Wanita cantik dan pintar, bahkan dijuluki sebagai bunga kampus, namun saat malam dia berubah menjadi wanita panggilan.
Baru berusia 19 tahun namun menanggung beban berat untuk menghidupi dirinya dan menanggung biaya pengobatan sang ayah.
.
.
Bertemu seorang lelaki yang butuh pacar simpanan untuk menolak perjodohan
Namun sesuatu hal yang buruk terjadi, sang ayah membutukan oprasi segera dan dia harus menyiapkan 1 juta dolar.
Menawarkan keperawanannya pada pengusaha sukses seharga 1,5jt dolar
Namun sang Bos mengajaknya ke catatan sipil dan memberikan kontrak baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KAY_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 28
< Han Yu >
Aku berjalan menyusuri lorong, berusaha menenangkan diriku dan meredam kekecewaan. Berharap nanti saat NaNa sadar, aku bisa menemuinya tanpa memasang ekspresi ini.
Tak terasa langkah kakiku justru membawaku keruangan ayah NaNa. Tanganku membuka pintu, seolah ingin aku masuk menemuinya.
“Ayah mertua, aku datang” kata pertama yang terlontar dari mulutku.
“Maaf aku gagal jaga NaNa sekali lagi, bahkan calon cucumu juga”
Malam itu, saat pertama kali aku mencium NaNa, aku menyuruh Stive mencari tau informasi tentang NaNa bahkan mencangkup keluarganya. Siapa sangka jika NaNa adalah anak dari lelaki yang pernah menolongku.
Aku ingat dengan betul, saat aku berusaha kabur dari rumah karna desakan kakek. Para pengawal mencariku bahkan tanpa ragu mereka mengunakan kekerasan untuk menangkapku.
Hari itu aku ngak sengaja bertemu dengan mu ayah mertua, kamu memberiku tempat untuk bersembunyi. Bahkan memberiku makan dan sejumlah uang.
Aku mengunakan uang itu untuk keluar negri, mencari beasiswa untuk kuliah hingga akhirnya bisa membangun bisnisku sendiri.
Dari dulu aku sudah mencarimu sangat lama, karna itu sekarang aku ingin membalas kebaikanmu dengan menikahi NaNa.
Memberinya sebuah status agar orang ngak memanggilnya wanita simpanan lagi.
Ciiihhhh
Jodoh atau takdir. ???
Antara aku dan NaNa, ngak peduli karna balas budi atau memang benar benar cinta. Aku tetap menyesal melihatnya seperti ini.
Ayah mertua..
sebagai menantumu aku berjanji, ngak peduli apapun yang terjadi. Aku akan terus melindungi NaNa.
✨
Han Yu kembali keruangan di mana NaNa di rawat. Disitu dia melihat Stive sedang menahan seorang reporter.
“Dia mengambil foto anda” ucap Stive sambil menyerahkan kamera.
“Tuliskan aku sebuah berita. Tuan Han telah menikah. Bulan depan adalah resepsi pernikahan mereka” ucap Han Yu sambil melempar kamera ke reporter itu.
“HAN!!!” Teriak Jordhan kaget.
“Ba...baik bos Han”
“Aku ngak ingin informasi apapun tentang identitas nyonya Han!! Pergilah..!!!”
“Han..!! Kamu yakin??”
“Selama hidup aku mengalami hal yang menyakitkan, namun kali ini, aku bahkan ngak sanggup untuk bernafas”
“Udah nyerah sama Seva..?”
“Seva.... jika dia datang sebelum itu. Mungkin aku bisa pikir dua kali”
“Huuuuuhhhh. Aku ngak ikut campur lagi deehh. Aku cuma peringatin kamu aja, jangan sampai kamu kecewa kedua kali.”
“Ngak akan.!! Kalian pulanglah ini udah larut”
Mereka berdua kembali pulang. Han Yu membuka kamar pasien, melihat NaNa masih terbaring dengan pucat di tempat tidur.
Tangannya membelai rambut NaNa dengan lembut, dia masih terus menatap wajah NaNa, berharap NaNa bisa segera membuka mata.
Dan benar, harapan Han Yu terwujud. NaNa mulai membuka matanya perlahan.
“NaNa...” ucap Han Yu begitu senang.
“Han Yu... ini dimana.??” Kata NaNa sambil melepas selang oksigen.
“Rumah sakit Royal”
Mata NaNa terbelalak, dia berusaha keras untuk bangun dan menemui ayahnya. Namun Han Yu menahannya dengan sekuat tenaga.
“Apa yang kamu lakukan, istirahatlah.!!”
“Han Yu... ayah ngak boleh pergi!!! Biarkan aku lihat ayahku..!!”
“Ayahmu baik baik saja, dia masih disini..!!”
Han Yu memeluk NaNa, mencoba memberitahunya bahwa ayahnya dalam keadaan baik baik saja. NaNa menjadi sedikit lega. Ternyata kehilangan itu adalah sebuah mimpi. Mimpi yang teramat nyata hingga membuatnya membekas.
“Aku bermimpi kehilangan sesuatu yang berharga, aku takut jika ayah....”
“Baru saja aku lihat dia, dia tampak begitu sehat meski masih tertidur”
“Benarkah...???”
“Kapan aku berbohong sama kamu.? Mau makan ngak?? Aku beli’in kamu makan.?
NaNa mengangguk dengan senyum yang merekah. Han Yu keluar ruangan, hatinya merasa sakit melihat NaNa seperti tadi.
“Sorry NaNa, memang lebih baik jika kamu ngak tau soal janin itu” ucap Han Yu dalam hati sambil memegang dadanya.
✨
Ada kalanya menutupi kenyataan agar tak menyakiti adalah hal yang terbaik. Namun nantinya justru akan menjadi bom yang siap meledak kapanpun.
✨
✨ see you in the next chapter
Jangan lupa terus dukung Wanita Simpanan dengan tekan jempol keatas 👍🏻👍🏻
Kamsahamnida 🙇🏻♀️🙇🏻♀️
sambil munggu ani ani up 🤭