ketika cowo cuek jadi kang bucin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fransiska simanjuntak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab#28
tok. tok.tokk
Rafa mengetuk kontrakan itu , memastikan ada orang atau tidak didalam sana.
tok.tok.tokkk.
Rafa kembali mengetok pintunya sebelum dia melangkah angkat kaki dari sana.
kreet..
Rafa tertegun melihat apa yang ada di depannya yang tidak kalah terkejut melihatnya juga.
"R-Rafa." ucap gadis itu gelagapan.
tanpa dipersilahkan, Rafa langsung masuk kedalam kontrakan itu.
"Hm." ucap Rafa singkat yang membuat Lawra sedikit kecewa.
Lawra membalikkan tubuhnya melangkah menuju dapur, tapi langkahnya terhenti ketika tangannya tiba-tiba ditarik oleh Rafa.
Rafa menarik tangan Lawra kasar hingga Lawra terjatuh dipelukannya.
Rafa memeluk tubuh Lawra semakin erat karena Lawra mencoba memberontak.
tidak dapat melepaskan diri akhirnya Lawra hanya mampu terdiam.
mata mereka saling beradu tatapan yang tadinya tajam kini berubah menjadi sayu.
"mau kemana?"
"ambilin teh buat kamu.." jawab Lawra, tangannya berusaha melepaskan pelukan Rafa.
"ngak perlu." ucap Rafa mengeratkan pelukannya supaya Lawra berhenti memberontak.
"kenapa dulu kamu pergi begitu saja? kenapa tidak bawa ponselmu? kenapa kau tidak menungguku pulang?" tanya Rafa beruntun membuat Lawra bingung sendiri.
Lawra pun menceritakan semua yang dialaminya mulai dari ayahnya mengusirnya.
"jangan pergi lagi" lirih rafa menjeda ucapannya. "hidupku hancur.. rasanya nggak punya semangat hidup, seenggaknya kalau kamu pergi kamu ajak aku"
"alay banget"
"jangan coba-coba pergi lagi..kalau kamu mencoba pergi lagi.." ucap Rafa menjeda ucapannya.
"apa?"
"aku akan membuat makhluk kecil di dalam sini." ucap Rafa mengelus perut Lawra.
Lawra langsung sigap mencubit perut Rafa keras sampai meninggalkan bekas kebiru-biruan disana.
"aww.." pekik Rafa kesakitan sambil mengusap pelan bekas cubitan Lawra.
.
Lawra hanya memutar bola matanya malas ketika Rafa terus memeluknya dari samping dengan erat.
bahkan ketika Lawra akan pergi ke toilet pun Rafa akan mengekor dibelakang dan menunggu hingga Lawra keluar dari toilet.
saat ini sepasang kekasih itu tengah duduk di sofa usang dengan posisi Rafa yang terus memeluk Lawra dari tadi.
"kamu nggak kerja hari ini?" tanya Rafa yang baru menyadari.
Lawra menggeleng..'' hari ini hari liburku, setiap hari Sabtu aku diperbolehkan nggak masuk kerja.'' jawab Lawra
Rafa menganggukkan kepalanya mengerti.
"Rafa...lepas dulu aku mau masak." kata Lawra mencoba membujuk Rafa agar mau melepaskannya.
Rafa menggeleng, masih memeluk Lawra dengan erat "nggak mauu nanti kamu pergi lagi."
Lawra tertegun serasa tidak percaya.."sejak kapan kamu jadi manja gini?" ucapnya.
Rafa mengercutkan bibirnya membuat Lawra gemes setengah mati, jika ekspresi ini ditunjukkan di depan umum mungkin orang-orang akan menjerit kesenangan.
berlahan Lawra melepas lengan Rafa yang memeluk tubuhnya.
Rafa mendengus tapi tidak memaksa lagi untuk memeluk Lawra, sebagai gantinya ia mengikuti Lawra menuju dapur dan duduk di kursi plastik memperhatikan Lawra yang tengah memasak.
mata Rafa tak tinggal diam memperhatikan dari satu sudut ke sudut lain..
"kita balik ke kota A yok Law." ucap Rafa tiba-tiba.
Lawra membalikkan tubuhnya menatap Rafa yang terduduk dikursi. "nggak bisa..nanti aku ketahuan sama papaku, bisa brabe urusannya"
"nggak akan, aku yang akan ngomong"ucap Rafa meyakinkan
Lawra menggeleng.
"kamu takut dijodohin lagi?" tanya Rafa seperti bisa membaca pikiran Lawra.
"Hm."
"nggak usah khawatir yang dijodohin sama kamu itu, aku kenal dia" ucap Rafa sengaja menjeda ucapannya membuat Lawra mendekat dan mendudukkan tubuhnya dikursi dekat Rafa.
"namanya Andree kan?" ucap Rafa dan diangguki oleh Lawra karna Lawra masih ingat nama yang disebut papanya dulu.
"dia itu idiot" sambung rafa yang membuat Lawra terbelalak dengan sendirinya. "papa kamu hanya diancam oleh Addison ayah Andree dan mengandalkan uangnya agar papa kamu mau.... tapi jangan khawatir, aku udah bangkrutin usaha Addison" ucap Rafa membanggakan darinya.
"dari mana kamu tau?" tanya Lawra
"apasih yang tidak diketahui seorang Rafa" ucap Rafa dengan percaya dirinya, padahal itu kerja keras dari intelnya.
"bisa diandalin juga kamu yah" Lawra tersenyum sumrigah, akhirnya dia bisa balik ke kota kelahirannya dengan perasaan tenang.
yuk semangt yuk up nya kak