NovelToon NovelToon
Istri Cacat Yang Terbuang

Istri Cacat Yang Terbuang

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Balas Dendam / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:23.2M
Nilai: 4.6
Nama Author: uma_bhie

Ruby harus menghabiskan hari-harinya di atas kursi roda, setelah di vonis lumpuh pasca kecelakaan yang di alaminya dua tahun lalu


Ruby juga harus rela kehilangan kedua orang tuanya dan calon buah hatinya, yang selama ini dinantikan bersama sang suami Alex Graham.

Hati Ruby semakin hancur saat dia mengetahui perselingkuhan Alex bersama sahabatnya rebecca, yang sudah Ruby anggap saudara sendiri.

Kenyataan pahit pun harus dia telan saat Ruby mengetahui bahwa sang suami hanya mengincar harta warisan Ruby semata.

Akankah Ruby mampu membalas semua rasa sakit hatinya?


hai...salam kenal, ini adalah karya pertama saya, mohon maaf kalau masih banyak typo
☺️☺️☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uma_bhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 28

Memanjakan dan merefleksikan tubuh dengan meredam air hangat sangat bermanfaat bagi ketenangan dan kenyamanan, setelah seharian bekerja. Dan kini Alex sedang melepas lelah dan beban pikirannya sambil berendam di bathub yang pas dengan ukuran tubuh tinggi Alex. Perasaan tenang dan nyaman Alex rasakan apalagi dia memakai wewangian aroma terapi yang sangat menyenangkan. sudah setengah jam Alex berendam dan dia masih menikmatinya sambil memejamkan mata. Tapi ketenagan itu harus berakhir, saat sebuah tangan mungil dan lembut memijit pundak kekarnya. Alex membuka mata dengan netra biru dan menoleh kebelakang. Alex mendegus saat mengetahui siapa yang menggangu ketenangannya.

Sambil mendegus kesal Alex menyuruh Rebecca keluar, "keluarlah," gumam Alex, yang kembali memejamkan matanya.

Rebecca tak menghiraukan ucapan Alex, kini dia melepaskan semua kain yang menempel di tubuhnya, hingga kini tubuh Rebecca sudah tak memakai apaun. Rebecca naik ke bathtub dan duduk di atas Alex, dia mulai menyentuh setiap kulit Alex, mulai dari atas turun ke leher jen jang Alex yang sangat seksi. Tangan terampil Rebecca pun tak tinggal diam, yang sekarang sudah menggapai, atat terlarangnya Alex dengan lembut.

Alex yang tidak tahan dengan goda Rebecca, langsung menyerang wanita itu. dan mereka kembali melakukan tautan, layaknya suami istri di dalam kamar mandi.

********

Alex kini sudah rapi dengan stelan santainya. celana jens pendek berwarna biru dan kaos polos berwarna hitam yang mencetak tubuh kekar Alex.

"Kau, tak ingin berpesta Lex?" Rebecca yang masih mengenakan bathroom bertanya kepada Alex dan sambil mendekatinya.

"Buat apa," jawab Alex sambil menatap ponselnya.

"Untuk, merayakan keberhasilanmu.!" ujar Rebecca yang kini memakai pakaiannya di depan Alex. yang membuat sang pemilik kamar menatap tajam pada pemandangan indah di depannya.

"Kembalilah ke kamarmu Beca.!" dengus Alex kesal saat Rebecca memakai pakaiannya di hadapan Alex, yang memperlihatkan tubuh sintal nan sekasi Rebecca.

"Kau, tergoda Lex,? ucap Rebecca sambil lebih mendekat dan merapatkan tubuhnya yang masih polos kepada Alex.

"Stop,!! Beca." geram Alex saat sang pusaka ajaibnya on play lagi.

"Keluarlah." perintahnya dingin.

Rebecca tak menghiraukan perintah Alex, dia terus mendekati pria tampan itu dengan gaya yang di buat mengoda. "Kau menyiksanya honey," goda Rebecca saat tangan terampilnya membelai pusaka ajaib Alex yang sudah on play kembali.

