NovelToon NovelToon
Aturan Nomor 1 Jangan Jatuh Cinta Dengan Dosen

Aturan Nomor 1 Jangan Jatuh Cinta Dengan Dosen

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Diam-Diam Cinta / Teen
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ziziyuuu

Aturan Nomor 1: Jangan pernah jatuh cinta dengan dosen sendiri.
Aturan yang dibuat Kila sendiri, dan kemudian dia langgar di detik berikutnya.
Kehidupan kampus Kila yang tadinya membosankan, berubah total setelah dosen baru itu masuk.
Tiba-tiba penuh dengan hal-hal mendebarkan. Bimbingan yang bikin jantung mau copot, jemputan mobil hitam di gerbang kampus, sampai makan malam canggung di mana dia dipanggil "calon mantu".

Dosen baru itu adalah Pak Rhaegar. Dosen dingin kayak kulkas, dan... orang yang paling Kila hindari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ziziyuuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Kantin kampus jam istirahat ramai seperti biasa. Kila dan Elvano duduk di meja pojok, meja langganan mereka.

Di atas meja ada kotak sup ayam yang masih hangat, dua es teh, dan map biru kuesioner. Sup ayam itu Kila buka pelan-pelan. Wanginya... enak banget.

Elvano dari tadi diam. Dari yang biasanya berisik, sekarang dia cuma ngaduk es tehnya terus.

"Bocil," panggil Elvano akhirnya.

Kila yang lagi nyeruput kuah sup hampir keselek.

"Hm?" Kila menatap Elvano.

"Kamu yakin Pak Rhaegar ngasih ini cuma karena kamu adiknya Kak Elvar?" tanya Elvano pelan. Setelah tadi Kila memberi tahu Elvano tentang Pak Rhaegar yang teryata teman baik Kak Elvar.

Kila mengangguk cepat. "Iya, Van. Sumpah. Kamu kan tidak ikut kemarin makan siang. Jadi tuh, Kak Elvar sama Pak Rhaegar itu teman kuliah dulu, sahabat dekat banget 6 tahun yang lalu. Sampai Kak Elvar sakit tipes aja Pak Rhaegar yang jagain 3 hari tidak tidur. Mamanya Pak Rhaegar yang kirim sup ayam tiap hari ke kos mereka."

Kila menjelaskan panjang lebar dengan semangat, seperti mau membela Pak Rhaegar.

"Sup ini tuh... sup yang sama, Van. Sup dari Mamanya Pak Rhaegar itu. Makanya tadi Pak Rhaegar bilang 'Mama saya masak kebanyakan'. Dia bukan masak sendiri, Van. Dia cuma disuruh Mamanya bawa."

Kila lanjut lagi, masih polos.

"Dan soal motor, itu juga... Pak Rhaegar kan dosen pembimbing Kila, wajar kalau dia perhatiin mahasiswinya. Lagian Kak Elvar juga cerita kalau Kila tidak bisa ngapa-ngapain, tidak bisa masak mie saja nangis dulu pas SMA. Jadi Pak Rhaegar kasihan saja sama Kila. Anggap saja adik."

Kila menatap Elvano dengan mata bulat, berharap Elvano percaya.

Elvano mendengus. "Bocil, kamu itu polos banget ya."

Dia meletakkan sedotannya dengan agak keras.

"Aku sudah 3 semester jadi mahasiswa Pak Rhaegar. Dia tidak pernah ngasih apa pun ke mahasiswi. Jangankan sup ayam, senyum saja tidak pernah. Nilai A saja susahnya minta ampun kalau sama dia. Lah kamu?"

Elvano menunjuk kotak sup ayam itu.

"Baru sehari balik, udah dikasih sup ayam buatan Mamanya. Ditawarin bengkel gratis gara-gara rem motor kamu bunyi. Kamu pikir itu perlakuan dosen ke mahasiswi biasa, bocil? Itu perlakuan ke adik teman?"

Kila terdiam.

"Van, kamu jangan mikir aneh-aneh. Pak Rhaegar itu orangnya memang detail. Dia perfeksionis..."

"Detail sama peduli itu beda, Kil," potong Elvano, suaranya pelan tapi tegas. "Kalau detail, dia cukup bilang 'motor kamu rusak, perbaiki'. Kalau peduli, dia sampai nyariin bengkel temannya dan gratisin. Itu beda."

Kila menunduk. Dia tau Elvano benar.

"Van..." Kila mencoba menjelaskan lagi. "Pak Rhaegar itu... dia itu sahabat Kak Elvar. Kak Elvar sudah titip Kila ke dia. Makanya dia jaga Kila. Sama seperti kamu, kan? Kak Elvar juga titip Kila ke kamu."

Mendengar itu, raut wajah Elvano sedikit melunak.

"Beda, bocil," kata Elvano pelan. "Aku jaga kamu karena....... Aku sahabat kamu, udah kenal kamu dari lama." Elvano membelokkan kalimatnya.

Kila membeku.

Elvano melanjutkan, suaranya lebih kecil, hampir berbisik. "Aku jaga kamu karena kamu sahabat aku Kil, Kalau Pak Rhaegar jaga kamu sampai sedetail itu... menurut kamu karena apa? Karena Dia teman Kak Elvar saja?"

Kila tidak bisa menjawab. Pipinya merah.

Elvano menghela napas panjang, lalu senyumnya yang usil itu balik lagi, tapi kali ini agak dipaksakan.

"Ya sudah, makan saja supnya, bocil. Jangan sampai dingin. Nanti aku yang disalahin Pak Rhaegar gara-gara sup dari Mamanya dingin."

───

1
Rini Hanindya Salma Nurazizah
bagus
Linda Natalia
lanjut kak,crita nya bagus
Rian Moontero
mampiiirr😍👍
Wien Ibunya Fathur
ceritanya lumayan seru...
ayok ada dibaca🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!