NovelToon NovelToon
Suami Bayaran

Suami Bayaran

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yeni Eka

Kisah tentang Cahaya atau Aya (30) seorang pengusaha wanita muda yang sudah menjalin hubungan kasih selama lebih dari 10 tahun dengan kekasihnya yang bernama Rudi. Mereka sudah merencanakan acara lamaran namun tiba-tiba Rudi membatalkan dan memutuskan hubungan dengan Aya tanpa alasan yang jelas. Aya yang tidak ingin membuat ibunya bersedih karena kegagalan acara lamarannya berusaha untuk mencari pengganti Rudi.

Kemudian ia bertemu dengan Rizal (23) seorang OB berwajah tampan. Pertemuan karena salah paham itu membuat mereka semakin dekat. Aya dan Rizal akhirnya sepakat untuk melangsungkan pernikahan istimewa dengan perjanjian tertentu.

Pada akhirnya mereka saling jatuh cinta di dalam ikatan pernikahan istimewa tersebut. Apa yang membuat mereka saling jatuh cinta? Dan bagaimana mereka menyikapi konflik karena kehadiran orang ketiga yaitu orang-orang yang pernah hadir di masa lalu Aya dan Rizal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Eka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sah Part 2

Dengan terucapnya kata sah dari saksi dan para hadirin, mengartikan bahwa Rizal dan Aya sudah sah sebagai suami istri baik secara agama maupun hukum negara.

Aya pun keluar dengan dituntun oleh kedua keponakan perempuannya Sisil dan Chery, menemui Rizal yang sudah sah menjadi suaminya. Aya digiring untuk duduk di sebelah Rizal. Rizal masih menundukkan kepalanya belum berani menengok ke samping, begitu pula dengan Aya, karena keduanya masih merasa malu.

"Coba Mas Rizal, itu dilihat yang duduk di sebelah apakah itu benar wanita yang ingin dinikahi?" tanya Pak Penghulu menggoda Rizal yang sedari tadi menunduk. Rizal pun menoleh ke samping dengan malu-malu menatap Aya hanya sekilas. Sementara Aya tetap menunduk.

"Iya benar, Pak."

"Syukurlah kalau benar," kata Pak Penghulu. Para tamu yang hadir pun tertawa mendengar guyonan Pak Penghulu.

"Coba sekarang Neng Cahaya coba lihat apakah yang duduk di sebelah itu benar kakanda yang Neng Cahaya cintai?" tanya Pak Penghulu yang kini gantian menggoda Aya. Aya pun menoleh ke samping menatap Rizal dan beberapa detik netra mereka bertemu.

Ih kamu ganteng banget, kok jadi makin ganteng begini sih. Sayang pernikahan kita hanya sandiwara. Aya

Subhanallah cantik amat Teh. Seandainya saja ini adalah pernikahan sungguhan. Rizal

"Gimana Neng, benar ga itu kakanda yang diharapkan jadi suaminya?" tanya Pak Penghulu menggoda Aya lagi.

"Benar Pak," jawab Aya malu-malu.

"Alhamdullilah kalau benar, soalnya kalau salah kan repot ya," canda Pak Penghulu di ikuti tawa para tamu yang hadir.

"Neng Cahaya apakah ingin suaminya membacakan sighat ta'liq karena jika tidak ingin dibacakan juga boleh," ujar Pak Penghulu.

"Tidak usah dibacakan, Pak." Karena mengingat ini hanya pernikahan sandiwara.

"Oh, ya sudah, karena sighat ta'liq ini bukan bagian dari rukun nikah jadi boleh tidak dibacakan atau harus dibacakan jika sang istri memang menginginkan untuk dibacakan, begitu para hadirin sekalian." Penjelasan Pak Penghulu.

