NovelToon NovelToon
Hanya Mempelai Pengganti

Hanya Mempelai Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rina kim

Pernikahan bisnis yang sudah di rancang sedemikian rupa terancam batal hanya karna mempelai wanita kabur di hari pernikahan. Bintang, selaku kakak yang selama ini selalu di sembunyikan terpaksa harus menggantikan Lidya.
"Yang ku inginkan adalah Lidya! Kenapa malah dia yang menjadi mempelainya?!" Pekik Damian pagi itu.
"Kita tidak punya pilihan, hanya ada dia."Jawab sang ayah.
Damian menatap Bintang dingin, "Baiklah, akan ku perlihatkan padanya apa yang namanya pernikahan itu."Balasnya dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tuduhan Damian

Setelah menghabiskan hari dengan berbelanja, Bintang dan Damian pun akhirnya kembali ke hotel. Pria itu menghempaskan tubuhnya ke kasur sementara Bintang hanya bisa menghela nafasnya saat melihat banyaknya barang yang di beli oleh Bintang, paper bag itu nampak sangat penuh dan menyesakkan.

Tok tok tok!

Di tengah tengah keheningan itu, tiba tiba saja ada suara ketukan di pintu kamarnya. Bintang nampak sedikit keheranan, tapi di detik selanjutnya dia pun langsung berjalan ke arah pintu dan membukanya.

"Hai! Kalian udah selesai istirahatnya?"Tanya Raisa dengan nada pelan, dia membawa dua buah paper bag yang berisi jajanan dan juga oleh oleh yang dia beli di tempat dia dan Wicakono berkencan beberapa saat yang lalu.

"Mama sama papa bawain oleh oleh buat kalian."Ujar Wicaksono, dia mencela dan ikut membuka pintu kamar itu dengan lebih lebar untuk melihat apa yang sebenarnya ada di dalam kamar anak mereka itu.

"Astaga."Ujar Raisa, sedikit terkejut karna ruang tamu kamar itu di penuhi dengan paper bag yang di beli oleh Damian.

"Ini apa? Kenapa banyak sekali?"Tanya Raisa sedikit terkejut, bahkan mencoba untuk mencari celah lewat saja sulit saat ini.

"Baju dan beberapa peralatan. Karna dia sudah menjadi istriku maka sudah pasti dia akan bertemu dengan banyak orang dan pastinya dia memerlukan lebih banyak barang."Ujar Damian, dia keluar dari kamarnya saat mendengar suara Raisa dan juga ayahnya.

"Tentu saja! Hanya saja agak kaget karna biasanya kamu tidak terlalu peduli dengan hal hal semacam ini bahkan kamu sangat benci belanja."Ujar Raisa, sudah beberapa tahun tinggal bersama dengan Damian membuatnya sedikit mengenal tentang pria itu.

"Biasa ma, namanya lagi jatuh cinta."Goda Wicaksono, pria itu senyam senyum sementara Raisa juga ikut melakukan hal yang sama.

"Aku hanya membeli seluruh baju, pa nggak milih."Bantah Damian, dia tidak ingin Bintang besar kepala saat mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Raisa.

"Iya iya, papa tahu. Kalau begitu kalian lanjutkan saja, kami pergi dulu. Ah ya, ini cemilan jangan lupa di makan ya."Ujar Wicaksono, setelah mengatakan itu mereka pun langsung pergi dari ruangan itu dan meninggalkan Damian serta Bintang yang masih berdiri di posisi mereka sebelumnya.

"Nggak usah kepedean ya, aku memang jarang belanja tapi tadi itu pure karna aku udah gedek banget lihat baju yang kamu pakai itu."Ujar Damian, mencoba untuk menjelaskan kepada Bintang jika apa yang di lakukannya saat itu hanyalah keperluan semata.

"Iya tuan, tanpa anda jelaskan saya juga sudah mengerti."Ujar Bintang dengan nada pelan, dia sepenuhnya mengerti dengan apa yang di maksud oleh Damian saat ini.

"Bagus kalau kamu mengerti."Ujar Damian dengan ada puas.

Pria itu hendak pergi, tapi tiba tiba saja dia menghentikan langkahnya.

"Apa kamu sangat mengenal Lidya?"Tanya Damian tiba tiba.

Bintang mengangguk, "Aku tahu semuanya tentang dia."Balas Bintang dengan nada pelan dan penuh keyakinan.

"Apa karna itu kamu akhirnya meminta Lidya untuk memberikan aku kepadamu?"Tuduh Damian.

Bintang memejamkan matanya, rasanya dia benar benar muak dengan tuduhan tak berdasar ini.

"Saya tidak pernah melakukan itu, tuan."Bantah Bintang.

"Lalu apa yang membuat Lidya pergi jika bukan kamu? Dia sangat menyayangi kamu dan pastinya dia tidak akan melakukan ini jika bukan kamu yang memintanya."Ujar Damian dengan nada penuh curiga, matanya memicing seolah oleh apa yang di katakannya itu adalah kebenaran.

Bintang tersenyum kecut, "Dia tidak pernah sesayang itu padaku, tapi jika tuan berpikiran seperti itu maka anggap saja semuanya benar."Balas Bintang dengan singkat.

Mendengar itu Damian pun terdiam, tidak tahu harus berkata apa karna ketika mengucapkan kalimat terakhirnya, Damian seperti melihat luka di mata Bintang.

