NovelToon NovelToon
Pacar Adopsi

Pacar Adopsi

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Badboy / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

BELUM MELEWATI PROSES RE-WRITE🙏

KARYA OTAK ENCER MIMIN, WANTED!!! NO JIPLAK JIPLAK ATAU TIRU..INSPIRASI BOLEH BUT NO COPAS !!! Bagaimana jadinya jika seekor singa jatuh cinta pada domba buruannya ,gadis dengan sejuta pesona kecantikan paras dan hati namun dibungkus dengan penampilan cupu dialah Caramel yang harus jatuh ke dalam dunia seorang pemuda bernama Milo ,

" karena gue baik, mulai saat ini status loe jadi pacar angkat gue, alias gue adopsi lo jadi pacar gue..."

" what ?? gue ga minat makasih !!!"

Milo sudah jatuh sejatuh jatuhnya ke dalam pesona Caramel , hatinya untuk pertama kalinya bertekuk lutut pada seorang gadis yang sering ia bully. Siapkan diri untuk menyelami asam manisnya dunia Milo dan Caramel,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

permintaan maaf

Kara dipanggil oleh Kepsek, belum apa apa wajahnya sudah masam, mengingat kejadian lalu. Mengingat beasiswanya yang ditangguhkan membuat mode colek gigitnya on.

"Assalamualaikum pak, "Kara menunduk sopan, meskipun hatinya sudah bergemuruh karena kabut kekesalan dan kecewa.

"Silahkan duduk Caramel, " ucap pak Kepsek.

Kara duduk walaupun rasanya tak nyaman, ia hanya ingin Kepsek to the point saja, sebelum Kara mati penasaran. Gadis ini memainkan jarinya gugup.

"Maaf, atas kejadian tidak nyaman kemarin. Bapak atas nama pihak sekolah mengembalikan namamu sebagai penerima beasiswa."

Bagai angin segar di tengah cuaca panas. Kara senang bukan main.

"Alhamdulillah, terimakasih ! " ucap Kara.

"Berterimakasihlah pada orang orang yang sudah bersaksi jika kamu tak bersalah, bahkan mereka menunjukkan video full nya pada pihak sekolah !" jawab Kepsek. Kara menautkan alisnya, pasalnya saksi disitu hanya ada Jihad. Ia segera masuk untuk menemui Jihad.

"Ji ! makasih ya udah jadi saksi di depan kepsek, juga kasih bukti yang konkrit !" seru Kara duduk di bangkunya.

"Jadi beasiswa loe ga dicabut, Ra?" tanya Ayu berbinar ikut senang, Kara mengangguk.

"Bukan gue Ra, yang kasih video itu, lagipula yang bersaksi bukan cuma gue doang," jawab Jihad.

Kara yang sedang bereuforia dengan Ayu, lantas terdiam.

"Maksud loe ??" tanya Kara dan Ayu.

"Jadi doi ga ngomong sama loe, Ra?" kekeh Jihad. Kara semakin mengernyit, "ga usah main tebak tebakan, siapa?" tanya nya penasaran.

"Ka Milo lah, cowok loe ! loe sih maen pergi aja, ka Milo dateng bawa beberapa anak yang ikut nontonin loe berantem sekaligus yang nyebarin video loe !" jelas Jihad, Seketika jantung Kara terasa sesak, ia sudah menuduh Milo. Nyatanya lelaki itulah yang menolong Kara.

"Ih keren banget jadi ka Milo, ga butuh waktu lama buat dia bertindak, semua tunduk sama dia." jawab Jihad terkagum kagum, Kara semakin kepo, apa yang sudah dilakukan makhluk dari planet antah berantah itu untuk menolongnya.

"Emang dia ngapain?" tanya Kara sedikit berbisik. Jihad malah tertawa, "kalian tuh pacaran modelan apa sih, Ra ?"

Kara langsung memundurkan wajahnya, dan memasang bibir bebeknya, " Loe ga tau, Ra ? Ka Milo kan sama cs nya nyegat setiap siswa dan razia semua ponsel buat liat ada atau engganya video loe sama ka Nina !" Ayu saja lebih tau.

"Cieee segitunya ka Milo sama loe Ra, jadi pengen deh !" seru Ayu.