"Dasar, Ja*Lang sialan,!!! geram Alex dan menghe mpaskan tubuh sintal Rebecca di ranjang king size miliknya. dan terjadilah tautan tubuh mereka kembali.

**********

Sementara di negara A.

Ruby yang sudah bersiap untuk melakukan operasi tulang belakang, kini sedang gugup dan gelisah.

Dia dan bibi terus saja merapalkan doa, untuk kemudahan dan keberhasilan dalam menjalani operasi nanti.

"Tenanglah nyonya," kata bibi, sambil menggenggam tangan Ruby dan memberi semangat.

"Aku …" cuma gugup bi! "ini adalah operasi pertama buatku bi," jadi aku merasa gugup.!" ujar Ruby yang kini meremas kuat baju Pasian yang dia gunakan.

"Semua akan berjalan lancar nyonya.!" hibur bibi lili.

"Tapi- ucapan Ruby terjeda saat pintu kamar rawat itu terbuka dengan kasar. mata Ruby membola dan mulutnya terbuka saat melihat sosok yang menjulang masuk ke kamarnya.

"Syukurlah, kau masih disini baby," ucap Boy sambil memeluk Rubynya erat.

"Paman sudah kembali.? dengan wajah binggung Ruby bertanya kepada Boy.

Boy menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dan menarik lagi Ruby kepelukannya.

"Aku merindukanmu, baby." bisik Boy di pelipis Ruby dan mengecupnya. Ruby yang mendapatkan perlakuan manis dan mendengar perkataan Boy hanya tertunduk, menyembunyikan muka meronanya.

"Oh God, kau begitu mengemaskan, baby.!" Boy yang tak tahan dengan sikap mengemaskan Ruby itu, langsung melumut lembut bibir manis Ruby. Yang membuat Ruby dan orang yang berada di kamar rawat itu membulatkan mata Meraka.

Bram secara spontan menutup mata Amber dan membalikkan badan Amber.

"Tutup mata mu," ujar Bram. Amber menyikut perut Bram dari belakang, saat Bram tanpa sengaja merangkul tubuh Amber.

"Shiittt," umpatnya keras. Dan mendapat tatapan tajam, dari tuan mudanya karena menganggu sang tuan muda untuk menikmati vitamin b-nya

"Brammm,!!! erang Boy. Ruby yang masih terdiam atas serangan tiba-tiba Boy dan menyentuh bibirnya yang di lumut boy tadi. "Kenapa rasanya begitu

menyenangkan.?" batin Ruby sambil menatap Boy.

"Baby," sela Boy, yang menyadarkan Ruby dari lamunannya.

"Hm," sahut yang masih gugup.

Boy menggenggam tangan Ruby lembut dan mengecupnya. "Tenanglah, aku selalu bersamamu," baby.!" kata boy dan kembali mengecup tangan Ruby.

"Kenapa, paman begitu baik padaku.?" Ruby bertanya sambil memandang bola mata boy yang berwarna biru langit itu.

"Karena, kau milikku, baby," cup." satu kecupan lagi mendarat di keningnya.

"Berhentilah, menciumiku paman! kau itu mesum sekali." sungut Ruby sambil mendelikkan matanya.

"Come on baby …," kau milikku sekarang dan semua yang ada di sini adalah milikku,"cup." Boy berkata sambil menunjuk setiap bagian yang indah dari wajah Ruby dan di akhiri kecupan kembali di bibir manisnya.

"Isstt …" paman mesum …!!! Rajuk Ruby jengkel.

Sedangkan Boy terkekeh melihat dan merasa gemas atas sikap Ruby yang merajuk padanya.

"Aku, suka sikapmu, yang sekarang baby," pertahanankan dan jangan bersedih lagi, ok." Boy begitu senang melihat sikap Ruby yang ceria dan mulai terbuka padanya.

