NovelToon NovelToon
Jebakan Cinta Asisten Gesrek

Jebakan Cinta Asisten Gesrek

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:152.1k
Nilai: 5
Nama Author: Reina aka dian

Spinn Off cerita dari Vira dan Firlan dari novel "Pesona Cinta Amartha". Kelakuan Vira yang seperti bocil dan sifat keras Firlan membuat hubungan cinta keduanya semakin sulit untuk dilanjutkan ataupun diakhiri. Kehadiran Gusti yang notabene duda beranak satu pun semakin memperkeruh suasana. Bagaimana akhir cerita dari Vira dan Firlan? apakah mereka akan bersatu dalam satu ikatan perkawinan? ataukah mereka memilih berpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reina aka dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih Aneh

"Kalian bisa menaruh tas di dalam loker yang ini, karena loker panjang itu milik anak-anak..." ucap Vira menunjuk loker berwarna cokelat yang berada di samping loker warna-warni.

"Baik, Bu..." ucap Fidya.

"Baik, Bu Vira..." ujar Zanna.

Mereka berdua bergerak ke arah loker berwarna cokelat, dimana tadi Vira menyimpan tas miliknya. Wanita berambut sebahu itu kemudian menyalakan pendingin ruangan.

"Fidya, Zanna ... kita duduk di bawah saja, ya. Biar lebih enak," ucap Vira yang duduk di lantai puzzle.

Fidya dan Zanna pun menurut. Mereka duduk di depan sebuah meja kecil berhadapan dengan Vira.

"Saya yakin kalian sudah berkenalan di luar, tapi tidak apa-apa. Disini saya akan mengenalkan kalian berdua dan pekerjaan apa yang akan kalian lakukan setiap hari," ucap Vira.

"Zanna, ini Fidya. Dia yang akan mengurus bagian administrasi termasuk penjadwalan murid baru, dan Fidya ini Zanna dia guru seni yang akan mengajari anak-anak seni clay dan lukis, sedangkan seni rajut masih saya yang menghandle..." ucap Vira.

"Fidya, nanti saya akan tunjukkan buku apa saja yang harus diisi, dan disana ada papan jadwal harian, itu akan memudahkan kamu untuk melihat slot yang masih tersedia ketika ada murid baru yang akan mendaftar," ucap Vira.

"Baik, Bu..." sahut Fidya.

"Zanna, hari ini kamu penyesuaian dulu dengan anak-anak selama seminggu. Saya ingin kamu melihat bagaimana saya dalam menangani anak-anak," ucap Vira.

"Baik, Bu Vira..." jawab Zanna.

"Baiklah, kalian bisa melihat-lihat dulu ruangan ini, oh ya. Nanti atur jadwal untuk kebersihan, karena selama ini saya membersihkan ruangan ini sendiri," kata Vira.

Vira pun mengajak Zanna dan Fidya mengelilingi ruangan, ia menunjukkan tempat-tpat ia menyimpan barang-barang untuk keperluan melukis, merajut dan berbagai macam clay yang ia taruh di tempat khusus.

.

.

Sedangkan di perusahaan Ganendra Group, Firlan datang ke kantor dengan wajah yang sumringah, tidak kaku seperti biasanya. Beberapa staff yang berpapasan dengan asisten sang CEO pun terheran, pasalnya jarang sekali dia melihat sosok Firlan bisa menampilkan wajah yang begitu bahagia seperti hari ini.

"Pagi, Maura!" ucap Firlan saat berjalan di depan Maura.

"Pagi..." jawab Maura heran melihat pria itu yang sudah sekian langkah menjauh darinya.

"Tumben tuh orang pakai acara selamat pagi segala..." gumam Maura yang kemudian mengendikkan bahunya.

"Lagi menang undian kali, ya?" ucap Maura yang kemudian duduk di kursinya sendiri.

Firlan yang sudah masuk ke dalam ruangannya pun sekarang duduk di kursi kerjanya. Satu senyuman awet terpajang di wajah pria itu sedari pagi.