"Huuuu !!! kalo mimpi ga usah tinggi tinggi, nanti jatohnya sakit !" ledek Jihad pada Ayu, sementara keduanya bertengkar, Kara terhanyut dengan pikirannya sendiri. Jujur sekarang ia malu, ia juga tau nantinya Milo malah akan menggodanya habis habisan.

Milo mengiriminya pesan, jika pulang sekolah ia dan yang lain akan membereskan ruang musik dahulu, sebagai hukuman tambahan kejadian tadi pagi.

Kara yang sudah berjalan menuju gerbang sekolah, akhirnya mengurungkan niatnya untuk pulang duluan. Ia malah berjalan menuju ruang musik.

Di ruang musik, Milo bukannya membereskan alat alat musik dan sampah, ia malah memainkan beberapa alat musik sambil bercanda dengan teman temannya, katanya agar hukuman tidak membosankan, seperti gaya rambut pak Dahlan yang begitu begitu saja dari dulu. Rambut yang disisir begitu rapi dan klimis karena pomade, bukan lagi klimis, tapi jika terkena cahaya akan mengkilap.

Sementara siswa yang lain beres beres, ia dan keempat makhluk kurang akhlak ini malah asyik bernyanyi ria, ia cukup menjadi mandor.

Kara sudah berada di ambang pintu ruang musik, melihat Milo cs bertingkah layaknya bocah playgroup. Arial menyenggol lengan Milo yang tengah asyik konser dengan gagang sapu, stick drum ia sematkan di daun telinganya menambah kesan konyol. Milo menoleh ke arah Kara, dan merapikan tampilannya.

"By, aku kira kamu pulang duluan?" tanya nya mendekat.

"Jadi, kalo kamu dihukum tuh kaya gini? yang lain kerja, kamu malah enak enakan konser kaya orang kurang waras?" Kara menghakimi.

"Bukan gitu by, kan mereka juga mesti diawasi biar ga ada kotoran yang kelewat, dan itu tugas aku by, " jawab Milo, tak tau kamus apa yang ada di perpustakaan otak Milo, ada saja jawaban untuk mendebat.

"Jewer aja Ra, bisanya cuma nyuruh nyuruh !!" si kompor Erwan menyambar.

"Ka Erwan juga sama !!" tak membedakan Kara memarahi Milo dan keempat temannya, di ruangan ini tak ada yang berani memarahi mereka kecuali Kara.

"Bukannya nyontohin yang bener malah nyuruh nyuruh !! udah kaya raja aja, sama sama manusia juga !"

"Mil, cewek loe serem," bisik Arial.

"By, udah biar mereka nyelesain hukumannya dengan tenang," ajak Milo menarik tangan Kara ke luar ruangan, daripada kupingnya dan kuping teman temannya panas.

"Mau pulang bareng?" tanya nya masih dengan memegang tangan Kara.

"Aku kesini cuma mau bilang...." Kara memainkan telunjuk tangan sebelahnya sambil menunduk, sementara Milo menunggu ucapan Kara.

"Bilang apa? i love you, aku sayang kamu atau aku rindu kamu?" goda Milo, alis Kara menukik, " bukan,"

"Aku mau bilang makasih, dan maaf ," cicitnya, Milo tau gengsi gadis di depannya tinggi, hampir menyentuh lapisan langit ke tujuh.

"Makasih untuk? dan maaf untuk?" tanya Milo.

"Makasih karena udah bantuin aku buat lurusin masalah sama ka Nina, dan maaf karena udah nuduh yang bukan bukan," Kara makin menunduk malu, kalau bisa ia ingin mengereseki saja wajahnya dan menguburnya.

Milo tertawa renyah melihat ekspresi Kara, "aku maafin, dan sebagai tanda terimakasih kamu harus ikut aku nanti malam!" ucapnya.

Selalu ada udang di balik batu, "Selalu itungan, nyesel deh minta maaf !" gumam kecilnya.

"Kenapa by?" tanya Milo.

"Hah??" Kara terkejut, semoga lelaki ini tak mendengarnya.

"Engga ga apa apa ko, itu temen temenmu pada nungguin !" kilah Kara. Padahal jelas jelas terdengar gadis ini mengomel.

.

.

"Nanti malam ada acara ulang tahun teman, aku jemput jam 7, ya ?" ucap Milo seraya memakai helmnya, Tadi setelah selesai membereskan ruang musik Milo langsung mengantarkan Kara pulang.

