NovelToon NovelToon
Duren Mateng

Duren Mateng

Status: tamat
Genre:Duda / Harem / Cinta Murni / Romansa / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: Ririn Puspitasari

Sequel dari PRIA 500 JUTA.

Alvaro, pria berusia 30 tahun ini kerap dijuluki DUREN MATENG yang berarti duda keren, mapan, dan ganteng. Pria ini memiliki seorang anak laki-laki yang berusia lima tahun, bernama Bima.

Tiba dimana Bima meminta kepada Alvaro untuk mencari wanita yang hendak dijadikan pengganti ibunya, terpaksa Alvaro pun berkencan dengan banyak wanita dan diberikan penilaian secara langsung oleh putranya sendiri.

Akankah Alvaro menemukan wanita yang cocok untuk dijadikan ibu untuk anaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ririn Puspitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Bukan Aku!

Keesokan harinya, Alvaro dan Bima telah bersiap untuk melakukan rutinitasnya. Kedua pria tampan tersebut keluar dari rumah.

"Papa, kenapa Bu Dokter belum terlihat juga," ujar Bima mengarahkan pandangannya ke arah pintu Rania yang masih tertutup.

"Mungkin Bu Dokter sudah berangkat terlebih dahulu," timpal Alvaro yang langsung menggandeng tangan putranya.

Kedua pria tampan itu berjalan memasuki lift. Alvaro menutup pintu lift tersebut. Namun, belum juga pintu besi itu tertutup rapat, Rania datang dan membuat pintu lift tersebut kembali terbuka.

"Bu Dokter!" seru Bima yang terlihat sangat antusias. Bima menggeser tubuhnya sedikit mendekat dengan ayahnya, memberi ruang pada wanita cantik itu untuk berdiri di sebelahnya.

Rania mengembangkan senyumnya, wanita tersebut melangkahkan kakinya masuk ke dalam, lalu kemudian berdiri di samping Bima.

Alvaro hanya diam, entah mengapa pria itu menjadi lebih pendiam dibandingkan sebelumnya. Bima pun heran, sesekali mendongakkan kepala, menatap kedua orang dewasa yang ada di kiri dan kanannya secara bergantian.

"Aku minta maaf karena aku telah meninggalkanmu di depan klinik kemarin," ujar Rania yang mencoba membuka topik pembicaraan.

"Aku juga minta maaf karena telah mengempiskan ban mobilmu kemarin," ucap Alvaro.

"Berarti kita impas," celetuk Rania sembari mengembangkan senyumnya.

"Hmmm," balas Alvaro dengan singkat, membuat Rania memutar kedua bola matanya dengan malas.

"Kenapa dia mengacuhkanku seperti ini?" batin Rania bertanya-tanya.

Tinggg ...

Pintu lift terbuka, Alvaro langsung pergi dari ruangan sempit itu begitu saja. Ia menggandeng putra semata wayangnya untuk keluar dari sana.

Rania menatap Alvaro seakan tak percaya. Ia meniup sedikit anak rambut yang jatuh di keningnya. "Ada apa dengan pria itu? Kenapa dia bersikap acuh seperti itu? Yang benar saja!" gerutu Rania.

Gadis tersebut menghentakkan sedikit kakinya, lalu kemudian berjalan mendahului Alvaro yang sudah berada di depannya.

"Papa, kenapa papa bersikap seperti itu pada Bu Dokter?" tanya Bima mendongakkan kepalanya.

"Maafkan Papa, Nak." Alvaro menimpali ucapan anaknya tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Rania melajukan mobilnya, wanita itu membuang muka saat berpapasan dengan Alvaro. Ada rasa bersalah menyelimuti pria tersebut. Namun, ia tidak ingin memberikan harapan pada Rania karena dirinya harus memenuhi permintaan dari saudara kembarnya terlebih dahulu.

Di perjalanan, Rania mengumpat Alvaro. Meluapkan semua uneg-uneg yang sedari tadi ia tahan. "Lihatlah! Dia begitu angkuh. Bukankah kemarin dia bahkan rela menungguku di depan klinik sampai ketiduran? Lantas ada apa dengan sikapnya pagi ini? Benar-benar pria aneh," gerutu Rania.

Mobil yang dikendarai oleh Alvaro baru saja tiba di depan sekolah Bima. Pria kecil tersebut berpamitan dengan ayahnya sebelum masuk ke dalam kelasnya.

