Musim telah berganti dengan begitu cepat. Denting waktu membawa kita pada detik ini. Musim pertama telah usai meninggalkan bait-bait kenangan yang begitu indah.
Mereka telah bersama setelah melewati rintik sendu. Kini saatnya berbahagia. Namun adakah waktu yang tidak terbatas untuk merasa bahagia?
Bagaimana cinta akan menjawabnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F.A queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27_I Love You, Momm 2
Nyonya Sinatrian duduk di bangku disebelah tempat tidur cucunya. Beliau mengusap kening Kim dengan sayang. Kemudian beliau mengeluarkan ponselnya. Beliau mencari foto Yuna Ibriza tetapi tidak ketemu. Beliau ingin memastikan jika wanita yang cucunya maksud adalah benar Yuna Ibriza menantu kedua dari keluarga Nugraha. Beliau mencari lagi dan lagi.
“Bukankah dulu pernikahan mereka disiarkan dan diberitakan oleh media manapun. Kenapa sekarang seperti tidak ada jejaknya?” gumamnya.
“Nenek cari apa?” Kim bertanya setelah memperhatikan neneknya mengotak-atik ponsel dengan gusar. Dia bangkit dari tidurnya dan duduk.
“Nenek ingin tahu siapa tante cantik yang kamu maksud. Secantik apa dia. Nenek sangat penasaran,” jawab Sang nenek. Kim mengangguk dan ikut memperhatikan ponsel neneknya. Namun mereka berdua tidak menemukan apa-apa.
Sementara itu di ruang tengah.
“Jika benar yang dimaksud Kim adalah istri Tuan muda Leo J maka sebaiknya jangan menganggu dia.”
Daniel mengerutkan keningnya. Dia menatap papanya. “Kenapa?” tanyanya. Ia melihat wajah cemas di wajah papanya. Dan itu membuatnya penasaran seperti apa sosok Leo J. Apakah sehebat apa yang ia dengar. Papanya bahkan langsung gentar. Itu sangat lucu, batin Daniel.
“Dia orang yang tidak bisa kau usik.” Tuan Sinatria memberikan jawaban. Pria tua itu menatap putranya dengan tajam.
“Apa yang Papa khawatirkan? Dia bukan Tuhan dan dia pasti bisa dikalahkan.”
“Jangan nekad, Daniel atau kau akan kehilang semua pencapaianmu selama ini dan bahkan bisnis turunan dari kakekmu juga akan hancur."
“Hhhh.” Daniel tersenyum miring. “Papa seperti meremehkan kekuatanku. Apa Papa pikir aku tidak jauh lebih kuat dari dia?”
“Banyak orang dibelakangnya. Kau harus tau itu.”
“Itu hanya rumor. Apa Papa pernah membuktikannya sendiri? Dan jika pun itu benar …
kupastikan bukan aku tandingannya.”
“Jangan ne---”
“Sepertinya sangat seru bermain-main dengan dia.” Daniel memotong ucapan papanya. Dia bahkan seolah berbangga bisa memulai permainan ini. “Aku yakin dia memiliki kelemahan.” Daniel tersenyum sinis di sudut bibirnya. Dia merasa jika dia bisa
mengalahkan Leo J maka orang-orang akan melihatnya lebih tinggi.
***@***
Malam yang sama di rumah Tuan muda Leo J.
Si kecil baru saja keluar kamar. Sudah ada baju ganti yang tertata untuknya. Ia dan Leo saling pandang. Kemudian, mereka melihat kearah meja. Tepat. Ada segelas susu disana dan sebuah kardus
disebelahnya.
Arai dan Leo kembali saling pandang. Dan sedetik kemudian, Arai berjalan cepat menuju meja. Kedua tangan kecilnya membuka kardus itu dan langsung membuatnya bersorak. Matanya berbinar dan bibirnya tersenyum lebar.
Leo mendekatinya dan duduk di sofa. Ia ikut tersenyum. Si robot pintar sudah kembali.
“Ayo segera ganti bajumu dan bilang terima kasih sama, Momm.”
Leo melepas handuk putranya lalu menggantinya dengan baju tidur. Arai mengeluarkan robot itu dengan hati-hati dan ia menemukan sesuatu.
“Daddy,” ujarnya setelah mengambil selembar kertas yang ia temukan didalam kardus. Dia duduk dipangkuan daddynya.
“Momm minta maaf telah membuatmu marah.” Isi tulisan dilembar kertas itu. Leo tersenyum membaca tulisan itu. Tapi tidak dengan Arai. Ekspresinya berubah menjadi sedih. Dia yang salah karena sudah kabur dari sekolah, kenapa Momm
minta maaf padanya.
“Daddy. Dimana Mommy?” tanyanya sendu. Ia mendongak menatap Leo.
“Mungkin ada di ruang tengah,” jawab Leo. “Kenapa?” tanyanya.
“Kenapa rasanya aku lebih tuka kalau Mommy ngomel daripada begini.” Dia mengangkat tangan kanannya dan memperhatikan tulisan Yuna. Hanya sebuah tulisan permintaan maaf dan itu menyentuh hati si kecil.
“Apa kau tidak bisa berfikir dengan benar saat Momm diam dan membiarkanmu?” tanya Leo. Si kecil mengangguk pelan. Leo memeluknya. Perasaan mereka sama. Akan sangat kacau saat Mommy diam dan membiarkan mereka.
“Ayo kita minta maaf sama Mommy.” Ajak Leo. Dia mencium rambut wangi putranya. Si kecil mengangguk lagi lalu turun dari pangkuan Leo. Mereka berdua keluar kamar dan berjalan menuju ruang tengah. Awalnya, mereka berjalan beriringan tapi setelah semakin dekat, Leo mengurangi irama langkahnya dan bahkan berhenti melangkah. Dia membiarkan si kecil melangkah sendiri hingga sampai di depan Yuna.
