NovelToon NovelToon
Hantu Tampan Si Mesum

Hantu Tampan Si Mesum

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Dunia Lain / Spiritual / Hantu / Suami Hantu
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Angin Siang Itu Berhembus Cukup Kencang, Memainkan Helai Rambut Panjang Milik Jelita Yang Sedang Duduk Santai Di Selasar Universitas. Bagi Jelita, Dunia Hanya Sebatas Apa Yang Bisa Dilihat Oleh Mata Dan Logika. Baginya, Cerita Hantu Hanyalah Dongeng Pengantar Tidur Untuk Orang-Orang Penakut.​"Hari Ini Kita Gak Ada Kelas! Gimana Kalau Kita Ke Gedung Kosong Sebelah," Ajak Salah Satu Teman Jelita Yang Bernama Dinda. Matanya Berkilat Penuh Rencana Tersembunyi.​Jelita Mengangkat Alisnya Sebelah, Menatap Dinda Dengan Tatapan Remeh. "Buat Apa Kita Kesana? Kamu Mau Ngajak Mojok Ya?" Selidik Jelita Sambil Tersenyum Tipis.​"Kamu Kan Gak Pernah Takut Dan Gak Pernah Percaya Hal Kaya Gitu. Kita Mau Tantang Kamu Kesana Untuk Uji Nyali," Kata Dinda Tegas.​"Bener Juga! Lumayan Hiburan Di Saat Lagi Kelas Kosong," Sambung Ira Yang Tiba-Tiba Bergabung, Memberikan Dorongan Ekstra Agar Jelita Terpojok.​Jelita Tertawa Kecil, Sebuah Tawa Yang Mengandung Kesombongan. "Oke, Siapa Takut? Ayok Kita Kesana."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Setelah kelas usai dan dosen membubarkan mahasiswa.

Suasana di dalam kelas mendadak hening setelah mahasiswa lain berhamburan keluar. Hanya tersisa mereka bertiga di tengah ruangan yang luas itu, namun hawanya terasa sesak seolah tembok-tembok kelas mulai menghimpit.

​Ira masih terpaku menatap mawar hitam layu di atas mejanya. Tangannya gemetar saat mencoba menyentuh kelopak bunga yang seolah menyimpan aura jahat itu.

​"Jel, ini beneran bukan becandaan kan?" suara Ira nyaris hilang. "Kenapa namaku ada di sini? Siapa itu Mahesa?"

​Jelita menggenggam tangan Ira erat. Lewat cincin kecubungnya, Jelita bisa melihat gumpalan asap hitam pekat sedang berputar-putar di langit-langit kelas, tepat di atas kepala Ira. "Dia musuh Arjuna, Ra. Arjuna bilang dia panglima pemberontak. Sepertinya dia tahu kalau kamu adalah orang yang paling logis dan pelindung kami, makanya dia ingin mengincarmu untuk memancing Arjuna."

Dinda, yang biasanya paling penakut, tiba-tiba berdiri di depan Ira sambil berkacak pinggang. Ia mengangkat kristal biru dari Gama tinggi-tinggi.

​"Heh, Mahesa atau siapa pun namamu! Jangan berani-berani sentuh Ira ya! Ira itu galak, kamu nggak akan kuat sama omelannya!" teriak Dinda ke arah langit-langit. "Mas Gama! Mas Gama! Muncul dong, ini darurat! Masa pengawal Raja kalah cepat sama pengganggu!"

​Srattt!

​Tiba-tiba, bayangan hitam di langit-langit itu menukik tajam ke arah mereka. Suara tawa yang berat dan parau menggema, membuat kaca-kaca jendela bergetar hebat.

​"Berisik sekali manusia kecil ini..." sebuah suara berat terdengar, disusul munculnya sesosok pria bertubuh kekar dengan pakaian zirah yang compang-camping namun memancarkan aura kegelapan yang pekat. Wajahnya garang, dengan bekas luka melintang di matanya, memberikan kesan jantan yang liar dan berbahaya.

​Ia mendarat di atas meja dosen, menatap Ira dengan pandangan lapar. "Irawati... kau memiliki jiwa yang sangat murni di balik lisanmu yang tajam. Kau akan menjadi koleksi terindah di penjara bawah tanahku."

Jelita tidak tinggal diam. Ia melangkah maju, menghalangi pandangan Mahesa terhadap Ira. Cincin di jarinya berpendar terang, menciptakan perisai cahaya ungu yang menyelimuti mereka bertiga.

