Sekuel dari Menikahi Ibu Susu Baby Zafa
Terjebak dalam Friendzone membuat Zafrina dan Zico nyaman satu sama lain. Keduanya sama-sama memiliki rasa lebih tapi mereka ragu untuk mengungkapkan perasaan masing-masing.
Rian, papi Zafrina dan Zafa kakaknya berniat membuat kedua sahabat itu terbuka dengan perasaan mereka masing-masing. Namun karena sebuah kejadian Zafrina dan Zico dipaksa menikah.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Simak selengkapnya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Penghianat
******
Setibanya sampai di kota Massachusetts Zafrina berencana ingin ke apartemen kakaknya. Zico tidak bisa mengantar Zafrina karena ada yang harus dia kerjakan. Zafrina memeluk tubuh Zico erat. Rasanya enggan melepaskan pelukan itu.
"Apa ada sesuatu?" Zico memegangi kedua sisi wajah Zafrina. Gadis itu menggeleng lemah.
"Tidak ada, tapi aku sudah merindukanmu padahal aku belum pergi dari hadapanmu," lirih Zafrina.
"Queen... " Zico mencium bibir Zafrina dan melu*matnya Zafrina mengeratkan tangannya di leher Zico, keduanya saling menyesap dan menghisap lidah satu sama lain.
Zico tersenyum sambil mengusap bibir Zafrina. "Setelah menyelesaikan urusanku, aku akan menyusulmu. Aku juga sudah menghubungi Calvin dan lainnya untuk bersiap," lirih Zico. Zafrina mengangguk lalu dia keluar dari ruangan Zico. Zafrina tidak sadar jika seseorang sedang mengintainya. Satu hal yang Zico tidak tahu, Morgan telah menyusupkan seorang penghianat di kantor milik Zico.
"Dom, kamu akan turun juga?" Zafrina terkejut saat Dominic tiba-tiba berdiri di belakangnya.
"Ya... "
Zafrina sama sekali tidak menyadari tatapan mata Dominic terhadapnya. Tanpa di duga oleh Zafrina Dominic telah membekap mulut dan hidung gadis itu dengan sapu tangan yang sudah di taburi obat bius. Zafrina seketika jatuh tak sadarkan diri.
"Maaf, Ina. Aku terpaksa melakukan ini," gumam Dominic. Entah apa yang terjadi pada Dominic tapi yang jelas saat ini Dominic telah menodai persahabatan mereka. Dominic membawa Zafrina ke arah lain. Ada pintu masuk di samping gudang dan sebuah mobil sudah bersiap disana. Setelah menyerahkan Zafrina. Dominic langsung naik ke atas. Dia sudah mengacaukan sistem kamera CCTV. Dia harap apa yang dia lakukan tidak akan di ketahui oleh Zico sahabatnya.
"Dom... dari mana saja kamu?" Zico menatap sahabat sekaligus asistennya dengan kesal. Namun bukannya menjawab pertanyaan Zico, Dominic justru tampak terlihat gugup di depan Zico.
"A-aku pergi ke bawah tadi," jawab Dominic tanpa berani menatap Zico. Zico mengernyit heran tapi dia memilih masa bodoh karena ada hal yang lebih penting lainnya.
"Siapkan berkas kerja sama yang kemarin. Aku tunggu di ruanganku."
Zico langsung masuk ke ruangannya. Baru sebentar saja dia sudah merindukan Zafrina. Apalagi aroma parfum gadis itu masih sangat pekat tercium di ruangan Zico.
Zico mengambil ponselnya dan menghubungi Zafrina. Tapi sayangnya nomornya tidak aktif.
"Ah... apa ponselnya kehabisan daya?" gumam Zico. Di saat yang bersamaan Dominic datang dengan membawa setumpuk berkas. Sesaat Zico melupakan keinginannya untuk menghubungi Zafrina.
Zico mulai berkutat dengan berkas-berkas itu. Dominic bersikap seolah tak terjadi apapun. Sesekali dia mengusap keringat yang membasahi keningnya padahal AC ruangan itu menyala dengan baik.
"Apa kau sedang sakit, Dom?"
"Ku rasa begitu, tubuhku rasanya lemas."
"Pulanglah, biar aku yang kerjakan sendiri."
"Tapi kau... "
"Aku tidak apa-apa, pulanglah!" Dominic segera keluar. Setelah ini dia akan pergi jauh untuk menghindari Zico dan Morgan. Dia akan membawa Stacy kekasihnya pergi meninggalkan negara ini.
"Maafkan aku, Zic. Aku terpaksa melakukan ini." batin Dominic.
Sementara itu ketiga pengawal Zafrina tampaknya masih belum menyadari jika nona muda mereka telah di culik.
"Emir... hubungi tuan, apakah nona sudah turun atau belum?"
"Aku tidak berani, aku takut menganggu. Bisa-bisa nanti aku di pecat."
Calvin terus melirik jam tangannya. Ini sudah lebih dari 30 menit dari waktu tuannya menghubungi mereka untuk bersiap. Apa ada sesuatu yang terjadi?
Calvin mencoba menghubungi tuannya akan tetapi ponsel Zico ada di dalam saku jasnya yang tersampir di sofa dan lagi ponsel dalam mode hening.
