NovelToon NovelToon
Aku Kembali Ayah!

Aku Kembali Ayah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Action / Romansa / Fantasi Wanita / Konflik etika / Balas Dendam
Popularitas:63.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Aruna Putri Rahardian harus menelan pil pahit ketika ayahnya menuduh sang ibu berselingkuh. Bahkan setelehnya dia tak mengakui Aruna sebagai anaknya. Berbeda dengan adiknya Arkha yang masih di akui. Entah siapa yang menghembuskan fit-nah itu.

Bima Rahardian yang tak terima terus menyik-sa istrinya, Mutiara hingga akhirnya meregang nyawa. Sedangkan Aruna tak di biarkan pergi dari rumah dan terus mendapatkan sik-saan juga darinya. Bahkan yang paling membuat Aruna sangat sakit, pria yang tak mau di anggap ayah itu menikah lagi dengan wanita yang sangat dia kenal, kakak tiri ibunya. Hingga akhirnya Aruna memberanikan diri untuk kabur dari penjara Bima. Setelah bertahun-tahun akhinya dia kembali dan membalaskan semua perlakuan ayahnya.

Akankan Aruna bisa membalaskan dendamnya kepada sang ayah? Ataukah dia tak akan tega membalas semuanya karena rasa takut di dalam dirinya kepada sangat ayah! Apalagi perlakuan dari ayahnya sudah membuat trauma dalam dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Kembali Ayah! 18

Braaaakkk

Aruna sepertinya sudah tak kuat dan tak punya tenaga lagi untuk bertarung. Sehingga membuat dia jatuh pingsan. Edwin yang sudah berhasil melumpuhkan Bruno segera berlari dan melihat keadaan Aruna.

"Urus si Bruno dan anak buahnya! Bawa mereka semua ke markas kita!" perintah Edwin kepada Ramon yang tak jauh darinya.

"Aruna!" panggil Edwin.

Dia mencoba menepuk-nepuk pipi gadis yang sudah terdapat beberapa lu-ka le-bam di kedua pipinya. Edwin segera menggendong tubuh lemah Aruna dari sana dan membawanya ke mobil karena Aruna tak kunjung mau sadar dan membuka matanya. Mereka pulang ke markas dengan membawa kemenangan. Dalam pertempuran pasti ada saja korbannya. Dan begitupun di anggota mereka ada dua orang korban te-was dan selebihnya mengalami lu-ka.

Mereka semua mendapatkan perawatan dari dokter dan perawat khusus yang bekerja untuk mereka. Dan juga beberapa orang yang memang belajar maslaha medis dasar. Hal itu berguna untuk mereka di saat darurat.

"Bagaimana keadaan Aruna dok?" tanya Edwin yang terlihat khawatir.

"Dia akan segera sadar. Dan semua lu-kanya sudah di obati. Termasuk lu-ka di punggung yang masih belum kering kembali mengeluarkan cairan merah. Mungkin karena dia terkena pukulan lagi," jelas Dokter.

"Lu-ka di punggung? Lu-ka apa?" tanya Edwin bingung karena selama ini dia melihat keadaan Aruna terlihat baik-baik saja tanpa memperlihatkan kalau dirinya terlu-ka. Bahkan berlatih seprti biasa.

"Seperti lu-ka cam-bukan. Ada beberapa bekasnya juga kemungkinan lu-ka sekarang bukan yang pertama," jelas dokter membuat Edwin hanya menatap gadis kecil itu yang sedang di obati lu-kanya oleh perawat.

"Baik dok!" jawabnya.

Aruna masih terlelap, wajahnya terlihat sangat tenang namun menyimpan kelelahan. Gadis sekecil itu harus ikut betarung demi bisa keluar dari situasi yang dia sebut sebagai neraka.

"Bagaimana keadaan Aruna bang?" tanya Ramon mendekat setelah semua lu-kanya di obati.

"Kata dokter, dia kelelahan," jawabnya.

"Aku tak heran, apalagi dia masih kecil dan harus bertarung dengan mereka yang sudah terbiasa seperti kita. Tapi aku salut karena dia bisa bertahan sejauh ini. Tak mudah bagi anak sekecil dia. Malang sekali jadi Aruna, menjadi anak orang kaya dan sekaligus Pimpinan kita tak menjamin membuatnya hidup bahagia selayaknya anak seumuran dia! Bahkan dia tak di akui ayahnya sama sekali!" jawab Ramon.

Edwin tak menjawab sama sekali ucapan Ramon. Dia hanya diam menatap Aruna yang masih betah tertidur. Mereka membiarkan Aruna untuk istirahat, sepertinya dia memang butuh tidur yang banyak. Kurang istirahat karena harus sekolah dan juga latihan setiap malam.

