NovelToon NovelToon
Asrama Hati

Asrama Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: indah Mayaddah f

Sinopsis

Zain Arvendra Atmaja, seorang remaja yang seakan tak pernah lelah terlibat masalah di sekolahnya. Setelah berbagai kejadian yang menumpuk, ayahnya akhirnya mengambil keputusan Zain harus pindah ke sebuah SMA berbasis asrama yang dikenal mampu membimbing anak-anak yang sedang kehilangan arah.

Awalnya Zain menolak keras. Namun seiring berjalannya waktu, ia perlahan mulai menerima kenyataan itu. Di asrama inilah ia bertemu dengan Vanya, seorang gadis ceroboh yang dengan polosnya kerap menyeret Zain ke dalam berbagai situasi baru yang tak terduga.

Cerita terasa semakin rumit ketika Keira Cattleya Wiratama, kekasihnya yang selama ini jauh dari sana, tiba-tiba memutuskan untuk pindah ke asrama yang sama pula.

Tiga orang, satu atap, dan hati-hati yang mulai saling bersilang. Bagaimana kelanjutan cerita mereka ? Baca selengkapnya !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Keberanian Untuk Bangkit

Beberapa minggu berlalu sejak kejadian di lorong itu, Laras terasa sedikit lebih tenang, namun bayang-bayang masa lalunya belum sepenuhnya hilang. Ia masih sering menunduk saat ada yang menatapnya terlalu lama, masih terkejut saat mendengar orang berbicara soal berita di televisi, dan masih menyembunyikan surat-surat dari ayahnya di bagian paling bawah laci meja belajarnya.

Suatu hari, pengumuman lomba menulis esai tingkat daerah ditempel di papan pengumuman sekolah. Tema lomba kali ini sangat sederhana namun terasa berat di hati Laras ‘SIAPA AKU DI MATA DIRIKU SENDIRI’.

Saat siswa-siswa lain berlarian mendaftar dengan antusias, Laras hanya berdiri diam menatap kertas itu dari kejauhan. Keinginan untuk ikut ada di hatinya, ia ingin sekali menulis tentang perjalanannya, tentang bagaimana ia belajar menghargai dirinya sendiri meski dunia seolah berpaling. Tapi rasa takut menahan langkahnya.

“Bagaimana kalau nanti nama ayahku dibawa-bawa lagi ? Bagaimana kalau tulisanku dihina ?” Batin Laras

Hingga hari terakhir pendaftaran tiba, Laras belum berani melangkah maju. Sore itu, ia duduk sendirian di bangku taman belakang, memegang pensil dan selembar kertas kosong di tangannya, namun tidak satu kata pun terucap di atasnya.

"Kalau ditulis di kertas kosong, tidak ada yang akan menghakimimu sebelum selesai dibaca" Suara Keira terdengar lembut dari belakang.

Laras tersenyum getir.

"Aku takut, Leya. Aku takut tulisanku tidak cukup baik, aku takut orang tahu betapa rapuhnya aku sebenarnya. Dan kalau aku kalah, seakan semua yang aku rasakan selama ini hanyalah kelemahan yang tidak berharga." Jawab Laras

Keira duduk di sampingnya, membiarkan angin sore berhembus pelan di antara mereka.

"Menulis bukan untuk menang, Laras. Menulis adalah cara kamu berbicara pada dirimu sendiri, dan pada siapa pun yang mungkin sedang merasakan hal yang sama tapi belum berani mengatakannya. Kemenangan terbesarmu bukan piala yang kamu bawa pulang, tapi keberanianmu untuk berkata ini aku, ini ceritaku, dan aku tidak malu akan siapa aku" Ujar Keira

Kata-kata itu merembes perlahan ke dalam hati Laras dan alam itu, dengan tangan yang kadang gemetar karena emosi, ia mulai menulis. Ia menulis tentang rumah yang hilang, tentang ayahnya yang ia rindukan sekaligus marahi, tentang tatapan orang yang menyakitkan, tentang rasa malu yang berlebihan, dan tentang teman-teman yang mengajarinya bahwa ia lebih besar dari kesalahan orang tuanya. Ia menulis sampai air matanya menetes di atas kertas, lalu mengering perlahan di bawah cahaya lampu meja yang remang-remang.

*****

Hari penyerahan naskah tiba dengan napas tertahan, Laras meletakkan amplop berisi tulisannya di meja pengawas lomba. Saat ia berbalik, ia melihat sekelompok siswa yang dulu sering mencibirnya berdiri di ambang pintu. Jantungnya berdebar kencang, namun alih-alih mengejek, salah satu dari mereka. Gadis yang paling keras suaranya tempo hari melangkah mendekat.

"Aku tidak tahu apa yang kamu tulis, tapi aku harap kamu berani tampilkan itu." Ucapnya pelan, lalu berjalan pergi tanpa menunggu balasan.

