NovelToon NovelToon
Terpaksa Kawin Muda

Terpaksa Kawin Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Balas Dendam / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Rani

Dijebak oleh kakak tiri dengan seorang pemuda pada malam ulang tahun teman. Siapa sangka, orang yang satu kamar dengan dia ternyata seorang tuan muda yang paling berpengaruh di kota itu.

Bagaimana kelanjutan kisahnya? Ikuti terus kelanjutan kisah mereka di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#28

Merlin menatap lekat senyum manis itu, hatinya mendadak merasa tenang. Entah mengapa, setiap kali Dicky tersenyum, itu mampu membuat hatinya mendadak merasakan kehangatan yang tiba-tiba saja muncul.

"Lin. Hei .... " Dicky menyentuh pundak Merlin yang sedang termenung dengan tatapan lekat padanya.

Sontak saja, sentuhan itu membuat Merlin terperanjat karena kaget. Dicky kembali mengukir senyum di bibir seksi miliknya.

"Kamu melamun, Merlin?"

"Tidak. Siapa bilang?" Merlin berucap sambil menahan rasa malu akibat ketahuan kalau sedang melamun sambil melihat orangnya.

Dicky tidak menjawab. Dia malah tersenyum sambil terus melihat wajah Merlin yang merona akibat menahan rasa malu. Merlin semakin salah tingkah sekarang.

"Apaan sih? Katanya ingin pergi. Pergi sana sekarang!"

"Kamu ngusir aku?"

"Iya, kenapa?"

"Gak ada. Cuma mau bilang, kamu berani banget ngusir suami sendiri dari rumahnya. Gak takut dosa tuh?"

"Dicky! .... " Merlin berteriak kesal sambil berusaha memukul Dicky dengan tangannya. Sayangnya, Dicky cepat menghindar.

"Dada ... Merlin. Aku pergi sekarang. Baik-baik di rumah ya istriku sayang." Dicky berucap sambil terus tersenyum dengan tangan yang melambai-lambai pada Merlin.

"Tau ah! Pergi sana kamu! Jangan kembali lagi."

Dicky yang sudah keluar dari pintu, kini masuk lagi karena mendengar ucapan Merlin barusan. Niat menggoda Merlin timbul lagi.

"Kamu yakin, Sayang? Yakin gak butuh aku lagi? Istri durhaka kamu, sayang."

"Dicky! .... " Merlin kembali berteriak dengan suara tinggi dan panjang. Dia juga melayangkan lemparan ke arah Dicky dengan bantal sofa yang ada di dekatnya.

Lemparan itu tidak kena karena Dicky dengan cepat menutup pintu tersebut saat melihat Merlin mengambil bantal sofa. Hal itu semkin membuat Merlin kesal. Namun, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, dia merasakan sebuah rasa kebahagiaan yang tidak bisa ia ucapkan dengan kata-kata. Hanya senyum yang mewakili rasa bahagia itu.

Sementara itu, Dicky yang berada di luar juga merasakan hal yang sama. Dia tersenyum sambil bersandar di daun pintu rumah tersebut.

'Rasa apa ini, Tuhan? Kenapa aku merasa begitu bahagia setiap bercanda bersamanya? Apa karena kami berada di satu tujuan yang sama? Apa karena kami sama-sama saling membutuhkan untuk tujuan kami masing-masing?' Dicky bicara dalam hati sambil melihat ke langit-langit. Bibirnya masih terus mengukir senyum karena ingatannya masih tetap mengingat apa yang sudah dia lalui bersama Merlin barusan.

Hero yang melihat hal itu, perlahan mendekat. Dia menghampiri Dicky dengan perasaan yang penuh tanda tanya.

"Tuan muda. Apa yang terjadi? Apa ada yang begitu membahagiakan hati tuan muda sekarang?" tanya Hero pada akhirnya tidak bisa menahan rasa penasaran atas apa yang Dicky perlihatkan sejak tadi.

