Kara Sudibyo bersahabat dengan Angel yang selalu ingin apa yang di miliki Kara, Siapa Angel?, Angel anak dari cinta pertama Orang tua Ibu gadis yang memiliki wajah cantik tubuh menjulang tinggi.
Adrian sahabat kecil Kara terbilang cinta monyet anak kecil tapi kepindahan Adrian ke negeri lain membuat Adrian lupa akan wajah Kara dan tertipu daya oleh Angel.
Yuk simak kelanjutannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27
Ketika wanita pernah tersakiti hanya mungkin butuh lama untuk kembali membaik menerima orang yang telah menyakiti hatinya, lain dengan Kara yang berusaha menerima suaminya dan demi menjaga hati orang tuannya.
Tiba di gedung tinggi perusahaan milik keluarga Beni Ardianto, Kara berjalan dengan lenggak-lenggok nampak jelas Kara menunjukan kalau ia layak menjadi istri tuan Adrian Beni Ardianto, Adrian mengandeng tangan Kara sangat mesra, semua mata tertuju pada dua pasangan sangat serasi, walaupun usia Adrian dan Kara cukup jauh tapi di sisi lain Adrian selalu berusaha mengimbangi istrinya.
"Sayang kamu tunggu disini Mas akan ada meeting mungkin 30 menit mas kembali" Ujar Adrian.
"Aku ikut" Ucap Kara
"Mas..., mau Meeting.., sebentar kamu pesan makanan ya, biar di temani Tiara disini"
"Iya deh.., tidak usah di temani aku di kamar istirahat saja"
"Ya sudah.., Mas pergi dulu ya"
Selama Adrian Meeting Kara menunggu di kamar ruang istirahat Adrian, Kara membuka bajunya hanya mengenakan kaos dalam ia melihat sekeliling kamar hanya ingin tahu dalamnya kamar Adrian selama belum menikah dengannya.
Ini Apa..., Seperti nya Testpack alat tes kehamilan tapi.., ini milik siapa tidak mungkin kan Mas.., Adrian menggunakan nya secara dia pria, ini pasti milik perempuan. gerutu Kara di dalam kamar penuh dengan pertanyaan.
Meeting pun selesai Adrian kembali ke ruangan di temani Romi.
"Bini lu ada disini Bro?" tanya Romi
"Iya.., dia minta ikut mau tahu sekertaris gue yang baru"
"Emangnya kenapa dengan sekertaris lu?, bukanya Kara tipe isteri yang cuek ya?, secara dia sudah berulang kali lu buat malu, Hahah" Tertawa Romi.
"Sudah lah Jangan bahasa itu, gue sendiri kadang malu sama bini gue"
Celek
Adrian membuka kamar melihat Kara yang sedang berbaring tengkurap, Adrian mengelus kepala Kara.
Kara menghindari dari tangan suaminya.
"Hai.., kamu kenapa?,"
"Aku mau pulang" jawab Kara ketus.
"Kenapa pulang? kamu kenapa sih?" tanya lagi Adrian.
Kara merasa di bohongi dan kesel Kara pun melempar Testpack itu ke dada Adrian.
"Ini punya siapa?"
"Astaga..!, itu bukan milik Mas..."
"Ya tentu bukan!, tapi siapa yang pakai ini?"
Angel Aaaaaaaaahk selalu saja buat masalah kalau aku bilang punya Angel Bini gue pasti marah.
"Itu sayang punya pacar Romi.., iya pacar Romi"
"Yakin punya pacar Romi?"
"Yakin dong, Mas mana pernah bawa wanita kesini"
"Awas kalau kamu bohong aku colok mata kamu satu lagi jangan tidur di kamar nanti"
"Sadis.."
Kara pun keluar dari ruangan melihat Romi bersandar di kursi.
"Hai bu, tumben ikut ke kantor? ya jagain nanti di..."
Ucap Romi pun terputus melihat Adrian memberikan Kode cara mengedipkan matanya.
"Nanti apa?" tanya Kara.
"Nggak jadi gue keluar dulu ya, bye.."
Saat Adrian fokus dengan layar komputer tiba- tiba Kara duduk di pangkuan Tangan Adrian sambil mengetik, dengan sengaja Kara menciumi pipinya.
