NovelToon NovelToon
Kembali Bersamamu

Kembali Bersamamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Romansa / Cintapertama / Cinta Murni / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Renjanaa

“Aku ingin kita kembali seperti dulu lagi, Alisha. Jangan berpikir untuk meninggalkan aku lagi.” Albiru Danzel berkata dengan sangat lembut ketika memohon pada Alisha.

“Bukannya kamu membenciku, Albi?”

“Mungkin dulu aku benci karena ditinggalkan olehmu, tapi sekarang, aku sadar kalau kehadiranmu jauh lebih aku inginkan.” Alisha Malaika menunduk dengan tangan yang masih digenggam oleh Albiru.

Akankah mereka bisa bersama kembali setelah perpisahan di masa lalu yang sempat merebut kebahagiaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renjanaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 14

Pernikahan Albiru dengan Alisha diadakan sangat mewah, lebih mewah dari pernikahan Naya beberapa waktu yang lalu. Naya juga merasa iri saat Albiru tersenyum bahkan tertawa bahagia bersama Alisha di pelaminan. Arman mengusap pelan punggung putrinya yang saat ini sedang merasa kesal.

“Kamu yang bersedia dengan pernikahan ini, jadi kamu harus lebih sabar dan tabah lagi, Nay. Kalau semisal nanti kamu tidak kuat lagi, kamu harus melepaskan Albiru karena kamu bisa mendapatkan pria yang jauh lebih baik lagi dari Albiru.” Naya langsung menatap tak suka pada ayahnya itu.

“Aku rela dipoligami karena tidak mau berpisah dari Mas Albi, bukan untuk bercerai dengannya.” Naya berkata tegas kalau dia memang tidak ingin berpisah dari Albiru.

“Alisha, kau benar-benar menguji kesabaranku, oke. Aku akan lakukan apa yang menurutku benar selama ini,” batin Naya dengan seringainya.

Seusai pernikahan itu, Alisha dan Albiru memasuki kamar mereka. Kamar yang sudah dipersiapkan Albiru untuk kekasihnya itu. Sedangkan kedua orang tua mereka tengah berbincang di ruang keluarga, hanya keluarga Naya saja yang tidak ada karena mereka segera balik ke Sulawesi setelah acara pernikahan selesai.

Albi membantu Alisha untuk membuka gaun pengantin itu, lalu Alisha membersihkan make up di wajahnya. Albi tak hentinya tersenyum menatap kekasihnya itu, walau mereka sempat terpisah, tapi takdir kembali menyatukan mereka lagi.

“Kecantikan kamu itu sangat sulit untuk diabaikan, Sha. Rasanya tidak melihat kamu, aku gila.” Alisha melirik Albiru dari cermin dan tersenyum.

“Oh ya, bisa banget ya kamu. Gak berubah dari dulu perasaan.” Albiru berdiri dan memeluk istrinya dari belakang.

“Aku mencintaimu, saat ditinggalkan olehmu waktu itu, aku sangat menderita, Sha. Rasanya dunia ini mau runtuh dan aku tidak memiliki harapan bangkit lagi.”

“Ya ya ya, lalu Naya datang dan membuka hatimu kembali.”

“Pernikahan itu adalah sebuah kesalahan, lupakan dia dan kita fokus saja pada pernikahan kita.”

“Di mata dunia, aku ini perempuan kejam yang jahat karena sudah merebut suami orang.”

“Tapi faktanya, kamu adalah perempuan yang direbut kekasihnya.” Alisha membalas pelukan Albiru saat dia memutar tubuhnya menghadap Albiru.

Setelah membersihkan diri dengan baik, Alisha dan Albiru memulai ritual malam pertama mereka dengan saling berbagi cinta dan kasih sayang. Albiru mengambil sesuatu yang sangat berharga dari Alisha dan mereka sama-sama baru melakukan untuk pertama kalinya.

Suara desahan dan lenguhan nikmat memenuhi kamar pengantin baru tersebut. Sementara di kamar Naya, dia tengah mempersiapkan rencana untuk menyingkirkan Alisha dan kali ini lebih halus lagi, tidak boleh gegabah seperti dulu.

...***...

Pagi harinya, Albiru dan Alisha keluar dari kamar dengan kondisi sudah rapi dan segar. Naya melihat jejak cinta di leher Alisha dan Albiru, dia yakin kalau semalam telah terjadi pergulatan panas di antara mereka berdua. Pergulatan yang dia impikan tapi tidak pernah dia dapatkan dari suaminya sendiri.

Di meja makan, Alisha menyapa kedua orang tua dan mertuanya. Irma sudah mengetahui penderitaan Alisha selama ini dari Adipati, dia begitu prihatin dan sepakat untuk ikut membongkar perilaku buruk Naya.

“Nyenyak tidurmu, Nak?” tanya Irma pada Alisha, mereka memang sangat dekat sejak dulu, sama seperti Albiru dekat dengan Ibnu dan Dhevi.

“Nyenyak banget, Ma. Sangat nyenyak,” jawab Alisha lalu melirik dengan seringai ke arah Naya.

Naya menantang lirikan itu dengan menggenggam garpu.

“Ada apa Nay? Maaf ya kalau semalam Albiru aku pinjam. Kita bisa gantian kok, nanti jadwalnya bisa diatur sama Albi,” kata Alisha memanasi istri pertama dari suaminya itu.

“Iya, santai saja.” Naya membalas dengan ketus.

Hari ini kebetulan hari untuk keluarga, mereka semua berkumpul di halaman belakang setelah sarapan selesai. Albiru duduk di samping Alisha tanpa ingin menyentuh Naya sama sekali. Alisha bergelayut manja di lengan Albiru dan jelas membuat Naya semakin panas dan kecewa.