"Hero."

"Tentu saja ada. Mm ... aku ingin kamu tanyakan pada Merlin, siapa asisten rumah tangga yang dia punya. Jemput sekarang juga."

"Baik, tuan muda. Akan saya laksanakan perintah tuan muda sekarang juga."

"Oh ya, apakah tuan muda jadi berangkat ke desa sore ini?"

"Tentu saja jadi. Aku akan berangkat sekarang malahan. Karena hari susah semakin sore."

"Huh ... andai saja papa tidak minta Merlin pindah hari ini, mungkin aku tidak akan secemas ini. Aku bisa pergi ke desa dengan tenang. Tidak seperti sekarang."

"Ya Tuhan ... aku berada dalam dilema yang akut saat ini. Tidak pergi, tidak mungkin. Karena malam ini, dia ulang tahun. Dan aku sudah berjanji padanya akan menemani dia melewati malam ulang tahunnya yang ke delapan belas bersama-sama. Namun, di sisi lain. Aku tidak tega meninggalkan Merlin sendirian di rumah baru yang sangat besar untuk ukuran dia seorang gadis muda sendirian. Ah ... benar-benar bikin pusing."

'Sepertinya, tuan muda sedang mencemaskan nona muda. Kasihan sekali dia yang harus memikirkan dua orang perempuan sekaligus. Masih muda, sudah menikah. Gini lah jadinya,' kata Hero dalam hati sambil terus melihat Dicky yang terlihat serba salah sekarang.

"Hero. Aku percayakan Merlin padamu. Jika ada apa-apa, segera hubungi aku."

"Ya, tuan muda. Saya akan jalankan amanat dengan sebaik mungkin. Tuan muda tenang saja."

'Pada akhirnya, tuan muda masih tetap memilih gadis desa itu. Kasihan nona muda.'

Dicky pada akhirnya tetap berangkat. Meski dia mengkhawatirkan Merlin sendirian, namun, janjinya pada sang kekasih pastilah dia utamakan dari yang lainnya.

Dicky berangkat bersama sopirnya. Sementara Hero, tinggal di rumah itu untuk menjalankan tugas yang Dicky berikan pada Hero sebelumnya.

Setelah mobil yang Dicky tumpangi tidak terlihat lagi, Hero langsung mengetuk pintu rumah tersebut. Dia mengetuk beberapa kali sambil memanggil yang ada di dalam. Namun, beberapa kali Hero mengetuk juga memanggil,

tetap saja tidak ada jawaban sama sekali dari orang yang ada di dalam sana.

Hal itu membuat Hero merasa cemas. Pikiran buruk pun tiba-tiba menghampiri Hero saat ini. Dia takut Merlin kenapa-napa. Untuk itu, tanpa berpikir dua kali, dia langsung menerobos masuk ke dalam.

Rasa cemas itu mendadak sirna saat melihat Merlin yang sedang terlelap di atas sofa. Perlahan, Hero berjalan mendekat untuk menghampiri Merlin.

Sejujurnya, dia takut untuk mendekat. Tapi, hatinya bertolak menginginkan yang lain. Ingin terus mendekat dan terus mengagumi gadis cantik dengan tampilan sederhana yang sedang terlelap di atas sofa sekarang.

"Nona." Hero memanggil dengan nada pelan. Antara takut, juga berani. Karena dia memang harus membangunkan Merlin agar bisa bertanya soal apa yang Dicky perintahkan. Mengingat, hari sudah semakin sore saja. Jika dia biarkan Merlin terus terlelap, maka tugasnya juga akan terhambat.

Perhatian Hero kembali teralihkan saat Merlin tidak kunjung merespon panggilannya. Dia mengangumi kecantikan Merlin lagi dan lagi.

"Tuhan ... dia terlihat semakin cantik saat terlelap. Andai saja dia bukan gadisnya tuan muda, mungkin aku akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan hatinya."

