Slow update..😁
"Setiap tangis ku akan menjadi kutukan bagi mu.. Setiap Air mata ku yang menetes karna mu. Akan selalu menjadi masa kelam yang akan selalu kau ingat. Setiap derita yang kau torehkan di setiap inci tubuh ku, akan menjadi karma penyesalan yang akan terus membelengu jiwa mu... Ini bukan sekedar umpatan atau kutukan belaka. Tapi ini api kemarahan seorang wanita yang sudah kau hancurkan hidup nya..." Aelin Dirwantar.
"Aku akan mengambil seluruh kehidupan mu. Merenggut setiap senyum mu. Menghisap semua sari pati hidup mu. Hingga kamu memohon untuk tiada. Tapi aku tidak akan membiar kan hal itu. Karna mu cinta ku terluka. Jangan salah kan takdir atau pun siapa pun. Karna ini adalah salah mu telah berani menyingung seorang Davin Arselion.." Davin Arselion.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cymut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lussi
...27😇...
"Kenapa kamu bisa begitu teledor...!!" Gertak Davin dengan wajah marah, bahkan mengeluar kan aura membunuh.
"Maaf Tuan ini memang kesalahan saya.... Saya tid--"
"Tuan Davin...!" Panggil Lussi dengan wajah ngos- ngosan karna lari untuk mengejar Davin.
Ucapan Darren langsung terpotong dengan kehadiran Lussi. Setidak nya ia bisa bernafas lega, karna keluar dari zona menakut kan Davin.
Davin mengerjit menatap wanita di hadapan nya, di mana wajah nya lebih mirip kuntilanak dengan bedak tebal dan eiliner aduhai di kedua kelopak mata nya.
Lussi menarik nafas dalam - dalam, meraup oksigen sebanyak mungkin untuk memasuk paru- paru nya yang sempat bekerja dengan keras karna ia habis berlari.
Lussi menyetabil kan raut wajah nya, sebelum ia tersenyum manis pada Davin.
"Maaf Tuan,, anda meninggal kan bolpoin anda..." Seru Lussi mengulur kan sebuah boilpoin ke arah Davin.
Davin memutar mata nya jengah, ia tidak terlalu miskin jika harus membuang satu boilpoin seperti itu. Pikir Davin yang langsung memasang senyum datar.
"Terimakasih..." Balas Davin singkat, lalu membuka pintu mobil. Namun gerakan nya terhenti saat suara Lussi kembali terdengar.
"Tuan ini sudah sangat malam,, boleh kan saya menumpang sampai di pertigaan depan..." Sosor Lussi dengan cepat tanpa malu, yang semakin membuat Davin benar- benar merasa jijik.
Jika saja wanita ini bukan sekertaris dari rekan bisnis nya, maka sudah ia pasti kan diri nya akan menendang makhluk alien seperti wanita ini hingga terpental ke luar angkasa.
Mengerti akan aura tidak suka yang keluar dari tubuh majikan nya, Darren segera mengambil tindakan.
"Maaf Mr. Lussi tapi tuan Davin tidak biasa satu mobil dengan orang asing..." Ujar Darren dengan sarkas namun lembut.
Wajah Lussi menjadi pias dan masam, ketika mendengar ucapan Darren yang hanya notabene nya adalah sekertaris Davin.
"Berani sekali dia mengatakan hal itu pada ku, lihat saja setelah aku berhasil merayu Davin.. Kamu akan menjadi orang pertama yang akan aku pecat..." Umpat Lussi dalam hati dengan menatap Darren dengan tatapan muak.
Yah, Lussi adalah sekertaris dari rekan kerja Davin, ia adalah wanita karir dengan pengalaman kerja yang bagus.
Wajah nya yang putih dan cantik tanpa cela, menjadi kepercayaan diri nya untuk mendekati Davin.
Sejak pertama kali ia bertemu dengan Davin, ia langsung tertarik dengan pria tampan dan kaya itu.
Siapa yang tidak akan tersihir dengan pesona seorang Davin Arselion seorang presdir dengan jumlah kekayaan terbanyak di seluruh asia.
Hanya menjadi kekasih gelap nya saja, sudah menjadi hal yang membanggakan.
"Maaf Tuan Darren tapi saya tidak sedang berbicara pada anda..." Sinis Lussi dengan tatapan merendah kan. Seolah ingin mengatakan di mana posisi Darren.
"Saya mengerti , tapi sudah kewajiban saya untuk mengatakan apa yang tidak bisa di kata kan oleh majikan saya..." Kekeh Darren tak kalah sarkas.
Lussi semakin menatap kesal pada Darren yang hanya memasang wajah tembok.
Ia tidak mungkin mundur ketika mendapat kan kesempatan emas ini, kapan lagi diri nya bisa mendapat kesempatan untuk membuat diri nya satu mobil dengan Davin.
