NovelToon NovelToon
Ilove 100 Kg

Ilove 100 Kg

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Karir / Persahabatan / Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Cewek Gendut
Popularitas:64
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

- Berawal dari benci -

Akhh!
"Lo, kalau jalan pakai mata! "
"Maaf, kak "
"Ck, cewek gendut kaya lo mending pergi deh dari sini! "
" Baik ka! "
"Gendut amat sih! "


- berakhir di pelaminan -

"Apa nikah sama dia?, what! "
" Dewa bangun! "
" Akh, mama dewa ngga bisa nikah sama dia! "
" Harus bisa! "



- love 100 kg -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 23 kehidupan bunga

Bunga menghela napas, panjang kala kakinya melangkah. Di lantai ruang tengah yang berada di rumah dua tingkat dengan desain mewah dan elegan tersebut,

Sosok wanita berusia empat puluh empat. Langsung menghampiri bunga, ia menatap penuh perhatian ke sang anak. "Bunga, kenapa. Kamu baru pulang sayang? " Tanya arina bunga melengos pergi dengan tatapan dingin, membuat arina berkerut dahi ia menatap bunga. Yang naik ke tangga " Bunga, kenapa kamu sangat kejam dengan mama nak?. Kenapa?.. " Cecar arina lalu menitikkan air matanya bunga tidak menyahut, ia segera masuk ke dalam kamarnya. Yang berada di lantai kedua,

Bunga, menghampas bongkongnya di bangku belajarnya. Kedua maniknya mengarah ke sebuah bingkai foto berukuran sedang yang, berada di meja belajarnya. Bunga mengambil nya dimana di sana ada fotonya dan sang almarhum abangnya, bunga tersenyum kala melihat wajah tampan abangnya tersebut. Yang diabadikan di foto tersebut.

"Bang, gue kangen sama lo! . Asal lo tau setelah meninggal nya lo, mama papa lagi-lagi berantem, gue kangen banget sama lo.. Kenapa sih waktu itu lo, ngga bilang ke gue kalau lo capek sama jadi model?. Kenapa ka?, "

Tetesan air mata, mengalir dari mata gadis tersebut bayang-bayang sang abang. Yang selalu manggilnya bila tengah malam, bayang-bayang bila sang abang. Yang selalu mengingat kan dirinya untuk, makan membantunya. Untuk mengerjakan tugas,

Bunga, beranjak dari duduknya ia melangkahkan kakinya. Ke arah ruang makan disana sudah ada arina, yang memasakkan berbagai makanan. Bunga mendengkus sebal melihatnya, ia membuka pintu lemari es ia mengeluarkan beberapa kaleng minuman bersoda. "Bunga, mama sudah masak sup mushroom kesukaan kamu nak!. Kita makan yuk! " Cakap arina sembari, menaruh semangkuk sup. Bunga menaruh beberapa botol minuman bersoda di meja makan, " Bunga, kenapa kamu minum soda terus? Tidak baik sayang! " Ujar arina dengan suara penuh perhatian.

Bunga menghela napas. Mendengarnya ia menarik bangku tersebut, lalu duduk di sana ia membuka botol kaleng tersebut. Lalu meneguknya, "Bunga!, minum air putih setelahnya!.. Mama tidak mau kamu kenapa-kenapa!, " Cakap arina sembari menaruh bobot tubuh nya. Di kursi berhadapan dengan sang anak, bunga menatap tajam sang mama.

"kenapa, mama tiba-tiba peduli sama aku?. Bukannya mama lebih suka aku. Kenapa-kenapa? Sama seperti abang bian? " Suara bunga terdengar penuh sindiran, membuat arina menatapnya penuh kekecewaan. " Bunga!, kenapa kamu bisa bicara seperti ini? Sayang, mama sayang dengan kamu dan almarhum abang kamu! " Sahut arina dengan suara penuh kesedihan.

Bunga menghela napas, lalu beranjak dari duduknya. "Kalau, mama sayang sama almarhum abang ngga mungkin. Aku kehilangan abang aku! " Cakap bunga sembari berlalu arina merasa, sejuta Senjata menusuk hati. Ia merasa teremas sakit saat perkataan bunga mengayun,

Tring!

Aura, mengangkat pandangannya ia tertuju pada. Ponselnya yang berada di nakas ia yang sedang belajar pun, beranjak dari meja belajarnya ke arah tempat tidurnya. Ia langsung mengambil dan menyalakan benda tersebut, alisnya bertaut kala membaca sebuah pesan masuk tersebut.

Ka dewa

𝘳𝘢, 𝘭𝘰 𝘴𝘪𝘣𝘶𝘬?

𝘕𝘨𝘨𝘢 𝘬𝘢, 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢?

𝘎𝘶𝘦, 𝘮𝘢𝘶 𝘢𝘫𝘢𝘬 𝘭𝘰 𝘯𝘰𝘯𝘵𝘰𝘯 𝘣𝘪𝘰𝘴𝘬𝘰𝘱 𝘩𝘢𝘣𝘪𝘴 𝘪𝘵𝘶 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘬𝘦 𝘨𝘺𝘮 𝘭𝘰 𝘮𝘢𝘶?

𝘈𝘬𝘶, 𝘪𝘻𝘪𝘯 𝘮𝘢𝘮𝘢 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘬𝘢 . 𝘒𝘢𝘭𝘰 𝘮𝘢𝘮𝘢 𝘪𝘻𝘪𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘢𝘶!

𝘖𝘬!

