NovelToon NovelToon
Bule Kepincut Gadis Pohon

Bule Kepincut Gadis Pohon

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Komedi / Enemy to Lovers / CEO Amnesia
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Indira MR

Seminggu menjelang hari bahagianya, dunia Jamila runtuh seketika. Di sebuah gubuk tua di tepi sawah, ia menyaksikan pengkhianatan paling menyakitkan: Arjuna tunangannya, justru bermesraan dengan Salina, sepupu Laila sendiri. Sebagai gadis yatim piatu yang terbiasa hidup prihatin bersama kakaknya, Jamal, serta sang kakek-nenek, Engkong Abdul Malik dan Nyai Umi Yati, Mila memilih tidak tenggelam dalam tangis.
​Jamila mengalihkan rasa sakitnya dengan bekerja lebih keras. Dengan kulit hitam manisnya yang eksotis dan kepribadian yang pantang menyerah, ia mencari nafkah melalui cara yang tak lazim: live streaming di TikTok. Bukan sekadar menyapa penonton, Jamila melakukan aksi nekat memanjat berbagai pohon mulai dari jambu hingga durian sambil bercengkerama dengan para followers nya
​Awalnya hanya kagum pada keberanian Laila, Daren, pemuda tampan dari Eropa perlahan jatuh cinta pada ketulusan Jamila, dan berniat melamarnya, apakah Jamila menerima atau tidak ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indira MR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15. Lomba Karoke

Malam di Sukamaju mencapai puncak kegilaannya. Lapangan di depan Kedai Sentosa Jaya kini telah disulap menjadi panggung megah yang beralaskan papan kayu jati dan diterangi lampu kelap-kelip warna-warni yang kabelnya menjuntai dari rumah Jamila. Banner raksasa bertuliskan

“DUEL MAUT: BULE VS LOKAL – SIAPA YANG PALING NYAMBUNG?” berkibar ditiup angin malam.

​Seluruh warga desa sudah berkumpul. Engkong Malik duduk di barisan paling depan, memegang tongkat kayu seperti juri pencarian bakat tingkat nasional. Nyai Yati sibuk membagikan kacang rebus sambil sesekali mengomeli anak-anak kecil yang lari-larian.

​“Malam ini bukan sekadar soal suara!” seru Jamal yang bertindak sebagai MC sambil memegang mikrofon yang sesekali mengeluarkan suara feedback memekakkan telinga.

“Tapi soal harga diri! Siapa yang pantas mendapatkan perhatian Neng Jamila!”

​Koko Sen naik ke panggung dengan penuh percaya diri. Ia tidak lagi memakai setelan jas, melainkan jaket bomber mengkilap dan kacamata hitam yang ia beli di pasar kaget. Begitu musik intro bergema, warga Sukamaju terperangah.

​“Lagu apa ini? Kayak suara mesin cuci tapi enak?” bisik Bude Wati.

​Koko Sen mulai bergoyang. Ia membawakan lagu “Butter” dari BTS. Meskipun suaranya lebih mirip orang sedang menawar harga paku di tokonya, gerakan smooth like butter-nya cukup membuat ibu-ibu desa histeris.

​“Smooth like butter, like a criminal undercover!” Koko Sen bernyanyi sambil menunjuk-nunjuk ke arah Jamila.

​Namun, di balik layar, Harun Dubai sudah bersiap dengan sabotase pertamanya. Ia mengoperasikan drone bersenjata laser kecil dari balik pohon pete. Ketika Koko Sen hendak melakukan gerakan dance ikonik, Harun menembakkan laser ke arah kaki Koko Sen.

​Zapp!

​Koko Sen kaget, kakinya gatal luar biasa akibat panas laser. Gerakannya yang tadinya smooth berubah menjadi seperti orang sedang menginjak bara api. Ia melompat-lompat tak beraturan di atas panggung.

​“Waduh, Koko Sen kesurupan!” teriak Salina dari pinggir panggung sambil menangis dramatis.