Kemudian kedua pengantin menanda-tangani buku nikah untuk suami dan istri. Selanjutnya penyerahan mas kawin dari mempelai pria kepada mempelai wanita. Rizal mengambil tangan Aya lalu menyematkan cincin di jari manisnya. Untung saja tangannya tidak gemetaran seperti saat di toko emas itu, mungkin karena Rizal sudah mempersiapkan diri. Sejak melangkahkan kaki keluar rumah menuju kediaman Aya, Rizal banyak membaca solawat agar hati lebih tenang. Usai cincin mas kawin disematkan di jari manis Aya, lalu Aya salim mencium punggung tangan Rizal.

"Cium... cium... cium!!" seru semua keponakan Aya, ditambah Wulan dan Iis yang juga ikut memprovokasi.

Rizal terlihat berpikir, dia mencoba mengingat isi surat perjanjian pasal 1 bahwa tidak boleh ada kontak fisik kecuali atas persetujuan Pihak Pertama.

"Cium...cium...cium!!" seruan provokasi masih berlangsung.

"Apa boleh Teh?" Rizal berbisik di telinga Aya. Aya menganggukkan kepala pelan memberikan persetujuan. Dengan malu-malu, Rizal mendekati Aya lalu mencium keningnya. Rona pipi Aya yang merah karena riasan blush on menjadi semakin merah karena tersipu malu.

"Ciye.. Ciye.." sorak Para Provokator dengan kompak.

Acara dilanjutkan dengan sungkeman kepada orang tua.

"Ibu... Huuu... Huuu... maafkan kesalahan Nong selama ini... maaf karena Nong belum menjadi anak yang baik, Bu...terima kasih untuk kasih sayang yang telah ibu berikan... maaf jika Nong belum bisa membalas semua kebaikan ibu selama ini. Ibu... jangan pernah berhenti untuk mendoakan Nong, bimbing selalu Nong dalam menjalani hidup ini. Semoga ibu selalu sehat. Nong sayang ibu... Huuu... Huuu" Aya berlutut sungkeman pada ibu, ia menangis tersedu-sedu, butiran bening keluar dari pelupuk matanya.

"Ibu akan selalu mendoakan Nong sampai kapan pun. Ibu akan selalu sayang Nong sampai kapan pun. Nong akan selalu jadi anak ibu sampai kapan pun. Semoga Nong selalu bahagia. Jadilah istri solehah yang kelak akan menjadi bidadari surga suamimu," jawab ibu dengan haru lalu menciumi putri bungsunya.

Kemudian Aya melanjutkan sungkem kepada semua kakang dan tetehnya. Dan sekarang gantian Rizal yang berlutut sungkem kepada Bu Aisyah.

"Nak, Rizal... tolong jaga anak ibu ya... sayangi dan cintai Nong selamanya. Semoga cinta kalian terus tumbuh dan berkembang setiap harinya... semoga cinta kalian tidak akan pernah mati selamanya... semoga rumah tangga kalian selalu rukun, sakinah, mawadah warahmah, dan dikaruniakan anak yang soleh solehah." Pesan ibu pada Rizal dan mendoakan pernikahan Aya dan Rizal.

"Aamiin ya Allah... terima kasih doanya Bu," ucap Rizal dengan penuh ketulusan. Kedua pengantin melanjutkan memohon doa restu kepada seluruh keluarga Aya dan Rizal.

"Zal entar malam belah duren nih," ucap Bang Zae berbisik di telinga Rizal saat menyalami kedua mempelai.

"Husssh...." Desis Rizal.

"Neng Aya, harus dipersiapkan ya mentalnya... Rizal kalau tidur selain suka ngorok dia juga suka kentut loh. Rizal kan orangnya diem... orang bijak berkata bahwa orang diem itu kalau kentut suka bau," kata Bang Zae. Aya hanya tersenyum mendengar bodoran garing Bang Zae, kemudian menyalami Bang Zae dan semua keluarga Rizal.

"Ayaaaaaaa... selamat yah semoga sakinah mawadah warahmah... kan bener tebakan gue kalian bakalan jodoh," ucap Iis sambil memeluk sahabatnya.

"Terima kasih yah Is."

