NovelToon NovelToon
Takut Gak Sih

Takut Gak Sih

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Rumahhantu / Mata Batin
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

terinspirasi dari film: Takut Gak Sih.

menceritakan seorang You Tuber dengan nama Chanel Takut Gak Sih yang membuat konten untuk membongkar kasus kematian para arwah gentayangan dari berbagai daerah dan pulau.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cahaya sakit

Sehari berlalu setelah kejadian itu.

"Kamu kenapa Ay?" Tanya Vina kepada Cahaya yang lemas tertunduk lesu.

"Tidak tau nih, badanku terasa tidak enak."

"Kamu sakit ya Ay? Muka kamu pucet banget gitu..."

"Tidak tau Vin..."

"Ya sudah aku buatkan teh hangat ya? Agar badannmu lebih segar."

Vina berdiri dan hendak melangkah, Cahaya berdiri ingin mencegah Vina untuk tidak perlu repot repot namun baru beberapa langkah ia terjatuh dan pingsan.

"Cahaya..!!!" Teriak Vina yang panik melihat cahaya yang tiba tiba jatuh pingsan.

"Tolong!!" Mendengar teriakan tolong Vina para pembantu dan satpam langsung bergegas menolong Cahaya dan membawanya ke kamar.

Galang yang mendengar Cahaya pingsan langsung bergegas.

"Cahaya kenapa Vin?" Tanya Galang yang baru sampai.

"Aku juga tidak tau lang, tiba tiba Cahaya Pingsan.

"Ay bangun, kamu kenapa?" Galang mencoba membangunkan cahaya namun cahaya tidak kunjung bangun.

Galang mencoba menyentuh kening cahaya, "panas banget badan Cahaya.." ucap Galang spontan.

Vina pun langsung mengecek suhu badan cahaya dan benar saja suhu bada cahaya sangat tinggi.

"Lebih baik kita bawa cahaya kerumah sakit saja, aku takut dia kenapa napa.." ujar Galang.

"Iya lang, aku setuju.." jawab Vina.

Galang pun langsung menggotong tubuh Cahaya menuju kegarasi di ikuti Vina.

"Kamu masuk dulu, Vin.."

"Oke.."

Vina langsung masuk ke dalam agar kepala Cahaya bisa bersandar pada dirinya.

Setelah selesai mereka membawa Cahaya menuju kerumah sakit.

***

Sesampainya di rumah sakit Cahaya langsung di periksa oleh dokter di ruang UGD. Sedangkan Galang dan Vina menunggu di luar dengan harap harap cemas..

Cukup lama mereka menunggu dan akhirnya sang dokter keluar.

"Dok, bagaimana keadaan teman kami?" Tanya Vina.

"Teman kalian mengidap penyakit demam berdarah dan harus di rawat inap di rumah sakit selama beberapa hari. Karena kami akan memantau keadaan teman kalian untuk pemeriksaan lebih lanjut.." jawab Dokter.

"Baiklah Dok, tidak apa apa yang terpenting teman saya cepat sembuh. Tolong berikan yang terbaik untuk teman saya Dok.." ucap Vina..

"Tentu saja saya pasti akan melakukan yang terbaik, kalau begitu saya permisi dulu.."

Setelah sang dokter pergi Galang dan Vina masuk ke dalam ruangan untuk melihat keadaan Cahaya yang masih belum sadar.

"Ya Allah Ay, kenapa kamu kok bisa kena demam berdarah begini sih? Terus aku harus ngomong apa sama bapak dan ibumu?" Tanya Vina.

"Tenang saja Vin, insya Allah Cahaya akan segera sadar tapi memang lebih baik kamu kabarin dulu bapak dan ibunya agar bisa kesini."

Vina mengangguk ia mengambil ponselnya dan menghubungi Pak Dahlan ayah dari Cahaya.

"Assalamu'alaikum pak Dahlan." Ucap Vina memulai panggilan.

"Wa'alaikum salam, da apa ya nak Vina kok tumben telephone bapak.. biasanya juga yang telephone cahaya." Tanya Pak Dahlan.

"Begini pak, Cahaya hari ini masuk rumah sakit.."

"Astaghfirullah, Cahaya sakit apa kok bisa masuk ke rumah sakit?"

"Bapak tenang saja, Cahaya sudah kami bawa kerumah sakit. Cahaya sakit demam berdarah apa Pak Dahlan bisa kesini?"

"Aduuuh... Bapak dan Ibu lagi sibuk banget di dubai, Vina. Kamu terus kontrol aja keadaan Cahaya, kabarin perkembangannya kepada Bapak, jika bapak sudah tidak sibuk pasti akan pulang tapi hari ini beneran ngga bisa.. maaf ya Vina sudah ngerepotin.."

