NovelToon NovelToon
Ketika BERONDONG Jatuh Cinta

Ketika BERONDONG Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Duda / Cinta Terlarang / Nikahmuda / CEO / Tamat
Popularitas:142.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Natalie Ernison

"Aku tidak peduli! Apakah salah jika aku menyukaimu?" tegas Edrick dengan tatapan yang begitu lekat.

"Edrick, aku telah bersuami. Kau jangan berpikir gila!"

"Yah, aku memang sudah gila. Aku gila dengan perasaanku yang sudah jatuh cinta padamu, sejak saat kau marah padaku."

Ead baru saja mengertahui, wanita yang ia kagumi sejak pandangan pertama telah memiliki suami. Sungguh hal yang tidak mungkin bagi Eadrick , untuk dapat memiliki wanita tersebut.

Mungkinkah,perasaan itu hanyalah sebatas rasa kagum sesaat, ataukah benar-benar cinta sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Natalie Ernison, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria yang dikagumi

“Ketika BERONDONG Jatuh Cinta 2”

Author by Natalie Ernison

~ ~ ~

“Ibu.. maafkan aku bu…” isak Mr. El, sembari berlutut di kedua kaki Nenek Ze.

Nenek Ze menatap Mr. El dengan tatapan penuh amarah, dan duka lamanya yang seakan muncul kembali.

“Ibu… kumohon bu..” Mr. El meraih kaki milik Nenek Ze, dan terus memohon padanya.

Saat sedang seperti itu, Edrick pun kembali pulang. Melihat situasi yang penuh derai air mata itu.

“Apa yang kau lakukan pada Nenek!” Edrick menarih Nenek Ze ke dalam dekapan tangannya, lalu mendorong Mr. El dari Nenek Ze.

“K-kau.. apakah kau anakku bersama Rebeca..” ucap Mr. El lirih.

“Jangan pernah sebut nama anakku! Kau pengacau! Pergi!” Usir NenekZe, dan menarik tangan Ead menuju ke dalam kediaman mereka.

………

Nenek Ze mencengkeram dadanya, dan menahan segala sesaknya. Melihat keberadaan Mr. El sungguh membuatnya semakin terluka karenanya.

“Nek, apakah itu ayahku?” Tanya Ead.

Nenek Ze menatap Ead, dan mencengkeram kedua tangan milik Ead. “Mereka tidak boleh merebut cucuku! Tidak, aku tidak akan membiarkan keluarga terkutuk itu mengusik kehidupan keluargaku!”

Ead beranjak dari tempat duduknya, hendak menemui Mr. El yang masih setia menanti mereka menyambut kehadirannya.

“Edrick! Jangan tinggalkan nenek..” Nenek Ze terlihat frustasi malam itu.

Ead menyentuh wajah sang nenek, dan meyakinkan sang nenek bahwa ia akan tetap bersamanya. “Aku akan selalu bersama nenek.”

Setelah memberikan ketenangan pada Nenek Ze, Ead bergegas untuk menemui ayahnya.

Baru saja Ead membuka pintu, Mr. El berdiri dari kursi yang saat ia tempati.

“Maaf, paman. Kurasa masih ada hari esok untuk membicarkan semuanya. Nenekku butuh waktu yang tepat.” Ucap Ead tenang.

“Kau.. kaukah anak Rebeca.. kau masih hidup.. k-kau..” ucap Mr. terbata.

“Maaf paman, kita tidak saling mengenal. Jadi, kurasa paman salah orang.”

“Tidak, aku telah menyelidiki semuanya.. kau..”

“Lebih baik paman segera pulang.” Ead berbalik, melepaskan cengkeraman tangan Mr. El, hal itu membuat Mr. El terjatuh.

“Tuan El, tuan!” Para asisten dengan sigap membantu sang tuan mereka.

Ead mengeraskan hatinya untuk tidak berbalik. “Tolong kalian pergilah! Kalian dapat mengganggu kenyaman orang-orang di sini!” Tegas Ead, lalu meutup pagar kediamannya.

Mr. El sangat sedih, karena Ead terlihat belum mengenalnya dan mengetahui siapa dirinya. Walau sesungguhnya, Ead sudah terlebih dahulu mengetahui segalanya. Akan tetapi, untuk saat ini Ead ingin ayahnya sungguh-sungguh merenungi kesalahannya.

“Tuan, lebih baik kita pulang. Mungkin tuan muda Eadrick benar, masih ada hari esok.” Bujuk sang asistennya.

Mereka pun kembali pulang, dan menanti waktu yang tepat untuk saling bicara dari hati ke hati.

***

“Perusahaan XX”

Ead kini bekerja di sebuah perusahaan teknologi Internasional. Posisinya pun sudah cukup bagus untuk ukuran pegawai baru.