Ruby hanya mengangguk kepalanya dan tersenyum manis, yang membuat jantung boy berdebar kencang. "Baby …" jangan tersenyum, seperti ini pada orang lain! apa kau mengerti baby? senyummu ini hanya milikku.!" titah Boy tak terbantahkan.

Ruby hanya memutar bola matanya malas atas sikap Boy yang menurutnya sangat tidak masuk akal.

"Hm," dasar posesif.!" cicit Ruby sambil membuang muka, dia tidak akan mampu menahan goda untuk mengagumi Boy, yang begitu tampan dengan tatapan lembut dan senyum menawan Boy.

"Aku, mendengarnya baby," ucap boy sambil menatap lembut sang pemilik hatinya itu. "Kau, milikku, jadi aku harus menjagamu dari semua mata jahat, baby." ungkap Boy yang masih menatap Rubynya itu. dan tatapan memuja Boy akan kecantikan Ruby berakhir, saat sang dokter datang ke kamar dan menjemput Ruby untuk di bawa ke ruangan operasi.

"Saatnya, kita melakukan operasi, nyonya.!" sela sang dokter wanita itu, sambil memeriksa kembali kondisi dan mental Ruby. setelah pemeriksaan selesai, 2 orang perawat wanita membantu Ruby berpindah keranjang pasien yang akan di bawa ke ruang operasi nanti.

"Jangan, takut aku selalu bersamamu, dan semua akan baik-baik saja," jadi tenanglah dan semangat, ok" baby.! Boy memberikan semangat kepada Rubynya dengan berkata lembut dan mengecup kening Ruby, yang kini bersiap akan di bawa ke ruangan operasi.

Ruby hanya mengangguk, perasaannya begitu campur aduk, antara bahagia , takut dan gugup. Ruby harus yakin kalau semua akan berjalan lancar dan dia yakin akan berjalan lagi. Dan setalah itu dia akan membalas semua perbuatan Alex dan Rebecca, atas kejahatan yang mereka lakukan kepada keluarganya. Boy belum memberitukan kepada Ruby, kalau sang pengacara Carlos, yang sudah Ruby anggap seperti Daddynya itu meninggal. Boy tidak ingin membuat kondisi fisik Ruby menurun dan operasi tulang belakang Ruby akan gagal.

Kini Ruby sudah memasuki, ruangan operasi. Boy, bibi lili, asisten Bram dan Amber, kini mereka sedang menunggu di depan ruangan operasi itu, dengan perasa berbeda-beda, dan raut wajah berbeda pula. Boy tak hentinya mondar-mandir di depan pintu ruangan operasi itu. Boy begitu takut dan khawatir dengan hasil operasinya nanti.

"God, semoga operasinya berjalan lancar dan berhasil." doa Boy dalam hati.

1
Ros_10
baca kedua x nya
reti
kejam banget rabecca
guntur 1609
Cocoklah kau di bilang jalang kecil sma bram
guntur 1609
kasihan nanti siamber. di tinggalkan sama Bram pada saat dia sdh hamil
guntur 1609
marilah kau Rebecca. ni adalah akhir hidupmu ditangan boy
guntur 1609
dasar boy gila
guntur 1609
kalah saing kau kan boy
guntur 1609
kwkwkwkw
guntur 1609
dasar Bram yg polos
guntur 1609
sprtnya aku sdh pernah baca cerita tentang boy dan cerita si bram
guntur 1609
dasar alex bidoh. tu surat kerjasama sekalian surat gugatan cerai
guntur 1609
brti stempel yg dimaksud adalah kotak yg diambil sm bi2
guntur 1609
HahHAhAh boy kelihatan tua.. hilang harga dirinya paman boy
guntur 1609
dasar boy ge deng
guntur 1609
ruby brgok. usir mereka dan lepaskan su alex. mereka kan miskin
guntur 1609
Daar alex manusia gak tahu diri. sdh miskin tapi licik
guntur 1609
ruby yg bodoh. ular ditemani. akhirnya matikan sama bisanya
Didie Saduet
Lumayan
ardiana Siong
keren
Yati Nurhayati
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!