"Ya ngga apa apa pak, kalau begitu udah dulu ya pak. Assalamualaikum."

"Wa'alaikum salam."

Telephone di matikan...

Galang mendengar semua obrolan itu, ia menatap iba Cahaya yang terbaring lemas, "Kasihan Cahaya dalam keadaan sakit begini saja orang tuanya tidak datang menjenguk, ternyata kedua orang tua Cahaya sangat sibuk mereka terlalu mengejar urusan dunia..." batin Galang.

Galang keluar dari ruangan itu dan berjalan menjauh hendak melephon Atmo untuk mengabari keadaan Cahaya.

Tidak lama setelah Galang pergi seorang suster datang, "permisi, kak. Kaka harus membayar administrasi dahulu.." ucapnya.

"Baik sus.."

"Mari ikut saya.."

Vina pun keluar ruangan UGD mengikuti suster itu ke bagian administrasi untuk melakukan pembayaran.

Setelah menelphone Atmo dan mengabari keadaan Cahaya Galang kembali masuk, dan duduk di sofa. Ia sedikit heran karena tidak ada Vina di sini, "mungkin pergi beli makan." Gumam Galang.

***

Vina memicingkan matanya tak kala suster itu justru mengantarkannya bukan ke resepsionis melainkan berjalan ke lorong yang semakin dalam semakin sepi pula orang yang berlalu lalang.

"Sus, kok kita kesini ya? Emang bayarnya dimana?" Tanya Vina.

Suster itu tidak menjawab tiba tiba ia masuk ke salah satu ruangan.

Melihat itu Vina langsung masuk ke dalam ruangan itu, karena berfikir tempat mengurus administrasinya ada di ruangan itu.

Namun betaap terkejutnya Vina ketika kepalanya masuk ke dalam ruangan ini, ia melihat banyak jenazah yang terbaring di atas ranjang dan tutupi dengan kain putih.

Jantung Vina berdebar tidak karuan karena tidak melihat adanya Suster tadi.

"Ada yang ngga beres ini.." batin Vina ia bergidik ngeri dan melenggang pergi.

Galang menunggu di sana selama beberapa menit, tidak lama kemudian seorang suster masuk, meminta izin kepada Galang untuk mengecek selang infus cahaya kemudian pergi begitu saja.

Galang kembali menunggu Vina beberapa menit, Saat sedang asik menonton video tidak sengaja Galang menoleh ke arah Cahaya, ia melihat ada seorang suster yang sedang memeriksa selang infus milik Cahaya.

Galang mengerutkan keningnya, karena ia ingat betul beberapa menit sebelum ini sudah ada suster yang mengecek selang infus.

Galang juga heran karena ia tidak mendengar suara pintu terbuka dan suster ini tidak ijin kepadanya, tidak seperti suster sebelum ini.

Galang mendekat, "maaf sus, bukannya tadi selang infus sudah di periksa. Kok sekarang di periksa lagi?" Tanya Galang tetapi suster itu tidak menjawab.

Galang memicingkan matanya, ia memegang pergelangan tangan suster itu yang sedang mengecek infus dan menariknya.

"Kamu mau apa? Jangan sakiti teman saya.." ucap Galang dengan nada datar.

Suster itu menatap tajam Galang namun itu hanya sepersekian detik, tatapan mata suster itu berubah ketakutan ketika menatap sesuatu di belakang Galang.

Bersamaan dengan itu bau Kapur bercampur dengan bau pandan atau bau yang mirip seperti orang meninggal yang sedang di mandikan kental terasa.

Galang menghiraukan bau itu fokusnya adalah kepada sosok arwah di depannya, "kamu siapa? Mau kamu apa?" Tanya Galang.

Namun suster itu menghilang begitu saja, bersamaan dengan itu bau itu juga menghilang.

Setelah suster itu menghilang Galang memeriksa selang infus Cahaya, ternyata darah Cahaya naik ke selang infus namun perlahan darah itu turun dan selang infus normal kembali.

Galang termenung, "jadi begitu, arwah itu berniat baik. Pasti tadi aku tidak sadar kalau darah Cahaya naik ke selang infus karena aku sibuk bermain ponsel. Dan arwah itu yang menormalkannya.." batin Galang.

1
Tini Nurhenti
next💪💪💪
Tini Nurhenti
lanjutttty 💪💪💪💪💪
Tini Nurhenti
abu2 thor
Tini Nurhenti
next 💪💪💪💪💪
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
dendam sama ibunya kok anaknya yang dibunuh 😑
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
ohhh ga semua kru tinggal di rumah vina ya
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
harusnya yang ga bersalah ga usah diteror 😑
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
laaah parah nge jual anak sendiri 😑
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!