"Kamu sudah bangun? Nyenyak sekali tidurmu!" kekeh Edwin yang duduk di kursi sebelah ranjang Aruna.

Sambil menenteng gelas berisi kopi hitam yang masih terlihat mengepul. Sedari tdi dia menunggui Aruna di sana. Dia juga mendengar beberapa kalimat yang membuatnya bertanya-tanya. Aruna sepertinya bermimpi buruk, entah mungkin itu adalah semua perasaan yang berada di bawah alam sadarnya.

"Jam berapa ini bang? Aku harus sekolah!" tanya Aruna bangkit dan menyibak selimutnya.

"Memangnya sejak kapan hari Minggu sekolah?" tanya Edwin menaikkan sebelah alisnya.

"Loh sekarang hari Minggu?" tanya Aruna yang baru tersadar.

"Hem, istirahat lagi..kau butuh istirahat, nanti Ramon bawakan sarapan untukmu!" jawab Edwin bangkit dari duduknya setelah memastikan keadaan Aruna baik saja.

"Ck! Aku nggak lumpuh dan bukan jompo Om. Aku bisa ke sana sendiri dan mengambil makananku!" jawab Aruna yang memang tak pernah mau di kasihani.

"Baiklah! Kalau begitu bangun, sarapan dan minum obatnya. Memang kamu mau besok ke sekolah dalam keadaan bonyok seperti itu?" jawab Edwin yang sedikit demi sedikit mulai memahami gadis yang seusia dengan adiknya itu.

"Iya Om. Bagaimana hasilnya? Apa kita berhasil menang?" tanya Aruna.

"Iya, kita sudah berhasil menang. Sore nanti Tuan Bima akan kesini, maka dari itu sebelum dia datang gunakan kesempatan untuk beristirahat!" jawab Edwin membuat Aruna menatap pria yang sekitar berumur tiga puluh awal.

Aruna bangkit dan melangkahkan kakinya pergi dari kamar yang di khususkan untuknya. Edwin menempatkan Aruna di kamarnya dan tak di tempat khusus untuk pengobatan seperti yang lain. Hal itu dia lakukan selain karena Aruna adalah anak dari pimpinannya. Aruna juga satu-satunya wanita di sana.

"Om Ramon yang masak?" tanya Aruna saat melihat ada makanan di meja tang biasa mereka gunakan untuk berkumpul.

"Jadi kamu pikir siapa? Di sini kita harus mandiri, kalau lapar ya masak sendiri. Sudah jangan banyak tanya, cepat makan biar kamu cepat besar!" jawab Ramon membuat Aruna mencebikkan bibirnya.

"Lumayan!" jawab Aruna saat menyuapkan makanan.

"Astaga! Cuma lumayan! Ini adalah makanan terbaik yang pernah aku buat tahu!" jawab Ramon tak terima.

"Iya ini lumayan enak sekali," dengar dulu sampai akhir, Om! kebiasaan deh suka potong-potong!" jawab Aruna membuat Ramon tersenyum lebar dan suka sekali jika makanannya di puji.

"Makan! Nggak usah berisik!", tegur Edwin.

"ck! Kamu tak pernah memuji masakan aku, Bang!" protes Ramon.

"Yang terpenting aku selalu menghabiskan makanannya. Mau enak atau tidak!" jawab Edwin membuat Aruna menatap bergantian kedua pria yang ada di depannya.

Aruna merasa memiliki teman saat berada di markas. Walau mereka berusia lebih tua darinya, tapi mereka begitu menghargai dia dengan segala kekurangan yang dia miliki. Markas ini selain tempat yang aman untuknya, juga merupakan tempat yang nyaman. Aruna kembali beristirahat setelah meminum obat, dia tak mengeluh sama sekali kepada keduanya. Padahal saat ini badannya demam dan seluruh tubuhnya terasa ringsek. Dan benar kata Edwin, dia sedang butuh istirahat.

Edwin terlihat menatap pintu kamar Aruna yang tertutup dari tadi. Entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini. Tapi perkataan dokter membuatnya kepikiran.

"Apa Tuan Bima selama ini menyik-sa kamu seperti itu? Bahkan bukan hanya melakukan latihan pisik selama ini? Tapi kenapa? Bukannya kamu adalah anak kandungnya? Hasil tes DNA juga jelas kalau kamu anak kandung Tuan Bima. Lalu apa alasannya?" seru Edwin sedikit bingung dengan yang di lakukan oleh pimpinannya.