Duduk, sembari memainkan bolpoin yang sedang berada di tangannya.

“Selamat siang, senior Edrick Zearch. Ini adalah dokumen yang harus anda periksa.” Ucap saalah seorang pegawai wanita, yang merupakan junior dari Ead.

“Letakkan saja, aku akan segera periksa.” Ucap Ead cuek, sama seperti sikap biasanya.

Para wanita yang bekerja di perusahaan dengannya, tidak sedikit yang sudah sejak awal mengagumi sosok Ead. Sosok yang sedikit cuek dengan wanita, namun peduli dengan sesame. Ead si pria yang sulit untuk jatuh cinta pada wanita.

Menjelang sore, Ead menghadiri rapat pertemuan ditemani oleh seorang junior yang dipercayakan sebagai tangan kanannya.

~ ~ ~

“Shynie, aku hanya membutuhkan pendampinganmu saat akan presentasi. Setelahnya, kau bisa pulang.” Ucap Ead, saat keduanya sedang berada di dalam mobil yang sama. Duduk bersampingan, dan Ead masih saja sibuk dengan iPad miliknya.

“Tidak masalah, Senior Edrick. Aku akan menunggu di ruang tunggu.” Ucap wanita yang bernama Shyne dengan tersenyum ramah.

“Baiklah, jika itu tidak masalah untukmu.” Ead terlihat sibuk dengan iPad miliknya, tentu saja dengan berbagai pekerjaannya.

Shyne, ialah seorang gadis yang baru saja menyelesaikan pendidikan manajemennya. Ia pun dipercayakan untuk membantu segala kebutuhan Ead saat ini.

***

Hotel BX

Selama rapat berlangsung, Shyne tetap setia menunggu Ead hingga selesai. Sembari melukis wajah seseorang di sebuah buku gambar mini miliknya. Shyne sangat gemar melukis, hal itu ia lakukan di mana saja dan kapanpun.

Saat ini, Shyne sedang melukis seorang pria yang terliaht berdiri di tepi danau dengan posisi membelakangi.

“Apakah senior Edrick telah memiliki kekasih, ataukah wanita yang telah ia cintai..” Shyne mulai membayangkan Ead di pikirannya.

Kembali melukis sosok pria yang tak diperlihatkan wajahnya. Shyne tersenyum lembut, dan terus melukis dengan kelincahan tangannya.

“Shyne, kau sudah makan malam?” ucap Ead secara tiba-tiba. Shyne bahkan menjatuhkan buku gambar mini miliknya, karena terkejut dengan kehadiran Ead.

“Ah, belum senior!” Pekik Shyne.

“Maaf, apakah aku mengejutkanmu?” Ead meraih buku gambar milik Shyne, tanpa mempedulikan isi dari buku gambar tersebut.

“Kita akan makan terlebih dahulu. Karena, nenek akan sangat mencemaskanku jika terlambat pulang.”

“Baik senior,” Shyne tidak pernah merasa bosan saat bersama dengan Ead.

***

Keduanya pun menyempatkan diri untuk makan malam bersama, tepatnya di ruang makan bersama. Tak banyak suara diantara mereka berdua. Ead fokus dengan makanan miliknya, begitu pula dengan Shyne.

Namun, Shyne tidak sepenuhnya fokus dengan makanan miliknya. Ia hanya malu dan ada rasa sedikit canggung untuk memulai pembicaraan.

“Shyne!” Ucap Ead, membuyarkan lamunan Shyne.

“Yah, senior!” Shyne lagi-lagi didapati sedang melamun.

“Apakkah kau sedang memikirkan sesuatu hal?”

“Tidak senior, aku hanya kagum dengan keindahan dekorasi tempat ini.”

“Benarkah! Kau menyukainya?” Ead pun menatap sekelilingnya.

“Yah, senior. Hal ini mengingatkanku dengan mendiang ibuku.” Wajah Shyne terlihat sedikit sendu setelah mengatakan hal itu.

“Apakah ibumu suka dengan dekorsi seperti ini?”

“Tepatnya, ibuku adalah seorang pesuruh saat akan mendekorasi suatu tempat, senior.” Shyne tersenyum sendu.

Ead terdiam sejenak, saat mendengar ucapan dari Shyne. Ead tahu, jika Shyne sama sepertinya, bekerja keras demi sebuah impian.

“Ini sudah cukup malam. Sepertinya, kita harus kembali. Ayahmu akan mencarimu.” Ucap Ead.

“Baik senior.”

Setelah menyelesaikan makan malam, Ead bergegas untuk mengantarkan Shyne kembali pulang.

***

Ead mengantarkan Shyne hingga tiba di depan gang kecil. Shyne memintanya agar memberhentikan mobil, tepat di depan gang menuju kediamannya.

“Terima kasih, senior. Sampai jumpa besok.”