Calvin berpikir tuan dan nona mudanya masih larut dalam suasana honeymoon. Jadi dia memutuskan untuk menunggu seperti kedua rekannya.
Sementara itu, senyum kepuasan terlihat jelas dari wajah Morgan. Akhirnya keinginannya untuk memiliki Zafrina kesampaian juga. Gadis itu kini berada di sampingnya dalam pengaruh obat bius. Morgan memerintahkan anak buahnya agar bersiap di dermaga karena dia akan membawa Zafrina pergi jauh dari negaranya.
"Akhirnya, kau menjadi milikku, sweetheart."
Morgan membelai wajah Zafrina. Sedangkan dia sendiri menutup sebelah wajahnya menggunakan topeng.
"Jika saja dulu aku tidak berhutang nyawa padamu, saat ini kamu sudah pasti aku bunuh. Aku akan membuat Rian dan Leo merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang berharga dalam hidup mereka," desis Morgan.
....... ...
Di mansion Rian
Rian sedang memeriksa laporan dari anak buahnya namun entah karena angin atau apa, pigura foto Zafrina yang terpajang di dinding ruang kerjanya terjatuh. Rian terkejut dan seketika bangkit dari duduknya.
"Ada apa ini? kenapa perasaanku rasanya tidak enak."
Rian meraih ponselnya dan mencoba menghubungi menantunya. Namun hingga beberapa kali panggilan Zico tidak mengangkatnya.
Rian berganti menghubungi Zafa dan menceritakan keresahan yang dia rasakan dan mengenai tragedi jatuhnya pigura foto Zafrina.
"Aku akan mencoba mengecek ke perusahaan Zico, uncle."
Zafa mendadak merasakan perasaan aneh, dia segera menghubungi Marvel dan meminta pria itu untuk bertemu di perusahaan Zico.
"Ina, ku harap kamu baik² saja."
Zafa langsung meraih mantelnya dan mengenakannya. Dia tidak ingin memberitahu papa nya dulu karena takut mamanya akan mendengarnya dan membuat kondisi mamanya kembali drop.
Zafa hanya ingin berpikiran positif. Dia harap firasat uncle Rian tidak berdasar.
Calvin memutuskan naik ke lantai 20 di mana ruangan bosnya berada. Dia merasa janggal dengan situasi sekarang ini.
Calvin memberanikan diri mengetuk pintu ruangan Zico.
"Masuk... " ucap Zico tanpa menatap ke arah pintu, ia mengira jika itu adalah salah satu karyawannya.
"Ketua... "
Zico langsung mengangkat wajahnya. "Kenapa kamu di sini? Apakah Ina menyuruhmu kembali?"
DEG!!
Wajah Calvin seketika berubah memucat. Zico menatap penuh selidik pada Calvin.
"Ada apa? apa terjadi sesuatu?" Zico bangkit berdiri dengan wajah cemas.
"Sejak anda menghubungi saya tadi. Nona tidak turun menemui kami tuan. Saya pikir nona masih bersama anda. Karena saya sempat menghubungi anda, tetapi.... "
"Lalu dimana istriku?" Zico mengusap wajahnya frustasi. Hampir 1 jam Zafrina pergi dari kantornya. Lalu kemana sebenarnya gadis itu?
Di saat ketegangan menyelimuti ruangan Zico, Zafa dan Marvel masuk bersamaan menanyakan keberadaan Zafrina.
Zico seketika terduduk lemas. Tidak pernah dia bayangkan akan kecolongan seperti ini. Zico sama sekali tidak menjawab pertanyaan Zafa dan Marvel. Dia seketika membuka laptopnya dan mulai mencari lewat CCTV.
"Kenapa kamu bisa teledor? apa tidak cukup sekali kamu dikelabuhi?"
"Aku benar-benar tidak tahu, aku pikir dia sudah sejak tadi sampai di apartemen mu. Karena dia bilang jika dia akan ke apartemenmu untuk bertemu mama," ujar Zico gusar. Dia tidak menyangka akan seperti ini jadinya. Jika tahu begini dia pasti akan mengantar Zafrina hingga tiba di apartemen Zafa dengan selamat.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Duh baru juga mau enak, udah masalah aja. Semoga Zafrina cepat ketemu ya biar bisa enak lagi 😂😂😂
Yuk sambil nunggu, ada karya baru dari teman literasi author yaitu kak Kay 21 judulnya Ranjang Tuan Lumpuh ⬇️⬇️ mampir ya guys
*saat suami tidak percaya istri, maka novel itu akan bawa2 asas kepercayaan dalam hubungan dan suami yang salah karena tidak percaya istrinya
*saat istri tidak percaya suami tetap saja suami yang salah, asas kepercayaan dalam hubungan langsung kalian buang, suami salah karena tidak bisa menjaga perasaan istri
coba author dan kalian cari di novel mana pun, jika konflik suami tidak percaya istri maka suami yang salah, dan ketika istri tidak percaya suami tetap saja suami yang salah
jadi author itu bukan hanya pantai buat cerita tapi harus netral buang sisi wanita dalam berkarya, jadi novelis netral, jadi berlaku adil pada sang suami dan sang istri, jika suami salah maka suami yang salah, jika istri salah maka istri yang salah, jangan suka memutar balikan fakta