Mikael Wijaya, putra milyuner dari Surabaya Wijaya Agra mengalami kecelakaan di Dubai setelah memergoki calon istrinya berselingkuh. Kecelakaan fatal itu membuatnya hilang ingatan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33 Calon mantu idaman
DEG DEG DEG
Jantung Adelia berdetak semakin cepat ketika mobilnya sudah parkir di rumah sakit.
Uuffftt...... Adelia menghembuskan nafasnya perlahan sambil menatap buket bunga krisannya.
Tenang, Adelia. Tenang..... Wajar, kan, menjenguk teman yang sakit. Adelia memantrai dirinya agar tetap memberanikan dirinya.
Baru kali ini dia agak menunjukkan perhatiannya pada seorang laki laki. Biasanya dia mengabaikan laki laki yang bahkan terang terangan mendekatinya.
Adelia bingung, kenapa dia bisa begini. Apakah dia masih kasian setelah tau yang dialami Kael. Atau karena hal lain.
Pipinya memanas.
Adelia menghirupi nafas dalam dalam, seakan akan dia ingin memenuhi paru parunya dengan banyak oksigen. Karena Adelia ngga yakin akan mudah untuk bernafas saat sudah berada di dekat Kael.
Dia pun membuka pintu mobilnya dan melangkah pelan dengan degupan jantung yang iramanya semakin cepat.
Semoga ngga ketemu Luna, batin Adelia berulang kali. Tadi di perusahaan dia sudah berhasil menghindari semua sepupunya termasuk Ayra Untungnya tadi dia diminta maminya menemui klien, jadi setelah selesai meeting tadi, Adelia bisa melenggang dengan damai.
Semakin dekat ke kamar rawat inap Kael, jantung Adelia makin tantrum.
Adelia melewati barisan pengawal yang menjaga Kael dengan aman.
Adelia kembali menghirup nafas sebanyak banyaknya sebelum mengetok pintu yang sudah agak terbuka.
Saat Adelia mulai melangkahkan kakinya ke dalam kamar, berpasang pasang mata menatap ke arahnya.
Ada Kael yang posisi tempat tidurnya sudah agak ditinggikan, juga ada kedua omanya Kael yang tersenyum sangat lebar begitu tau siapa yang datang.
"Masuk, sayang." Oma Hastuti melangkah mendekat, disusul Oma Diana.
Tuh, kan. Belum jadian aja omanya Kael udah manggil sayang.
Adelia agak canggung saat kedua oma yang masih cantik itu berjalan ke arahnya, kemudian menggandeng tangannya, menariknya pelan ke arah Kael.
"Kamu cantik sekali, Adelia. Bunganya buat Kael?" tanya Oma Diana yang diangguki Adelia dengan canggung.
"Iya, oma."
"Bunganya sama cantiknya sama kamu, sayang," sambung Oma Diana memuji.
Adelia tersenyum malu.
Melihat Adelia yang salah tingkah membuat Kael melipat bibirnya sambil menatap wajah cantik gadias itu.
"Tadi Oma Alena dan Opa Akbar baru saja pulang, sayang," ucap Oma Hastuti memberitau.
Oooh... Adelia agak terkejut. Otaknya mulai travelling.... Sepertinya keluarganya sudah melangkah jauh. Jantungnya makin tantrum.
"Syukurlah kamu akhirnya kamu datang, sayang. Sudah ditunggu Kael sejak tadi, loh," kerling Oma Diana pada cucunya yang ke gap menatap Adelia.
Kael mengalihkan tatapnya dengan gerah karena senyum oma omanya yang sangat jelas menggodanya.
"Oma mau ke kantin dulu, ya. Kamu mau nitip kopi atau apa gitu, Del?" tanya Oma Diana sambil memberi kode pada Oma Hastuti yang menyambut baik kode itu.
"Ngga, oma."
"Ya udah kalo gitu. Titip Kael, ya, sayang," tukas Oma Hastuti dengan tatapan penuh maknanya.
Adelia mengangguk sambil tersenyum kikuk. Adelia tau arti tatapan itu, tapi dia malah takut mengecewakan harapan mereka.
Hubungannya dengan Kael masih biasa saja. Bahkan Kael sepertinya punya mantan yang hubungannya belum selesai.
Adelia menghembuskan nafas perlahan ketika melihat kedua oma Kael benar benar sudah bersiap akan pergi.
Duh, kenapa ditinggal berdua saja, batinnya grogi.
"Tenang saja, Kael belum luwes gerakin tangan dan kakinya," bisik Oma Diana becanda.
Rona merah membayang di pipi Adelia. Dia belum berani menatap Kael lagi karena fokusnya masih pada kedua oma Kael yang selalu mencanda-inya.
Oma Hastuti akhirnya melangkah pergi bersama Oma Diana. Keduanya sama sama tersenyum lebar sebelum pergi tadi. Senang banget melihat kecanggungan kedua muda mudi itu
"Aku sudah ngga sabar untuk melamar Adelia," bisik Oma Hastuti.