“Gang ini cukup sepi, aku akan menemanimu hingga ke dalam.” Ucap Ead, lalu berjalan di samping Shyne.

“Ah, maaf jika merepotkan.” Shyne terlihat gugup saat sedang berjalan bersama Ead.

“Tidak masalah. Apakah kau tinggal sendiri?”

“Kediaman Keluarga Shyne”

“Aku tinggal bersama ayahku. Itu ayahku, senior.” Shyne memberikan salam hormat pada ayahnya, yang sudah duduk di depan terasa rumah kecil dan cukup tua.

“Ayah, ini adalah senior Edrick. Kami baru saja kembali dari rapat.”

“Selamat malam, paman.” Sapa Ead dengan tersenyum.

Ayah Shyne hanya tersenyum dan berusaha untuk berbicara namun suara tak jelas terdengar.

“Ayahku berterima kasih padamu, senior.” Ucap Shyne.

Shyne

Ead baru menyadari, jika ayah Shyne lumpuh dan tidak dapat berbicara dengan benar. “Yah, paman. Aku akan segera pulang. Selamat malam..” Ead bergegas kembali.

~ ~ ~

“Sudahkah ayah makan, malam ini?” Tanya Shyne, ayahnya mengangguk.

Shyne mengeluarkan dua buah roti panggang yang ia bawa dalam tas miliknya.

“Kakak membawakaan makanan?” Tanya salah seorang adik lelakinya yang masih kecil, usia kisaran delapan tahun.

“Sem, kakak Shyne baru saja kembali. Jangan seperti itu!” Ucap salah seorang kakak lelaki Shyne, sembari mendorong kursi roda milik ayah Shyne.

“Tentu saja, ini untukmu dan ayah.” Shyne terlihat tersenyum pada adik laki-lakinya.

Setelahnya, Shyne membantu sang ayah untuk kembali ke kamar milik ayahnya.

…….

“Hari yang melelahkan, Shyne?” Tanya kakak lelakinya.

“Yah, cukup melelahkan kak..” jawab Shyne sendu, dan baru saja selesai membersihakn diri.

“Istrahatlah, biar aku yang menemani ayah malam ini. Aku akan sambil mengerjakan pekerjaanku.” Ucap kakak lelaki Shyne.

Shyne akhirnya dapat beristirahat dengan baik, dengan adik bungsunya, yang juga tidur di samping kasur miliknya.

Sebelum tidur, Shyne kembali menulis sesuatu di dalam buku diary miliknya.

“Ibu, hari ini aku sangat bahagia. Karena aku bisa bersama-sama dengannya..” Shyne tak hentinya tersenyum, tatkala mengingat sosok Ead.

********

1
Windy Artika
udah lama g baca karyamu kak natalie ,akhirnya ada yg up 😁
Natalie Ernison: hehe ia kak, semoga terhibur y🤗
total 1 replies
Lovely
Awal yg menarik 😍👍👍
Fida Bunda Nino
visualnya ead menggetar kan
Mahrita Sartika
mampir lgi
Trimakasih Handayani
tumben kak ceritamu yg ini kurang greeget kaya crita2 yg sblumnya....😆 smngat lagi kak...
Trimakasih Handayani
padahal di bab sblumnya diceritakan rav udah cinta m seseorg bukan qiana..tapi kok disini mlah sama qiana..🤔🤔🤔
Trimakasih Handayani
ada slah ketik itu thor sharusnya yg datamg kan rev...bukan edrick...😆
Trimakasih Handayani
waah gagal paham ini...
Trimakasih Handayani
mengikutimu.....
Trimakasih Handayani
slalu baca critamu...
Sri Ariyanti
akyu terharu Thor😢😢😢😢😢
Sri Ariyanti
ketangkep basah...😎😎😎😎😎
Sri Ariyanti
hahahhaha... nasib ngenes si Junior Ead😅😅😅
Anindira Hafidza
Oww, trnyta jdulnya udh bkn pesona mrs. daisy lgi y
Anindira Hafidza
Thor, gk ada bonchap y, kan jdi gak relate ama jdulnya dunk, daisynya gmn gk disatuin sma ead
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
semangat,... happy new year🙂
Bunda Linda
😥😥😥😥😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭

otor.. love love...to u... 😥😥😭😭😭😭
Happy Narulita
knpa ni critanya sedih lagi ya😭😭😭.. sungguh terlalu dikau... 😫😫
Hesti Heryanti
iih kok, seudah lama kangen dikasih kejutan yg bkn aku sakit sih sist..
sakit tau.. knp harus secepat ini, aku kira di taman kediaman Qiana akan ada anak" kecil lucu buah cinta Ead dan Qiaa..
aaahhh perih mata aku sist.

tanggungjawab 😭😭
Dea Semilikiti Dea Semilikiti
apkh sdh tamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!