Sebagai seorang wanita, saat pacaran pun tidak rela diselingkuhi, apalagi dalam ikatan pernikahan, poligami adalah mimpi terburuk.
Namun keadaan yang menyudutkannya, Risma harus meminta Ardhi menikah lagi, demi membahagiakan orang tua Ardhi.
Demi rasa cintanya pada sahabatnya, Ishana menerima permintaaan Risma, untuk menjadi madu sahabatnya. Mengesampingkan penilaian buruk orang-orang, karena jadi yang kedua selalu salah di mata masyarakat.
Apakah Ardhi bisa adil terhadap istri-istrinya nanti? Atau ikatan baru malah menghapuskan cinta Ardhi yang semula hanya tertuju pada Risma?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 Pengakuan Rita
Risma dan Rita sampai di salah satu Restoran milik Rita. Mereka memasuki ruangan khusus milik Rita Hanya dengan gerakkan tangan, para pelayan langsung menyambut keduanya, dan menyediakan apa saja yang mereka mau.
Risma menyesap minuman hangat yang dia pesan, perlahan dia menaruh kembali cangkir yang dia pegang. "Mama mau bicara apa?" Risma berusaha membuka topik pembicaraan mereka.
"Mama bingung mulai dari mana, karena semua kesalahan mama sangat fatal." Rita terisak mengingat betapa kejamnya lidahnya selama ini pada Ishana dan Risma.
"Mama kenapa menangis?" Risma sedih melihat wajah Rita begitu hancur.
"Maafin mama." Rita terus terisak.
"Maafin mama, bukan maksud mama menghina dan mencaci kamu, sumpah demi apapun, selama ini mama tersiksa karena berlaku seperti itu."
Risma ikut menangis melihat Rita tertekan seperti ini.
Rita berusaha menahan tangisnya, namun dia tidak mampu. "Maafin mama."
"Berjuta kata maaf tidak akan mampu mengobati luka hatimu."
Risma mendekati Rita dan memeluk ibu mertuanya.
"Seharusnya mama tidak seperti itu, kamu melakukan pengorbanan terbesar demi impian orang yang mama cintai."
"Namun jika mama mendukungmu, sampai detik ini Ardhi akan bersembunyi di bawah ketekmu, dan mengabaikan dua istri yang lain."
Risma tidak memungkiri hal itu, memang kenyataan, Ardhi tidak mau membagi cinta dan perhatiannya untuk Ishana mau pu Eva. Apa yang terjadi, semua di bawah tekanan Rita.
"Mama jangan begini, lupakan mah, mama menerima aku lagi, mau berbicara padaku lagi aku sudah sangat bahagia." Risma berusaha memberi kekuatan pada Rita.
"Maafin mama, karena selama ini mama memihak Eva dan hanya mengutamakan dirinya."
"Mama hanya takut Ardhi melukai orang yang baik, kamu telah melakukan pengorbanan yang besar. Tanpa bantuan Ardhi, segala pengorbanan kamu sia-sia."
"Jika kita melukai orang yang baik, maka hidup kamu tidak akan tenang. Mama tidak mau kamu atau Ardhi bertindak keliru, karena mama sayang kamu dan Ardhi."
"Ardhi anak kesayangan mama, keadilan dalam rumah tangga akan dituntut hingga akherat kelak, dosa mama sudah banyak, mama tidak mau menambah karena membiarkan ketidak adilan di depan mata mama."
"Mama takut dosa yang itu, tapi mama melakukan kedzaliman besar yang lain, menyakiti hatimu dan Ishana."
"Jujur, mama bahagia melihat Ardhi tetap mencintai kamu, namun rasa takut mama membuat mata hati mama buta."
"Maafkan mama, mama bicara dosa, padahal mama juga membuat dosa yang lain.
"Mendatangkan Eva selain butuh rahim Eva, mama juga ingin mengujimu, jika dugaan mama benar, maka saat Eva hamil atau melahirkan, maka Ishana akan kamu minta pergi dari ikatan rumit ini. Ternyata ...." Rita melepaskan pelukan mereka, dan menge-cup lembut alis Risma.
Batin Risma menjerit menerima perlakuan Rita.
Rita menepikan rambut Risma ke sisi telinganya, mengusap kepala Risma dengan penuh kasih sayang. "Ternyata kamu benar-benar malaikat tanpa sayap, yang memikirkan kebahagiaan orang lain diatas kebahagiaanmu sendiri."
"Semenjak hari itu, mama hanya diselimuti rasa takut dan marah."
"Takut mama tidak mampu mewujudkan mimpi papa."
"Takut Ardhi tidak akan pernah bisa adil."
"Takut banyak hal, mama juga marah pada diri mama sendiri, marah pada papa, kenapa papa menginginkan hal itu, apa mimpinya tidak bisa di ganti?"
"Mama kasar seperti itu, juga ingin memancing emosi dan perasaan Ardhi, tapi mama malah melupakan perasaanmu."
"Maafin mama ...."
Risma bingung harus bagaimana, dia hanya mengusap punggung Rita.
