NovelToon NovelToon
Game Pernikahan Mafia

Game Pernikahan Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:376.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Marina Monalisa

Aku tidak menyangka jika pernikahanku ternyata membuatku harus memilih antara tetap hidup dengan seorang pembunuh Ayahku atau aku harus membalaskan dendam atas kepergian Ayahku.

Sebuah cerita perjuangan hidup seorang wanita yang besar dengan bertahan hidup di jalanan karena sejak usia sepuluh tahun kedua orangtuanya harus meninggal dengan keadaan tenggelam di laut bersama mobil yang mereka kendarai. Beruntung saat itu ia tidak ikut dengan kedua orangtuanya untuk makan malam dengan kliennya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26. Penyesalan Gara

Kini Gara yang baru saja tiba di restoran itu bersama Randa segera berlari dengan tubuh yang tergontai karena kepalanya sedikit pusing.

"Tuan." panggil Randa yang meraih tubuh Gara yang hampir saja terjatuh ke lantai.

"Jangan perdulikan aku Randa, cepat tolong dia." pintah Gara yang merasa dirinya tidak bertenaga.

"Tapi, Tuan." Randa enggan untuk meninggalkan Gara.

"Cepat!" pekik Gara.

Karena Randa tahu meskipun ia berlari di sana sudah ada beberapa anggota yang sudah mengatasi semua itu. Namun, demi ketenangan Gara akhirnya Randa pun segera berlari mengikuti perintah Gara.

"Apa yang ku pikirkan selama ini padanya? aku benar-benar telah salah menilai dirinya."

Kini Gara berusaha berjalan menuju kamar tempat Kharisa saat ini. Saat ia tiba di kamar itu matanya terbelalak menyaksikan keadaan Kharisa yang tak sadarkan diri.

Sementara Randa dan ketiga anak buahnya sudah memegangi Khard.

"Kau brengsek!" teriak Gara yang mengerti apa yang sudah terjadi sebelumnya.

Beruntung kali ini keadaan Gara sedang tidak baik hingga ia tidak begitu kuat memukul wajah pria itu.

"Kharisa " ucapnya lirih.

Dengan cepat Randa membantu tubuh Gara agar mendekat pada Kharisa.

"Kharisa." panggil Gara dengan menepuk pelan wajah wanita itu.

Entah mengapa dada Gara begitu sesak melihat keadaan Kharisa yang terbalut dengan selimut tanpa busana.

"Maafkan aku, seharusnya aku tetap mengintai dirimu." tutur Gara penuh rasa bersalahnya.

"Kharisa, bangunlah." pintah Gara.

Beberapa kali tangan Gara menepuk-nepuk wajah wanita itu hingga akhirnya Randa mengusulkan untuk memberikan percikan air di wajah wanita itu.

Kini Randa memberikan percikan air di wajah Kharisa hingga akhirnya Kharisa pun tersadar. Sedangkan para pengawal beserta Khard sudah menuju ke kantor polisi untuk melaporkan atas tindakan pelecehan yang di lakukan oleh Khard.

"Kau." ucap Kharisa terkejut saat melihat kehadiran Gara dan Randa di kamar itu ia menatap sekeliling ruangan yang tampak asing baginya.

"Aw." rintihnya saat ingin bangun.

Mata Kharisa terbelalak saat menyadari keadaan tubuhnya saat ini sedang tidak mengenakan sehelai kain pun di dalam selimut.

"Randa," ucap Gara yang memberi isyarat untuk ia pergi dari ruangan itu meninggalkan Gara dan Kharisa berdua saja.

"Baik, Tuan." jawab Randa bergegas keluar.

Kharisa masih tidak mengerti apa yang sudah terjadi padanya. ia terus menatap ke bagian sekelilingnya dan menatap tubuhnya di dalam selimut lalu menatap kembali pada Gara.

"Maafkan aku, aku tidak bisa menolong mu saat itu." tutur Gara penuh penyesalan.

Kharisa masih menggeleng tak percaya. "Tidak, ini tidak mungkin, ini tidak mungkin terjadi. Siapa yang melakukannya?" teriak Kharisa dengan menangis histeris di kamar itu.