​Koko Sen berusaha tetap profesional. Ia mengakhiri lagu dengan pose finger heart, meski keringat dingin mengucur karena kakinya hampir melepuh. Penonton bertepuk tangan, meski lebih karena kasihan melihat gerakan tari cacing kepanasan yang ia tunjukkan tadi.

​Kini giliran Harun Dubai unjuk diri. Ia naik ke panggung dengan jubah putih bersih yang menyala di bawah lampu bohlam. Ia membawa tongkat emas (yang sebenarnya hanya kayu dilapisi stiker warna emas).

​“Sukamaju! Mari kita bawa semangat Timur Tengah ke sini!” seru Harun.

​Musik “Habibi Ya Nour El Ain” berdentum. Suara Harun sebenarnya cukup merdu, sangat pas dengan nuansa lagu tersebut. Ia mulai berkeliling panggung, melemparkan senyum yang ia pikir sangat karismatik.

​Koko Sen yang tidak terima karena kakinya baru saja disabotase, segera melakukan pembalasan. Ia mengeluarkan kaleng cat semprot berwarna merah yang sudah ia siapkan. Dari bawah panggung, Koko Sen menyemprotkan cat tersebut ke arah kipas angin besar yang diarahkan ke panggung.

​Wuuusshhh!

​Kabut merah tipis menutupi Harun Dubai. Bukan terlihat keren seperti efek asap konser, Harun justru terlihat seperti habis ikut perang warna di festival holi, atau lebih buruk lagi, seperti orang yang baru saja mandi saus sambal. Jubah putih mahalnya kini penuh bercak merah.

​“Astagfirullah! Harun berdarah-darah!” teriak Bude Wati panik.

​Harun tetap bernyanyi,

“Habibi, habibi, habibi ya nour el ain…” sambil mengusap matanya yang perih terkena uap cat. Ia tetap berusaha tampil elegan meskipun penampilannya sekarang lebih mirip hantu penunggu pom bensin yang sedang patah hati.

​Suasana meredup. Lampu warna-warni dimatikan, diganti dengan satu lampu sorot kuning ke arah Daren. Daren naik membawa gitar akustik yang ia pinjam dari Jamal. Daren tampak tenang, kontras dengan dua rivalnya yang sudah berantakan.

​Ia mulai memetik senar gitar. Melodi indah “Die With A Smile” mengalun lembut. Suara Daren yang bariton dan fasih berbahasa Inggris membuat suasana lapangan yang tadinya riuh menjadi hening seketika.

​“If the world was ended, I’d wanna be next to you…”

​Jamila menatap dari kejauhan, sedikit terpesona.

Namun, persatuan rahasia Koko Sen dan Harun Dubai yang sedang bersekutu. Mereka bekerja sama mengoperasikan sistem suara.

​Saat Daren mencapai bagian chorus yang tinggi dan emosional, tiba-tiba suara speaker berubah. Harun menyisipkan efek suara

"kentut" yang sangat kencang tepat di tengah lirik romantis Daren.

​PROOOOT!

​Daren terhenti sejenak, wajahnya memerah. ia melanjutkan nyanyiannya. Koko Sen tidak mau kalah, ia menarik kabel WiFi yang terhubung ke sistem instrumen digital pendukung Daren, membuat suara gitar Daren mendengung seperti suara lebah raksasa.

​BZZZZZZZT!

​Daren akhirnya menyerah. Ia meletakkan gitarnya dan membungkuk hormat.

“Terima kasih, Sukamaju. Teknis… tidak mendukung,” ucapnya sopan namun getir.

​Penampilan Paling Nalar dari Salina

​Di tengah kekacauan teknis itu, Salina tiba-tiba merebut mikrofon. Ia tidak terdaftar dalam lomba, tapi siapa yang berani menghentikan Salina ketika ia sedang menyanyi.

​“Kalian semua… berisik!” teriak Salina.

“Biarkan aku menyanyikan lagu tentang jiwa-jiwa yang terabaikan!”

​Salina membawakan lagu yang ia sebut . Tidak ada yang tahu itu lagu apa, tapi bunyinya hanya nada datar panjang seperti mesin detak jantung di rumah sakit yang sudah berhenti.

Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiit.

​Sambil bernyanyi (atau berteriak datar), Salina merangkak di atas panggung.

Jerry yang sedang berusaha mendekati Kayla di bawah panggung langsung merapat ke arah Arjuna.

​“Kayanya isteri kamu benar-benar butuh bantuan medis, Jun,” bisik Jerry ketakutan.

​Nyai Yati yang sudah tidak tahan melihat cucunya mempermalukan keluarga, akhirnya melemparkan sandal jepitnya tepat ke arah mikrofon Salina.

Plak!

Mikrofon terlepas, dan Salina langsung berdiri tegak seolah tidak terjadi apa-apa.

​“Dapur sedang memanggilku,” ucap Salina dingin lalu turun panggung.

​Keadaan semakin tidak terkendali ketika Koko Sen dan Harun Dubai mulai bertengkar memperebutkan remote kontrol drone.

​“Sini! Biar aku yang arahkan ke Daren!” seru Koko Sen.

“Jangan! Kamu mau merusak sistem irigasinya juga? Itu mahal!” balas Harun.

​Akibat tarik-menarik itu, drone milik Harun kehilangan kendali. Drone tersebut terbang berputar-putar di atas lapangan,

Menyemprotkan laser ke segala arah. Di saat yang sama, kaleng cat semprot merah di tangan Koko Sen terjatuh dan terinjak, membuat catnya menyemprot ke atas dan mengenai spanduk selamat datang hingga menetes ke kepala Engkong Malik.

​“SIAPA INI YANG NYEMPROT?” terar Engkong Malik berdiri sambil mengacungkan tongkatnya.

​Ayam-ayam tetangga yang tadi sudah tidur, tiba-tiba bangun dan berkokok serentak karena kaget melihat cahaya laser hijau di kegelapan malam.

​Jerry, melihat kesempatan dalam kekacauan, mencoba menjadi pahlawan. Ia melompat ke arah kabel utama untuk mematikan listrik.

​“Jangan takut, Kayla! Aku selamatkan malam ini!” teriak Jerry heroik.

​Namun, alih-alih menarik kabel yang benar, Jerry justru tersangkut di jemuran sarung milik Nyai Yati yang ada di samping panggung. Ia jatuh terjembab dengan wajah tertutup sarung kotak-kotak.

​“International… fail,” gumam Jerry dari balik kain sarung.

​Listrik akhirnya benar-benar padam, bukan karena Jerry, tapi karena Jamal sengaja mematikan saklar utama dari dalam rumah.

Keheningan total menyelimuti Sukamaju. Hanya ada suara jangkrik dan napas terengah-engah dari para peserta lomba.

​Jamila berjalan ke tengah panggung yang gelap, hanya diterangi cahaya bulan.

​“Cukup!” suara Jamila tenang tapi tegas.

“Koko Sen, cat kamu merusak spanduk keluarga saya. Harun, drone kamu hampir membuat mata ayam tetangga buta. Dan Daren… meskipun suara kamu bagus, sepertinya kamu harus belajar bahwa di sini, teknologi selalu kalah sama sabotase lokal.”

​Daren, Koko Sen, dan Harun Dubai berdiri berjejer dengan wajah lesu. Koko Sen penuh cat, Harun bau minyak dan debu merah, Daren memegang gitar yang senarnya putus satu.

​Engkong Malik mendekat, lalu melihat ke arah mereka bertiga.

​“Kalian bertiga… payah,” ucap Engkong

singkat.

“Tapi… gorengan Bude Wati sudah matang. Ayo makan. Jangan berantem terus, kayak bocah rebutan permen.”

​Malam itu berakhir bukan dengan pengumuman pemenang, melainkan dengan makan bersama di halaman luas rumah Jamila. Jerry akhirnya mendapatkan perhatian Kayla, meski hanya karena Kayla kasihan melihat Jerry yang sempat tersangkut sarung.

​“Mas Jerry, besok jadi kan benerin WiFi?”

tanya Kayla sambil menyodorkan bakwan.