"Kita bisa rasan rasan lagi dengan Alena," sahut Oma Diana juga berbisik. Oma Alena adalah omanya Adelia.
Tadi saat Alena dan suaminya datang, pembicaraan mereka juga sudah menyenggol nyenggol ke arah sana.
"Oke." Kekehan pelan masih terdengar saat kedua oma cantik itu pergi meninggalkan ruangan Kael.
Kini tatap Adelia bertemu dengan Kael. Dengan jantung yang makin tantrum, Adelia mencoba tetap tenang melangkah mendekati Kael yang terus menatapnya.
Adelia meletakkan bunga itu di samping bunga mawar putih yang masih segar
"Bunga mawar ini buat aku, kan. Boleh aku bawa pulang ntar?" Adelia sengaja bertanya, soalnya dia bingung bagaimana memulai percakapan dengan Kael yang berubah pendiam. Beda dengan Kael yang dulu.
"Kamu udah nolak."
Adelia tersenyum miring mendengar jawaban santai dari mulut Kael.
"Biar kamu cepat ingat aku," jawab Adelia juga sama santainya dengan jawaban Kael tadi.
"Menurut kamu, sekarang aku sudah ingat?" tantang Kael. Bibirnya berkedut sambil mata elangnya menatap lekat perempuan cantik di depannya. Ada yang berdesir di dalam hatinya.
"Mungkin."
Mereka seolah saling menantang, siapa yang akan kalah dalam adu tatap ini
Mungkin karena sama sama keras kepala, setelah beberapa saat bertatapan, akhirnya kedua sudut bibir mereka berkedut.
"Sudah, kan?" Adelia balas menantang.
Kael menyemburkan tawanya karena sudah tidak bisa lagi menahan getar di hatinya. Tapi akibatnya dia kembali meringis membuat Adelia khawatir.
"Kamu ngga apa apa?"
Kael hanya menganggukkan kepalanya sambil menahan sakit di dadanya. Lagi lagi dia lupa kalau luka operasinya masih basah. Tangannya perlahan dia gerakkan memegang dadanya
Reflek Adelia memegang tangan Kael yang ada di atas dadanya karena khawatir. Adelia hampir berjengit ketika tangannya ditimpa dan digenggam Kael.
Mereka kembali bertatapan, lekat dan lama.
"Sebentar," ucap Kael seolah masih menahan sakit ketika Adelia akan menarik tangannya. Tangannya makin erat menggenggam tangan Adelia.
DEG DEG
Jantung Adelia berdetak makin cepat. Suhu tubuhnya menurun drastis. Tapi dia juga bisa merasakan hal yang sama pada Kael.
Bekas operasinya yang sakit, ya? batin Adelia merasa bersalah. Saat Kael tertawa, otot otot di dadanya pasti berkontraksi tadi.
Adelia jadi cemas dan khawatir sambil terus menatap Kael yang sekarang masih memejamkan matanya.
"Aku panggil dokter, ya...."
Kael menggelengkan kepalanya.
"Tapi...."
DEG DEG
Kael tambah mengeratkan genggaman tangan Adelia. Seakan dia butuh kekuatan untuk meredakan sakitnya. Dia kemudian menggelengkan kepalanya.
Adelia mematung. Genggaman laki laki itu mengalirkan hawa hangat. Adelia juga bisa merasakan detak jantung Kael mulai kembali teratur, seperti detak jantungnya saat ini.
Ngga nunggu lama, kemudian genggaman Kael mengendur dan matanya mulai terbuka perlahan.
"Sudah mendingan sakitnya?" tanya Adelia pelan dengan hati masih diliputi perasaan khawatir.
Kael tersenyum lembut
"Sudah mendingan."
"Syukurlah." Adelia benar benar menghembuskan nafas lega.
"Panggil dokter, ya.... Keadaan kamu harus diperiksa," ngeyel Adelia. Perasaannya masih belum tenang sebelum dokter mengatakan kalo keadaan Kael baik baik saja.
"Kamu di sini..., aku ngga akan apa apa."
BLUSH
Pipi Adelia merona lagi.
RASAKAN.. LAKI LAKI KURANG BERSYUKUR.. Berlian kamu ganti dgn baru kali... 😡
bentar lagi juga kena ciduk
kan enak rasanya diselingkuhi ya pak agra??
rasakan itu
Cinta dan kesetiaan Latifa selama ini Agra banggakan dan perjuangkan di hadapan keluarga nya, ternyata malah di balas pengkhianatan,
Ingat Agra, perbaiki masa lalu mu, bersama keluarga mu,jangan melihat kebelakang lagi,
Cari keberadaan Arsa,karna sejatinya Arsa itu orang baik hanya karna desakan dan tekanan dari mamanya yg membuat Arsa seperti orang Jahat.