"Hah, aku nggak percaya hari itu datang juga. Kali ini aku nggak boleh membiarkan siapapun mengganggu hubunganku dengan Vira, hahahaha..." Firlan tertawa penuh kemenangan.

Kriiiiiing!

Telepon di meja Firlan berbunyi.

"Ah, mengganggu saja!" gerutu Firlan.

"Ya, halo..." ucap Firlan saat ia sudah mengangkat telepon itu.

"Ke ruangan saya sekarang," ucap bos sengklek sejagad raya.

"Oke," ucap Firlan yang main nutup telepon itu secara sepihak.

Sementara di ruangannya Satya mencak-mencak.

"Astaga, dasar asisten laknat! beraninya dia menutup telepon duluan!" Satya meletakkan gagang telepon dengan kesal.

Satya membuka beberapa dokumen yang harus dia tanda tangani hari ini. Ketika ia baru saja akan membuka salah satu dokumen, seseorang mengetuk pintu.

"Masuk!"

Dan ternyata Firlan yang datang menemuinya.

"Tumben cepet?" Satya menautkan alisnya, ia pun menutup kembali dokumen yang ada di atas meja kerjanya.

"Ada perlu apa anda memanggil saya kesini, Tuan?" tanya Firlan yang tak seperti biasanya.

"Kenapa dengan wajah kamu?" Satya perhatikan ada sesuatu yang aneh dengan asistennya.

"Memangnya ada apa? wajah saya semakin tampan atau bagaimana?"

"Lebih tampan saya kemana-mana! tumben sekali wajah kamu ini lebih manusiawi malah seperti orang yang sedang kasmaran," celetuk Satya.

"Ehm, tadi Tuan ada perlu apa memanggil saya kemari?" tanya Firlan mengalihkan pembicaraan.

"Tolong wakilkan rapat jam 9 nanti dengan pak Handoko, karena saya ada kepentingan lain..." ucap Satya.

"Baik," ucap Firlan tanpa bantahan.

"Hanya itu saja? kalau tidak ada yang lain, saya permisi, Tuan..." ucap Firlan.

"Yaaa..." kata Satya yang heran dengan tingkah Firlan pagi ini.

Firlan berjalan keluar dan menutup pintu ruangan bosnya itu.

.

.

Vira melihat jam di dinding, menunjukkan pukul 11 siang.

"Hari ini ada jadwal khusus Gia," gumamnya.

"Ada apa, Bu?" tanya Zanna yang mengira Vira sedang berbicara padanya.

"Hari ini ada jadwal kelas khusus, jadi saya dalam satu sesi saya hanya mengajari dia, namanya Gia..." terang Vira.

"Kalau Gia, biar saya saja yang menghandle..." ucap Vira.

"Baik, Bu..." ucap Zanna.

"Oh ya, Zanna. Mungkin saya akan makan siang di luar,..." kata Vira yang ingat kalau Firlan mengajaknya makan siang sebentar lagi.

Baru juga dibicarakan, si mamas pacar menghubunginya.

"Saya angkat telepon dulu," ucap Vira yang mrmbuat Zanna beringsut dan pindah ke meja Fidya, wanita itu sepertinya sedang membereskan buku-buku.

"Halo?" sapa Vira saat panggilan terhubung.

"Kamu masih ada kelas, Ay?" tanya Firlan yang sekarang pede menyebut Vira dengan panggilan sayang mereka dulu.

"Nggak ada, kenapa?"

"Nggak apa-apa, hari ini kita makan siang bareng. Kamu nggak lupa, kan?" tanya Firlan.

"Nggak lupa, kan aku belum pikun..." jawab Vira, Firlan mencoba menyabarkan diri sendiri, jangan sampai dia terpancing emosi.

"Ya sudah, jam 12 aku jemput kamu. Sekarang, aku harus balik lagi ke kantor," kata Firlan.

"Emang daripagi nggak ngantor?" tanya Vira.

"Aku habis ngewakilin tuan Satya meeting dengan client penting, tadi ketemunya di luar. Jadi sekarang aku mau balik ke kantor dulu buat ngembaliin dokumen dulu, baru nanti aku jemput kamu..." jelas Firlan.