"Gadis sederhana yang pertama kali aku kenal di kota ini. Sungguh sangat menyentuh hati," ucap Hero sambil terus memperhatikan wajah Merlin.

Tangan Hero yang nakal tidak bisa diajak kompromi. Tangan itu tiba-tiba saja bergerak, lalu perlahan menyentuh ujung dahi Merlin.

Sentuhan itu sontak membuat Merlin tersadar dari tidurnya. Dia terlonjak kaget saat melihat Hero yang berada di sampingnya saat ini.

"Hero!" Merlin memanggil dengan suara sedikit berteriak sangking kagetnya.

"Oh. No--nona. Nona ... su--sudah bangun?"

Hero gelagapan. Karena sejujurnya, dia juga sangat kaget sekarang.

"Iya. Kamu ... sejak kapan ada di sini? Kenapa gak bilang aku kalau masuk rumah? Mana Dicky? Apa ... apa dia .... "

Merlin tidak melanjutkan pertanyaannya. Dia ingat kalau Dicky bilang mau pergi tadi sebelum dia tertidur.

1
Santi
Luar biasa
Rani: makasih buanya💕💕💕🥰🥰🥰
total 1 replies
Uwie Yanti
cerita yg bagus buat remaja, Sama sekali tidak ada adegan fulgarnya.... cocok buat remaja. sesuai umur ceritanya....
Rani: uhuk.... makasih banyak yah
total 1 replies
Uwie Yanti
cih.... pengen ku bejek2 si Tora...😤😤😤😤😤
Uwie Yanti
jangan2 itu intan lagi si Mak mertuanya si Merlin...
Uwie Yanti
teman tidur Merlin.....
Uwie Yanti
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Qorie Izraini
roman2 ny kang Tio bakslan jd nech
nikah muda ny
dpt jodoh putri cengeng lagi 😁😁😁
Qorie Izraini
o..oo..
siapa dia...
Qorie Izraini
ingat batasan mu Inta..
wlu pun kau serang nyonya,
tapi kau terlalu Egois, ingin ter lalu mengatur hidup nak mu
Qorie Izraini
owalah Tora...
picik sekali pemikiran mu
toh yg buat kepurltusan dan bunuh diri kan adek mu sendiri.
tich dicky blom nogmong ke adk mu.
kenapa hrs dicky yg di salah kan atas kematian ny .
Qorie Izraini
holang kaya klu ngomong suka benar y..
uang 20 M, gak ada apa2 ny buat mereka...
ah..awaq wong misqin iki 100 rebu sdh sangat berarti 😁😁😁
Qorie Izraini
ngarep banget y ..
klu hdp Meelyn bakal sengsara
dasar emak sana anak sama aja.
sama2 gak tau diri
ini lg papa Merlyn kok bisa nuta y mata hati ny, pada anak kandung Sendiri
Qorie Izraini
kacian y...siluman eubah.
target ny salah sasaran ..😀😀😀
Dewi Ruli
baguuus...👍👍👍 bikin penasaran...semoga happy ending yaaa..😘🥰❤🌷
Ida Yato
ceritanya g monoton
pipi gemoy
waduh anak SMP Lo ini
malah bunuh diri 😱
Qaisaa Nazarudin
Kamu gak perlu merasa berdosa seperti itu Merlin,Orang seperti mereka itu mmg harus kamu lawan,Jangan jadi lemah..Ayo Merlin kamu pasti bisa..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa harus menyalahkan orang lain atas kekonyolan dan kebegoan adek kamu sendiri..!!🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️😡😡😡
Qaisaa Nazarudin
Astaga hanya karena cinta ditolak dan hanya karena lelaki sampai segitunya,Kamu itu masih kecil dek,harusnya kamu itu mengejar impian dan cita2 kamu,Bukan malah mengejar cinta 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Noh ternyata bukan salah Dicky nih,udah ditolak secara halus,Tora dan adeknya yg ngenyel dan maksa..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!