Ini season ke 2 dari Istri manja tuan Kusuma. Menceritakan anak kembar mereka, Biru dan Jingga yang telah dewasa.
Biru adalah pengusaha muda berbakat yang bersifat dingin. Tapi dia sangat hangat dan baik kepada saudara kembarnya, Jingga.
Jingga adalah gadis muda yang berusaha mewujudkan mimpinya menjadi model terkenal. Dia terlihat dingin dan acuh tak acuh, tapi sangat manja terhadap sang kakak, Biru.
Mereka selalu saling melindungi tanpa menyebar luaskan identitas mereka sebagai anak dari konglomerat.
Akankah mereka menemukan cinta yang membuat mereka menunjukkan sikap hangatnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebagai ucapan terimakasih, kami pasti akan memberikan hadiah yang setimpal
" A,, Apa??! "
Sella begitu terkejut hingga matanya hampir melompat keluar
" Mak,,, sud tuan,,,, adalah?
Dia terbata - bata karena gugup dan tidak percaya dengan apa yang telah di dengarnya
" Papi,, papi harus mengatakannya dengan jelas, agar dia bisa mengerti maksud papi! "
Nada suara Ji berubah manja, sekaligus mengejek Sella
" Sepertinya kamu benar ji! dia terlalu bodoh untuk mengerti apa yang papi katakan. Ji ini adalah... Putriku. Dia bukan seseorang yang bisa kamu perlakukan seenaknya "
Yudha berbicara dengan tenang, dia menekankan kata 'Putriku' saat bicara dengan Sella
" Ji sudah memberimu peringatan sewaktu di hotel. Tapi kamu masih tidak mengerti, kamu masih terus saja berusaha menjerumuskan dia, bahkan ingin mencelakainya. Kamu pikir aku akan membiarkanmu begitu saja? Kamu begitu bodoh karena bisa melakukan apa saja untuk kepentingan mu sendiri meskipun harus mengorbankan orang lain "
" Jangan panggil kami keluarga Kusuma, jika kami bisa dengan mudah ditindas oleh orang sepertimu. Perlu kamu ketahui, Kami tidak pernah bersikap mudah kepada lawan kami. Sebagai ucapan terimakasih, kami pasti memberikan hadiah yang sebanding dengan apa yang telah kamu berikan kepada kami
" Dan Aku tidak ingin lagi melihatmu. Kamu tidak pantas berada disekitar kami. Bahkan kamu tidak layak jadi pelayan kami sekalipun! "
Yudha menatap Sella dengan penuh kemarahan dan kebencian
" Sudahlah pih, kita pergi saja dari sini. Kita tidak harus berurusan dengan orang seperti dia " Ji berdiri dan berjalan menuju Yudha, tapi dia berbalik dan menundukkan kepala berbisik kepada Sella
" Jangan pernah muncul lagi dihadapan ku! Jika aku sampai melihatmu lagi berada disekitar kami. Aku tidak akan lagi segan - segan terhadapmu! "
Ji memberikan peringatan keras terhadap Sella. Suaranya terdengar begitu dingin hingga membuat Sella merinding. Kemudian Ji berjalan meninggalkan kamar hotel bersama sang ayah dengan tersenyum licik.
Ji masih merasa tidak puas dengan peringatan yang diberikan. Jadi dia mengambil ponsel dari tas tangannya dan menghubungi seseorang
" Halo, kantor polisi?
Aku ingin melaporkan tentang kasus prostitusi dikalangan modeling. Akan aku kirimkan dokumen yang aku miliki sebagai bukti "
Ji menutup panggilan kemudian menoleh kepada Yudha yang berada di sebelahnya
" Bagaimana menurut papi? "
Mata Ji berbinar, seperti ingin mendapatkan pujian dari sang papi
" Hmn,, lumayan "
Ji mengernyitkan dahi mendengar tanggapan sang papi
" Hanya lumayan saja? Ach,,, papi menyebalkan! " Ji membuang muka dari ayahnya, layaknya anak kecil yang sedang marah
Dari belakang mereka, Edward sedang memperhatikan, dia sudah mendengarkan semuanya dari balik pintu.
" Ternyata dia perempuan yang tangguh dan berani. Pantas saja aku sangat tertarik padanya. Dia memang patut untuk aku perjuangkan cintanya "
Edward tersenyum dan mengikuti mereka
Sementara didalam kamar hotel, Sella sedang terdiam tak berdaya mencerna apa yang baru saja terjadi. Bagaikan disambar petir di siang bolong, dia sama sekali tidak menyangka semuanya jadi seperti ini
" Bagimana semuanya ini bisa terjadi. Ji? Jadi dia putri dari Yudha si raja bisnis? "
Sella bergumam dalam derai air mata dengan tatapan mata kosong
Dia masih terpaku tak berdaya dengan seluruh tubuhnya bersandar pada sandaran sofa. Badannya lemas, wajahnya begitu pucat. Seluruh tubuhnya gemetar.
" Habis sudah, semuanya sudah berakhir. Tidak hanya karirku saja yang dengan susah payah ku bangun selama ini. Tapi sekarang,,, hidupku sepenuhnya hancur. Aku telah menyinggung Yudha, si pebisnis kejam dan dingin "
Sella berkata sambil menangis dan menutupi wajahnya dengan kedua telapan tangannya.
\=\=\=\=\=\=\=
Yudha dan Ji berada di loby hotel, dia mencari Edward.
" Kemana Ed pergi? dia bilang hanya pergi sebentar? "
Yudha melihat kesana kemari tapi sikapnya tetap terlihat tenang
" Sudahlah, papi duluan saja. aku bisa naik taksi kok " Ji merayu sang papi dengan sikap manjanya agar Yudha segera pergi. Meskipun dia sudah tahu jawabannya
" Tidak, jika Ed tidak ada, maka papi akan mengantarmu pulang terlebih dahulu " Tapi perdebatan mereka terhenti setelah terdengar suara Ed dari belakang
" Maaf om, tadi sayang ada urusan sebentar "
Ed berkata dengan gayanya yang tenang
" Oh baguslah kamu masih disini. Om kira kamu meninggalkan Ji begitu saja "
Yudha melirik Ji yang berada di sampingnya
" Papi! Apaan sih? "Ji melotot kepada Yudha
dan Ed hanya tersenyum menanggapi perkataan Yudha seblum dia berkata
" Om tidak perlu khawatir. Saya tidak akan meninggalkan Ji "Ed memberikan senyuman yang sedikit genit dengan kedipan sebelah mata kepada Ji
" Sudahlah. Kalian berdua memang menyebalkan! "
Ji berjalan meninggalkan mereka, dengan berjalan menggunakan sebelah tongkat membuat Ji agak kesulitan.
Yudha memberikan isyarat kepada Ed dengan gerakan kepala agar dia mengejarnya. Ed pun mengangguk dan mempercepat langkahnya, mengejar Ji
" Hei tunggu aku! " Kata Ed memanggil Ji
Yudha tersenyum melihat mereka dan melanjutkan langkahnya menuju parkiran sambil berkata pada dirinya sendiri
" Putriku ternyata sudah besar. Aku tidak perlu khawatir karena dia sudah bisa mengambil langkah perlindungannya sendiri. Terlebih.,, ada Ed disampingnya "