​"Pergi dari sini, Mahesa! Kau tidak punya hak menyentuh sahabatku!" tegas Jelita. Aura keberaniannya sebagai Ratu Astina Maya mulai keluar secara alami.

​Mahesa menyeringai, memperlihatkan taringnya yang tajam. "Ah, Sang Ratu Kecil sudah mulai menunjukkan taringnya. Tapi sayang, cahayamu tidak akan cukup untuk menghentikanku membawa gadis ini."

​Saat Mahesa hendak melompat menyerang, sebuah pedang batu besar tiba-tiba melesat dari arah pintu kelas dan tertancap tepat di depan kaki Mahesa, menghancurkan meja dosen menjadi dua.

​BOOM!

​Gama muncul di ambang pintu dengan aura biru yang membara. "Langkahi mayatku dulu, Panglima Busuk, sebelum kau berani menyentuh apa yang diperintahkan Baginda untuk kujaga."

Dinda langsung bersorak kegirangan. "MAAAS GAMA! HAJAR DIA MAS! DIA MAU NYULIK IRA!"

​Ira hanya bisa memegangi kepalanya yang pening. "Ya Tuhan... kelas ini baru saja dibersihkan, sekarang hancur lagi. Dan kenapa aku jadi rebutan makhluk-makhluk ini?!"

​Mahesa menatap Gama dengan penuh kebencian. "Gama... pengkhianat bangsa. Kau lebih memilih menjadi anjing peliharaan Arjuna daripada bergabung denganku?"

​Gama tidak menjawab. Ia menarik pedangnya dari reruntuhan meja dan memasang kuda-kuda bertarung. Pertempuran antara dua ksatria gaib terkuat ini akan segera pecah di dalam ruang kelas seni.

Pertarungan antara Gama dan Mahesa meledak di tengah ruang kelas yang sempit. Setiap benturan pedang mereka memicu gelombang kejut yang kasat mata, menghancurkan kursi dan meja kayu menjadi serpihan. Gedung fakultas seni berguncang hebat, membuat mahasiswa di luar ruangan berhamburan ke lapangan sambil berteriak panik, mengira gempa tektonik sedang melanda kampus mereka.

​Di luar kelas 302, koridor yang tadinya ramai oleh mahasiswa yang ingin menuju kantin mendadak berubah menjadi zona horor. Guncangan hebat dari dalam kelas membuat tembok-tembok beton retak, dan suara benturan senjata gaib terdengar seperti ledakan bom di telinga manusia biasa.

​"GEMPA! GEMPAAAA!! SEMUANYA KELUAR!" teriak seorang mahasiswa laki-laki yang sedang duduk di depan kelas, ia terlempar dari kursinya saat lantai bergetar hebat.

​"Aaaaakh! Tolong! Atapnya runtuh!" jerit seorang mahasiswi saat plafon lorong mulai berjatuhan. Debu putih mengepul memenuhi udara, menambah kepanikan.

​Di lantai bawah, kerumunan mahasiswa yang sedang berkumpul di lobi mendongak ke atas dengan wajah pucat. Mereka melihat kaca-kaca jendela lantai tiga pecah berkeping-keping dan terbang keluar seolah didorong oleh ledakan besar.

​"Lihat itu! Ada apa di atas?! Pintunya terkunci tapi jendelanya hancur semua!" seru salah satu koordinator tingkat dengan suara gemetar.

​"Toloooong! Ada temanku di dalam! Pintunya nggak bisa dibuka, kayak ada yang nahan dari dalam!" tangis seorang mahasiswi yang berusaha menggedor pintu kelas 302 dari luar, namun tangannya malah melepuh karena suhu gagang pintu yang mendadak sedingin es.

Gama melesat dengan kecepatan kilat, pedang batunya membara dengan api biru yang dingin. Sementara Mahesa menangkis dengan sepasang belati hitam yang mengeluarkan asap beracun.

​"Kau melemah karena terlalu sering bergaul dengan manusia, Gama!" geram Mahesa sambil memberikan tendangan telak ke arah zirah Gama.

​DUAKK!

​Gama terhempas menabrak papan tulis hingga hancur, namun ia segera bangkit. "Manusia memiliki sesuatu yang tidak kau miliki, Mahesa... kesetiaan yang tulus!"

​Gama kembali menyerang dengan tebasan vertikal yang membelah lantai kelas. Getarannya terasa hingga ke lantai dasar gedung, memicu sirine darurat kampus berbunyi nyaring.

