NovelToon NovelToon
Pacarku Mata Duitan

Pacarku Mata Duitan

Status: tamat
Genre:Playboy / Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Romansa / Tamat
Popularitas:168.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Reina aka dian

Kalin Arsila Cayapata gadis 18 tahun yang punya pacar mata duitan, hubungan backstreet dari orangtua membuatnya harus bertemu sang pacar seperti maling, ngendap-ngendap sampai akhirnya dia bertemu denga Raksa Kamaludin, karyawan swasta biasa yang sampai umur 27 tahun belum juga nikah, yanh menyadarkan dia bahwa punya pacar matre itu bukan hanya bikin kantong bolong tapi bikin pengen nonjok.

Happy reading!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reina aka dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tuduhan

Tapi Kalin sadar kalau sekarang bukan waktunya mikirin Reno, sekarang waktunya dia buat ngakak-ngakak nonton film.

"Hahahahahah," tawa Kalin pecah, dan itu sukses bikin Raksa bingung.

'Nih bocil lagi sakit deh kayaknya!' batin pria yang duduk di samping Kalin.

Tanpa ijin, Raksa pun nempelin punggung tangannya di jidat cewek yang tadi kesel terus galau dan lanjut ketawa. Tiga ekspresi yang berubah dalam waktu yang cepat.

"Sakit nih gue rasa!" gumam Raksa.

Kalin menepis tangan itu dari jidatnya, "Sakit sakit! lo tuh yang sakit!"

Pyarrrrrr!

Lampu bioskop menjadi terang benderang. Raksa pun mengajak Kalin buat keluar dari gesung itu.

"Dih belom selese!" ucap Kalin.

"Udah selese, noh lampu udah nyala semua!" kata Raksa.

"Tapi kan gue pengen tau sampai akhir banget. Biasanya muncul adegan sekali lagi!" kaki Kalin macet, dia keukeuh. Dia ngadat maksa liat cuplikan sampai layar beneran mati.

"Udah kan? sekarang, gue laper! gue mau makan!" ucap Raksa saat ngeliat jam di tangannya udah menunjukkan pukul 12 siang, perutnya pengen cepet diisi.

Kalin pun akhirnya menurut, ya karena dia juga nggak kalah lapernya. Tapi ada satu hal yang Kalin agak janggal dan nggak terbiasa, yaitu dibayarin. Mulai dari baju, nonton, cemilan dan juga minumannya. Dia ngerasa ada yang berbeda. Meskipun abang dari Nova ini terkesan nyebelin, tapi dia selalu memastikan bahwa Kalin ada di sampingnya.

"Astagaaaa, jangan bengong aja. Lo mau makan apaan, kasian si mbak nya nungguin!" tegur Raksa.

"Eh iya! ehm, ini aja!" Kalin nunjuk beberapa makanan dan dia nggak lupa pesen minuman juga.

Setelah si pelayan pergi, Raksa kembalimenatap bocah kecil di depannya.

Kalin ngeluarin hape dari sakunya dan seketika itu juga hapenya bergetar.

Drrrrrrttt!!

'Nova? astagaaa, ngapain dia telpon' Kalin agak salting.

Drrrrtttttt!!

"Gue ke toilet, awas! jangan kabur-kaburan, jangan bikin gue pusing dan emosi!" ucap Raksa sebelum perrgi.

"Iya tenang aja gue nggak akan kemana-mana!"

Setelah Raksa menjauh, Kalin pun ngangkat telepon dari Nova.

'Kok gue berasa lagi kucing-kucingan?' batin Kalin.

"Ya ampuuuuun, ngangkat telponnya lama benerrrr!" keluh Nova.

"Iya iya sorry. Kenapa? ada apaan?"

"Nggak apa-apa. Cuma mau nanya lo lagi dimana?" tanya Nova.

'Dimana? kenapa Nova tanya gue lagi dimana? kan dia tau kalau gue nggak bisa masuk sekolah gara-gara telat...' Kalin berpikir, dia berucap dalam hati.

"Lin? Kaliiiin? wuoooyyy!" Nova dari seberang telepon.

"Eh, iya iya! gimana? emang ada apaan?" tanya Kalin.

"Ya nggak ada apa-apaan, gue mau mampir ke rumah lo. Takutnya lo lagi pergi kemana kan, mending gue nanya dulu!"

"Oh, gue ... gue ada kok!"

"Mbak tambah lemon squash ya!" suara pria yang bikin aku ngefreeze.

"Nov, gue duluan ya? gue lagi beli jajan!" ucap Kalin.

Kalin pun menutup telpon itu secara sepihak, matanya langsung mencari dimana suara tadi berasal.

"Nggak mungkin banget! kayaknya gue cuma salah denger! mungkin cuma mirip aja sama suara Reno!"

Tapi ketika dia menoleh ke belakang, dia baru sadar kalau nggak jauh dari tempatnya duduk, ada segerombol cowok-cowok yang lagi makan juga.

"Reno? dia bolos?" Kalin bergumam.

"Udah pesen aap lagi? tenang aja gue yang traktir!" suara Reno lagi yang ditangkap oleh telinga Kalin.

'Bayarin? bukannya dia lagi bokek?' Kalin dalam hatinya.

"Gue aja! kan kemarin udah lo, kita gantian aja!" kata salah satu cowok disana.

Lalu dia melangkah mendekat pada kursi yang Reno duduki bersama teman-temannya yang udah pakai baju biasa juga. Ya kali mereka keliaran di mall pake seragam sekolah.