Minggu pengumuman pun tiba, aula utama penuh sesak dan ama-nama pemenang dibacakan satu per satu, namun namanya belum disebut. Laras menunduk, berusaha menelan kekecewaan ternyata usahanya belum cukup baik.

Namun saat acara hampir selesai, pembawa acara berkata …

"Selain pemenang utama, ada satu naskah yang mendapat penghargaan khusus dari juri. Bukan karena tulisannya paling sempurna, tapi karena kejujurannya menyentuh hati semua yang membacanya. Penghargaan khusus ini jatuh kepada… LARAS"

Laras melangkah ke depan dengan kaki yang terasa berat, saat ia berdiri di atas panggung menatap ratusan pasang mata yang kini menatapnya bukan dengan rasa ingin tahu. Tapi dengan rasa hormat, ia menyadari sesuatu yang penting. Ia tidak perlu menjadi pemenang agar dihargai, ia hanya perlu berani menjadi dirinya sendiri.

Saat turun dari panggung, Keira, Zain, Dina, dan teman-teman lain sudah menunggunya dengan senyum yang paling bangga lalu Dina memeluknya erat.

"Kamu hebat sekali, Laras. Kami bangga padamu." Ucap Dina

Tidak jauh dari sana, Laras melihat gadis yang tadi berbicara padanya di ruang pendaftaran. Gadis itu tersenyum kecil dan memberi anggukan penghormatan, Laras membalas senyumnya. Dulu ia mengira semua orang di dunia ini akan menghakiminya, ternyata cukup satu keberanian untuk berbicara jujur, dan orang-orang yang benar-benar layak ada di dalam hidupnya akan melihat keindahan di balik ceritanya yang terjal.

*****

Malam itu, saat Laras membaca ulang surat dari ayahnya yang baru saja tiba.

Maafkan ayah ya, nak. Jadilah orang baik, jangan seperti Ayah

Laras mengambil pulpen dan menulis di bawah tulisan ayahnya.

"Ayah, aku sedang berusaha menjadi orang baik. Tapi aku juga belajar memaafkanmu, karena memaafkan bukan berarti aku menyalahimu, tapi berarti aku ingin bebanku lebih ringan untuk dibawa ke masa depanku" Tulis Laras

Untuk pertama kalinya sejak keluarganya hancur, Laras tidur dengan perasaan yang damai. Karena ia akhirnya paham harga dirinya tidak pernah ditentukan oleh siapa ayahnya, melainkan oleh siapa dirinya yang memilih untuk bangkit, meski sempat jatuh begitu dalam.

1
Miu.Nuha
betul. keputusan apapun yg kamu ambil akan mempengaruhi hidupmu nanti.
😏 jdi jalanin seadanya aja, gk usah milih
hehe pis ya mas Zain...
Luneya
dua figura hadir dalam masa yang sama..yang mana satu Zain akan memilih..tapi Aku sama Vanya..🌹
Hamzah [Hiatus]
waduh.. akankah balikan sama mantan. gak mungkinlah gak mungkin😁
Hamzah [Hiatus]
loh kenapa ditutup🤔
Myz Pena
keira.. kamu harus sadar dan tahundiri sepertinya zain nggak nyaman dekat dengan mu sekaligus segala perhatian mu padanya.. jadi stop
Myz Pena
jadi bagaiaman zain ,, apa kaira sikapnya itu membuatmu sangat tidak nyaman kah ?
aefpe fp
ah kalau gini ceritanya jadi bestie sahabat aja ndak si...kayaknya lebih seru daripada pacaran pacaran🤣
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Ya Allah akhirnya Zain bisa dapetin kawan yang pas sejauh ini... Ya Semoga semakin berubah juga Zain... 💪💪💪
Maya 摩耶
kenapa tidak keduanya saja? 👀 ahik ahik ahik kwkwkw
Siti Aisyah
Gimana nih membuat hati zain jadi bimbang antara memilih vanya atau keira😆
Maya 摩耶
naah she is just wanna impress you 🤭
Pencari Cerita
pikirin matang matang zain sebelum memilih ya
ginevra
pantas saja Zain merasa nyaman di dekat vanya. karna vanya tidak pernah memaksa dan menekan Zain.
aefpe fp
bakal banyak drama kehidupan yang akan menantimu bersiaplah dan itu tidak akan sesederhana yang kau kira💪
Hamzah [Hiatus]
kamu menemukan seseorang yang berharga di masa depan nanti Zain, jangan lupakan itu 🗿
Myz Pena
ia memang banyak suka dan dukanya.. intinya kamu akan belajar banyak hal lagi.. jadi kuatlah
Luneya
Mereka benar-benar sama geng. Mereka saling membantu. bagus sekali jika ada teman satu komplotan.☺️
Myz Pena
berarti zain sekarang kamu dah nyaman ya di asrma berkat vanya hari hari mu lebih ceria dan bwrwarna 😂👍
Maya 摩耶
emang matanya kenapa? ada saringgannya kah? 🤭
Maya 摩耶
mo balikan kah kamu? 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!