“Momm,” panggil si kecil dengan pelan. Dia menatap Yuna dengan sedih.
“Ya,” jawab Yuna. Ia membalas tatapan mata putranya.
“Apa Momm tedih?” tanyanya.
Yuna tersenyum kecil dan mengangguk. “Ya,” jawabnya.
Arai langsung menghamburkan pelukannya. “Jangan tedih.” Ucapnya sedih. Kini dia yang bersedih.
Yuna menghela nafasnya panjang dan itu bisa dirasakan si kecil.
“Bagaimana Mommy tidak merasa sedih. Tadi siang kau bilang jika kau membenci Mommy, kau bahkan tidak mau berbicara sama Mommy. Hati Mommy sangat sakit,” jawab Yuna dengan teranianya.
Kedua tangan si kecil semakin memeluknya erat. Ia menyembunyikan wajahnya di pundak Yuna.
Leo menahan senyum disana. Ia menunduk sebentar untuk mengulum senyumnya. Anak dan ibu itu sama-sama menggemaskan.
“Jangan tedih, Mommy. Aku tidak benti Momm.” Si kecil menjawab dengan pelan dan tertahan.
“Kau hanya menghibur Mommy bukan. Karena Momm sudah mengembalikan mainanmu. Mungkin
jika Momm masih menyita robot itu, kau pasti masih membenci Momm. Itu berarti, robot itu lebih berarti daripada Mommy. Ya kan?” dan Yuna menangis tanpa air mata setelah mengucapkan itu.
Si kecil menggeleng berkali-kali.
“Kau benci sama Mommy, Daddy marah sama Mommy. Rasanya setelah ini Mommy ingin pulang kerumah kakek dan meninggalkanmu disini bersama Daddy. Mungkin itu akan membuat kalian senang.” Yuna masih menangis tanpa air mata. Ucapannya membuat Leo tersedak disana. Kenapa dia juga kena ancaman.
Si kecil menggeleng berkali-kali. Ia semakin memeluk Yuna erat. “Aku tayang Mommy. Aku janji tidak akan membuat Mommy tedih lagi.” Ucapnya. Air matanya menetes. Hatinya sakit. Dia menyesal sudah mengucapkan kata benci pada Yuna. “Aku janji tidak akan kabur lagi dari tekolah. Mommy jangan pergi, jangan tingalkan aku tendiri tama Daddy. Aku janji tidak akan nakal.” Lanjut si kecil terisak-isak. Yuna mengusap punggungnya dengan sayang.
“Janji?” tanya Yuna. Si kecil mengangguk pasti. “Janji kau tidak akan kabur lagi dari sekolah?” tanya Yuna memastikan.
Sikecil mengangguk pasti. “Janji,” jawabnya.
Yuna tersenyum dan mengambil nafasnya untuk mengubah suaranya menjadi biasa. Kemudian dia menarik pelan kepala putranya dengan kedua tangannya. Membuat Arai menatapnya. Yuna mengusap air mata yang bercucuran di pipi putranya.
“Aku menyayagimu, Momm,” ucap Arai sesenggukan. Ia masih menangis.
Yuna mengangguk dengan senyum. “Mommy juga menyayangimu. Saaangat menyayangimu. Lebih luas dari jagad raya ini.”
Sikecil tersenyum manis. Tangan kanannya menyentuh pipi Yuna.
“Mommy tidak menangis?” tanyanya.
Leo tertawa terbahak-bahak tanpa suara disana. Benar-benar lucu mereka berdua.
“Ummm. Momm sudah mengusapnya pakai tissu,” jawab Yuna berbohong.
Leo melangkah mendekati mereka dengan senyum yang belum hilang dari bibirnya.
“Uhumm,” dia berdehem dan berdiri di depan Yuna. “Senangnya kalian sudah berbaikan,” ucapnya. Dia mengusap kepala anaknya dengan kasih. Kemudian ia menggendong Arai. “Sudah malam. Waktunya tidur.” Ujarnya. Ya, ia ingin si kecil segera tidur dan gantian dia yang ingin dimanja Mommy.
Arai dengan patuh mengangguk.
“Beri Mommy ciuman dulu,” ujar Leo. Dan si kecil dengan patuh mencium pipi Yuna.
“I love you, Momm,” ucap Arai dengan manis.
“I love you too, pangeran tampan mommy,” jawab Yuna. Dia mencium gemas pipi anaknya.
Setelah saling bertukar kata sayang, Leo membawa Arai kembali kekamarnya. Setelah memastikan anaknya tertidur, ia segera keluar kamar dan menuju ruang tengah. Sudah tidak ada Yuna disana. Leo mengangkat kedua bahunya. Kemudian segera melangkah menuju kamarnya. Sekarang, ia yang akan merayu Nyonya habis-habisan.
___________
Catatan Penulis 🥰🙏
Terima kasih buat like, komentar, hadiah, tips dan votenya 🥰 Saaayang kalian banyak-banyak.
Mau Up bonusss dihari Minggu? 120 Koment ya sebelum jam 4 sore. Okey. Bocorannn Up depan ...
Yuna nerima kotak kado dari Kim. 😳😲
Yukk like koment. Jika suka, silahkan Vote. Terima kasih kesayangannya. Ilupyufulllllll.
masih tetap di sana atau gimana ya?
Leo dan Yuna ditakdirkan selalu bersama,menua bersama oleh kakak author.
kalo Kiara migrasi ke Mars 🤣🤣