Ditinggalkan oleh calon suami seminggu sebelum pernikahan nya membuat hati Alina hancur lebur. Belum mendapatkan jawaban akan maksud calon suaminya yang meninggalkan dirinya, Alina kembali dikejutkan beberapa bulan kemudian akan permintaan pria yang belum menghilang dari hatinya itu.
"Aku mohon padamu, tolong rawat bayi ini. Aku memohon padamu Alina. Jaga Rosa dengan baik." Setelah mengucapkan itu, Edwin menghembuskan nafas terakhirnya.
Bagaimanakah kelanjutan nya? Apakah Alina akan membesarkan nya? atau justru mengikuti egonya? Dan bayi siapa itu sebenarnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengejutkan!
...Sebelum membaca, boleh berikan vote 🎟️, secangkir ☕ maupun setangkai 🌹 agar author lebih semangat, terimakasih ...
...Happy Reading ...
Apa lagi sekarang?" Alina tampak menimang-nimang sejenak dan setelah mendapatkan keputusannya ia melajukan mobilnya.
Alina memilih menuju rumah sakit, dan juga ingin mengatakan kepada Edward agar tidak menyangkut pautkan dirinya lagi. "Suster.."
"Mari Nona." Suster itu langsung menuntun Alina ke sebuah ruangan yang Alina rasa bukan itu ruangan sebelumnya.
"Silakan Nona." Alina yang tidak bertanya apapun selama berjalan, justru langsung kaget ketika melihat kondisi Edward di ranjang rumah sakit.
"Apa yang terjadi?" Sungguh itulah pertanyaan yang mendera di benak Alina melihat kondisi Edward di depan matanya.
"Alina." Edward yang menyadari kedatangan Alina memanggil namanya dengan lirih. .
Alina melangkah pelan sambil menatap wajah penuh luka Edward yang terpampang di depan mata nya. Begitu banyak perban di tubuh Ed dengan luka yang beragam di wajah dan tangannya. Tentu Alina bertanya-tanya apa yang terjadi pada pria ini. Sebelumnya, dia begitu ingat, kalau Edward terluka hanya di bagian perutnya saja. Tetapi ini, hampir semua tubuhnya terluka.
"Kau kenapa?" Akhirnya pertanyaan itu terlontar dari mulut Alina.
Edward bukannya menjawab, dia malah tersenyum kecil dengan wajah yang berhiaskan luka. "Tidak penting. Aku senang kau mau datang." Ujar Edward yang tak melepaskan pandangannya.
"Suster....." Alina ingin bertanya.
"Pasien kembali dengan keadaan seperti ini. Tetapi lukanya segera ditangani." Jelas suster mengerti kebingungan wanita itu.
"Istirahatlah, itu lebih penting." Alina ingin beranjak pergi.
"Alina! Tunggu! Aku ingin bicara. Tolong...." Langkah kaki Alina terhenti dan tubuhnya tersentak ketika sentuhan lembut di pergelangan tangannya.
"Dengarkan aku, sebentar saja. Tolong..." Pinta Ed dengan lirih.
"Katakan." Meksipun Alina tidak menatap wajah Edward, tetapi pria itu tidak mempermasalahkannya.
"Aku tidak punya waktu, bisakah aku meminta tolong."
"Kau punya keluarga, kenapa aku? Kita tidak punya hubungan!" Tegas Alina.
"Tapi aku hanya punya dirimu." Alina memejamkan matanya, dia sungguh tidak mengerti apa maksud dari ucapan Edward kepadanya.
"Lelucon apa ini?"
"Suster...." Tampak wanita dengan seragam putih itu melangkah pergi dan Alina hanya terfokus pada lelucon Edward.
"Aku tidak punya waktu!" Alina tidak dapat melanjutkan ucapannya ketika melihat suster itu datang dengan seorang bayi mungil di dekapannya.
Suster itu menghampiri Edward dan memberikan bayi itu ke dekapan Edward. Dengan luka yang masih basah, Edward menerima bayi cantik itu. "Aku ingin kau menjaga nya, aku tidak punya waktu. Aku mohon padamu, mungkin kau berpikir aku ini pimplan, pecundang atau apapun itu. Tetapi tolong, aku sangat memohon kepada mu Alina. Tolong jaga bayi ini... Rosa, itu namanya." Alina berbalik dan menatap sosok mungil itu.
Entah mengapa tangan Alina terulur menyapa wajah lembut itu. "Aku mohon padamu, tolong rawat bayi ini. Aku memohon padamu Alina. Jaga Rosa dengan baik." Setelah mengucapkan itu, Edwin menghembuskan nafas terakhirnya.
Sontak Alina terkejut karena bayi itu langsung beralih ke tangannya. Tidak ada suara dari Edward, hanya ada suster yang berteriak memanggil dokter. Tidak ada tatapan mata Edward, mata itu tertutup rapat.
"Maaf Nona, pasien telah tiada. Luka yang dideritanya sangat fatal, bukan hanya bagian luar tapi juga dalam yang menganggu organ penting nya." Alina tersadar dari keterdiaman nya, ketika bayi itu menangis.
"Aku tidak ada hubungan dengan bayi ini!!" Alina langsung mengembalikan bayi mungil itu. Dia menolak, begitu banyak yang terjadi, dia tidak bisa menerimanya.
Kepalanya dihantam banyak spekulas, mengenai orang tua bayi itu yang mungkin saja adalah anak Edward dan wanita lain. Alina megambil langkah seribu, bahkan hampir saja bertabrakan dengan dokter yang masuk. Tapi Alina tidak peduli, dia ingin pergi! Pergi dari sini.
"Nona... Nona!" Suster tampak memanggil Alina yang menjauh entah kemana.
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰🙏🙏