Jerry tersenyum lebar.

“Tentu, Kayla. Demi sinyal cint—maksudku, demi koneksi internet desa!”

​Cintya yang lewat hanya melirik sambil membawa piring kosong.

“Halah, Mas Jerry. Tadi katanya demi aku selalu?”

Jerry langsung tersedak bakwan.

​Di pojok teras, Daren dan Jamila kembali duduk berdua.

​Namun, di kegelapan bawah tangga, Koko Sen dan Harun Dubai masih berbisik.

“Besok kita balapan traktor?” bisik Koko Sen.

“Setuju. Aku punya traktor bermesin jet dari Dubai,” jawab Harun penuh dendam.

​Petualangan di Sukamaju sepertinya masih jauh dari kata selesai.

​Bersambung...

1
Mingyu gf😘
oke mereka berdua sama aja🤣
Indira Mr: he.. he.. 🤣🤣🤣
total 1 replies
Mingyu gf😘
hahaha🤣🤣 darren sudah tidak warss😄
Indira Mr: lumayan tidak waras kak.. 🤣🤣
total 1 replies
Wida_Ast Jcy
Salina Salina dasar lu ya gak mau kalah dech sama jamilaa
Indira Mr: suka tiru tiru Salina 🤣🤣
total 1 replies
Wida_Ast Jcy
aku mau donk.... thor😋😋😋
Indira Mr: iya kak ntar minta sama Jamila 🤣🤣
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Thor, apakah bulenya punya teman lagi? Aku mau dong🤭
Indira Mr: bule banyak kak.. diaplikasi tapi yg benar gak tahu.. enakan produk local kak kalo mudik gak jauh..#canda ding 🤣🤣
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Jadi serasa ngomong sama bule🤭
Indira Mr: bule pot and..kak.. 🤣🤣
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Hah coklat swiss? Aku juga mau deh
Indira Mr: cari bule kak biar dapet oleh oleh coklat Swiss 🤣
total 1 replies
Jing_Jing22
ciiaa elah ngerosting si arjuna nggak tuh??😂
Indira Mr: mirif kyk gitu.. 🤣
total 1 replies
Jing_Jing22
lucu banget dah interaksinya🤭🤭
Indira Mr: polos si Jamila 🤣🤣
total 1 replies
Jing_Jing22
pede bener dahh😂😂
Blueberry Solenne
pasti lah dia datang ke indo, datang2 nglamar si mila ni
Indira Mr: pengennya langsung Lamar. gas keun 💪
total 1 replies
Blueberry Solenne
wkwkwk terbakar api cemburu tu bule, langsung mau kirim paus, kirim mas bule 20 kali wkwkwk
Blueberry Solenne
Bisa ae kamu mil😂😂😂
Indira Mr: biar dapat gift.. 🥰
total 1 replies
Blueberry Solenne
Semu demi cinta dong, Sakura, soalnya Darren udah kepincut sama Jamila tuh
Indira Mr: Yes,, you're right.., udh termila-mila itu 🤣
total 1 replies
CACASTAR
dulu makanya Jamila ngidam apa sih sampai dia suka banget manjat pohon
Indira Mr: mamanya Mila ngidamnya miara monyet tapi gak kesampean jadi anakny mirip monyet suka manjat pohon.. **fitnah author ** 🤣🤣
total 1 replies
Wida_Ast Jcy
Hahaha... paling yang pingsan aku aja thor🤣🤣🤣
Indira Mr: he.. he.. 🤣🤣🤣
total 1 replies
Wida_Ast Jcy
lah gitu gitu bule kepincut lho sama dia. dari pada lu🤭🤭🤭
Indira Mr: Salina tuh gitu sama Jamila,, takut Arjuna berpaling🤣
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Tukang panjat pohon gitu, bule sampe kepincut sama dia. Lah kau hanya modal goda lakik orang/Facepalm/
Indira Mr: takut Arjuna diambil lagi sama Jamila 🤣
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Heleh, dari pada elu
Mingyu gf😘
cihh padahal dia yg penggoda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!