"Hah?! tapi..." ingin menolak tapi alis Milo sudah menukik tajam, wajahnya mendung seperti akan terjadi hujan badai.

"Tadi katanya mau bilang makasih sama minta maaf ?" lelaki tampan bila merengut cukup menggemaskan juga, berasa pengen ngantongin terus bawa pulang.

"Iya sayang, " ucap Kara, Milo kembali cerah, ia mengacak rambut Kara.

"Ya udah nanti ku jemput ya, " Milo meninggalkan rumah Kara.

Mamposss !!! gue mau pake baju apa? baju gue cuma itu itu doang, masa iya ke acara ultah pake piyama??, benak Kara.

Ia masuk ke dalam rumah,

"Asalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

"Ko mukanya di tekuk ?" tanya ibunya.

"Milo ngajakin ke acara ultah bu, " Kara duduk dan menyenderkan badannya di kursi.

"Terus?"

"Ko terus bu, Kara ga punya baju yang cocok bu, masa iya mau pake piyama atau kebaya, baju kondangan nikahan, nanti yang ada dibilang salah kostum lagi !" jawab Kara.

Ibunya tersenyum, "mungkin udah waktunya, sini ikut ibu !" ajak ibunya.

Kara bangkit dan mengekor ibunya, masuk ke kamar ibu dan ayahnya. Ibunya membuka lemari dan mengeluarkan pakaian pakaian dari deretan terpisah sebelah kanan.

"Ini baju baju ibu dulu saat remaja, saat....ibu sering dikencanin mantan, masih bagus ko. Sengaja ibu simpan berharap punya anak perempuan, Kara pilih buat acara nanti malam !" jelas ibu menyodorkan beberapa helai baju dress, sambil terkekh mengingat nostalgia dulu.

Kara sedikit terkejut rupanya seragam pns dan kepribadian tomboy ibunya, tak menghilangkan sisi feminim sang ibu, baju bajunya malah terkesan sangat feminim. Pakaian lama tapi modelnya tidak kuno. Mata Kara berbinar menatap satu pakaian dress sabrina sebawah lutut berwarna pink baby.

"Ibu !!!!! " rengek Kara, "Kara ga nyangka ibu se feminim ini, mantan ibu banyak ya?" tanya Kara menggoda.

"Banyak ! dulu ibu playgirl !!" jawabnya berbisik.

"ibu,,,," rajuknya.

" Kayanya ini aja !!"

.

.

.

1
Mao mao
pada saraavvv /Facepalm/
Mao mao
astaga othoorrr /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Anonymous
Masa putih abu" sing ada lawan 👍
Anonymous
tenggelamkan saja gladis
Anonymous
bagaimana rasanya digigit harimau pas mau tumbuh gigi 🤣🤣🤣
ada"saja perumpamaan bang jihad
Anonymous
Kara bilsng :"musal aku selingkuh ?"
Milo jawab :"ingakan aku untuk menembak kepala lelaki itu ".
ngakak aku 🤣🤣🤣🤣
Anonymous
mesranya manis milo - kara
Anonymous
👍 TOP untuk visualnya kak
Anonymous
Dua "nya kecegur atau memang sengaja siihh
Phie Phien
🤣
Anonymous
Hm ada yang salah duga
Tiffany_Afnan
masa "mas" disanding sama guwe loe.. waguu bgt ciiiillll... 🤣🤣🤭🤭
Tiffany_Afnan
erwan auto sawan 🤣🤣🤣🤣🤣
Tiffany_Afnan
kok aq geli sih.. mengingat usia kalian 🤣🤭
Tiffany_Afnan
preman tanggung 🤣🤭 gadungan !
Tiffany_Afnan
kang ojek neng.. 🤣🤣🤣
novel destiny
happy ending 🥰🥰🥰
awalnya ragu mau baca ini..
eehhh ternyata aku sukaaaa 😍😍
abis ini lanjut baca karya yg lain. mau cari jihad-ica aahhhh 😁😁😁
novel destiny
akhirnya happy ending ya milo-kara 😁🥰
novel destiny
penantian 7 tahun ya babang milo 😁
novel destiny
jihadd samperin ica langsung 💃💃💃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!