"Sayang diam dulu.."
"Nggak mau..," Kara tetep menggoda Adrian dengan menciumi lehernya penuh dengan tanda pemilik nya Kara.
Tak tahan Adrian pun memapah Kara ke dalam kamar pribadinya, melucuti pakaian Kara hingga tak sehelai benang pun di tubuh putih mulus Kara body seperti gitar pun terpampang jelas oleh Adrian selama ini adrian tak pernah melihat tubuh mulus sepenuhnya milik istri tercintanya, Kara selalu menutupinya dengan selimut.
******* demi ******* pun terlepas dari bibir Kara dengan demikian Adrian semakin buas memberi kepuasan untuk sang istri semangat membuat baby. Sampai ******* Kara teriak bukan menahan sakit melainkan Kara pun mencapai nikmat duniawi surga nya.
"Terimakasih sayang" Ujar Adrian.
"Hemmm"
"Astaga jutek nya istriku"
"Awas aku mau ke kamar mandi" Ucap Kara.
"Tadi aja asyik-asyik aja sekarang jutek lagi"
"Biarin aja!"
Kara pun melangkah pergi Body Kak dicubitnya oleh Adrian.
A..w.., Mas ih"
Adrian hanya tertawa dengan keisengan nya rasanya suka sekali membuat Kara kesel, Adrian pun selalu memanjakan istrinya walaupun Kara kadang masih terlihat jutek belum menerima Adrian suaminya sepenuhnya
Ting...
Ponsel Kara menyala pesan masuk dari Leo, Adrian mengintip ponsel Kara pesan itu dari Leo.
"Mas.. ambilin pakaian ku tolong" teriak Kara dari dalam kamar mandi.
Adrian mendengar teriakkan istrinya ia segera mengambil pakaian nya lalu memberikan nya pada Kara, seketika wajah Adrian berubah rasa marahnya pada istrinya, Kara pun merasakan ada yang beda dengan suaminya.
"Mas..., lapar" Ucap Kara
"Pesan saja..." Jawab Adrian singkat.
"Mas.., kenapa sepertinya marah sama aku?"
"Tuh ponsel kamu ada pesan" Kata Adrian menyampaikan nya pada Kara.
Kara pun mengambil ponselnya melihat Leo mengirimkan pesan mengenai pekerjaan nya.
Kara memajukan bibirnya.
Ooh pasti dia lihat pesan dari Leo, haduh dasar posesif.
Lebih baik aku kerjain aja sekalian marah nya segini tanggung. Kara pun tersenyum dalam hatinya.
Kara pura-pura menghubungi Leo.
halo Leo ada apa?.
Hooh oke makan siang di mana gue lagi di kantor suamiku nih jangan jauh dari kantor ya..oke bye.
Wajah Adrian berubah menjadi merah marah namun tidak bisa membuat apa-apa selain mengijinkan istrinya pergi.
"Mas....." Kara menggelayut di Adrian.
"Ya silahkan, pergi saja..sana"
"Hemm..., wajah kamu merah Kenapa?"
Aku yakin mas kamu marah tapi dengan cara ini membuktikan kalau kamu benar-benar sayang dan tidak akan mengecewakan aku, walaupun hati kecilku masih sayang sama kamu tapi aku tidak mau kalau kamu akan memanfaatkan hatiku, dan sesuatu saat kamu akan selingkuh dari ku.
"Aku pergi dulu ya Sayang"
CUP
Kara mencium pipi kiri pipi kanan suaminya.
Tak ada jawaban dari Adrian ia tetep fokus sama komputer nya walaupun entah apa yang di ketik oleh nya.
Kara pun Pergi kesebuah Restoran tapi tidak untuk menemui Leo, melainkan membeli makan siang untuk suaminya dan beberapa pegawai lainnya.
Di sisi lain Adrian mengamuk melempar segala peralatan yang ada di depannya.
"Romi..." Panggil Kara.
"Ya Kara kamu mau kemana?, Adrian mana?" tanya Leo.
"Mas Adrian di ruangan, lagi ngambek"
"Lah kenapa dia?"
