Lusiana mengakhiri hidupnya karena sangat kecewa dengan Sang Mama yang tidak pernah mengerti akan perasaannya.
Lusiana mengira setelah kematiannya adalah akhir dari rasa sakitnya, tetapi, justru arwah yang penuh luka dalam dendam itu membawanya harus terjebak di dalam boneka.
Lusiana yang berada di dalam boneka memuaskan dendam dan mencari siapapun yang pantas mendapatkan hukumannya.
Lusiana, dialah boneka yang akan menghasut siapa pemiliknya untuk melakukan kejahatan.
Cerita ini hanya fiktif, bagi yang menyukainya, jangan lupa untuk like dan komen setelah membacanya, ya.
Dukung karya author, ya. 💙
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amarah Yang Kembali Membara
Lusiana memalingkan wajahnya, meninggalkan Rima begitu saja dan Rima dibantu oleh orang-orang yang ada di sekitar.
"Siapa dia, aku sama sekali tak mengenalnya," kata Rima dalam hati, setelah itu, Rima mengucapkan terima kasihnya pada yang sudah membantu, setelah itu, Rima melanjutkan langkah kakinya.
****
Setelah mendapatkan wajah baru, Lusiana pergi ke rumah sakit jiwa, ia menjenguk Adele yang selalu memeluk boneka, terlihat wajahnya pucat, rambut yang mengembang dan berpakaian putih.
Lusiana menggelengkan kepala.
"Kalau kamu berpikir sebelum bertindak, mungkin semua tidak akan seperti ini," kata Lusiana dalam hati.
Dan Adele yang berada di kamarnya itu terus menatap kearah Lusiana yang berdiri di balik pintu.
Adele melihat dari celah pintu dan seketika Adele melepaskan bonekanya, Adele bangun dari duduknya dan segera mendekat ke arah Lusiana.
Adele mengenalinya dari cara menatapnya yang sama sekali tidak berubah.
"Lusi," lirih Adele seraya mengulurkan tangan ingin menyentuh wajah Lusiana dan Lusiana yang tanpa mengatakan apapun itu pergi.
"Lusi!" teriak Adele dan Lusiana sama sekali tak menoleh.
"Aku membencimu, tetapi, aku tak mampu untuk membawamu ikut bersamaku," kata Lusiana dalam hati.
****
Setelah melihat Adele, amarah Lusiana kembali membara dan Lusiana melampiaskannya dengan menghabisi Bram yang tengah berbaring di brangkar.
Lusiana yang telah belajar dari masa lalunya itu meninggalkan tubuh barunya di toilet dan Lusiana yang tak kasat mata itu masuk dengan cara menembus pintu ruangan Bram.
Lusiana melepaskan selang oksigen Bram sampai pria itu sesak nafas dan mulai kehabisan nafas.
****
Di toilet, wanita itu bangun dan merasa sekujur tubuhnya amat sakit, ia juga merasa pusing.
"Aku di mana?" tanyanya pada diri sendiri, lalu, wanita yang sekarang penampilannya terawatnya itu bangun dari duduknya.
Ia menatap pantulan dirinya di cermin toilet dan merasa heran karena banyak yang telah berubah.
Lalu, Lusiana yang kembali ke toilet itu segera masuk ke tubuh wanita itu dan di saat itu juga, Lusiana bertabrakan dengan Karin.
Ya, Karin datang untuk menjenguk Bram.
Wanita itu pergi tanpa mengucapkan kata maaf dan Karin menggeleng.
Singkat cerita, sekarang, Karin sudah berada di depan ruangan Bram dan terlihat banyak orang yang berseragam putih dan biru keluar masuk ke ruangan tersebut.
Karin bertanya apa yang terjadi pada salah satu perawat dan perawat itu menanyakan hubungan Karin dan Bram.
"Saya anak angkatnya," jawab Karin dan perawat pun memberitahu kalau Bram telah tiada.
Karin terdiam..
Setelah beberapa detik kemudian, Karin masuk, ia ingin melihat Bram untuk yang terakhir kalinya.
Setelah proses memandikan dan menyolati, sekarang, Karin dan Arion ikut ke pemakaman.
Dan di perjalanan pulang, Karin merasa kalau Lusiana masih mengincar semua targetnya.
"Kenapa kamu selalu menyangkut pautkan kematian seseorang dengan Lusiana?" tanya Arion seraya tetap fokus mengemudi.
"Kemarin, aku menjenguknya dan dia masih baik-baik saja, lalu, kenapa semua tiba-tiba?" tanya Karin seraya menatap Arion.
Karin sedikit merasa sebal karena Arion tak mempercayainya dak Karin merasa kalau keduanya tidak sehaluan. Karin memilih untuk diam dan Arion yang menyadari sikap dingin Karin itu mencoba mencairkan suasana.
"Kamu lapar?"
Dan Karin tak menjawab pertanyaan itu.
Lalu, Arion mengemudi menggunakan satu tangannya karena satu tangannya lagi ia gunakan untuk menggenggam tangan Karin.