"Kalau begitu saya istirahat dulu tuan, setelah ini saya akan merapikan ruangan ini."Ujar Bintang, dia melangkahkan kakinya ke sofa dan merebahkan tubuhnya di sana.

"Terserah padamu."Balas Damian, dia juga akhirnya kembali masuk ke dalam kamarnya dan meninggalkan Bintang sendirian di ruangan itu.

Diam diam, Bintang kembali menitikkan air matanya. Dia merasa sangat tidak adil karna harus menanggung beban ini dan tuduhan tuduhan itu entah kenapa terasa sangat menyesakkan bagi Bintang.

"Sabar Bintang, semuanya akan berlalu dan kamu hanya perlu bersabar."Ujarnya memperingatkan, kali ini dia harus menambat hatinya membuat tembok setinggi tingginya agar dia tidak jatuh cinta pada Damian dan kembali merusak hidupnya yang memang sudah sangat rusak.

Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam ketika Bintang akhirnya terbangun dari tidurnya, cuaca yang dingin dan juga rasa lelah membuatnya terlelap lebih lama dari pada biasanya.

"Aku belum mandi."Gumam gadis itu, dia segera melangkahkan kakinya ke arah pintu kamar karna hanya ada satu kamar mandi di kamar hotel mereka dan mau tidak mau Bintang harus masuk ke dalam kamar Damian untuk membersihkan tubuhnya.

"Tuan, apakah anda tidur?"Tanya Bintang hati hati.

"Tidak, masuk saja."Balas Damian dingin seperti biasanya.

Tak menunggu lagi, Bintang pun langsung masuk dan mendapati Damian yang sudah mengenakkan piyama tidurnya.

"Saya mau bersih bersih, tuan."Ujar Bintang.

"Terserah kamu."Balas Damian tanpa melirik ke arah Bintang sama sekali. Pria itu terlihat sibuk mengurus sesuatu di ponselnya dan dengan penuh kehati hatian Bintang pun langsung masuk ke dalam kamar, mengambil handuknya dan juga baju tidur tipis yang di siapkan oleh Raisa sebelumnya.

'Saatnya membayar baju dan barang barang yang di beli oleh Damian.' Ujar Bintang di dalam hatinya, gadis itu kemudian masuk ke dalam kamar mandi dan mulai membersihkan dirinya di sana.

Di luar kamar, Damian terlihat sibuk memainkan ponselnya. Beberapa saat yang lalu anak buahnya baru saja mengabari Damian jika mereka mungkin melihat Lidya di Belgia tapi gadis itu tidak sendiri dia bersama dengan pria jangkung yang menenaminya.

"Kami kehilangan jejak tuan, sepertinya nona Lidya tahu jika dia di awasi."Tiba tiba saja sebuah panggilan menggema di telinga Damian.

"Cari sampai dapat, aku tidak mau tahu jika tidak kalian dapatkan dia maka jangan salahkan aku jika aku akan menghabiskan kalian satu persatu."Ujar Damian dengan nada yang kesal, dia mematikan telponnya, mengesampingkan kaca mata sebelum akhirnya dia memutuskan untuk memejamkan mata. Berusha meredam rasa kesal yang sudah membuncah hingga ke kepalanya itu.

Sementara itu di dalam kamar mandi, Bintang terlihat sudah selesai membersihkan diri. Dia menatap dirinya sendiri di cermin dan tersenyum kecut saat melihat baju transparan itu yang bahkan tidak menutupi tubuhnya.

"Aku bisa! Semakin banyak aku melakukannya maka akan semakin cepat pula aku hamil."Ujarnya penuh tekad.

Dia menelan segala rasa malu yang menggelayutinya, kemudian keluar dari ruangan itu dengan hati hati.

"Tuan, aku sudah siap untuk membayar baju dan barang barangku." Ujarnya. Gadis itu memejamkan matanya dalam hati dia tidak pernah berhenti merapalkan doa agar dia bisa menahan ke ganasan Damian nantinya.

1
Wirda Wati
ntar kamu kehilangan bintang baru tau rasa.
Reni Anjarwani
orang kok kejam bgt damian , makanya slidiki benar kemana larinya kekasihmu jangan asal nuduh bintang yg tdk2 katanya orang kaya nyari bukti kaya gitu kok goblok bgt yaa
Dymas mulya
mulutnya lemes amat
Haikal Jibran alkhalifi
jangan biarkan bintang mempunyai perasaan suka sama Damian Thor, biar Damian aja yg cinta sendiri, buat karakter bintang kalem,tapi tegas
Wirda Wati
semakin seruuuu👍
Wirda Wati
Semoga kamu menyesal Damian nantinya
Wirda Wati
Hempaskan bintang
Wirda Wati
semoga bintang sehat bisa balas dendam sama damian🤣
Wirda Wati
Damian memang bodoh
partini
ini novel ada di sebelah juga ya Thor
pinkeu_gongju: bukan kaka, terimakasih dukungannya ya ka😍
total 3 replies
Dymas mulya
lanjut thor
Dymas mulya
gemes banget sama yang honeymoon kedua🤣🤭
Dymas mulya
Penasaran sama alurnya, semangat thorr
pinkeu_gongju: jangan lupa kepoin terus ya kaka
total 1 replies
Dymas mulya
Lanjut kaka🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!