"Oke," sahut Vira.

"Love you..." ucap Firlan.

"Yaaaa..." jawab Vira, yang masih aneh menjawab apa yang diucapkan Firlan barusan. Dia menutup panggilan itu dan memasukkan ponselnya ke dalam saku.

"Hah, masih aneh..." Vira merasa masih canggung dengan hubungannya dengan Firlan. Mungkin karena mereka baru saja kembali setelah sekian lama, pikir Vira. Jadi di dalam hatinya, Vira belum seutuhnya menerima Firlan.

Vira kembali menutup kotak kumpulan benang yang sedang ia rapihkan tadi bersama Zanna.

Wanita itu kemudian berdiri dan membawa kotak yang lumayan besar itu, menyimpannya dalam sebuah lemari.

Kehadiran Fidya dan Zanna hari ini, membuat Vira tidak lagi kesepian apalagi disaat jam kosong seperti ini. Vira memandangi ruangan yang ceria dengan berbagai macam gambar itu. Vira bergerak ke beberapa lukisan yang sengaja ia pasang di dinding. ia membenarkan posisinya yang sedikit miring.

"Tanteeeeee..." seru seorang gadis, dia berlari masuk ke dalam ruangan. Vira pun menoleh saat namanya dipanggil.

...----------------...

1
Andiyas
sumpah! gedek sama Zanna. pengen tak kunyah rasanya. kemarin Alien, habis itu Andika. eh Andini. sekarang Zantul. hadehhh.

ceritamu selalu bisa bikin hati hanyut thor. semangat Thor ❤️
Yuyun
duh zanna kampret,, sengaja pengen ngikutin gaya nya Vira,, biar Firlan tertarik sama dia.. ngaca woii
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: kaca mana kaca
total 1 replies
Andiyas
Aku cuma mau bilang, semangat ya Thor ❤️ meski tak bisa dipungkiri, aku nggak suka sama Firlan. Entahlah mungkin jg Krn alasan pribadi. aku g suka sama cowok modelan Firlan. meski niatnya mau bikin cemburu. tetep aja g gitu caranya. sekarang malah jd tambah rumit kan. si alien jg kayak selalu bergantung sama Firlan. tau ah, author jago banget bikin hati jungkir balik
Andiyas: 😁😁 maapken saya yg menggalau dulu sebelum mulai dubbing. Jadinya malah terhambat audionya 😁😁 btw, udah nyicil 3 bab tadi. gimana musiknya? kurang cocok kah? mungkin ada saran musik yg lebih cocok?
total 2 replies
Andiyas
Firlan bikin sesek aja kerjaannya. g tau apa dia, kalau perhatian ke cewek itu, akan membuat si cewek berharap. begitu jg yg dirasakan Alia mungkin, makanya dia jd berharap sama Firlan. harusnya kalau sukanya sama Vira y g usah perhatian sama yg lain. Tau ah, jd panjang gini kan komennya. Jangan salahin aku, salahin aja Firlan yang suka bikin kesel. Semangat ya Thor ❤️
Andiyas: makasih ya😂❤️
total 4 replies
bluemoon007
😍😍😍
Abel Yasmin
good
Ni.Mar
penny hanya bertanggung jawab pada tugasnya sebagai pengasuh. aku pernah di posisi itu wktu jd baby sitter di cikokol
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: serba salah kdg
total 1 replies
Ni.Mar
bnr bgt wanita selalu yg terdepan dlm segala Hal.
Ni.Mar
mampir thorrrrr.....
Herfika Hermansyah
😍😍😍😍😍😍😍😍😍
macil
cewe suka mancing bahas mantan ujung ujung nua dia juga yang marah.. kaya aku haiiiiisssss
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿: #sendiri
total 2 replies
TK
jos
lina
kepergok 🤭🤭
TK
🌷🌷✍️✍️
lina
eeet y tembak bae apa 🤭
TK
top 👏👍
TK
👍👏
TK
yuk2
lina
tuh kan benr, gusti jadi tau dah
TK
ehhh apa tuh? 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!