Season 2 dari karya Queen mafia
🌹Diam yg paling tenang adalah mendo'akan🌹
🌹Karena tidak ada yang lebih tulus dari hati yang mencintai dalam perih, dan mendo'akan dalam diam🌹
🌹Semua tidak akan ada artinya jika hanya sebatas kata kata belaka. Semua tidak akan ada habisnya jika hanya memendam rasa🌹
🌹Memperhatikan mu diam diam,
Mendoakan mu setiap hari dan mencintai mu secara rahasia🌹
🌹Perasan ini sangat dalam, sehingga aku memilih untuk diam dan memendam🌹
🌹Menjadi orang yang memendam rasa akan tersiksa jika tawa itu berasal dari seseorang wanita yang selama ini ia puja🌹
🌹Untuk orang sepertiku yang hanya bisa memendam perasaan, cinta hanya bisa memberikan sebuah penderitaan 🌹
🌹Sampai detik ini setidaknya aku tau gimana rasanya mencintai dalam diam dan memendam perasaan rindu sendirian 🌹
🌹 Penyesalan yang sangat aku rasakan adalah, karena aku belom sempat untuk mengungkapkan dan menyatakan perasaanku yang sesungguhnya kepada perempuan yang sangat aku cintai sampai akhirnya dia pergi, dia pergi untuk selamanya meninggalkan ku, meninggal kita semua🌹
( Created by : Arkana William Samudra )
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maulida_ap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KQM_Eps 26
" Bee " panggil Arkan lembut.
" Hem " jawab Azura.
" Apa kamu yakin ?" tanya Arkan.
" Em " jawab Azura lagi.
" Tapi... " ucapan Arkan terputus.
" Aku udah siap ketemu Daddy, mau bagaimana pun juga dia tetap orang tua aku, dia satu satunya orang tua ku, aku tidak ingin terus menerus melihat nya bersedih dan selalu menyalahkan dirinya sendiri, sungguh aku sungguh tidak tega melihatnya menderita " potong Azura menatap sendu Arkan yang berada tepat di sampingnya.
" Baiklah aku akan selalu mendukung keputusan mu, bagaimana pun juga itu adalah keputusan yang terbaik " ucap Arkan.
" Kamu sekarang kuliah ?" tanya Azura mengalihkan pembicaraan.
" Hem, bentar lagi sudah mau wisuda bareng yang lain, kemungkinan Andhra dan Vina akan melaksanakan pernikahan setelah wisuda " jawab Arkan.
" Benarkah, mereka akan menikah ?" tanya Azura antusias.
" Hem, sebenarnya tanggal mereka menikah sudah beberapa bulan yang lalu, tapi di undur karna masalah pencarian Azril dan juga dia masih tidak yakin kamu benar benar ninggalin mereka " ucap Arkan menjelaskan.
" Bicara tentang Azril, ah aku melupakan nya " ucap Azura histeris dan membuka pintu kamarnya lalu berlari menuruni anak tangga.
" Hei princess jangan lari lari " tegur Rayhan.
" Hehehe maaf bang gak sengaja " ucap Azura cengengesan.
Rayhan, Reyhan dan yang lainnya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku Azura yang sepertinya kembali hangat.
" Em Bang Ray, gimana dengan keadaannya Azril dan Vira, apakah mereka berdua baik baik saja, tidak ada luka serius kan bang dengan mereka berdua ?" tanya Azura dengan nafas yang masih ngos-ngosan.
" Nanya nya satu satu sayang " tegur Reyhan lembut.
" Habisnya gue penasaran bang Rey " ucap Azura cemberut.
" Jangan cemberut dong princess, jelek loh " ejek Reyhan.
" Tau ah bang Rey nyebelin " ucap Azura merajuk.
Azura menatap Rayhan menunggu jawaban dari pertanyaan nya, Rayhan yang mengerti dengan tatapan adik perempuannya itu segera menjawab.
" Azril masih di tangani sama dokter, kita masih belom tau bagaimana dengan keadaannya, sedangkan Vira tidak ada luka yang serius " jawab Rayhan singkat.
" Oh syukur lah, kalo begitu gue ke kamar lagi ya bang hehe, mau istirahat " ucap Azura berlalu pergi ke kamarnya.
Rayhan dan Reyhan yang melihat tingkah Azura hanya bisa menggelengkan kepala.
" Gue heran deh sama Azura yang sekarang " celetuk Angel.
