NovelToon NovelToon
Lusy Ratu Peri Terkuat

Lusy Ratu Peri Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Pembaca Pikiran / Fantasi Isekai / Peramal / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:766
Nilai: 5
Nama Author: Nadia Papendang

Lusy peri muda yang tidak memiliki sihir seperti peri lainnya. Dia berkeinginan menjadi ratu peri yang melampaui ratu peri generasi sebelumnya.

Lusy di remehkan oleh kaumnya sendiri. Namun, suatu ketika dia menemukan sebuah teknik terlarang dan sebuah pedang leluhur peri yang membuatnya bisa membangkitkan kekuatan sejatinya.

Lusy bangkit menjadi peri terkuat tanpa sihir, tapi banyak orang yang masih tidak menerima sebuah kenyataan kalau Lusy adalah peri terkuat di alam Peri.

Akankah Lusy berhasil menjadi Ratu Peri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia Papendang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyambutan Part 2

"Hei, Kamu!" seseorang menegur Lusy dari belakang.

Lusy berhenti melangkahkan kakinya, dia kemudian menoleh ke belakang, seorang pria dengan di kawal dua orang bawahannya menghampiri Lusy.

"Jadi kamu pahlawan perbatasan itu?" tanyanya dengan suara tidak ramah.

Lusy menyipitkan matanya "apa ada masalah denganmu?"

"Lancang! Berani sekali kamu bicara seperti itu pada pangeran!" seorang bawahan pria tersebut meraung marah dan langsung mau menghajar Lusy.

Tapi sayangnya Lusy bukanlah lawannya.

Duak....

Duarrr....

Bawahan pangeran terlempar menabrak dinding istana dan pingsan seketika di dinding tersebut.

Karena pukulan Lusy, sontak saja Pangeran terkejut, karena gerakan Lusy sangatlah cepat, di tambah pukulannya sangat kuat.

Suara benturan keras tersebut membuat beberapa penghuni istana datang ketempat tersebut, termasuk pangeran pertama, yang di gadang-gadang akan menjadi penerus Kaisar.

Pangeran pertama mengerutkan kening saat melihat bawahan adiknya pingsan di dinding, dia langsung menghampiri Lusy dan pangeran kedua.

"Ada apa ini!" tegur pangeran pertama, pangeran kedua yang sempat ketakutan dengan kekuatan Lusy, dia langsung mengadu pada kakaknya.

"Kakak, dia tiba-tiba menyerang bawahanku!" pangeran pertama melontarkan kebohongan.

Lusy menyipitkan matanya "Apa perlu aku menghajarmu seperti orang bodoh itu!?"

Lusy tidak takut sama sekali pada dua orang tersebut, meskipun dia tahu pasti mereka salah satu bangsawan Kekaisaran, dia tidak tahu kalau mereka berdua adalah pangeran.

Pangeran pertama yang sudah tahu sifat adiknya, dia langsung menundukan kepala pada Lusy, karena dia tahu kalau Lusy pahlawan perbatasan, meskipun dia tidak melihat langsung Lusy ketika di Aula kekaisaran.

"Tuan maafkan adik saya, dia memang sedikit ceroboh."

"Kakak, dia yang...."

"Diam!" Pangeran kedua belum selesai bicara, pangeran pertama langsung membentaknya.

Lusy mengangguk "Aku memaafkannya, tapi jika lain kali seperti ini, aku tidak akan segan untuk menghajarnya!"

Setelah mengatakan. Itu, Lusy meninggalkan kedua pangeran yang tertegun karena perkataan Lusy, yang tidak takut sama sekali dengan mereka.

"Kakak! Lihatlah, dia bertindak seenaknya pada kita!"

Pangeran kedua terlihat tidak senang dengan Lusy.

"Diamlah kamu Creid! Dia bukanlah peri lemah!

Jangan sampai kamu berurusan dengannya lagi!" Freud pangeran pertama memberikan peringatan untuk adiknya dan meninggalkannya di sana.

Creid mengepalkan tangannya, dia merasa tidak di hargai sama sekali sebagai pangeran, dia pun menyimpan dendam pada Lusy.

Sementara itu Lusy melanjutkan untuk melihat-lihat istana kekaisaran, tidak ada gangguan sama sekali setelah kejadian barusan, hingga akhirnya dia kembali ke kamarnya.

...****************...

Malam harinya, acara jamuan berlangsung sangat meriah.

Lusy dan Fire menjadi pusat perhatian para bangsawan peri, karena mereka di nobatkan sebagai pahlawan perbatasan.

Tidak sedikit wanita peri bangsawan yang mendekati Lusy dan fire. Namun, mereka berdua selalu menghindar dari para wanita tersebut.

"Bedebah itu!" Creid semakin marah saat melihat Lusy di kerumuni para bangsawan peri yang terus menerus berdatangan dan memujinya.

Freud yang melihat adiknya marah, dia menghela napas berat, karena dia yakin emosi adiknya akan menjadi masalah di kemudian hari.

"Freud, apa kamu mengenal pahlawan kita?" tanya seorang pria sepuh peri yang ada di dekat Freud.

"Aku sudah berpapasan dengannya, tapi aku tidak tahu namanya, nanti aku berkenalan langsung dengan dia, setelah mereka semua pergi." jawab Freud pada pria sepuh tersebut.

"Baguslah kalau begitu, aku merasakan pria itu sangat kuat Freud, jadikanlah dia partner kamu, aku yakin suatu saat dia pasti bisa di andalkan." ucap Pria sepuh yang ada di samping Freud.

"Baik guru!" jawab Freud tegas.

Saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba pejuang Kekaisaran berteriak lantang menyambut Raja peri.

"Baginda Raja peri tiba!".

Seketika semua orang langsung berdiri dan berbaris dengan rapi, mereka semua terlihat sangat tegang saat nama Raja peri di ucapkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!