Aura, tersenyum kala membaca pesan dari dewa tetiba senyumnya patah. Kala mengingat soal penampilan nya, "oh ya gue, pakai baju apa ya?. Ah! Dress gue yang waktu itu habis di pake aira lagi terus gue pake apa dong? " Aura. Mengguyar. Rambutnya frustasi ia segera membuka lebar-lebar pintu lemarinya mencari, baju yang tepat untuk ia pakai untuk pergi dengan Dewa.

Dewa tersenyum, kala melihat penampilan nya yang sangat tampan dengan berbalut kemeja berwarna biru tua dengan celana jeans. Ia tersenyum lebar namun tidak sampai di mata senyuman nya,

Ia berjalan, ke arah pintu balkon lalu membukanya decitan nyaring. Menyapa nya membuktikan kalau pintu tersebut sudah lama, tidak terbuka oleh si tuan tersebut angin menyapa kehadiran dewa di balkon. Tetiba matanya memicing melihat, seorang wanita yang sedang menangis di sebrang sana di sebuah rumah mewah berwarna abu-abu bercampur putih tersebut. "Bunga! " Gumam dewa sembari menajamkan penglihatan nya,

"Bunga, kenapa? Dia nangis? " Tanya dewa pada dirinya sendiri, ia begitu khawatir dengan sahabat mya tersebut. Ia langsung mengirimkan beberapa pesan ke bunga,

Bunga

𝘉𝘶𝘯𝘨𝘢𝘢, 𝘭𝘰 𝘯𝘢𝘯𝘨𝘪𝘴?

𝘓𝘰 𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘢𝘱𝘢?

𝘊𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘨𝘶𝘦!

𝘕𝘨𝘨𝘢 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢, 𝘭𝘰 𝘵𝘪𝘣𝘢-𝘵𝘪𝘣𝘢 𝘣𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘺𝘬 𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘨𝘶𝘦 𝘧𝘪𝘯𝘦-𝘧𝘪𝘯𝘦 𝘢𝘫𝘢!

𝘉𝘰𝘩𝘰𝘯𝘨!, 𝘨𝘶𝘦 𝘭𝘪𝘢𝘵 𝘭𝘰 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘭𝘬𝘰𝘯 𝘭𝘨 𝘯𝘢𝘯𝘨𝘪𝘴!

Bunga, segera mengangkat pandangannya ke rumah sebrang yang dimana rumah dewa. Membuatnya menyeka air matanya, bunga langsung mengirim kan sebuah pesan ke dewa

Tring!

Dewa segera, membuka chat dari bunga.

Bunga

𝘎𝘶𝘦, 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘯𝘢𝘯𝘨𝘪𝘴 𝘨𝘶𝘦 𝘤𝘶𝘮𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨.. 𝘈𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘳𝘴𝘺𝘢𝘥 𝘢𝘫𝘢𝘬 𝘨𝘶𝘦 𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯-𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘬𝘦 𝘱𝘢𝘴𝘢𝘳 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘕𝘢𝘯𝘵𝘪!

𝘉𝘰𝘩𝘰𝘯𝘨, 𝘨𝘶𝘦 𝘣𝘢𝘬𝘢𝘭 𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦 𝘪𝘳𝘴𝘺𝘢𝘥

𝘛𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘫𝘢 𝘴𝘪𝘭𝘢𝘬𝘢𝘯! "

Bunga bergegas mengirimkan, pesan ke Irsyad.

Bang irsyad

𝘉𝘢𝘯𝘨 !

𝘚𝘪𝘣𝘶𝘬?, 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘵𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘢𝘫𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘦.. 𝘗𝘢𝘴𝘢𝘳 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮?

𝘏𝘢𝘩? 𝘒𝘰𝘬 𝘵𝘪𝘣𝘢-𝘵𝘪𝘣𝘢?, 𝘨𝘶𝘦 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘴𝘪𝘣𝘶𝘬 !

𝘕𝘨𝘨𝘢, 𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘸𝘢 𝘮𝘢𝘶 𝘬𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘥𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘥𝘪𝘢 𝘬𝘪𝘳𝘢 𝘨𝘶𝘦 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘩 𝘵𝘢𝘱𝘪.. 𝘎𝘶𝘦 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘨𝘶𝘦 𝘣𝘰𝘩𝘰𝘯𝘨 𝘬𝘭𝘰 𝘭𝘰 𝘢𝘫𝘢𝘬 𝘨𝘶𝘦, 𝘬𝘦 𝘱𝘢𝘴𝘢𝘳 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘴𝘰𝘳𝘳𝘺 ! 𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘦𝘮𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢, 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘶𝘢 𝘬𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯 𝘢𝘶𝘳𝘢 𝘵𝘢𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘬𝘢𝘣𝘢𝘳 𝘬𝘦 𝘨𝘶𝘦. 𝘒𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘢𝘶 𝘬𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘨𝘶𝘦 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬, 𝘱𝘢𝘥𝘶 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘫𝘶 𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘪𝘢𝘴𝘢 𝘤𝘦𝘸𝘦𝘬 𝘨𝘶𝘦 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘮𝘢𝘶. 𝘒𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘨𝘶𝘦 𝘬𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘥𝘶𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘵𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶 𝘱𝘭𝘦𝘢𝘴𝘦𝘦𝘦!

𝘖𝘬, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘨𝘶𝘦 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘢𝘫𝘢𝘬 𝘭𝘰 𝘬𝘦 𝘱𝘢𝘴𝘢𝘳 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘕𝘨𝘢,

𝘕𝘨𝘨𝘢 𝘢𝘱𝘢-𝘢𝘱𝘢. 𝘒𝘦𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘨𝘶𝘦 𝘴𝘦𝘯𝘦𝘯𝘨 𝘬𝘰𝘬!

𝘖𝘵𝘸!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!