"Ada pesan dari Leo temanku seperti nya dia marah, ya sudah sekalian saja aku kerjain pura-pura makan siang sama Leo, oh ya ikut Gue yuk beli makan siang"
"Nanti Adrian marah sama gue"
"Udah nggak pa-pa, sebentar saja, tuh yang lain kasihan belum makan siang juga."
"Oke lah berangkat, kalau marah tanggung jawab"
"Iya bawel"
Tiba di Restoran Kara memesan 100 box untuk para pegawai yang lainnya, setelah itu kembali ke kantor.
Tiba-tiba Adrian keluar dari Lift dia mengerutkan dahinya melihat Kara dan Leo membawa makan sebanyak itu.
"Kamu mau kemana Mas..?"
"Makan siang lapar" jawab Adrian ketus
"Ini aku sudah beli ayo makan"
"Ogah makanan dari orang"
"Astaga..., suamiku sayang tadi aku pergi bersama Romi bukan makan siang sama pria lain"
Adrian pun belum yakin dengan jawaban Kara tetep dia tidak mau makan makanan yang Kara bawa.
Romi yang sibuk membagikan makanan ke pegawai Adrian sibuk melirik Romi ingin menanyakannya kebenaran.
"Romi" Panggil Adrian.
"Tunggu gue bagiin makan dulu, ada apa sih?"
"Apa benar itu makanan beli pakai uang sendiri?"
"Mas..., Ayo dong aku sudah lapar nih" Kara menarik tangan Adrian.
Di tempat lain Angel menyiapkan makan siang untuk ibu dan suami nya, suasana Apartemen Sekarang Lebih ramai dengan kehadiran guru ngaji dan juga asisten rumah tangga.
"Buk..., ayo makan dulu makanan sudah siap"
"Alhamdulillah..., sekarang kamu sudah lebih dewasa dan bisa menjadi istri yang baik buat suamimu.., ibu senang melihat kamu berubah Nak"
"Alhamdulillah bu, aku juga rasanya ingin bertemu Kara dan meminta maaf kepadanya."
"Non Kara sudah Tinggal bersama suaminya ibu tidak tahu di mana alamat nya"
"Syukurlah bu, akhirnya dia berjodoh juga sama mas Adrian."
Walaupun harus nya aku yang mendampingi Mas Adrian, tapi sekarang harapan itu sepertinya tidak ada lagi buat ku, dan aku sekarang lebih fokus saja dengan suamiku sekalipun dia sudah tua setidaknya Alex bisa mewujudkan impian ku, memiliki segalanya.
"Nak kenapa kamu melamun?" tanya Astuti
"Ah..., tidak ada bu, hanya saja aku sedang memikirkan Kara, semoga rumah tangga nya langgeng Sampai tua"
"Aamiin..." di jawab oleh Astuti yang mengaminkannya.
Rodiah di sebuah kontrakan berukuran kecil hanya ada satu kamar dan dapur juga kamar mandi, dengan harga sewa yang murah, dia hidup bersama Bapak nya Angel, Rodiah mulai mengeluh soal kehidupan nya.
"Mas...kamu kapan sih sembuh..., aku cape merawat kamu sudah 5 tahun kamu seperti ini tidak ada perkembangan untuk kamu kembali seperti dulu."
Sudimara tiba-tiba menitikkan Air matanya,
"Tabungan ku mulai menipis untuk menebus obat kamu saja mungkin tidak cukup, sedangkan aku tidak bekerja.., seandainya kamu sembuh dari sakitnya, kamu boleh kembali ke keluarga mu, dan aku kembali ke keluargaku" Ujar Rodiah
Saat sedang bersujud dalam doa Rodiah jika ia masih di berikan kesempatan untuk hidup tolong sembuh kan, jika tidak tolong jangan siksa dia dalam hidupnya.
...----------------...
Like Komen end Rate Terimakasih banyak untuk Para Readers ku. jadilah pembaca yang bijak ambil baiknya buang buruk nya.
🤔🤔🤔🤔🤔🤔
biar halall.. Bt apa pun....🤭🤭🤭
Waduhhhhada berapa cewek yg km tiduri Aldy....🤔🤔 wahhh jd banyak pegalaman km y.....
untung y murni menerima km apa aday..... semoga dg ini km.. berubah ...
semangat kara jangan biarkan angel mengusikmu lagi tunjukkan padanya kara bukan wanita yang lemah