Perkenalkan, nama ku Aero Wijaksono. Aku adalah putra tunggal di keluarga Wijaksono sehingga beban keluarga semua berada di kedua pundak ku. Termasuk beban untuk meneruskan keturunan keluarga Wijaksono.
Untuk memenuhi keinginan keluarga ku,akhirnya aku setuju untuk menikahi seorang gadis pilihan kakek ku.Wanita muda yang cantik dan ayu itu bernama Reandra Anastasia. Dia berasal dari panti asuhan yang selalu di danai oleh kakek ku.
Walaupun aku tidak mencintai nya tapi aku selalu nafkahi nya lahir dan batin.
Aku tahu Rea sangat mencintai ku. Itu sangat terlihat dari bagaimana dia melayani ku baik urusan ranjang mau pun urusan perut. Sehingga tidak ada celah bagi ku untuk mengeluh pada nya. Tapi Ibu ku selalu mencari cara agar aku dan Rea bisa bercerai.
Suatu hari harapan ibu 80 % dapat di katakan terkabul. Karena pada hari itu Rea meninggalkan ku tanpa jejak setelah melihat diri ku yang bercin ta dengan sahabat karib nya di kamar tidur kami.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#28
BAB 28
"Kau lihat saja bocah nakal Akan ku buat kau mengabulakn tiga permintaan ku!" Gumam Aero, dan melanjutkan kegiatan memasaknya.
Setelah satu jam, Aero memanggil semua orang untuk ke ruang makan.
"Apa kau sudah selesai memasak?" Tanya Rea, dengan nada sedikit khawatir. Secara dia sanagt sayang dengan nyawa nya kalau sampai harus meninggalkan raga nya di usia yang masih tergolong muda ini.
"Hemm.. " Jawab Aero singkat.
"Jazzy! Jace!!, paman Aero sudah selesai memasak makanan untuk kalian! Ayoo kemari! Kita makan dulu." Panggil Rea pada putra putri nya.
"Bukan hanya Jazzy dan Jace, kau dan Vicky pun harus ikut makan dengan bersama mereka. Karena aku sudah masak banyak tadi." Ujar Aero, melirik ke Jazzy dan Jace yang sedang berjalan ke arah Aero dan Rea.
"Benar mom, kau dan paman Vicky juga harus ikut makan juga. Apa kalian tidak penasaran dengan rasa masakan paman Aero?" ujar Jazzy pada mommy nya dan Paman Vicky.
Aero bisa melihat bocah itu tersenyum licik ke arahnya. Aero menatap bocah itu dengan ekspresi dingin. Dalam hatinya Aero berkata, "bersiap-siaplah untuk mengabulkan tiga permintaan ku bocah!!
Rea dan Vicky menelan saliva nya ketika tahu kalau mereka juga harus merasakan masakan Aero, yang mereka bisa prediksikan seperti apa rasanya.
Sudah syukur Aero tidak membakar dapur Rea sore itu. Tapi bukan berarti masakannya layak untuk dimakan kan? Piker Rea dan Vicky dalam pikiran mereka masing-masing.
"Cepatlah. Nanti makanannya keburu dingin." Ujar Aero dengan suara beratnya.
Dengan enggan Rea dan Vicky mengikuti langkah Aero dan Jazzy yang sudah berjalan didepannya.
"Vicky, apa bos mu pernah memasak sebelum nya?" Tanya Rea setengah berbisik pada Vicky. Sebab seingat Rea sewaktu mereka tinggal bersama selama dua tahun dulu, Aero sama sekali tidak pernah turun ke dapur.
Dan bila berangkat dari bagaimana ibu mertua Rea memperlakukan Aero di rumah, Rea sangat yakin kalau pria yang masih berstatus suami nya itu memang tidak bisa memasak. Wong mau ini dan itu tinggal tunjuk.
"Setau ku, belum pernah nyonya." Jawab Vicky, dengan wajah penuh kekhawatiran.
Mereka berdua kembali sama-sama menelan salivanya. “Semoga kita masih di berikan umur yang panjang oleh Tuhan yang maha setelah ini ya Vick.” Ucap Rea yang langsung mendapatkan amien dari Vicky.
Saat beberapa Langkah lagi mereka sampai ke ruang makan, berbagai bau masakan enak mulai menggoda mereka.
Aroma masakan yang lezat itu mengetuk-ngetuk hidung Jace dan Jazzy yang kebetulan berada pada urutan pertama untuk masuk ke ruang makan.
Aero tersenyum, karena dia menyadari Jace dan Jazzy sudah mencium bau makanan yang masak nya.
Aero mempercepat langkah nya dan berdiri tepat di antar si kembar lalu memeluk mereka berdua dan berbisik. "Mulia lah pikirkan apa yang kira-kira akan aku minta pada kalian. Hmmm kau tiga permintaan Jace. Dan kau tiga permintaan Jazzy! Arti nya aku punya 6 kartu jackpot di tangan ku.” Ucapnya penuh nada kesombongan.
"Cih.. bisa saja hanya bau nya saja yang enak. Tapi rasa bisa membuat lidah semua orang mati rasa." cemooh Jazzy.
"Atau lebih parah nya, bisa membuat kita semua mati otak." Ejek Jace.
“Mari kita buktikan.” Balas Aero.
😎😎😎
Ayoo kira2 enak gk ya?