" Sama gue juga " sahut Vina
" Seperti bukan Azura yang kita kenal, apakah mungkin dia bukan Azura sahabat kita ?" celetuk Lida ngaur di balas anggukan kepala oleh Vina dan Angel, mereka bertiga masih melihat ke arah punggung belakang Azura, padahal Azura sudah menghilang dari balik pintu kamarnya.
" Ngaur lo " ucap Rayhan, Reyhan dan Andhra berbarengan.
" Ish kalian ngagetin " sewot Lida.
( Gemes ) batin Reyhan
Rayhan hanya tersenyum mendengar batin dari adik laki lakinya.
____________
Sedangkan di dalam kamar dan di waktu yang sama , Azura melihat Arkan yang masih tengah berbaring santai di atas kasur empuk miliknya.
Azura hanya menghela nafas berat dengan kelakuan Arkan yang entah kenapa sedari kemaren terus menempel dengannya.
" Hei bee kok kamu masih di sini ?" tanya Azura heran.
" Aku hanya tidak ingin jauh jauh dari kami, takutnya kamu malah pergi lagi ninggalin aku " jawab Arkan cuek.
" Aish terserah kamu " ucap Azura tak kalah cuek dan berlalu pergi dari hadapan Arkan.
" Hei mau kemana lagi kamu ?" teriak Arkan.
" Aku mau mandi gerah " jawab Azura singkat di balas anggukan kecil dari Arkan.
Di dalam kamar mandi Azura melepaskan pakaiannya satu persatu sambil bersenandung kecil tiba tiba saja kegiatan tangannya berhenti pada resleting celananya.
" Astaga, kenapa ini ?" gumam Azura berusaha melepaskan resleting nya yang sedari tadi tidak terbuka.
" Bagaimana ini, masa iya gue minta bantuan nya Arkan ? ah gak mungkin lah, tapi mesti bagaimana lagi, gue gak bisa buka nieh resleting, ah resleting nyebelin " gerutu Azura.
" Bee " teriak Azura dari kamar mandi.
Di luar kamar Arkan yang tengah asik bermain game di kaget kan dengan suara teriakannya Azura.
" Apalagi coba " gumam Arkan menggelar nafas lalu berjalan mendekati pintu kamar mandi dimana Azura yang tengah berada di dalam nya.
" Ada apa bee ?" tanya Arkan males.
" Aku boleh minta bantuan kamu ?" tanya Azura ragu ragu.
" Boleh " jawab Arkan singkat.
" Sini kamu masuk " ucap Azura to the poin.
" Kamu yang benar saja bee ? " tanya Arkan kaget.
" Hem, cepetan " jawab Azura males.
Dengan perasaan ragu Arkan mulai membuka gagang pintu kamar mandi, dan pemandangan pertama yang di lihat nya adalah penampakan tubuh Azura yang terlihat sangat jelas, terlihat jelas tubuh putih dan mulus milik Azura, dan tanpa sengaja Arkan melihat dua gundukan milik Azura walaupun terhalang b*a menurut Arkan itu sangat jelas.
" Hei ngapain bengong " tegur Azura menghilangkan rasa gugupnya karena di tatap Arkan.
" Eh Maaf " ucap Arkan tersadar.
" Kamu minta bantuan apa ?" tanya Arkan menahan rasa yang ada di dalam dirinya, entah perasaan apa itu Arkan sendiri tidak tahu.
" Ini, tolong kamu lepasin " jawab Azura santai dan menunjuk resleting celananya.
" Apa !! " kaget Arkan
" Kenapa kaget ? kamu gak mau ? kalo gak mau aku minta bantuan yang lain saja " tanya Azura cuek.
" Bukan, bukan seperti itu, aish baiklah baiklah aku bantu kamu " ucap Arkan cepat.
Arkan berjalan dekat ke arah Azura sambil menahan diri nya, sesampainya di hadapan Azura, Arkan dengan segera melepaskan resleting celana yang menempel pada bagian setengah tubuh Azura, namun tidak berhasil.
Arkan pun berjongkok menyesuaikan pandangan nya pada resleting celananya Azura, Azura hanya bisa menahan nafas saat Arkan benar benar dekat pada bagian setengah tubuhnya.
Srek, akhirnya resleting celana Azura terbuka.
Yang membuat Azura terkejut adalah karna tiba tiba saja Arkan memeluk erat tubuhnya, tidak bisa di bayangkan betapa terkejutnya Azura dengan apa yang di lakukan Arkan.
