Alvonso adalah seorang Mafia dan juga CEO terkenal dingin dan kejam. Sangat tampan digilai banyak wanita tapi Alvonso tidak pernah tertarik terhadap wanita manapun.
Laras seorang mahasiswi tingkat akhir, cerdas, cantik dan baik hati.
Laras bersama teman - temannya mengadakan acara perpisahan di hotel di kota Surabaya. Akibat ulah teman kampusnya Laras bertemu dengan Alvonso dan kehilangan apa yang dijaganya selama ini
Suatu ketika mereka dipertemukan kembali tapi berdua tidak mengenalnya sampai pada suatu saat 3 anak kembarnya di culik terbukalah rahasia yang disimpan Laras selama ini
Apakah Alvonso dan Laras bisa bersatu atau masing - masing sudah menikah dengan pasangannya.
Simak novel ke 2 saya. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Laras Sakit
" Mas Alvonso sudah lama kita tidak bertemu ?" ucao Bianca sambil memeluk Alvonso
Alvonso hanya terdiam dan tidak membalas pelukan Bianca.
Bianca melepaskan pelukannya mengabaikan Laras dan duduk di sebelah Laras. Mereka berdua mengobrol sambil tertawa. Laras yang merasa kecewa segera berdiri.
" Permisi saya pergi dulu, maaf silahkan dilanjutkan lagi." ucap Laras
" Ok." jawab mereka serempak
Laras sangat kecewa kemudian Laras berjalan menaiki tangga menuju kamar yang di tunjukkan tadi oleh Alvonso.
Laras membuka pintu kamarnya dan menutup pintu tersebut. Laras membuka semua pakaian yang dikenakannya kemudian menaruhnya di keranjang khusus pakaian kotor. Laras
membuka pintu kamar mandi dan menutupnya.
Di dalam kamar mandi Laras menyalakan shower sambil memejamkan mata melupakan semua kejadian tadi ada rasa sedih dan terluka ketika hati Laras sudah mulai belajar untuk mencintainya, kata - kata manis yang diucapkan Alvonso seperti melayang tinggi kemudian langsung dijatuhkan terasa menyakitkan.
Airmata keluar bersamaan dengan air shower. Laras terkejut ketika ada tangan kiri pria tersebut memeluknya dari belakang dan tangan kanan pria tersebut meremas gunung kembar Laras.
Laras mematikan shower dan kepalanya menatap ke atas.
Mas, apa yang mas lakukan?tanya Laras.
Laras berusaha melepaskan tangan Alvonso tapi tenaganya kalah jauh Laras berusaha dan mencoba untuk melepaskannya.
" Biar begini dulu sayang, sudah 5 tahun mas menahan hasrat." ucap Alvonso dengan nada berat
cup
Alvonso mengecup bibir Laras dan terjadilah penyatuan di antara Laras dan Alvonso.
" Makasih sayang rasanya masih sama seperti 5 tahun yang lalu." bisik Alvonso.
Alvonsopun menyalakan shower kemudian merekapun mandi bersama. Selesai Mandi Alvonso mengambil kimono handuk dan memakaikan ke dirinya dan juga ke Laras.
Alvonso menggendongnya kemudian membawanya ke ranjang menaruhnya secara perlahan.
" Sayang lagi ya?" bisik Alvonso
Tanpa meminta persetujuan Laras, Alvonso membuka ikatan baju kimono Laras dan membuangnya asal begitu juga dengan kimono Alvonso.
Kejadian yang dikamar mandi terulang kembali. Selesai penyatuan Alvonso memindahkan tubuhnya dan berbaring sambil memeluk Laras dan memejamkan matanya.
Laras membuka matanya melihat Alvonso dan menatap dengan sendu dan setetes airmata jatuh. Ketika Laras menggerakkan tangannya Alvonso membuka matanya dan melihat Laras sedang mengusap matanya.
" Kamu kenapa nangis La ?" tanya Alvonso bingung
"Mas siapa wanita tadi ? apakah mas mencintainya ? Aku mohon berkatalah jujur padaku." tanya Laras
" Oh dia Bianca teman masa kecilku. Mam****a menjodohkan aku dengannya dan rencana kami akan menikah." jawab Alvonso santai
"Apakah mas akan menikah dua kali ?" tanya Laras sambil menundukkan kepala
"Kalau iya kenapa ?" bohong Alvonso karena Alvonso ingin tahu apakah Laras cemburu
" Aku tidak mau mas, mas menikahlah dengan gadis itu biarkanlah aku yang mengalah." ketus Laras
" Lalu anak - anak? aku tidak mau kamu menikah dan anak - anak mempunyai ayah tiri." balas Alvonso tersenyum jahil tapi Laras tidak mengetahuinya.
" Mas tenang saja aku tidak akan menikah aku akan mengurusnya seperti dulu bersama sahabatku." ucap Laras sendu
" Mereka membutuhkan seorang Daddy bukan hanya membutuhkan mommy." jawab Alvonso sambil menggigit bibirnya menahan tawa karena Laras sangat menggemaskan ketika cemberut
" Kalau Mas menginginkan untuk bertemu aku mengijinkannya." ucap Laras tetap menundukkan kepala
" Aku ingin mereka berada di rumahku setiap pulang Mas bisa melihat mereka." ucap Alvonso sambil mengigit bibirnya untuk menahan tawanya.
" Kalau itu mau Mas, aku merelakannya di asuh Mas dan wanita itu, aku pergi dari kehidupan kalian." ucap Laras akhirnya karena Alvonso tetap memaksanya membuat Laras pasrah.
Alvonso sangat kaget mendengarkan jawaban Laras, Alvonso berfikir kalau Laras tidak mencintai dirinya dan juga ke tiga anaknya. Alvonsopun langsung melepaskan pelukannya dan duduk menatap tajam ke arah Laras.
" Apa maksudmu Laras? kamu sebenarnya sudah bosan mengurus mereka." bentak Alvonso karena tidak menyangka jawaban Laras seperti itu
" Aku... ?" Laras tidak berani melanjutkan kata - katanya
" Aku apa ?" tanya Alvonso kesal
Tanpa sadar Alvonso mencekik leher Laras, Laras hanya menutup matanya menahan rasa sakit cekikan Alvonso dan rasa sakit kepala yang mulai menyerangnya, Laras membiarkan Alvonso mencekiknya Laras sudah pasrah jika hari ini mati di tangan orang yang baru saja dicintainya.
Tiba - tiba dari hidung dan mulut keluar darah segar, Alvonso terkejut dan melepaskan cekikkannya
" Kamu ??? kenapa hidung dan mulutmu berdarah ?" tanya Alvonso bingung
" Uhuk uhuk uhuk aku terkena kanker otak stadium 2, Mas aku merelakanmu menikah dengan Bianca dan uruslah anak kita, I love You " Larisa perlahan memejamkan matanya.
dah banyak yg cerita seperti ini tpi Lum ada yg menjelaskannya
bahkan bukanya lewat darah bisa lebih cepat dripada rambut