.....

Malam hari pun tiba, Alvaro sengaja menitipkan lagi Bara dengan Arumi. Seperti janjinya kemarin, pria tersebut hendak mengajak Shinta untuk pergi berkencan.

Terdengar suara notifikasi pesan singkat dari ponselnya. Alvaro mengusap layar benda pipih tersebut. Sebuah pesan singkat dari Shinta yang memberitahukan lokasi di mana Alvaro harus menjemputnya.

Alvaro keluar dari rumah dengan penampilan yang rapi. Pintu lift tertutup, Alvaro menunggu seseorang yang keluar dari lift tersebut.

Tinggg ....

Saat pintu lift itu terbuka, Alvaro terkejut karena orang yang ada di dalam sana adalah Rania. Pria tersebut mencoba menormalkan ekspresi wajahnya kembali.

Sementara Rania, gadis itu menatap Alvaro dari atas hingga bawah. "Dia sudah rapi, sepertinya pria ini hendak berkencan. Wajar saja jika sikapnya tadi mendadak berubah, ternyata ini alasannya," batin Rania.

Alvaro tersenyum tipis melihat Rania, sementara gadis itu menunjukkan ekspresi wajah yang datar. Gadis itu melenggang berlalu dari hadapan Alvaro.

"Anaknya selalu meminta aku jadi mamanya, sedangkan papanya sendiri mencari mama lain. Awas saja jika dia datang kepadaku," gumam Rania pelan.

"Tunggu dulu! Kenapa aku berharap sekali jika dia datang padaku suatu saat nanti? Astaga ...." Rania menepuk keningnya, lalu kemudian berjalan masuk ke dalam rumahnya.

....

Alvaro tiba di depan rumah Shinta. Ia melihat mantan sekretaris Andre sudah menunggunya di depan. Pria itu turun dari mobilnya, lalu kemudian berjalan menghampiri Shinta.

"Ayo kit pergi!" Ajak Alvaro.

"Maukah mampir sebentar? Aku akan membuatkanmu secangkir teh hangat," tawar Shinta.

Entah mengapa tawaran dari Shinta membuat Alvaro semakin curiga pada wanita tersebut. "Beginikah caramu menggoda atasanmu terdahulu?" batin Alvaro.

"Tidak usah! Aku tidak bisa berlama-lama karena setelah ini aku masi ada urusan," tolak Alvaro.

"Baiklah, kalau begitu ayo kita berangkat!" Shinta berjalan mendekati Alvaro, lalu kemudian melingkarkan tangannya di lengan Alvaro sembari bergelayut manja.

Alvaro mengucapkan sumpah serapah di dalam hatinya. Ia sungguh membenci para wanita yang terlalu agresif.

"Sungguh! Wanita ini lebih parah dari guru Bima kemarin," ujar Alvaro di dalam hati.

Keduanya berjalan menuju ke mobil. Shinta tak sedikitpun melepaskan tautan tangannya, membuat Alvaro merasa jengah dibuatnya.

"Bisakah kamu melepaskan tanganmu? Kita akan masuk di pintu yang berbeda," ujar Alvaro.

"Apakah kamu tidak ingin membukakan aku pintu?" tanya Shinta.

"Maaf, tapi ku harap kamu masih bisa menjaga batasanmu. Sikapmu yang seperti ini membuatku merasa tak nyaman," ucap Alvaro.

Shinta mencebikkan bibirnya, wanita itu langsung melepaskan tangan Alvaro dan berjalan menuju ke arah pintu yang berlawanan. Alvaro hanya bisa menggelengkan kepalanya, lalu kemudian ikut masuk ke dalam mobil tersebut.

Di perjalanan, keduanya hanya diam tanpa ada obrolan sedikitpun. Alvaro sibuk menyetir sementara Shinta, wanita tersebut sibuk mengotak-atik ponselnya.

Tak lama kemudian, mobil yang dikendarai oleh Alvaro tiba di sebuah restoran mewah. Keduanya turun dari mobil. Setelah ditegur oleh Alvaro tadi, Shinta lebih menjaga sikapnya, wanita tersebut tampaknya masih mengerti dengan bahasa manusia.

Alvaro dan Shinta menduduki salah satu meja. Seorang pelayan dengan penampilan yang menarik, melayani mereka dengan sangat ramah. Masing-masing memegang daftar menu, lalu kemudian menunjukkan menu yang mereka pilih kepada pelayan yang ada di sana.