"Ay siap siap loh entar malam, rasanya sakit perih ngilu enak sedep sedep nikmat gimanaaaa gitu." Iis menggoda Aya dan dibalas senyum tipis dari bibir Aya.

Itu kalau pernikahan sungguhan tapi ini kan hanya pernikahan sandiwara. Gumam Aya dalam hati.

"Teteh selamat yah semoga sakinah mawadah warahmah... semoga cepetan punya anak yang banyak, yang soleh solehah, cantik kaya Teteh dan ganteng seperti si Aa nya," ucap Lia.

Dan semua karyawan Aya ikut menyalami kedua pengantin.

"Terima kasih yah semuanya... terima kasih atas doa kalian semua... Teteh doakan semoga kalian semua pada enteng jodoh ya," sahut Aya kepada semua karyawannya. Aya memiliki enam belas karyawan dari empat cabang optiknya.

"Wih tenang aja Teh... sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga... sejomblo-jomblonya seseorang, pasti akan nikah juga," seloroh Hendi. Dibalas tawa oleh rekan-rekannya.

"Ya sudah sayangku semuanya, ayo makan dulu sana, makan yang banyak yah, ga bayar ko," ujar Aya.

"Terima kasih Teh... Teteh ga tau apa kalau kita mah pemburu makanan di kondangan," celetuk Hendi.

"Elo aja kaleee, gua mah enggak," sahut Lia.

"Li... elo tuh kenapa sih rasanya gue selalu salah di matamu, kalau gitu gue pindah ke hidung nih," canda Hendi.

"Ciye... ciye..." sorak semuanya.

Kalau para karyawannya sudah berkumpul begini semua akan terasa ramai penuh canda tawa. Untuk hari spesial ini Optik Kasih diliburkan.

Selanjutnya semua tamu menyalami kedua pengantin untuk sekedar memberikan selamat kepada pengantin baru. Dan yang terakhir adalah acara menyantap hidangan untuk para tamu undangan.

Meski tidak ada resepsi tapi tamu yang datang terus berdatangan, hingga sore hari Aya baru bisa benar-benar beristirahat.

.

.

.

.

.

Maaf ya readers update nya lama, mungkin mulai saat ini update nya ga setiap hari. Kalau sudah dapat lima episode atau minimal tiga episode baru aku update, agar jalan ceritanya bisa masuk dan dipahami.

Jangan lupa jempolnya di pijit ya. Like dan Komen dong biar author lebih semangat.

1
Puput Regina Putri
itu ..aa ijal nya jangn saya..saya ajh lah kan udah saling bucin gk usah pke bhsa formal gtu
Puput Regina Putri
kesiaaan deh loh🤭
Puput Regina Putri
semangat yah Thor 👍 lanjutkan karya mu bagus
Puput Regina Putri
mam mam tah s batu krikil 🤭😂
Puput Regina Putri
ngok 😂
Puput Regina Putri
gumushh ih 😂
Puput Regina Putri
dasar pelakor galil adab🤭
Puput Regina Putri
uhuk..uhuk..auto bucin
Puput Regina Putri
ea ..ea..ea ...😂
Puput Regina Putri
oh ayolah istri sadarlah klo udah ada prasaan Cinta atw syng gtu
Puput Regina Putri
lanjutkan Thor..mudah"udah tumbuh prasaan cinta nyah buat istri nya nyaman
Puput Regina Putri
emng ada yah penyakit gtu ya Thor 🤭
Puput Regina Putri
kecewa dengan jln fikiran s aya
Puput Regina Putri
SAMAWA yah pengantin 🙏
Puput Regina Putri
cumungut thor
Puput Regina Putri
ngakak thor 😂
Puput Regina Putri
cumungut thor... di tunggu undangan nyah
Puput Regina Putri
aamiin keun zal 😁
Puput Regina Putri
udah terbiasa di panggil nong klo di panggil nma brasa yg manggil nya itu marah yah 😂 sama keg aku gtu biasa di panggil nung klo di panggil nma langsung keg orang sewot 🤭
Puput Regina Putri
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!