sayuran.

Ketika di dalam dia tak sengaja bertemu dengan Mama Safa. "Ya ampun Annisa," seru Mama Safa.

"Assalamualaikum, Ma." Wanita itu mencium tangan ibu mertuanya.

"Kamu sendirian?" tanya Mama Safa. Annisa menggeleng.

"Sama Mas Abi, tapi Mas Abi menunggu di mobil. Mungkin dia kecapekan, Ma."

"Kamu mau belanja apa?" tanya Mama Safa.

"Ini Ma persiapan buat bekal Mas Abi besok pagi. Aku ingin masak spesial supaya Mas Abi semangat bekerja," ungkap Annisa.

"Baguslah. Kamu semangati dia. Mama tahu di kantor pasti papa kasih posisi yang nggak enak buat Abi," tebak Mama Safa.

"Dari mana mama tahu? Mas Abi bilang dia ditempatkan di bagian pemasaran," jawab Annisa.

"Sudah mama duga. Papamu itu orangnya keras. Dia ingin mendidik Abi tapi caranya terlalu ekstrim." Annisa tertawa.

"Mungkin papa ingin yang terbaik untuk Mas Abi, Ma. Ma aku bayar belanjaan dulu ya. Kasian Mas Abi nunggunya kelamaan."

"Bareng aja," seru Mama Safa. Setelah itu menantu dan mertua itu menuju ke kasir. Ketika Annisa ingin membayar belanjanya, Mama Safa mengelurkan kartu ATMnya lebih dulu.

"Biar mama saja yang bayar."

"Nggak usah, Ma. Aku masih pegang uang kok," tolak Annisa yang merasa tidak enak.

"Nggak apa-apa."

Usai membayar, Annisa dan Mama Safa berpisah. Annisa menghampiri suaminya. Namun, Annisa terkejut ketika melihat Abi berbicara dengan seorang wanita.

1
Ema bjm
Thor kok gtu sih ceritanya dbkin meninggal dadakan ,,,,kesian isteri nya thor blum apa2,,, menangis jdinya
yani suko
lah khan kakek dari ayahnya kaya...harusnya khan support materi juga buat menantu dan cucunya
Ita rahmawati
knp hrus hdup susah,,hrusnya annisa jd janda kaya raya dong,selain usaha kafe kan pasti ada tuh warisan dari ortunya abi buat anaknya,,
sampe sini aku gk tela klo bsi annisanya berakhir nikah sm laki² lain,,gk tau knpa tp gk suka aj,,klo suaminya baik trus meninggal dn istri nikah lg atau sebaliknya 😁😁
Ita rahmawati
kok tokohnya dibikin meninggal trus meninggalnya kok terkesan maksagk sih 🤣🤣
Ita rahmawati
ya wajarlah suami mana yg gk curiga coba klo kyk gtu,,apalagi cwonya tuh jelas² lawannya 🙄🙄
Ita rahmawati
hrusnya jgn mau 22 an 1 mobil yg bukan muhrimnya 🤦‍♀️🤦‍♀️
Ita rahmawati
si mantanny it pasti,,nti dia mulai lg ngejer abi 🙄🙄🙄🤦‍♀️🤦‍♀️
Ita rahmawati
pasti asin 🤭
Ita rahmawati
eh si raihan pasti
Ita rahmawati
gitu aja ngapa gk mau cerita ,,terlalu sering menyembunyiin sesuatu si abinya
Ita rahmawati
sedih sih 😭😭
Ita rahmawati
🤗🤗🤗
Ita rahmawati
terharu 🥺🥺
Ita rahmawati
🥰🥰🥰🥰
Ita rahmawati
tuh pacar kamu setelah denger kamu miskin lgsg tnpa babibu di pergi dg sendirinya,,padahal sebelumnya rela jd bini ke 2 😏😏🙄🙄
Ita rahmawati
masih nyimak...
Nurmiati Aruan
sedikit kecewa aq... Raka nakal bibir nya...
Nurmiati Aruan
lah abi nya dah aut ya...
Nurmiati Aruan
asin x teh nya😂
Siti Arifah
bagus sih .jln cerita nya nggak ngebosenin bagi yg baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!