"Mama tidak mau, anak mama dzolim pada istri yang lain, karena rasa cintanya yang teramat besar padamu."
Risma terdiam mendengar pengakuan Rita.
"Awalnya mama memang pura-pura marah, tapi kelakuan Ardhi dan Ishana benar-benar membuat mama lupa akan tujuan semula mama. Apalagi melihat papamu semakin lemah, mama semakin ketakutan dan mama semakin mendalami kemarahan yang mama buat-buat mulanya."
"Maafin mama, mama tidak berniat campur tangan, tapi kelakuan mama sudah sangat menyakitimu."
"Jujur mama sakit melihatmu berbagi suami dengan wanita lain, dan mama nggak rela! Tadinya mama berharap, kita memilih wanita yang tidak bisa menghargai dirinya, jika kita menemukan wanita seperti itu, dia akan melakukan apa saja demi uang, uang, dan uang."
"Bukan seperti Ishana. Maaf, mama bukan menyalahkan pilihanmu pilihan kamu salah jika niat kamu seperti mama."
"Andai kamu memilih wanita yang menjadi istri Ardhi seperti pilihan mama, kamu hanya perlu berkorban sebentar, saat mimpi papa terwujud, rumah tangga kalian bisa seperti dulu."
"Tapi kamu memilih sahabatmu, dia wanita yang penuh cinta. Mama tertekan melihatmu berbagi suami dengan sahabatmu."
"Tapi mama selalu berharap padamu kamu benar-benar menerima Ishana, kamu memilih Ishana juga demi kebaikan Ardhi dan pelengkap dirimu. Bukan seperti tujuan mama memilih Eva."
Rita meraih tangan wanita itu. Kini dua pasang manik mata itu beradu tatap.
"Jika kamu memilih Ishana sebagai partner sesungguhnya dan selamanya pilihan kamu benar, sebesar apapun kamu membuka pintu kamar untuknya, dia hanya masuk dan duduk ditempatnya."
"Berbeda jauh dengan Eva, dia memiliki kesepakatan dengan mama, setelah anaknya lahir, mama tidak menuntutnya tinggal, tapi juga tidak memintanya pergi. Tapi Eva wanita cerdas, dia tidak akan mampu bertahan dalam ikatan poligami."
"Mama bangga padamu, kamu memilih Ishana karena ketulusanmu."
"Tapi, jika kamu memilih Ishana hanya ingin sesuatu dari rahimnya, mama sangat kecewa padamu. Karena mengorbankan sahabatmu demi ambisimu."
Dada Risma seketika sesak, rasanya sangat sulit untung menarik napas.
"Ishana wanita yang baik, cintanya tidak akan mampu kau tukar dengan barang yang ada di dunia ini, cintanya padamu tulus. Jika kamu menyeret dia dalam hubungan ini seperti mama meminta Eva, maka kamu salah orang, dan kamu telah memecahkan berlian yang sangat langka yang ada di muka bumi ini."
"Sekalipun, mama tidak berniat membela Eva, atau mengutamakan salah satu diantara kalian bertiga, mama seperti itu, mama ingin memecut perasaan Ardhi. Mama tau cintanya hanya kamu, tapi Ardhi juga harus adil untuk istri yang lain."
"Perasaan sayang mama juga hanya untukmu. Maafin mama."
Risma masih bungkam. Dia bahagia, sedih, bingung, menyesal, semua itu bercampur jadi satu. Bahagia karena mengetahui Rita marah karena ketidak adilan Ardhi yang memberi keuntungan padanya.
"Saat bertemu Eva, mama menjanjikan butik mama untuk dia, mama seperti itu bukan sayang padanya, hanya saja mama memberi hak dia."
"Mama menyayangi Ishana dan Eva, bukan mengutamakan mereka, hanya saja mama berusaha memberikan hak seorang menantu."
"Barang-barang ini, semua ini untuk Eva. Mama tidak membeli untuk Ishana, karena wanita itu selalu menolak pemberian mama.
"Tapi dirimu, mama benar-benar sayang padamu. Kamu memberi banyak hal untuk keluarga mama. Mama putuskan, memberikan semua aset pribadi mama yang tersisa hanya untukmu."
"Kamu wanita hebat dan berjiwa besar."
"Aku tidak butuh semua itu mah."
"Mama tau, tapi mama ingin memberikannya padamu."
"Mendapat kasih sayang mama papa bagiku sudah cukup."
Kedua wanita beda generasi itu berpelukan.
Mengetahui kalau Rita tidak pernah kecewa padanya, hal itu bagai angin sejuk yang menenangkan jiwanya. Tapi, menjadi dilema baru bagi Risma.
****
🤣🤣🤣
Lagi di fase jenuh, dan kurang enak badan. Semoga apa yang aku tulis cukup menyampaikan penyesalan dan rasa takut Rita selama ini.
Maafkan segala kecacatan dan kekurangan story aku.
Bagian ini banyak mengalami revisi, aku gak mampu bikin Risma jahat 😂😂😅