Caca, gadis kecil ceria, berteman dengan Rafi tanpa tahu bahwa dia adalah putra kepala mafia Bara Pratama. Meskipun dunia mafia penuh bahaya dan banyak orang melarangnya, persahabatan mereka tumbuh kuat hingga menjadi cinta. Bersama, mereka berjuang mengubah organisasi mafia menjadi usaha hukum yang bermanfaat bagi masyarakat, menghadapi musuh dan masa lalu kelam untuk membangun masa depan bahagia bersama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEMENANGAN YANG BERSAMA
Setelah pengumuman pemenang lomba mewarnai selesai, seluruh peserta dan warga kampung berkumpul di lapangan untuk merayakan bersama.
Pak Bara sebagai salah satu panitia mengumumkan bahwa hasil karya semua peserta akan dipajang di balai desa selama satu bulan agar bisa dinikmati oleh seluruh warga.
“Kemenangan bukan hanya untuk yang mendapatkan juara,” ujar Pak Bara dengan suara yang jelas terdengar oleh semua orang. “Setiap anak yang mengikuti lomba ini adalah pemenang, karena kalian telah menunjukkan kreativitas dan cinta pada kampung kita yang indah!”
Suara tepukan meriah kembali menggema. Rafi yang mendapatkan juara ketiga langsung mendekati Caca dan memeluknya dengan senang. “Selamat ya, Caca! Kamu pantas mendapatkan juara pertama. Karyamu benar-benar sangat cantik!”
Caca merasa sedikit malu tapi sangat bahagia. “Terima kasih, Rafi! Tanpa bantuannya dan dukunganmu, aku tidak akan bisa membuat karya itu. Ini adalah kemenangan kita berdua!”
Ibu Caca datang menghampiri mereka dengan mata yang berkaca-kaca karena terharu. “Aku sangat bangga padamu, Caca. Kamu telah bekerja keras dan mendapatkan hasil yang luar biasa.”
Mama Lila juga datang dengan membawa keranjang berisi makanan dan minuman. “Mari kita semua makan bersama! Aku sudah menyiapkan banyak makanan lezat untuk merayakan kemenangan anak-anak kita!”
Selama acara makan bersama, banyak warga yang datang memberi selamat pada Rafi dan Caca. Beberapa orang bahkan meminta agar mereka mau mengajari anak-anak mereka cara menggambar dan mewarnai dengan baik.
“Kalau begitu, kita bisa membuat klub menggambar untuk anak-anak kampung ya,” usul Rafi dengan semangat. “Setiap hari Sabtu sore, kita bisa berkumpul di balai desa dan belajar menggambar bersama. Caca bisa mengajari cara mewarnai, dan aku bisa mengajari cara membuat sketsa dasar.”
Ide itu langsung mendapatkan dukungan dari banyak orang. Pak Bara bahkan menawarkan untuk menyediakan alat tulis dan kertas gambar untuk klub tersebut dari dana usaha keluarga yang baru mulai berjalan dengan baik.
“Kita bisa membuat kampung kita menjadi tempat yang penuh dengan kreativitas dan kebahagiaan untuk anak-anak,” ujar Pak Bara dengan senyum. “Ini adalah salah satu cara kita untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi mereka.”
Pada sore harinya, Rafi dan Caca mengunjungi balai desa untuk melihat karya mereka yang sudah dipajang.
Karya Caca yang menggambar pasar pagi ditempatkan di posisi paling depan, sedangkan karya Rafi tentang sungai yang jernih berada di sebelahnya. Banyak warga yang berhenti untuk melihat dan memberikan pujian pada kedua karya itu.
“Saya suka bagaimana kamu menggambarkan wajah-wajah orang yang bahagia di pasar,” ujar Bu Siti saat melihat karya Caca. “Ini benar-benar mencerminkan suasana pasar pagi kita yang selalu ramai dan penuh cinta.”
Dika, cucunya, bahkan berlari cepat ke arah mereka dan menunjukkan pada gambar Rafi. “Pak Rafi, ini gambar kamu kan? Aku suka ikan-ikan yang berenang di sungai! Bolehkah kamu mengajari aku menggambar ikan seperti itu nanti?”
Rafi tersenyum dan mengangguk. “Tentu saja bisa, Dika. Kamu bisa ikut klub menggambar yang akan kita buat ya. Kita akan belajar menggambar banyak hal yang menarik bersama-sama.”
Malam itu, keluarga Rafi mengadakan makan malam khusus untuk merayakan kemenangan Rafi dan Caca.
Mama Lila memasak hidangan kesukaan mereka – ayam bakar dengan bumbu rujak, sayur lodeh, dan nasi kuning yang harum. Di atas meja juga ada kue ulang tahun kecil yang dibuat khusus dengan hiasan gambar kampung yang indah.
“Kita ingin merayakan bukan hanya kemenanganmu di lomba,” ujar Mama Lila saat memberikan porsi makanan kepada Rafi dan Caca. “Tetapi juga semangatmu untuk berbagi ilmu dengan anak-anak lain di kampung. Itu adalah hal yang lebih berharga dari semua hadiah.”
Pak Bara kemudian membawa sebuah kotak kecil dan memberikannya pada Rafi dan Caca. Di dalamnya ada dua buku panduan menggambar yang lengkap dan dua set alat lukis berkualitas baik.
“Ini adalah hadiah dari keluarga kita untuk kalian berdua,” ujar Pak Bara. “Semoga dengan ini, kalian bisa terus mengembangkan bakat kalian dan membantu anak-anak lain untuk menemukan bakat mereka sendiri.”
Rafi dan Caca menerima hadiah dengan rasa syukur yang mendalam. Mereka berjanji akan menggunakan alat-alat itu dengan baik dan akan menjalankan klub menggambar dengan sungguh-sungguh.
“Kita akan membuat klub ini menjadi tempat yang menyenangkan untuk semua anak-anak,” ujar Caca dengan penuh semangat. “Kita akan belajar bersama, bermain bersama, dan membuat karya-karya yang indah tentang kampung kita yang kita cintai.”
Rafi mengangguk dan memegang tangan Caca. “Kemenangan yang kita dapatkan hari ini bukan hanya untuk kita berdua, tapi untuk seluruh kampung. Karena dengan kreativitas dan kerja sama kita, kita bisa membuat tempat kita menjadi lebih baik.”