"Reno?" paanggil Kalin.

Sedangkan salah satu teman Reno gerakin dagunya.

Reno pun yang udah hafal siapa pemilik suara itu, dia perlahan memutar badannya.

"Kalin?" alis Reno terangkat, sosok yang di depannya beneran ceweknya sendiri.

"Kok lo ada disini?" tanya Reno.

"Terus lo? kenapa ada disini?" tanyan Kalin balik.

"Kita ngomong sebelah sana!" Reno bangun dan narik tangan Kalin, menjauh dari teman-temannya.

"Apaan, sih? nggak usah kenceng-kenceng juga kali nariknya!" Kalin ngelepasin tangan Reno yang membuat pergelangan tangannya sakit.

Tanpa kalin sadari, dia berdiri di samping meja yang tadi dia duduki bareng sama Raksa.

"Katanya nggak punya duit? tapi kok bisa traktirin temen-temen?"

"Traktir? siapa yang traktir?"

"Gue denger loh tadi, kuping gue nggak budek annyway!" ucap Kalin.

"Permisi," seorang pelayan mulai menata makanan di meja, sedangkan reno nggak tau kalau pelayan tadi ngomong sama Kalin karena dia emang yang mesen makanan itu. Reno pikir, Kalin baru aja dateng dan mergokin dia yang nongkrong bareng temen-temennya.

Tapi Kalin nyuekin si pelayan dan lebih fokus sama Reno, "Ini lagi, kayakynya gue nggak pernah liat lo pakai baju ini. Lo belanja lagi?"

Kalin mengendus, "Hemmm, masih baru! lo baru beli buat bisa nongkrong disini?" Kalin nuduh.

"Ini baju udah lama, cuma karena jarang dipakai makanya keliatan masih baru dan kalau baunya. Mungkin hidung lo yang terlalu sensitif makanya, ngecium baju gue ini kayak baju yang baru beli!" Reno alesan lagi.

tapi nggak tau kenapa, mungkin nggak nyangka kalau bakalan ketemu kalin disini, Reno jadi menunjukkan gestur yang nggak biasa.

"Lo sadar nggak sih, Ren? kalau lo udah banyak banget berubah,"

Reno cuma senyum aja, beberapa kali dia mencuri pandang ke arah teman-temannya. dia nggak mau dinilai terlalu bucin sama cewek. Dia mau buktiin kalau cewek yang ada di depannya ini ada dalam kendali dia.

"Gue lagi sama temen, kita ngomong lain kali aja..."

"Dari pagi kenapa nggak ngabarin gue? hem?" Kalin mencegah Reno buat pergi.

"Gue sibuk, kalin. gue bangun kesiangan dan gue langsung tancap gas ke sekolah," kata Reno.

"Sibuk? lo cuma butuh waktu satu menit buat nge WA gue loh!"

"Yang kayak gini nggak usah dibesar-besarin deh, Lin!"

Tiba-tiba tanpa diduga, Raksa datang.

"Sorry, gue lama!' ucap Raksa pada kalin. Kalin pun nengok dan kaget gitu ngeliat wajah pria yang sedari pagi bersamanya.

"Jadi lo kesini sama dia?" reno dengan wajahnya yang dingin.

"Lo jalan sama cowok lain? iya?" lanjut Reno.

"Gue bisa jelasin, ini nggak seperti yang lo sangka!" kata kalin.

"Memangnya kenapa kalau dia dateng sama gue?" Raksa yang kini ngelipet tangannya di depan dada, menatap Reno dengan tenang.

"Jadi lo? hianatin gue dengan jalan sama nih abang-abang? ternyata gini kelakuan lo di belakang gue? dasar penghianat!" Reno menunjuk muka Kalin.

"Nggak nyangka gue yang udah percaya sama lo, udah kasih cinta gue sama lo ternyata cukup lo kecewain kayak gini!" Reno nggak ngasih kesempatan Kalin buat ngejelasin.

Reno menangkap jari itu, "Sepertinya tuduhan lo itu lebih tepat ditujukan sama diri lo sendiri!" kata Raksa dengan senyum meremehkan.

1
Andrea
salah sendiri itu mah...
Atressia
Ngidam mu sangat merakyat Kalin
Atressia
bengek sama Farid, ya ampun!!!!
Asnaini Abdullah
Benar lho thor...pengalaman y 🙂
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: trmksih sdh mampir dan baca novel ini
total 1 replies
Alice Hartn
Aamiin...semangatt
ririn
Aamiin......semangt thor
Yultriz
aamiin.... semangat thorr 👍🥰
ririn
tetp semangt berkarya thor
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: terima kasih sudah membaca sampai selesai
total 1 replies
ririn
terharu thor
ririn
aq juga pengen seblak,kalin
ririn
semangt thor
Asnaini Abdullah
Raksa tidak punya pendirian. tak belajar dari pengalaman
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: sebentar lg tamat
total 1 replies
ririn
yes akhirnya kalin hamil,semoga kembar
ririn
semangt thor
ririn
kalin terlalu bodoh n polos
ririn
seru oma nilam n kakek dwipangga
sifa
seru ceritanya... semangat thor💪
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: habis ini mau lanjutin novel yg trbengkalai. bntr lagi tamat ya
total 1 replies
ririn
makin penasarn yg buntuti Raksa n Kalin
ririn
kalin hamil
ririn
sabar Raksa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!