"Kharisa." panggil Gara yang panik melihat keadaan Kharisa saat ini.

"Tidaaaaaaaak." Teriak Kharisa begitu terdengar menyedihkan hingga Gara yang tak kuasa melihatnya segera membawa Kharisa ke dalam pelukannya.

"Siapa? siapa yang melakukannya? katakan!" teriak Kharisa terus berusaha memberontak dari pelukan suaminya itu.

Dengan berat hati Gara menyebut nama pria itu. "Khard."

Kharisa yang begitu tak kuasa menahan tangisnya semakin histeris saat mendengar nama Khard disebut oleh Gara. Ia baru sadar saat dirinya masih tergontai saat melangkah saat itu juga Khard sedang memapah tubuhnya.

Tubuh Kharisa bergemetar hebat merasakan dadanya sangat sesak menyadari keadaan dirinya yang sudah tidak suci lagi. Ia menangis dalam dekapan suaminya, tak ada lagi kebencian saat ini, hanyalah rasa sakit yang ingin ia tumpahkan di dalam pelukan itu.

Gara menyesali semua yang ia tuduhkan pada Kharisa selama ini telah menjalin hubungan dengan pria itu.

Kini Gara yang tak bisa mengatakan apa pun segera mengambil pakaian yang berserakan di lantai. Kemudian ia membantu Kharisa untuk memakainya layaknya anak bayi yang sedang tak berdaya.

Keadaan Kharisa benar-benar sangat lemah saat ini. Mata Gara tertuju pada tempat tidur yang memperlihatkan bercak darah segar.

"Astaga, Khard telah mengambil keperawanan istriku?" gumam Gara tak habis fikir jika Kharisa masih menjaga kehormatan dirinya.

Rasa bersalahnya semakin besar, mengapa selama ini Gara menuduh Kharisa wanita yang sangat murahan sama dengan Reynka.

Tangis Kharisa kini tak terdengar lagi hanya mata yang terus berjatuhan airnya tanpa mengatakan apa pun. Kharisa terus sesenggukan berusaha menghentikan tangisnya namun rasa sakit tak bisa membuat dirinya berhenti menangis begitu saja.

Dengan tubuh yang lemas Gara berusaha menggendong istrinya keluar dari kamar itu. Setiap langkah yang gara tuju saat ini selalu timbul penyesalan.

Kata demi kata penyesalan terus ia lontarkan dalam hatinya dengan tatapan sendunya ia melangkah fokus menatap ke depan tanpa berani menatap wajah wanita yang saat ini ada di dalam gendongannya.

Walau bagaimana pun hubungan mereka, Gara tetaplah berkewajiban melindungi dan menjaga istrinya.

Ini adalah kedua kalinya ia gagal menjaga wanitanya. Lagi-lagi kekasihnya di rusak oleh pria lain.

"Maafkan aku Kharisa, aku sangat bersalah besar atas hal ini. Aku sangat bersalah padamu." gumam Gara.

Begitu juga dengan Kharisa yang terdiam di dalam gendongan suaminya. Ia terus menyandarkan kepalanya pada dada bidang Gara dan meneteskan air matanya.

Kini semua telah berakhir harapan tak ada lagi. Kharisa sudah tidak memiliki kehormatan yang ia junjung tinggi.

"Khard, mengapa bisa kau lakukan ini padaku? apa salahku?" gumam Kharisa yang kembali memejamkan matanya merasakan dadanya sangat sakit seperti benda tajam yang menusuk dadanya hingga begitu ngilu.

Gara masih mendengar jelas isak tangis Kharisa yang ia benamkan di dada bidangnya.

Dari kejauhan Randa tampak menyambut Gara dan Kharisa ke mobil.

Kini mobil melaju ke kediaman Tuan Tedy. Sepanjang jalan tidak ada yang berbicara satu kata pun. Kharisa masih saja duduk dalam pangkuan Gara.

Ia tidak berani menampakkan wajahnya, selalu saja ia membenamkan wajahnya pada dada bidang suaminya.