" Hei kamu kenapa bee ?" tanya Azura berusaha menahan debaran jantungnya agar tidak terdengar Arkan, namun percuma saja karna Arkan sudah mendengarnya, sama dengan Azura yang juga mendengar debaran jantung Arkan.
" Sebentar saja, aku hanya ingin seperti ini " jawab Arkan lembut sambil mengeratkan pelukannya.
" Tapi Arkan aku mau mandi gerah, tolong dong lepas..... " ucap Azura terpotong.
Azura merasakan ada benda kenyal yang menempel pada bibirnya, Azura merasakan seluruh tubuhnya menegang dan membeku.
Arkan yang melihat Azura tidak menolak sedikit pun memperdalam ciuman nya, Arkan menggigit kecil bibir bawah Azura agar Azura membuka mulutnya.
" Auh " desis Azura dan membuka mulutnya.
Arkan menyapu seluruh rongga mulut Azura, Azura hanyut dengan permainan Arkan dan membalas ciuman Arkan, Arkan kaget tapi perasaannya sangat bahagia merasakan pergerakan Azura yang membalasnya.
Azura dan Arkan hanyut dengan permainan mereka berdua, tanpa di sadari Azura tangan Arkan menyapu ke arah dinding, menekan dan memencet tombol kedap suara agar yang lain tidak mendengar dan tidak menggangu kegiatan mereka berdua.
Bagi Arkan ini adalah waktu yang tepat untuk nya bisa berduaan Azura tanpa harus di ganggu yang lain sebelum Azura pergi ke kediaman orang tuanya.
" Emhh " terdengar lenguhan Azura.
Setelah menekan tombol kedap suara, Arkan dengan cepat mengangkat tubuh Azura membawanya ke arah kasur milik Azura tanpa melepaskan pagutan bibir mereka berdua.
Azura dan Arkan hanyut dengan pagutan bibir mereka berdua, jujur jauh dari lubuk hati Azura, Azura menginginkan Arkan lebih dari sekedar apa yang mereka lakukan sekarang begitu pula dengan Arkan, Arkan tidak ingin merusak Azura sebelum hari pernikahan mereka, namun harapan mereka berdua berbeda dengan apa yang mereka inginkan, persetan dengan kata kata, saat ini yang Azura dan Arkan inginkan adalah melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar apa yang sekarang mereka lakukan.
" Bee aku gak tahan " lirih Arkan, setelah mereka melepaskan ciuman mereka.
" Sabar Arkan, kita belom menikah " jawab Azura berusaha menetralkan detak jantungnya.
" Ah persetan dengan kata kata menikah " sahut Arkan dan menindih tubuh Azura yang berada di atas kasur.
" Arkan kamu...." ucapan Azura terputus karna Arkan lebih dulu mencium nya, Azura hanya diam dan menutup kedua matanya.
Puas dengan bibir ranum Azura, kini Arkan beralih pada dua gundukan milik Azura, Arkan dengan segera melepaskan bra yang melekat pada dua gundukan milik Azura, dengan cepat Arkan melahap dua buah kembar milik Azura.
" Ah Arkan " panggil Azura.
" Hem yah sayang panggil namaku " ucap Arkan lembut, dan beralih pada benda sensitif milik Azura, Arkan mencium lembut area sensitif Azura dan sesekali **********.
" Ah Arkan nice sekali ah " erang Azura menekan kepala Arkan agar lebih dalam.
" Arkan " panggil Azura sendu.
" Yes sayang " jawab Arkan.
" Lebih dalem lagi " pinta Azura.
" Em " sahut Arkan.
" Ah Arkan" desah Azura.
" Yes sayang panggil namaku " jawab Arkan sambil memasukkan jarinya.
" Ah Arkan ah ah ah aku mau pipis " ucap Azura terengah-engah.
" Benarkah, Keluarin aja bee ?" tanya Arkan terkekeh masih dengan kegiatan nya.
" Em " jawab Azura mengangguk.
" Ah kamu sudah keluar sayang " ucap Arkan terkekeh dan mengeluarkan jarinya.
" Baiklah sayang, aku akan mulai " ucap Arkan lembut.
" Apakah sakit ?" tanya Azura ragu dan melepaskan kedua tangannya.
" Aku akan pelan sayang " jawab Arkan meyakinkan.
" Em lakukanlah " ucap Azura.
" Oke " ucap Arkan menyeringai.
___________
Bersambung.
semagatttt
padahal pngn lihat lanjutannya ceritanya .lama menggantung