1
Muft Smoker
gmn yx reaksi si kakek tua bin keladi mahardika klo Tau sister putri tu cucu yg Selama ini dy cari ,,
sedangkn sister putri ny udh gx da ,,
pasti syik syak syok smpe ke ubun2 tuuuh ,, 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
nely_48
teu sabar nunggu kakek tua mahardika lumpuh n sekarat
Ambu Rinddiany Thea: ish ish ish kejam nya ya anda 😭
total 1 replies
Baek chanhun
next thort ❤️💪
Cicih Sophiana
hadeh aki aki kok gak sadar juga... apa kurang siksaan dari anak tiri mu.. kapan mo sadar nya sih aki aki ini di kasih umur panjang untuk sadar ki biar ngurangin dosa...
nely_48
tah lbh baik kau nurut perintah s sandy, biarkan obat pelumpuh syaraf itu menyiksa s tua bangka ga sadar diri biar cpt maot
Yam_zhie: bener kan 🤣
total 1 replies
Allea
udahlah jgn terlalu dibuat santay thor drngan hal sepele dengan urusan wanda n geng satset aja kebalas dendam aruna 😁
Yam_zhie: iya akak nanti pindah season 2 yang sat set nya ya
total 1 replies
partini
dih tua Bangka karma mu belum lah
kamu yg berbuat masa ankmu juga sama ga fair,
tapi sekarang ga gitu kayanya secara di depan mata ku yg berbuat dia yg kena karma sendiri Al Fatihah untuk nya semoga di ampuni segala perbuatannya yg tidak baik Aamin
Yam_zhie: bahkan sampai di siksa kan😭
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
hadeeeeeeeeeh , aki aki teh nya kalah ngacapruk kamana karep wae ath , naon hese na menta maaf ath bari ngobrol jg tembok lain ie mah nyesel2 eeeeh ujung2na pikasebeln deui ngomngna teh
Ambu Rinddiany Thea: sungguh terlalu
total 6 replies
Cicih Sophiana
mengurus perusahaan dari mana?yg ada jg menggerogoti dan memindahkan aset ke milik nya...
Yam_zhie: tau dah tuh nenek sihir 🤣
total 1 replies
Cicih Sophiana
rasain kalian... benalu klo di potong ya begitu... lama lama kan akan mati juga..
Yam_zhie: di buang terus di bakar 🤣
total 1 replies
Wulan Sari
wanda wanda ngurusi perusahaan sambil korup ya 🤦🏻‍♀️,gitu kok mengembangkan perusahaan sadar dong, ayo biyar kapok singkirkan sj semua,... lanjut Thor semangat 💪 salam 👍❤️🙂🙏
Yam_zhie: maksih kaku Udha baca karya othor 😘
total 1 replies
nely_48
kasih sianida n hengrim buat Wanda n the gank,,,
Yam_zhie: nanti kudu di peletak kepalana🤣
total 1 replies
Cicih Sophiana
jgn di kasih kan Aruna... sejelek nya pak Mahardika itu kakek kamu yg sekarang sdh menyesal dan mencari ibu mu dan kamu cucu nya... klo Mahardika meninggal keenakan mereka mengambil semua harta nya...
Ambu Rinddiany Thea
harta te ngajami sagalana bahagia , lier loba harta tp te bisa adil te guna ,
Yam_zhie: ups 🤐
total 3 replies
nely_48
nyawa udh d ujung tenggorokan br mengalihkan harta untuk anak n cucu kandung,, makin cepet mati az kau kakek mahardika,,
Yam_zhie: jangan cepet-cepet biar ngerasain sakit hati anak-anak dan cucunya 😭
total 1 replies
partini
si kakek dapat tekanan batin kapan ini thor menunggu ini
partini: ok this mantappp 👍👍👍👍
total 2 replies
nely_48
pancing trs, umpan bom atom dmn² ,kpn waktu siap meledak maka boooooom , hancur semua..Good job runa 😍😍
Ambu Rinddiany Thea
obatnya jadikan senjata makan tuan buat semuanya runa kecuali kake mu jagang kou kasihkan , obatnya buat keluarga s sandy the geng aja biar pada ngerasain tuh efek dr obat nya itu . biar bagaimana pun dia kake kandungmu .
Ambu Rinddiany Thea: ke urg d gorowoken na seeng teh
total 4 replies
nely_48
Thor bs ga sih dewi n Kanaya kecelakaan mobil trs cacat, biar ngurangin org² modelan mrk ini
Ambu Rinddiany Thea
pd sekali kalian ya , heloooo mama vilolet mana mau kenal sama kalian mama violet udh punya pawang nya , paling2 kalian mah bakalan d jeblosin ke kandang harimau smaa mama violet ..
Ambu Rinddiany Thea: /Facepalm//Facepalm/
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!