Gara mengerti mungkin Kharisa masih sangat malu. "Sayang sekali tubuhku sangat tidak berdaya saat ingin menghabisi pria itu, tapi aku tidak akan tinggal diam dengan perilakunya." tutur Gara dalam hatinya.

"Tuan, apa kita ke rumah sakit?" tanya Randa menawarkan Gara.

"Tidak, kita langsung ke rumah saja." sahut Gara.

Akhirnya mobil pun melaju ke kediaman Tuan Tedy dan mengurungkan niat Randa untuk membawa mereka ke rumah sakit.

Gara merasa sangat prihatin pada nasib istrinya, bagaima pun kemarahan Gara akan luluh saat melihat wanita yang tidak bersalah mendapatkan perlakuan keji seperti itu.

Beberapa saat berlalu, kini mereka tiba di halaman rumah. Dengan sekuat tenaga Gara menggendong tubuh Kharisa meski tangannya masih terasa begitu nyeri.

Beruntung ia tidak benar-benar lumpuh, jika sampai itu terjadi entah apa yang harus ia lakukan saat ini.

Gara segera membawa Kharisa ke dalam kamar tanpa perduli dengan suara Nyonya Harina yang terus berteriak menanyakan apa yang terjadi pada Kharisa.

"Gara, ada apa dengan Kharisa?" teriak Nyonya Harina.

Gara mendiamkan Nyonya Harina dan segera menutup pintu kamarnya cepat. Randa yang melihat sosok Nyonya Harina segera berlari keluar rumah dan melajukan mobil tanpa berani memberikan jawaban.

"Randa!" teriak Nyonya Harina yang tidak bisa mengejar pria itu.

"Ya Tuhan, ada apa ini? mengapa perasaanku tidak enak seperti ini?" Nyonya Harina berusaha mengusap dadanya pelan ia menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya dengan perlahan lagi.

1
nobita
ooh begono ceritanya
Muhammad Ibrahim
Luar biasa
Rini Shop
bagus
ImNick
ahhhh BAGUS ANETTTTTT, thankyou thor..
Lova Yoongi
bener kata orang istri org tu lebih menggoda .....
khard pgen sutik mati ..
Lova Yoongi
itu cara allah buat gara biar tergantung sama istri, biar tau kharisa itu tanggu gar...m
Lova Yoongi
gara tar nyesel lho, byk lho yg naksir istrimu.... kyk gk ada org lain lgi, brg bekas madi di jumput lgi gk sdr dgn kata" sampah
🐬
bgus
Rahmi Ami
thor teganya dirimu....
kalo bisa di ubah aja alurnya...
😁😁😁😁
pas detik2 kard mau menodai kharisa bara datang dan belum sempat melakukan tindakannya....

kasian kharisa, 🥺
Eva Susanti
mantap👍👍👍👍👍👍👍❤❤❤❤❤❤❤❤
Elizabeth
👍👍
mamah destya
tsrima kasih thour ku tunggu cerita yg lain ny
ig: monalisa_n28: Terimakaish juga kak 🥰🥰
total 1 replies
Ikhe Parlina
temksh thor. ..
sy suka bngat ceritanya..😍😍
adakah season ke2 nye😊
ig: monalisa_n28: Maafyah kak 🙏🙏🙏🙏
total 3 replies
Rahmi Miraie
thank thor utk cerita yg sgt mnghibur ini,aku tunggu karya lainnya
ga nyangka uda end
Rahmi Miraie: iya sama sama
total 2 replies
Tuti Ranu
alhamdulilah mksih Thor ditunggu cerita yg baru..👍👍
ig: monalisa_n28: Terimakasih kak🙏🙏🙏
total 1 replies
Asna Deli
terima kasih author cerita mu keren..ada kah seanson ke2nya??
ig: monalisa_n28: Hehe Terimakasih kembali kak asna sudah setia sampai di sini🙏 tidak ada season dua yah kak🤗🤗
total 1 replies
verawati.com
lanjut thor
Asna Deli
lanjut thor..
Rahmi Miraie
permisi tuan gara...iklan lewat
hhhe
tn tedy tepat waktu bgt sii dtg nya
Elizabeth
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!