Olivia tidak tau apa-apa tapi dia harus mengalami penderitaan ini, di bawa paksa oleh sang penguasa yang di takuti
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
Di kamar bibi margareth tengah duduk. di tepi ranjang
"Olivia" panggil bibi margareth
"Iya bi" Olivia yang sedang mengeringkan rambutnya menghentikan aktivitas nya itu iya dengan sopan melihat kearahnya
"Bagaimana keadaan Nyonya? "
"Masih sama bi belum ada perubahan"
"Olivia" panggil nya lagi
"Iya bi" tersenyum menanggapi bibi margareth
"Kau mengingatkan ku pada nyonya tiara"
"Nyonya tiara? " Olivia bingung dia tentu saja tidak tau siapa itu nyonya tiara
"Dia adalah ibu kandung Tuan Muda"
"Ah begitu? bibi terlalu memuji tidak mungkin aku bisa mirip dengan nya"
"Dia orang yang baik, begitu ramah dan sangat peduli dengan orang lain wajahnya pun sangat cantik" bibi margareth mulai bercerita tentang nyonya mudanya itu
"Benarkah? tapi kenapa Tuan Muda bersifat seperti it" Ucap Olivia yang keceplosan langsung menutup mulut nya
reaksi itu membuat bibi margareth tersenyum
"Masa lalu lah yang membuatnya berubah" ucap bibi margareth
Olivia hanya diam dia penasaran dengan masa lalu Arion tapi dia tidak ingin tau banyak rahasia dari sang penguasa kejam itu, bagaimana pun lebih baik untuk tidak tau sama sekali
"Bibi aku ingin mengambil air, airnya sudah habis" ucap Olivia yang segera mengakhiri percakapan itu
"Ah ambillah" ucap bibi margareth
"apa bibi ingin aku buatkan sesuatu? atau mengambil sesuatu untuk mu? "
"Tidak ada!"
"Baiklah bi, aku akan mengisi ini" mengangkat teko kecil yang kosong itu
"Kalau begitu bibi tidur terlebih dahulu, selamat malam" ucapnya sembari merebahkan hubungan dan menyelimuti tubuhnya itu
"Selamat malam Bi selamat tidur mimpi yang indah" Olivia tersenyum kemudian berjalan kearah pintu membuka dan menutup pintu dengan hati-hati
di dapur Olivia melihat Daniel yang sedang menghisap rokonya
"Tu.. Tuan" sapa Olivia yang berjalan ke arah dapur
"Oh kau! kau bisa duduk di sini sebentar aku ingin bertanya padamu! " ucap Daniel yang masih menghisap rokok nya
Olivia sedikit menahan nafasnya dia duduk sangat jauh dari Daniel
"Kenapa kau duduk begitu jauh!! " menatap Olivia yang duduk di ujung sudut meja berseberangan dengan Daniel
"Ehm tidak.. tidak apa-apa Tuan saya di sini saja" ucap Olivia memaksakan senyumnya dan sakit menahan nafas
Daniel mengerti apa yang terjadi segera mematikan rokok di tangannya
"Begini bagaimana?! kau tidak perlu duduk begitu jauh diriku! " ucapnya yang seakan tau Olivia tidak bisa menghirup asap rokok berlebihan
sikap ini mengingatkan nya pada wanita yang dia tiduri malam itu
"Ma.. maaf Tuan saya tidak bermaksud mengganggu kesenangan anda, tapi merokok benar-benar tidak bagus untuk kesehatan bukan hanya kesehatan anda tapi kesehatan orang di sekitar anda" ucap Olivia sedikit takut namun dia memberanikan diri mengatakan apa yang ada di pikirannya
"Apa kau sangat peduli padaku? " ucap Daniel tersenyum penuh arti ke arah Olivia
"Ah bu.. bukan begitu aku.. aku tidak bermaksud begitu" ucap Olivia yang panik dia tidak mau ucapan nya film salah artikan oleh Daniel, dia tidak ingin disebut wanita penggoda seperti yang selalu Arion tuduhkan
"Jadi kau tidak peduli padaku?! " ucap Daniel yang seperti merasa kecewa
"Ak.. aku peduli"
"Peduli dengan ku? apa kau menyukai ku" ucap Daniel
"Haaa! " Olivia menghela nafasnya saat ini di pikiran nya Daniel dan Arion memiliki sifat yang jahil yang sama membuatnya berfikir mungkin Daniel ayah kandung Arion
"Aku hanya bercanda! " ucap Daniel baru kali ini Daniel merasa bisa akrab dengan wanita selain dengan anak tiara yang kecil
"Tu.. Tuan menakuti ku saja" ucapnya polos
"Kenapa? apa yang kamu takutkan? apa kau takut aku tertarik padamu?, bagaimana jika itu benar-benar terjadi" ucap Daniel menatap serius ke arah Olivia
Olivia menelan kasar ludahnya tak bisa berkata apapun dia saat ini tengah ketakutan
"bukannya sekarang sudah biasa wanita muda bersama dengan laki-laki yang lebih dewasa" ucapan Daniel lagi membuat Olivia benar-benar takut di buatnya
"Tu.. tuan ja.. jangan bercanda lagi" ucapan Olivia dengan suara terbata-bata
Daniel tertawa lepas baru kali ini dia merasa hidupnya lebih terasa hidup membuat nya semakin berharap apa yang di pikiran nya jadi kenyataan
"Sudahlah ini sudah malam kau cepat tidur" ucapnya dia pun berdiri dan meninggalkan Olivia yang terlihat bingung namun merasa lega
Di kamar tamu Daniel segera menghubungi kai untuk mencari tau latar belakang dari Olivia
**********
Di sisi lain
Arion masih belum selesai dengan acara minumnya
Arion yang sudah menghancurkan banyak gelas itu tidak mau berhenti
"Apakah Tuan Muda kita ingin mati muda" ucap Andreas yang baru saja tiba malam ini adalah giliran dia berjaga
"Kau sudah datang" ucap rocki dia memang memanggil Andreas karena hanya Andreas dan nenek angel yang bisa di percaya oleh Arion
"Hmm, melihat tuan muda kita apa dia sedang patah hati" ledek Andreas
"Benar! dia sedang cemburu dengan kedekatan pamannya dan wanitanya" Rocki ikut meledek Arion
Brraaaaaaaakkkkkkkkkk
"Jangan bercanda dengan ku!! apa kalian sudah tidak sayang dengan lidah kalian!! " bentak Arion yang sudah setengah kehilangan kesadaran
"Apakah wanita yang sama dengan sebelumnya? " ucapan Andreas
"Benar"
"Aku jadi ingin melihat nya, gadis sehebat apa yang bisa membuat sang penguasa jatuh dalam puluhan botol anggur" ledek Andreas lagi
"Kalian berdua benar-benar ingin mengujiku!! " ucap Arion yang tiba-tiba terlihat tidak seperti orang mabuk dan menatap kearah Andreas
"Kau jangan melihat nya aku takut! itu akan membuatmu jatuh cinta dan menjadi musuh Sang penguasa" ucapan Rocki yang malah semakin membuat Andreas penasaran
*Gadis ini mungkin saja bisa merubah Arion menjadi manusia" batin Andreas
sampai saat ini aku memanggil suamiku dengan sebutan Bie yang artinya juga sayang....
mbk Yuniar emng is the best 👍👍
apa kau lupa☺️☺️
soalnya GK pernah bosan