Sedangkan kedua orang tua mereka sibuk membicarakan bisnis masing-masing. Adipati bersedia membangun bisnis berdua dengan Ibnu dan mereka sudah merancang semuanya dengan baik sedangkan Albiru sedari tadi sibuk mengisengi Alisha dengan memainkan rambut istrinya.

“Jangan, Bi. Sakit ih,” gerutu Alisha ketika rambutnya sudah mulai kusut karena ulah Albi.

Albi mendekatkan bibirnya ke telinga Alisha dan berbisik menggoda. “Aku suka liat rambut kamu kusut begini, kayak semalam.”

Alisha tersenyum geli dan menyikut perut suaminya. “Malu ih, kamu ini apa-apaan.”

“Gak usah malu, semalam kita gak ada malunya juga.”

“Albi.” Alisha mempelototi suaminya karena pembicaraan itu semakin melantur kesana kemari dan Alisha juga sudah malu.

Naya menarik nafas dengan dada yang naik-turun. Kekesalannya sudah mencapai level ambang batas, Albi tidak pernah sehangat itu padanya, tidak pernah tertawa selepas itu pula. Terlebih setelah menikah, Albi sama sekali tidak memperhatikan dirinya.

...***...

Sore harinya, Albiru membawa kedua istrinya ke rumah yang baru. Pelayan di sana menyambut dengan hangat.

Albiru menunjukkan kamar untuk kedua istrinya dan keduanya saling berseberangan. Rumah mewah itu sangatlah nyaman dan sesuai dengan kesukaan Alisha.

“Aku suka banget sama rumah ini, Bi. Semua furniture nya sesuai dengan apa yang aku mau dan aku suka, makasih banyak ya.” Alisha memeluk suaminya dan Naya mengepalkan kedua tangan dengan kuat, memang semua furniture di rumah itu tak ada yang sesuai dengan seleranya.

“Mas. Malam ini giliran kamu di kamar aku ya, aku kangen banget sama kamu,” pinta Naya yang membuat pelukan Alisha terlepas dari Albiru.

“I-iya, aku akan tidur sama kamu malam ini.”

“Tapi kamu udah janji bakalan pijit aku, Bi. Masa iya kamu ingkarin sih,” balas Alisha dengan sedikit memberungut.

“Tapi Sha, sekarang itu jadwal aku sama Mas Albi, gak bisa kamu melulu dong.”

“Aku akan pijit Alisha dulu baru setelah itu aku ke kamar nemuin kamu.” Albi menengahi perdebatan kedua istrinya.

Albiru masuk ke dalam kamar Alisha lebih dahulu, dia malah bermesraan dengan istri keduanya.

“Bi, katanya mau pijit aku,” protes Alisha saat suaminya malah rebahan dengan manja di tubuhnya.

“Iya, nanti abis pijit kasih aku kayak semalam ya.”

“Kenapa kamu jadi mesum gini sih?”

“Mesum sama istri sendiri gak masalah, santai aja.” Alisha tertawa sampai terbahak mendapat jawaban itu, dan Naya dari kamar seberang bisa mendengar tawa bahagia itu.

Albiru membantu Alisha melepaskan bajunya hingga Alisha tidak mengenakan sehelai benangpun. Albiru mengusapkan minyak urut pada Alisha dan mulai memijat istrinya itu. Sangat indah tubuh Alisha di matanya, terlebih lagi dia sangat mencintai perempuan itu.

Setelah sesi pijatan selesai, Albiru mengambil ancang-ancang hendak menerkam istrinya. Dia mulai mencumbu Alisha dan berakhir pada hubungan panas yang membuat keduanya lelah dan butuh istirahat.

Albiru sampai tertidur di dalam pelukan Alisha dan tidak ingat kalau dia harus berada di dalam kamar Naya malam ini. Sementara Naya sudah menunggu kedatangan suaminya dan siap menyambut Albiru dengan gaun tidur yang menggoda.

1
Mediterina
Albiru mah bisa dipercaya ueiy
Yeyen Niri
Dafrina dafrina, sepupu tiri geh byk gaya, naya aja kalah apalagi lo
Annissa Riani
Untung Albiru cintanya amat besar buat Alisha ya
Rina Meylina
habis naya terbitlsh dafrina
Anita Lare
Mampos aja si naya
Veer Kuy
Baik banget albi ngutamain alisha selalu
Syifa Mahira
Cemen banget si Rafi pas depan Albiru/Slight/
Mediterina
Rafi langsung ciut berhadapan sama Albi/Facepalm/
Yeyen Niri
Jujur puas bnget sama apa yg dituai naya sama rafi🤣
Annissa Riani
Albiru menyala, polisi lambat dia cepat
Rina Meylina
Albiru gerak cepat dia💪
Rina Meylina
Naya bertindak gk pake otak
Anita Lare
Nah kenak juga kau rafi, mana adikmu udh gila dipenjara
Anita Lare
Emg gk bisa dibiarkan si naya sama rafi ini, udh keterlaluan
Veer Kuy
Rafi Rafi, lain kali klau bertindk yg pinter dikit dong🤣
Veer Kuy
naya ini gk ada kapoknya ya bikin ulah/Hammer/
Betty Tur
Gak ngerti lgi sama si Naya🤣
Roza Yuka
Lagian Naya mancing emosi bnget
Radeya Yefol
Dia mah semua tubuh Alisha hafal bnget
Timivo
Dia cinta ama alisha doang, mending lu mundur Nay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!