Sepeninggal pelayan tadi, Shinta menatap Alvaro dengan seksama. "Sepertinya kamu datang kemari bukan karena tertarik atau pun mengajakku berkencan," sindir Shinta.

"Apa sebenarnya tujuanmu?" tanya Shinta sembari melemparkan tatapan penuh selidik.

Alvaro tersenyum miring, "Ternyata kamu cukup pandai dalam menebak," ujar Alvaro.

"Baiklah, aku ingin bertanya satu hal kepadamu. Apakah kamu adalah selingkuhan Andre?" tanya Alvaro dengan serius.

Shinta langsung tertawa mendengar ucapan dari Alvaro, "Ternyata kamu penasaran akan hal ini," ucap gadis itu dengan nada yang sedikit mengejek.

"Jawab pertanyaaku!" tekan Alvaro.

"Apa yang aku dapatkan jika aku memberitahumu?" tanya Shinta yang mencoba melakukan negoisasi dengan Alvaro.

"Apapun yang kamu minta, akan aku kabulkan," balas pria tersebut.

"Semoga saja wanita gila ini tak meminta yang macam-macam dariku," batin Alvaro.

"Aku ingin kamu merekrutku sebagai sekretaris di perusahaanmu. Aku telah kehilangan pekerjaanku karenamu," ujar Shinta.

Alvaro bernapas lega, untunglah permintaan Shinta masih dalam batas kewajaran. "Baiklah, besok kamu mulai bekerja di kantorku, tapi jawab dulu pertanyaanku tadi," ucap alvaro.

"Aku bukanlah selingkuhan Andre, tetapi yang aku tahu Andre memiliki anak dari hasil hubungan gelapnya," tutur Shinta.

Alvaro terkejut, pria itu mengepalkan tangannya mencoba menahan emosi setelah mendengar ucapan dari Shinta.

"Apakah kamu mengetahui wanita itu?" tanya Alvaro dengan sorot mata yang tajam.

Shinta mengangguk, wanita itu beranjak dari tempat duduknya. Mendekat ke arah Alvaro dan membisikkan sesuatu pada pria tersebut.

"Hah? Yang benar saja!" ujar Alvaro tercengang setelah mendengar perkataan Shinta.

Bersambung...

1
Luhdita Apramesti
kok ga ada thor
Usmi Usmi
Alvaro kenapa tidak d selidiki sih
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ ͢ԝᴀᴋᷞɪᷦʟͧѕͣᴏͬᴍͩᴠͥʟᴀᴋ
Gimna rasanya tanpa seorang ibu🙂
Bagiku👉 Semua boleh pergi, asal jgn ibu🙌
Erina Munir
ga adaa thoor...yg ada abimanyu, cintaku berhenti di kamu ..thor..pindah kali ya thoor
Erina Munir
bima bner2 udh menepati janjinya k febby
Erina Munir
waah juni blom2 udh nyosor ajaa
Erina Munir
kocaak deh junii...juni lemot..apa telmi..😆😆😆👍👍
Erina Munir
otoor maah ..bikin yg baca jdi penasaraan
Erina Munir
hahaa alvaro klk ngomong kena banget...
Erina Munir
hmmm ...kena deh tuh omongan...mantab alviraa
Erina Munir
adaa deehh...othor pura2 deeh
Erina Munir
😍😍😍😆😆😆👍👍👍 kocak deh arumi
Erina Munir
hahaaa...aya2 waee
Erina Munir
naah gitu doong njuun....kerjaar terus sampe tertangkap...😆😆😆
Erina Munir
makaanyaa jngn busuk hatii dedoot...rassaiin luuhh.udh jatoh ketiban tangga pula...😄😄😄😄👍👍
Erina Munir
palung pska s dedot yg d ketok pake sepatunya shinta..rassaiin luuh dedot...gwe ketawaiin luuh
Erina Munir
ayoo juun cecer trrus...bikin supaya shinta jujur
Erina Munir
untung shinta cerdas..cepet bisa rau.naksud n tujyan s dedot itu ..pret luhh dedit..ngehalu aja terooos luuh...
Erina Munir
wadduuh psti dedi kasar sama shinta
Erina Munir
bnerr paje banget itu thorr bima lebih dewasa dripada njuun...😄😄😄👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!