"Iya, aku percaya sama kamu, ku minta maaf," kata Arion seraya sesekali melirik Karin.
Karin melepaskan tangan Arion. "Percuma juga minta maaf kalau sama sekali tidak percaya," kata Karin yang kemudian bersedekap dada.
Arion terdiam dan karena Arion bukan tipe pria romantis, ia tidak tau harus berbuat apa untuk menyenangkannya yang Arion tau adalah diam supaya tidak memancing kemarahannya.
****
Di gedung kosong, Lusiana tertawa terbahak-bahak setelah berhasil menyingkirkan Bram.
"Kamu pikir kamu siapa, berani sekali membakar ku, sialan!" kata Lusiana yang kemudian duduk di sofa usang, sofa itu ia pungut dari tempat sampah dan ia gunakan untuk menjadi tempat tidurnya, tepatnya, tempat tidur tubuh yang Lusiana rasuki.
Setelah kematian Bram, itu belum membuat Lusiana puas, ia masih sakit hati dengan Rima yang mengatainya hanya boneka.
"Ibu, lihatlah, aku sekarang bukan hanya boneka," kata Lusiana seraya bangun dari duduknya, ia memperhatikan wujud barunya sampai ke ujung kaki.
****
Karin mendapatkan undangan dari pengacara Bram dan Karin pun datang, di sana sudah banyak yang menunggu termasuk keluarga Bram yang lainnya.
Karin sendiri tidak tau atas apa dirinya diundang dan Karin merasa sedikit heran karena namanya ada di surat wasiat Bram.
Ya, Bram membuat wasiat itu sesudah menikah dengan Laila dan Bram yang memang tulus mencintai Laila dan Karin tak membedakan bagiannya dengan bagian Alexia.
Keluarga besar Bram tidak menyukai itu karena pernikahan keduanya berjalan sangat singkat.
Tetapi, bisa apa saat surat wasiat itu sudah bicara.
Dan Karin yang masih bingung menceritakannya pada Arion, pria itu menyarankan pada Karin untuk menerima pemberian ayah tirinya.
****
Di rumah Rima, ia pamit pada Ibunya untuk menjemput Oki yang sudah diperbolehkan pulang dan Ibunya mengiyakan.
Rima yang keluar dari rumah itu melihat wanita yang kemarin sengaja melukainya dan wanita itu sedang berjalan di luar pagar rumah Rima.
Rima merasa aneh dengan wanita itu, lalu, Rima mengejarnya dengan berjalan sedikit cepat.
"Kamu," Rima memanggilnya dan Lusiana terus berjalan seolah tak mendengar panggilan itu.
Rima yang belum dapat berlari karena insiden waktu itu kehilangan jejak. Rima segera menghubungi Karin.
Seraya berjalan ke arah jalan raya, Rima menceritakan wanita itu dan Rima meminta pada Karin untuk datang karena Rima khawatir dengan Syahnaz dan Ibunya.
Karin mengiyakan dan Arion mengantarkannya, sesampainya di rumah Rima, Arion harus kembali bekerja dan Arion berpesan, "Segera hubungi aku jika membutuhkan bantuan!"
Karin mengiyakan dan mengucapkan terima kasih dan selama Karin menjaga Syahnaz, tidak ada apapun yang terjadi.
Lalu, setelah Rima dan Oki pulang, Karin harus pergi karena Karin harus bertemu dengan teman-temannya.
****
Karin dijemput oleh Dania dan sekarang, mereka menjemput Fara yang sudah menunggu di depan tokonya.
Beberapa waktu kemudian, sekarang, Karin dan semua sudah berkumpul di rumah Dania.
Hanya rumah Dania yang dianggapnya tepat karena rumah itu sepi, Ibu dan Ayah Dania sangat sibuk bekerja.
Lalu, Dania mengeluarkan boneka jailangkung dari kotak yang sudah beberapa tahun ini ia kunci.
"Kalian siap?" tanya Dania seraya menatap Karin dan Fara.
Karin dan Fara menarik nafas, kemudian mengangguk.
Ya, Karin ingin memastikan pada Arion yang tak mempercayai ucapannya tempo lalu, Karin ingin mengundang Lusiana dan bertanya apa yang membuatnya gentayangan.
Berjalan lancarkah atau justru petaka yang akan didapat?
Jangan lupa like dan komen, ya, all. Vote gratis/giftnya juga.
Jangan lupa difavoritkan supaya tidak tertinggal update terbarunya. ☺
Thanks 🙏
kunti pula,lain perangai kok suka anak manusia...tpi untung bisa di atur juga...menurut orgtua2...kunti klo di paku cantik amat.....gimana klo kunti laki2 pasti ensome ya thor...🤣🤣
gimana menghapus kn lusi itu....gercep amat...brandal loh
jgn kmu coba2 lepas kn kalung cincin itu cilla...klo nggk mau kluarga mu mampus oleh lusi...dgn kau sekali mampus lohhh...
ada aja kelakuan.ny..
buruan cariin..