Karna tujuan diri nya adalah membuat Davin jatuh cinta pada diri nya , pikir Lussi dengan tekad nya yang sudah bulat.
"Tuan bisa kah saya menumpang? kepala saya sedikit terasa pusing karna persentase tadi... " Cicit Lussi lagi dengan wajah yang di buat menyedih kan.
"Dasar wanita penjilat,,, aku sangat alergi dengan wanita seperti mu.. Tapi baik lah kamu ingin dekat dengan ku? Ayo lah aku akan memberi kan mu sebuah pelajaran..." Batin Davin dengan smirk licik nya.
"Baik lah, aku akan mengantar mu pulang..." Jawab Davin yang langsung membuat Lussi tersenyum senang.
Davin masuk ke dalam mobil, lalu Lussi berjalan melewati Darren dengan wajah angkuh, dan masuk ke dalam mobil.
"Apa aku bilang, jangan syok tahu kamu Darren bahkan Davin pun tidak bisa lepas dari pesona ku..." Batin Lussi dengan wajah kemenangan.
Darren menutup pintu mobil, kepala nya menggeleng- geleng pelan. Tidak biasa nya Davin membiar kan diri nya berada dalam satu mobil dengan orang asing.
Tapi kali ini sikap majikan nya sedikit berubah, namun diri nya dapat menangkap ada alasan mengapa Davin membiar kan wanita genit seperti Lussi masuk ke dalam mobil nya.
Darren berjalan memutar, lalu masuk ke dalam kursi kemudi.
Menyala kan mesin canggih tersebut, lalu melesat keluar dari parkiran kantor.
Lussi yang kini duduk di samping Davin benar- benar merasa senang dan bangga.
Hanya sekali memasang wajah iba Davin langsung mengizin kan diri nya untuk menumpang.
Ia yakin perlahan- perlahan ia akan membuat seorang Davin jatuh dalam pelukan nya, dan saat itu terjadi ia akan berdiri dengan kepala terangkat sebagai nyonya Arselion.
Lussi menyisip kan beberapa anak rambut nya yang sempat terjatuh saat ia mengejar Davin.
Tidak percuma diri nya mengeluar kan sedikit tenaga untuk berlari. Toh sekarang ia mendapat kan hasil yang sesuai dengan harapan nya.
Lussi mengulas senyum , dengan tangan nya mengusap wajah nya. Memasti kan jika riasan nya tidak rusak, bahkan meninggal kan kesal jelek di mata sempurna seorang Davin.
"Tuan Davin bagaimana pendapat anda dengan persentasi saya berusan...?" Cetus Lussi dengan tatapan menggoda yang tentu saja di layang kan pada Davin yang kini menjadi mangsa nya.
"Anda sangat prefesional dan sangat berpengalaman , tentu saja jika anda yang membawa kan presentasi itu hasil nya akan sangat menarik dan memuas kan..." Jawab Davin dengan mengulas senyum ramah, di iringi dengan pujian yang membuat Lussi terbang ke langit ke tujuh.
Dari arah depan , Darren mencuri - curi pandang lewat spion depan, sembari ke dua telinga nya ia pasang tajam- tajam.
Davin menipis kan bibir nya, melihat wajah Lussi yang memerah merona karna pujian nya yang begitu manis, mengalah kan manis nya madu.
Davin melirik arloji mewah di pergelangan tangan, jarum detik arloji tersebut terus bergerak dengan smirk misterius yang semakin terbentuk.
Entah apa yang sedang otak cerdas nya rencakan?
Namun lagi- lagi Darren berhasil menangkap gelagat Davin yang sangat mudah untuk diri nya baca.
"Tuan Davin benar- benar nakal..." Batin Darren dengan bibir yang menipis menahan tawa.
"Tuan,, Anda juga menarik perhatian semua orang..." Cicit Lussi lagi, dengan tatapan memindai pada Davin, sembari menggigit bibir bawah nya, berniat ingin menggoda Davin.
Davin yang melihat tingkah Lussi, saat ini benar- benar ingin muntah.
Sangat menjijik kan. Pekik Davin dengan menetralisir raut wajah nya.
"Mulut anda sangat manis saat memuji saya..." Balas Davin kini dengan mengerling kan satu mata nya pada Lussi.
...----------------...
...****************...
Hayyyo... yang baca jangan lupa koment donk... Karya othor yang satu ini belum ada yang ngomenin😭 jadi sedih kan othor😭
yok jangan malas2 tangan nya buat beri komenan mendidik buat othor.. Biar rajin up untuk kalian semua😚
Hehe... Welcome back di karya yang ke tiga...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
Budayakan beberapa hal yang di atas.
Supaya othor makin semangat😙
Davin & Ael1in biar bahagia1. thor