Di tengah kekacauan itu, Mahesa yang licik menyadari bahwa ia tidak bisa mengalahkan Gama dengan cepat. Ia melirik ke arah Ira yang sedang dilindungi oleh Jelita di sudut ruangan. Dengan gerakan memutar, Mahesa melempar salah satu belati hitamnya bukan ke arah Gama, melainkan ke arah perisai cahaya Jelita.

​PRANKK!

​Perisai ungu Jelita retak. Mahesa menggunakan kesempatan itu untuk melesat di balik bayangan dan muncul tepat di belakang Ira.

​"Ira! Lari!" teriak Jelita panik.

​"Mau lari ke mana, Manusia Cantik?" bisik Mahesa, tangannya yang kasar siap mencengkeram bahu Ira.

​"MAS GAMA! TOLOOONG!" jerit Dinda sambil melemparkan tas punggungnya ke arah Mahesa, sebuah tindakan nekat yang tentu saja tidak berpengaruh apa-apa bagi sosok panglima kegelapan itu.

Tepat saat kuku tajam Mahesa hampir menyentuh kulit leher Ira, suhu di ruangan itu mendadak jatuh hingga di bawah titik beku. Seluruh reruntuhan meja dan kursi seketika membeku menjadi es.

​"Cukup, Mahesa."

​Suara itu pelan, namun berwibawa dan penuh tekanan yang luar biasa. Arjuna muncul dari udara kosong, berdiri tepat di antara Mahesa dan Ira. Tanpa melihat ke belakang, Arjuna menangkap pergelangan tangan Mahesa dengan satu tangan, dan seketika itu juga, terdengar suara tulang yang retak.

​"Aaaarrggghhh!" Mahesa menjerit kesakitan saat tangannya mulai membeku dan hancur menjadi serpihan es hitam.

​"Kau berani menyentuh sahabat Ratuku di wilayahku?" mata Arjuna berkilat merah membara, menunjukkan kemarahan sang raja yang tak terhingga. "Gama, selesaikan sisanya. Aku akan membawa mereka ke tempat yang tidak bisa kau jangkau."

Arjuna mengibaskan jubah hitamnya. Seketika, pandangan Jelita, Ira, dan Dinda menjadi gelap. Goncangan gedung fakultas seni pun berhenti seketika, meninggalkan kebingungan bagi para mahasiswa di luar yang melihat lantai tiga gedung mereka hancur berantakan tanpa penyebab yang jelas.

1
Ani Suryani
merah merah karena hantu
Mingyu gf😘
Arjuna jahat
Mingyu gf😘
sadar jelita sadar
Stanalise (Deep)🖌️
Ya, kalau setannya kayak gini visualisasi nya siapa yang ga kepincut. Beneran 🐊 nih the mycth
Stanalise (Deep)🖌️
Tapi thor, sebenarnya nih si Jelita dia emang bisa nglihat atau ngga Thor? #Bertanya dengan nada lembut. 🥺
Greta Ela🦋🌺
Jangan woi. Hantu ini gak tahu tempat, dah tahu sekarang lagi jam kuliah malah diganggu
Greta Ela🦋🌺
Ya wajib lah dengerin dosen. Kocak amat lu
Greta Ela🦋🌺
Hantunya ganteng gini mah🤣
Greta Ela🦋🌺
Hantunya ini ngada2 ya🤣
Blueberry Solenne
Cape banget Ini yang Jadi temen-temennya, harus rebutan Jelita sama Hantu
Wida_Ast Jcy
tidak semudah itu juga kali. kalau teror berakhir otomatis ceritamu tamat donk. ya kan thor
Wida_Ast Jcy
Bukan masalah begitu jelita. namanya juga sahabat mungkin mereka ingin membantu. dan kesian harus membiarkan dirimu
studibivalvia
merinding tapi bikin terang-sang ya kan jel? 🤣
chemistrynana
ALAMAKK TAKUTNYA
arunika25
memangnya hantu tampan itu lebih menakutkan dari hantu biasa. suka posesif gitu padahal baru ketemu.😱
Ani Suryani
hantu cabul
CACASTAR
jujur cerita ini rada bikin merinding tapi campuran romantika saat penggambaran tokoh ya muncul..hantu kok tampan sih
CACASTAR
kenapa jadi gerah bacanya yaaa🤭
CACASTAR
kak Jing Jing ilustrasinya bikin salfok 😄
Blueberry Solenne
Leluhur si Jelitanya jahat banget, wajar lah si Arjuna nuntut haknya, eweh tapi serem ya bagaimana mungkin dua makhluk beda alam bersatu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!